Sebanyak 16 item atau buku ditemukan

Hukum yang Bergerak

Tinjauan Antropologi Hukum

Hukum memiliki banyak wajah, dan berada dalam bentangan aktivitas masyarakat yang luas, dan merasuk dalam setiap sendi kehidupan. Oleh karenanya hukum harus dipelajari dengan menempatkannya pada konteks sosial, budaya, ekonomi, dan politik secara holistik. Banyak persoalan hukum dan kemasyarakatan yang sangat rumit dan tidak bisa dijawab secara normatif tekstual, oleh karenanya pendekatan ilmu sosial, khususnya antropologi sangat menolong untuk dapat menjelaskan tentang bagaimanakah hukum bekerja dan beroperasi dalam keseharian hidup masyarakat. Berbagai tulisan dalam buku ini memperlihatkan studi Antropologi Hukum Indonesia yang sedang berkembang memasuki ranah baru karena terjadinya pertemuan antara berbagai sistem hukum dalam ranah global. Para aktor telah menyumbangkan kepada terjadinya pergerakan hukum dari segala arah menuju ke segala arah. Imbas pergerakan hukum global juga dapat diamati dalam kajian pluralisme hukum Indonesia. Adanya wacana akses keadilan, hak asasi manusia, perempuan dan masyarakat adat, pemberantasan korupsi, sumberdaya alam dan lingkungan, menampakkan konstelasi pluralisme hukum global dalam konteks lokal. Buku ini mengajak pembaca, khususnya mereka yang memberi perhatian pada masalah hukum dan kemasyarakatan, baik kalangan akademisi, praktisi, maupun warga masyarakat luas, untuk memahami bagaimana pentingnya mempelajari hukum dengan menempatkannya dalam konteks kemasyarakatan dan kebudayaan di mana hukum itu berada.

Hukum memiliki banyak wajah, dan berada dalam bentangan aktivitas masyarakat yang luas, dan merasuk dalam setiap sendi kehidupan.

Akuntansi Utang: Menggali Makna ’tuk Menggapai Cinta Ilahi dengan Pendekatan Etnohipnosis

Buku ini menceritakan temuan tentang makna utang beserta “pernak-pernik”nya sebagai hasil dari peng-galian nilai-nilai kearifan lokal yang ternyata sudah disu-blimasi oleh nilai-nilai Islam, di Pondok Pesantren Sidogiri. Cinta kepada Allah menjadi titik sentral yang menjadi fondasi aktivitas utang-piutang melalui nilai-nilai kearifan lokal. Nilai-nilai tersebut telah menjadi bangunan saja karena sebenarnya isinya telah menyatu dengan nilai-nilai syariah Islam yang ada. Untuk itu perlu pula kearifan dalam diri jika melakukan penelitian-penelitian semacam ini untuk bisa menjadi lebih bijaksana dan arif dalam menyikapi temuan.

Buku ini menceritakan temuan tentang makna utang beserta “pernak-pernik”nya sebagai hasil dari peng-galian nilai-nilai kearifan lokal yang ternyata sudah disu-blimasi oleh nilai-nilai Islam, di Pondok Pesantren Sidogiri.

Pemilihan kepala desa

suatu penelitian deskriptif tentang dasar pertimbangan penentuan pemilihan kepala desa di Desa Sepat, Kecamatan Masaran, Kabupaten Sragen

Mencari sistem ekonomi Islam

Akuntansi Utang: Menggali Makna tuk Menggapai Cinta Ilahi dengan Pendekatan Etnohipnosis

Buku ini menggambarkan temuan tentang "utang" di sebuah pesantren dengan metode etnohipnosis. Ditemukan bahwa cinta menjadi basis aktivitas utang-piutang di pondok pesantren. Temuan ini dapat memberikan alternatif wawasan bahwa materialisme bukan satu-satunya cara dalam menelaah transaksi "ekonomi".

Buku ini menggambarkan temuan tentang "utang" di sebuah pesantren dengan metode etnohipnosis.