Sebanyak 42 item atau buku ditemukan

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK PERGURUAN TINGGI Perspektif Demokrasi Lokal

Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan SD/MI Buku Ajar untuk PGSD/PGMI

Kehadiran buku ini berperan penting dalam menambah pengetahuan bagi mahasiswa, guru, maupun dosen khususnya di bidang Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)/Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar. Buku ini memuat tiga bab yang membahas tentang hakikat Pancasila dan pendidikan kewarganegaraan, pilar kehidupan berbangsa dan bernegara, dan materi pelajaran PPKn di SD/MI. Menurut Muhammad Yamin (perumus Pancasila), berdirinya negara bangsa Indonesia tidak terlepas dari kerajaan-kerajaan kuno yang merupakan warisan nenek moyang bangsa Indonesia. Pembentukan negara Indonesia telah melalui tiga tahap, yaitu: (1) zaman Sriwijaya di bawah Dinasti Syailendra (600-1400 M); (2) negara-bangsa pada zaman Majapahit (1293-1525 M). Dua tahap negara-bangsa adalah negara-bangsa lama; (3) negara-bangsa modern, negara Indonesia yang merdeka pada tanggal 17 Agustus 1945 (Syarbaini, 2012). Pancasila berfungsi sebagai dasar falsafah nasional Negara Kesatuan Republik Indonesia (RI). Mengenai sejarah Indonesia sebelum proses ini dan setelah ditetapkannya Pancasila sebagai dasar negara, ada beberapa hal yang perlu dipahami di masa lalu. Hal ini terkait dengan perjuangan kerajaan untuk menjaga kelangsungan hidup bangsa Indonesia. Adapun kerajaan dan masa kebangkitannya, misalnya: Kerajaan Kutai, Kerajaan Sriwijaya, Kerajaan Majapahit dan Masa Kebangkitan Indonesia. Berikut penjelasannya.

Kehadiran buku ini berperan penting dalam menambah pengetahuan bagi mahasiswa, guru, maupun dosen khususnya di bidang Pendidikan Madrasah Ibtidaiyah (PGMI)/Pendidikan Guru Sekolah Dasar (PGSD) dan juga dapat dijadikan sebagai sumber belajar ...

Kosa Kata dan Ungkapan Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia. Bahasa tersebut dituturkan oleh suku Jawa yang mendiami sebagian besar Pulau Jawa, yaitu Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, tak aneh jika Bernard Comrie (via Montolalu dkk, 2007: 186), salah seorang ahli linguistik terkemuka, menyampaikan, bahasa Jawa memiliki jumlah penutur sebanyak 65 juta orang, dan termasuk ke dalam 20 bahasa ibu yang jumlah penuturnya terbanyak di seluruh dunia. Terkait itu, banyaknya jumlah penutur bahasa Jawa di Indonesia, ternyata berdampak pula pada banyaknya kosakata bahasa Indonesia dari bahasa Jawa, khususnya yang tercantum di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat (2008). Di dalam kamus kebanggaan bangsa Indonesia itu, tercatat 1.049 buah kosakata bahasa Jawa, yang akan diuraikan dalam bagian “Daftar Kosakata Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia A-Z”. Dengan demikian, bahasa Jawa (dan bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia) sebagai pemerkaya bahasa Indonesia (Soeparno, dkk, 1997: 4). Selain kosakata, di dalam kamus terbitan Pusat Bahasa (kini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) itu tercatat pula 39 buah ungkapan bahasa Jawa, salah satunya ialah ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, artinya ‘(berada) di depan memberi contoh sehingga dapat diteladani, di tengah memberi dorongan semangat, dan mengikuti dari belakang dengan memberi kekuatan dalam usaha melaksanakan tugas’. Selengkapnya, bisa dilihat dalam bagian “Daftar Ungkapan Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia”.

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia.

PEMAHAMAN HADIS DAN IMPLIKASINYA DALAM PRAKTEK KEAGAMAAN JAMAAH TABLIGH DI KOTA BENGKULU (KAJIAN LIVING HADIS)

Dalam kedudukannya sebagai sumber ajaran Islam, hadis Nabi saw. memiliki posisi yang sangat penting, Hadis termasuk sumber ajaran Islam yang kedua (al-Mas}dar al-S|a>ni) setelah al-Quran. Dalam hubungannya dengan al-Quran, hadis Nabi memiliki fungsinya yang paling utama sebagai penjelas (baya>n), maka menjadi niscaya ketika memposisikan Nabi Muhammad saw. sebagai uswatun hasanah, yang memiliki misi sebagai rahmatan li al-‘a>lami>n. Dalam Interpretasi dan pemahaman terhadap hadis ini, pada batas-batas tertentu dapat memunculkan berbagai pandangan yang berbeda. Perbedaan interpretasi dalam memahami hadis Nabi Muhammad Saw, dapat berimplikasi pada pengamalan praktek keagamaan dan ketetapan hukum yang ditimbulkan dan berlaku bagi umat Islam.

