Sebanyak 43450 item atau buku ditemukan

AUDITING (PETUNJUK PRAKTIS PEMERIKSAAN AKUNTAN OLEH AKUNTAN PUBLIK)

Dalam "Auditing: Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik", pembaca akan dibimbing melalui serangkaian proses audit yang komprehensif dan praktis, Buku ini tidak hanya menyoroti perneriksaan aspek aspek tradisional seperti aset tak berwujud, liabilitas jangka pendek dan panjang, serta ekuitas, tetapi juga membahas berbagai konsep modern seperti audit computer, manajemen audit, dan internal audit. Pembahasan yang cermat tentang pemeriksaan laba rugi, termasuk perkiraan dan analisisnya, memberikan pandangan mendalam tentang bagaimana audit dapat membantu dalam evaluasi kesehatan finansial suatu entitas. Melalui penjelasan yang lugas dan contoh kasus yang relevan, pembaca akan diajak untuk memahami pentingnya pemeriksaan subsequent event dan tahap akhir audit. Buku ini juga mengupas audit proses right issue, menyoroti tahapan-tahapannya dengan jelas dan terperinci. Tak hanya fokus pada aspek teknis, buku ini juga memberikan wawasan tentang tanggung jawab setelah audit selesai, serta berbagai jasa lain yang dapat ditawarkan oleh profesi akuntan di luar audit laporan keuangan. Dengan pendekatan yang praktis dan berorientasi pada kebutuhan profesi akuntan publik, "Auditing: Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik" menjadi panduan yang tak ternilai bagi praktisi audit yang ingin meningkatkan kualitas dan efektivitas pekerjaan mereka. Sinopsis ini mencerminkan karakter buku yang informatif, praktis, dan relevan, serta menekankan kegunaannya bagi pembaca yang ingin mendapatkan pemahaman yang mendalam tentang praktik audit yang modern dan efektif.

Dalam "Auditing: Petunjuk Praktis Pemeriksaan Akuntan oleh Akuntan Publik", pembaca akan dibimbing melalui serangkaian proses audit yang komprehensif dan praktis, Buku ini tidak hanya menyoroti perneriksaan aspek aspek tradisional seperti ...

Auditing

Dasar-dasar pemeriksaan laporan keuangan

Auditing: Dasar-Dasar Pemeriksaan Laporan Keuangan ini ditulis dengan tujuan sebagai dasar acuan mengenai pemeriksaan akuntan dalam memeriksa laporan keuangan, baik secara teori maupun contoh kasus pemeriksaan. Buku ini ditujukan bagi mahasiswa, dosen dan peneliti yang sedang meneliti auditing dan akuntansi. Isi dari buku ini menjelaskan dasar pemeriksaan akuntansi/auditing terdiri dari tigabelas bab dimulai dari konsep dasar auditing sampai jenis audit EDP. Dalam buku ini penulis berusaha memberikan gambaran secara lengkap mengenai pelaksanaan pemeriksaan yang dilakukan oleh auditor yang bekerja baik Kantor Akuntan Publik, Internal dan Pemerintah. Penulis juga berusaha memberikan gambaran mengenai kertas kerja yang akan digunakan auditor dalam melaksanakan tugasnya.

Auditing: Dasar-Dasar Pemeriksaan Laporan Keuangan ini ditulis dengan tujuan sebagai dasar acuan mengenai pemeriksaan akuntan dalam memeriksa laporan keuangan, baik secara teori maupun contoh kasus pemeriksaan.

Auditing (Pemeriksaan Akuntansi I)

Standar auditing merupakan pedoman umum untuk membantu auditor dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya sehubungan dengan audit yang dilakukan atas laporan keuangan historis kliennya. Buku Auditing (Pemeriksaan Akuntansi I) ini membahas tentang standar audit, laporan audit, materialitas, tanggung jawab manajemen, tanggung jawab auditor, asersi manajemen, tujuan audit atas transaksi, saldo, dokumentasi audit, perencanaan audit, prosedur analitis, dan audit atas pengendalian internal. Serta dapat dijadikan referensi bagi para mahasiswa S1 maupun S2 akuntansi, khususnya yang sedang mengambil mata kuliah Auditing.

Buku Auditing (Pemeriksaan Akuntansi I) ini membahas tentang standar audit, laporan audit, materialitas, tanggung jawab manajemen, tanggung jawab auditor, asersi manajemen, tujuan audit atas transaksi, saldo, dokumentasi audit, perencanaan ...

