Buku ini dirancang sebagai buku ajar bagi mahasiswa yang memprogramkan matakuliah Bahasa Indonesia pada Universitas Halu Oleo, lebih khusus diperuntukan pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo. Kompetensi Dasar dan Indikator Capaian sesuai dengan KKNI merdeka belajar yang digambarkan secara umum dan disetiap akhir pembelajaran disajikan soal-soal latihan bagi mahasiswa. Buku ini terdiri atas enam Bab. Pembelajaran disajikan dalam enam belas kali pertemuan, sebagai berikut: Bab I memahami tentang Hakikat, Fungsi, Ragam dan Manfaat Bahasa Indonesia, Bab II Pembakuan Bahasa Indonesia, Bab III Sejarah Perkembangan dan Kedudukan Bahasa Indonesia, Bab IV Keterampilan Berbahasa Indonesia, Bab V Pengembangan Paragraf dalam Kalimat, dan Bab VI Menulis Karya Ilmiah.
Buku ini dirancang sebagai buku ajar bagi mahasiswa yang memprogramkan matakuliah Bahasa Indonesia pada Universitas Halu Oleo, lebih khusus diperuntukan pada mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Halu Oleo.
kesadaran berorganisasi tidak hanya dikenal di kalangan terpelajar dan akademisi saja, melainkan telah menjadi milik publik diberbagai kalangan. Hal ini bisa dilihat dari maraknya organisasi-organisasi masyarakat denganmemperlihatkan atribut yang bermacam-macam. Dalam keperluan itulah, buku Konsep Dasar Teori Organisasi ini sengaja penulis hadirkan untuk pembaca. Tujuan buku ini adalah sebagai panduan bagi setiap orang yang ingin mempelajari dan memperdalam ilmu pengetahuan.
Hal ini bisa dilihat dari maraknya organisasi-organisasi masyarakat denganmemperlihatkan atribut yang bermacam-macam. Dalam keperluan itulah, buku Konsep Dasar Teori Organisasi ini sengaja penulis hadirkan untuk pembaca.
Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan, memiliki peran sentral dalam mewujudkan cita-cita pendidikan. Guru bukan sekadar penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentuk karakter dan kepribadian generasi penerus bangsa. Mendidik siswa untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya merupakan tanggung jawab moral yang diemban guru. Menyadari betapa mulianya tugas guru, buku ini hadir untuk mengkaji profesi guru secara mendalam. Dimulai dengan pembahasan mengenai hakikat guru, syarat menjadi guru, hingga peran strategis guru dalam pendidikan. Buku ini juga membedah berbagai kompetensi yang wajib dimiliki guru profesional, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Pembahasan mengenai kode etik guru dan implementasinya di lapangan turut melengkapi isi buku ini. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, profesi guru dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalismenya. Oleh karena itu, buku ini menyuguhkan uraian tentang strategi peningkatan profesionalisme guru baik secara mandiri maupun berkelompok. Pada bagian akhir, buku ini membahas peluang dan tantangan profesi guru dalam menghadapi persaingan global.
Kode etik adalah bentuk peraturan tertulis, yang dibuat berlandaskan moral sehingga saat diperlukan dapat dijadikan tolak ukur untuk mengadili perbuatan yang dinilai salah dari kode etik tersebut. Tujuan dari kode etik adalah agar profesi tersebut tetap profesional dalam memberikan layanan terhadap klien atau mitranya. Dengan demikian tenaga profesional akan bertanggung jawab dan apabila melakukan pelanggaran kode etik maka citra profesinya akan rusak dan merugikan dirinya sendiri. Perlu dipahami bahwa kode etik bukanlah hal yang kaku melainkan karena perubahan zaman maka kode etik menjadi bertentangan dengan tuntutan masyarakat.
Kode etik adalah bentuk peraturan tertulis, yang dibuat berlandaskan moral sehingga saat diperlukan dapat dijadikan tolak ukur untuk mengadili perbuatan yang dinilai salah dari kode etik tersebut.