... ibadah yang lain ) . Allah mengetahui apa yang kamu kerjakan . " 42 QS . Yunus ( 10 ) : 61 وَمَا تَكُونُ فِي شَأْنٍ وَمَا تَتْلُوْا مِنْهُ مِنْ قُرْآنٍ وَّلَا تَعْمَلُوْنَ مِنْ عَمَل إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا إِذْ تُفِيضُوْنَ ...

Isu-Isu Kontemporer Tentang Islam dan Pendidikan Islam

PASANG surut perjalanan Islam dan pendidikan Islam jelas tidak akan pernah lepas dari interaksi akumulasi dengan peradaban-peradaban di sekitar perkembangan Islam. Perkembangan Islam dan pendidikan Islam ini juga boleh dikatakan dijiwai oleh semangat normatif dan historis. Disebut normatif, karena perkembangan Islam dan pendidikan Islam umumnya dijiwai oleh ajaran agama yang sumbernya adalah Kitab Suci Al-Qur‘an dan as-Sunnah. Sementara historis, karena wujud respon terhadap berbagai persoalan hidup umat Islam di berbagai bidang kehidupan. Karena itu tantangan yang dihadapi oleh Islam dan pendidikan Islam di zaman kontemporer saat ini jelas jauh berbeda dan kompleks jika ingin membandingkannya dengan tantangan Islam dan pendidikan Islam di zaman klasik atau pertengahan, baik secara eksternal maupun internal. Terutama pendidikan Islam yang perlu didisain untuk menjawab tantangannya, baik pada sisi konsepnya, kurikulum, kualitas sumberdaya insaninya, lembaga-lembaga dan organisasinya, serta mengkonstruksinya agar dapat relevan. Isu-isu kontemporer seputar Islam dan pendidikan Islam inilah yang selanjutnya akan dibahas pada buku ini. Buku ini memuat 10 (sepuluh) esei penulis, yang masing-masing esei membawa isu-isu tertentu yang aktual untuk didiskusikan, yaitu: pertama, Perspektif Umat Islam Tentang Ilmu Agama dan Ilmu Umum: Dari Dikotomi ke Integrasi; kedua, Dikotomi Agama dan Ilmu dalam Sejarah Umat Islam dan Kemungkinan Pengintegrasiannya: Prospeknya di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam; ketiga, Masjid dalam Lintasan Sejarah Umat Islam; keempat, Penyimpangan Seksual: Sebuah Interpretasi Teologi, Psikologi dan Pendidikan Islam; kelima, Hak-Hak Anak yang Dirampas: Kajian Terhadap Kasus Perdagangan dan Eksploitasi Anak dalam Sudut Pandang HAM dan Islam; keenam, Nilai-Nilai Pendidikan dalam Jihad; ketujuh, Sekolah Progresif: Relevansinya Bagi Sekolah Bercirikan Islam di Indonesia; kedelapan, Pendidikan Agama Islam Berwawasan Kearifan Lingkungan di Sekolah Dasar: Dasar, Signifikansi dan Implementasi; kesembilan, Pendidikan Karakter dalam Islam: Pemikiran Al-Ghazali tentang Pendidikan Karakter Anak Berbasis Akhlaq al-Karimah; kesepuluh, Neo-Modernisme Islam Nurchalish Madjid: Relevansinya dengan Pembaruan Pendidikan Islam.

... agama Islam amat menekankan pentingnya merawat dan menjaga kelestarian lingkungan. Merusak lingkungan berarti telah ... sekolah, maupun di masyarakat. Maka, sangat mungkin sifat dan perilaku manusia yang doyan merusak lingkungan ...

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN: Upaya Pembentukan Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda

Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar maupun terencana dalam proses pembelajaran agar bias mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. sedangkan kewarganegaraan merupakan segala sesuatu hal yang memiliki keterkaitan dengan warga negara, hukum serta politik. Pendidikan kewarganegaraan ialah pendidikan yang berlandaskan demokrasi politik yang kemudian diperluas dengan sumber pengetahuan lainnya. Tujuannya agar melatih kemampuan berpikir yang kritis, analitis, serta bertindak secara demokratis sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk membentuk karakter dan memberikan wawasan kebangsaan bagi generasi muda Indonesia. Selama ini, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih bersifat verbalistik dan berorientasi pada penguasaan materi belakang. Padahal, materi tersebut seharusnya dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik agar mereka pahammanfaat dan urgensinya. Oleh karena itu, pembelajaran PendidikanKewarganegaraan perlu diorientasikan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, analitis, serta bertindak demokratis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan benar-benar mampu membentuk warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter dalam menghadapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, memahami Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia menjadi hal yang fundamental. Sebagai ideologi, Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pandangan hidup dan pedoman bagi bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum yang ada. Oleh karena itu, Pancasila harus benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar Indonesia tetap eksis sebagai negara Pancasila. Pemahaman mengenai identitas nasional juga tidak kalah penting. Identitas nasional adalah ciri khas yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Identitas nasional inilah yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beraneka ragam. Sementara itu, konstitusi atau UUD merupakan hukum dasar tertulis yang menjadi landasan penyelenggaraan negara Indonesia. Konstitusi mengatur pembagian kekuasaan, jaminan HAM, serta prosedur perubahannya. Oleh karena itu, konstitusi harus disusun berdasarkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia agar benar-benar dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi berdirinya negara. Pelaksanaan HAM sendiri harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar tercapai keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara.