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM UNTUK MADRASAH ALIYAH KELAS 11

Buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI ini disusun berdasarkan kurikulum madrasah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 183 Tahun 2019, yang dalam implementasinya berpedoman kepada Keputusan Menteri Agama No. 184 Tahun 2019. Pengembangan dari kurikulum 2013 diharapkan akan lebih mampu mempersiapkan peserta didik yang disamping taat melaksanakan kewajiban beragama, juga mampu mengekspresikan pemahaman agamanya dalam hidup bersama yang multikultural, multietnis, multifaham keagamaan dan kompleksitas kehidupan secara bertanggung jawab, toleran dan moderat dalam kerangka berbangsa dan bernegara Indonesia. Dari segi aspek penyajian, kurikulum baru ini masih tetap berbasiskan kompetensi, dengan memberikan perhatian yang seimbang terhadap tiga aspek: afektif (sikap spiritual dan sikap sosial) kognitif dan psikomotorik, yang harus diperhatikan dalam penentuan tujuan dan penilaian pembelajaran, seperti pada kurikulum 2013 yang lalu. Buku ini terdiri atas 9 Bab. Setiap bab diawali dengan menyebutkan Kompetensi Dasar (KD), tujuan pembelajaran, indikator pembelajaran, peta konsep, mengamati dan bertanya, terutama dengan media gambar. Kemudian materi utamanya itu uraian dari judul atau pokok bahasan Bab tersebut, beserta rangkumannya, dan diakhiri dengan latihan terkait materi pelajaran itu. Termasuk dalam latihan ini adalah pemberian tugas yang perlu dilakukan peserta didik baik secara mandiri ataupun kelompok. Latihan juga diberikan pada akhir semester ganjil dan semester genap serta penilaian akhir tahun, yang sekaligus dapat dijadikan alat penilaian terhadap prestasi peserta didik pada semester yang bersangkutan. Terakhir disajikan pula glosarium dan kepustakaan. Untuk mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran, maka digunakan pendekatan saintifik, seperti pada kurikulum lama, namun tentu dengan metode, langkah-langkah belajar serta sistem penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran agama (PAI) itu sendiri, dan di pihak lain disesuaikan pula dengan situasi dan kondisi real di madrasah, seperti masalah keterbatasan waktu dan ketersediaan sarana serta fasilitas belajar yang dibutuhkan.

Buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI ini disusun berdasarkan kurikulum madrasah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 183 Tahun 2019, yang dalam implementasinya berpedoman kepada ...

Sejarah Kebudayaan Islam Periode Klasik

Mempelajari sejarah kebudayaan Islam bukan saja dapat membantu dalam memahami disiplin ilmu-ilmu keislaman lainnya yang sebagian besar merupakan produk sejarah, seperti kalam, yurisprudensi Islam (fiqh), tasawuf dan lainnya, tetapi yang barangkali mendesak dan penting ialah masa lalu (yang merupakan inti dari sejarah itu), dapat dijadikan sebagai cermin dan pedoman dalam mengarungi bahtera kehidupan kini dan masa mendatang. Karena ada tidak sedikit dari warisan masa lalu itu yang perlu dipelihara, dijaga dan diteruskan atau dikembangkan, karena warisan tersebut telah terbukti dan teruji manfaatnya bagi kehidupan umat Islam khususnya bahkan juga bagi umat manusia secara keseluruhan. Pengalaman pahit orang-orang terdahulu yang telah menyebabkan mereka harus menanggung derita, yang mungkin juga penderitaan itu masih kita rasakan sampai sekarang, sepatutnyalah kita kaji agar tidak terulang kembali, karenanya, tepatlah kalau Ibn Khaldun menjadikan sejarah sebagai lil Ibar. Bahkan lebih jauh, Mantan menteri Agama Republik Indonesia, Mukti Ali, mensinyalir bahwa salah satu pendekatan yang sangat penting untuk memahami ajaran Islam yaitu dengan cara mempelajari sejarah Islam itu sendiri, karena dengan cara itu kita akan memahami bagaimana Islam dipahami dan dipraktekkan oleh umat Islam dalam sejarah. Buku yang sedang anda baca ini mencoba mendeskripsikan hasil rekonstruksi masa lalu yang telah diupayakan oleh para ahli sejarah, dengan mencoba melakukan kritik terhadap peristiwa-peristiwa yang muncul dalam sejarah berdasarkan prinsip-prinsip kausaitas dan rasionalitas. Cara ini kami lakukan karena pada prinsipnya munculnya suatu peristiwa tentu tidak berdiri sendiri, tetapi banyak faktor yang mengantarkannya, meskipun terkadang faktor yang kita pandang sebagai faktor utama tidak bersifat mutlak, karena dalam menentukan suatu faktor utama tidak terlepas dari berbagai kepentingan yang mengiringinya. Ibn Khaldun dalam karyanya yang fundamental, Muqaddimah, mengemukakan bahwa distorsi terhadap historiografi (Islam) adalah banyaknya kepentingan-kepentingan politis dan fanatisme kesukuan dan golongan. Sebagai konsekuensinya, karya yang dihasilkannya sulit untuk bisa dikatakan obyektif. Terlepas dari hal itu, bila dilihat dari perspektif makna kebenaran ilmu, bersifat relatif, termasuk tentunya sejarah sebagai ilmu.

Mempelajari sejarah kebudayaan Islam bukan saja dapat membantu dalam memahami disiplin ilmu-ilmu keislaman lainnya yang sebagian besar merupakan produk sejarah, seperti kalam, yurisprudensi Islam (fiqh), tasawuf dan lainnya, tetapi yang ...

Sejarah Peradaban Islam Di Manna Bengkulu Selatan

Buku kategori Agama Islam berjudul Sejarah Peradaban Islam Di Manna Bengkulu Selatan merupakan karya Dedi Irama dan Emy Herawati. Buku ini mengupas perjalanan perkembangan Islam di wilayah pesisir Bengkulu Selatan, khususnya di Manna, sebagai salah satu pusat penyebaran agama Islam di Nusantara. Menggabungkan kajian sejarah, sosial, dan budaya, buku ini menyoroti peran para ulama, tokoh masyarakat, dan institusi keagamaan dalam menyebarkan ajaran Islam sejak masa kolonial hingga era modern. Dilengkapi dengan data historis, wawancara, serta dokumentasi lokal, pembaca diajak menyelami dinamika kehidupan masyarakat Muslim di Manna, mulai dari tradisi keagamaan, pendidikan Islam, hingga tantangan yang dihadapi dalam mempertahankan nilai-nilai Islam di tengah perubahan zaman. Buku ini juga menggambarkan bagaimana Islam berkontribusi dalam membentuk identitas dan kehidupan sosial masyarakat Manna secara menyeluruh.

Buku kategori Agama Islam berjudul Sejarah Peradaban Islam Di Manna Bengkulu Selatan merupakan karya Dedi Irama dan Emy Herawati.

Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XIII M)

Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim. Islam mengalami kemajuan pesat. Hal ini ditandai dengan kekuasaan yang sangat luas serta penyatuan antarwilayah Islam. Daulah Abbasiyah di Baghdad (di belahan dunia Timur) dan Daulah Umayyah di Cordova, Andalusia/Spanyol (di belahan dunia Barat) memperlihatkan kemajuan sains, kebudayaan, dan peradaban yang sangat spektakuler. “The Golden Age of Islam” (Masa Keemasan Islam) benar-benar telah menghiasi panggung sejarah dunia pada Abad Klasik tersebut. Buku-buku ilmu pengetahuan Islam yang dihasilkan dan ditulis oleh para sarjana Muslim diterjemahkan secara besar-besaran ke dalam bahasa Barat-Latin. Intensitas persentuhan dan pergumulan Barat dengan peradaban Muslim pada gilirannya menggerakkan munculnya Era Renaissance di Barat pada abad ke-14 M. Era Renaissance pada gilirannya menggerakkan munculnya Era Reformasi dan Era Aufklarung (Pencerahan) pada abad ke-17 M yang kemudian mengantarkan bangsa-bangsa Barat menjadi bangsa yang sangat modern dan canggih di bidang sains dan teknologi. Robert Stephen Briffault, dalam buku terkenalnya yang berjudul The Making of Humanity mengapresiasi kontribusi besar para ilmuwan Muslim terhadap dunia modern. Briffault tanpa ragu mengatakan, “Ilmu pengetahuan adalah sumbangan peradaban Islam yang mahapenting kepada dunia modern. Utang ilmu pengetahuan kita kepada ilmu pengetahuan bangsa Arab tidak tergantung kepada penemuan-penemuan teori yang revolusioner: ilmu pengetahuan berutang besar sekali kepada kebudayaan Islam.”

Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim.

Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Kelas X: Periode Awal Islam hingga Masa Khulafaur Rasyidin

Buku ini terbagi dalam dua bagian yang mencakup periode awal perkembangan Islam hingga masa Khulafaur Rasyidin dan Daulah Umayyah. Bagian 1 dimulai dengan pembahasan tentang kondisi masyarakat Makkah sebelum Islam, menyoroti aspek geografis, sosial, budaya, dan kepercayaan bangsa Arab pra-Islam. Selanjutnya, dikaji strategi dakwah Nabi Muhammad SAW pada periode Makkah dan Madinah, termasuk pendekatan diplomatis, spiritual, dan sosial. Semester ini ditutup dengan kajian mengenai penaklukan Kota Makkah sebagai tonggak penting penyebaran Islam secara damai dan beradab. Bagian 2 memfokuskan pada perkembangan Islam masa Khulafaur Rasyidin, mencakup kepemimpinan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta ekspansi wilayah Islam dan tantangan internal seperti kemurtadan dan konflik politik. Materi ditutup dengan peradaban Islam pada masa Daulah Umayyah di Damaskus, membahas sistem pemerintahan, penyebaran Islam, serta faktor-faktor kemunduran dinasti tersebut. Setiap bab dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, penjelasan materi yang komprehensif, latihan soal, uji kompetensi, dan latihan penilaian tengah/akhir semester, menjadikan buku ini sebagai media pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendorong pemikiran kritis, reflektif, dan aplikatif pada peserta didik.

Buku ini terbagi dalam dua bagian yang mencakup periode awal perkembangan Islam hingga masa Khulafaur Rasyidin dan Daulah Umayyah.