... citizen " . Artinya , “ citizenship education " atau " education for citizenship " merupakan istilah generik yang mencakup pengalaman belajar di sekolah dan di luar sekolah , seperti yang terjadi di lingkungan keluarga , dalam ...

Aneka Teladan Pembangunan Politik Dunia Islam

Buku ini disusun untuk mematahkan berbagai stereotype Dunia Islam pasca runtuhnya Khilafah Islamiyah pada tahun 1924, area yang penuh kemunduran atau bahkan paling rawan konflik di dunia.

DR. Sidik Jatmika, MSi. EKONOMI. SYARIAH. Bahasan ini bermula dari beberapa pertanyaan awal: Apa yang anda ketahui mengenai konsep ekonomi syariah ? Jelaskan 1 contoh perbedaan ekonomi syariah dengan ekonomi konvensional ? Jelaskan ...

PROFESI KEGURUAN

Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa. Guru, sebagai ujung tombak pendidikan, memiliki peran sentral dalam mewujudkan cita-cita pendidikan. Guru bukan sekadar penyampai ilmu pengetahuan, tetapi juga pembentuk karakter dan kepribadian generasi penerus bangsa. Mendidik siswa untuk menjadi manusia Indonesia seutuhnya merupakan tanggung jawab moral yang diemban guru. Menyadari betapa mulianya tugas guru, buku ini hadir untuk mengkaji profesi guru secara mendalam. Dimulai dengan pembahasan mengenai hakikat guru, syarat menjadi guru, hingga peran strategis guru dalam pendidikan. Buku ini juga membedah berbagai kompetensi yang wajib dimiliki guru profesional, baik kompetensi pedagogik, kepribadian, sosial, maupun profesional. Pembahasan mengenai kode etik guru dan implementasinya di lapangan turut melengkapi isi buku ini. Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, profesi guru dituntut untuk terus meningkatkan kualitas dan profesionalismenya. Oleh karena itu, buku ini menyuguhkan uraian tentang strategi peningkatan profesionalisme guru baik secara mandiri maupun berkelompok. Pada bagian akhir, buku ini membahas peluang dan tantangan profesi guru dalam menghadapi persaingan global.

Pendidikan merupakan fondasi penting dalam membangun peradaban dan kemajuan suatu bangsa.

Pendidikan dan Profesi Keguruan dalam Membangun Sumber Daya Manusia (SDM)

Banyak sumber belajar (learning resources) yang dapat dijadikan bahan kajian dalam pelaksanaan pembelajaran, baik yang berupa cetakan (hard copy) maupun bukan cetakan (soft copy) yang masing-masing memiliki kelebihan dan kekurangan, namun keduanya saling melengkapi. Untuk memperkaya bahan bacaan atau referensi dalam pembelajaran, penulis sajikan sebuah buku dengan judul Pendidikan dan Profesi Keguruan dalam Membangun Sumber Daya Manusia (SDM). Pendidikan dan guru ibarat dua sisi koin yang satu sama lain saling membutuhkan dan tidak dapat dipisahkan.

Untuk memperkaya bahan bacaan atau referensi dalam pembelajaran, penulis sajikan sebuah buku dengan judul Pendidikan dan Profesi Keguruan dalam Membangun Sumber Daya Manusia (SDM).

PEMASARAN DIGITAL EKONOMI KREATIF USAHA IBU RUMAH TANGGA

Kita sudah sering membaca bahwa sejarah digital telah meningkat drastis. Teknologi telah tertanam kuat dalam cara kita menjalani kehidupan sehari-hari, tidak hanya memengaruhi cara kita menjalani hidup, tetapi juga cara kita menjalankan pekerjaan. Perbincangan Economist Intelligence Unit sangat menarik karena teknologi telah mengubah cara bisnis dan organisasi beroperasi. Topik teknologi telah menjadi topik hangat dalam banyak diskusi di hampir semua industri. Dalam buku ini, penulis secara singkat membahas tiga teknologi utama dan dampaknya terhadap bisnis. Ada juga beberapa indikasi mengapa penting bagi masyarakat umum untuk terus menggunakan teknologi ini di masa mendatang. Penggunaan teknologi mobile telah menjalankan bisnis dengan lebih baik, transformasi bisnis telah diubah oleh teknologi seluler menjadi lebih sukses (Dash, et al., 2021). Demikian dengan Astuti, et al., (2020); dan C. Smith, et al., (2018) menyatakan bahwa pemanfaatan teknologi mobile dapat membantu industri meningkatkan kesetiaan, kegembiraan, produktifitas, serta kreatifitas staf.

Kita sudah sering membaca bahwa sejarah digital telah meningkat drastis.