Sebanyak 2818 item atau buku ditemukan

Mastering Industrial-Organizational Psychology

Training Issues for Master's Level I-O Psychologists

This volume brings together faculty from top-ranked I-O master's programs to provide best practices and discussions of important topics for the training of master's level I-O psychologists, including areas of career practice, applying to graduate school, applied experiences needed to prepare graduates for the workplace, methods of teaching and considerations for faculty in I-O master's programs, and consulting in organizations as a component of graduate education.

This book will be of critical interest to I-O master's faculty, faculty advising undergraduates for graduate school, and students considering careers in I-O psychology.

Historical Perspectives in Industrial and Organizational Psychology

Historical Perspectives in Industrial and Organizational Psychology, Second Edition updates the first edition with the latest creative and scholarly views of I-O psychology to provide a complete, up-to-date understanding of this discipline’s history within a contemporary context. This new edition includes updated chapters from the first edition as well as three completely new chapters: a history of LGBTQ+ employees’ workplace experiences, the evolution of worker well-being and work-life issues, and a reflection on the importance of context when studying workplaces and whether or not the science and practice of I-O psychology is prepared for the future. Historical Perspectives in Industrial and Organizational Psychology, Second Edition compiles chapters written from the historical perspectives of I-O psychologists, historians, and other experts in their fields, all of whom use historical analyses as the method of inquiry rather than provide summarized overviews of the topics. Chapter authors rely on archival materials, primary and secondary sources, as well as interviews with luminaries and experts. Historical Perspectives in Industrial and Organizational Psychology, Second Edition is essential reading for contemporary and aspiring scholars of I-O psychology and related fields, such as history of psychology, human resource management, organizational behavior, and public administration. Both scientists and practitioners will benefit from reading this text.

Historical Perspectives in Industrial and Organizational Psychology, Second Edition updates the first edition with the latest creative and scholarly views of I-O psychology to provide a complete, up-to-date understanding of this ...

Ilmu dan Teknik Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan

Ilmu dan Teknik Pembentukan Peraturan Perundang-Undangan, buku teks yang mengulas tentang teori, asas-asas dan landasan pembentukan peraturan perundang-undangan. Diulas secara konkrit dan padat, dengan menggunakan bahasa yang mudah dicerna dan dipahami oleh pembaca.

... perundang - undangan , maka ada baiknya jika didahului dengan pemahaman tentang apa itu ilmu dan dimana letak ... Science " , dalam bahasa Belanda biasa disebut " Wetenschap " , dalam bahasa Bugis , biasa disebut " Paddisengeng ...

Pancasila Dasar Negara Paripurna

Pancasila sebagai dasar Negara Republik Indonesia, menunjukkan bahwa para pendiri negara kita dengan sangat cemerlang mampu menyepakati pilihan yang pas tentang dasar negara sesuai dengan karakter bangsa, sangat orisinal, menjadi sebuah Negara modern yang berkarakter religius, tidak sebagai negara sekuler juga tidak sebagai negara agama. Rumusan konsepsinya benar-benar diorientasikan pada dan sesuai dengan karakter bangsa. Mereka bukan hanya mampu menyingkirkan pengaruh gagasan negara patrimonial yang mewarnai sepanjang sejarah nusantara prakolonial, namun juga mampu meramu berbagai pemikiran politik yang berkembang saat itu secara kreatif sesuai dengan kebutuhan masa depan modern anak bangsa (Ali, 2010). Pancasila adalah warisan dari jenius Nusantara.Sesuai dengan karakteristik lingkungan alamnya, sebagai negeri lautan yang ditaburi pulau-pulau (archipelago), jenius Nusantara juga merefleksikan sifat lautan.Sifat lautan adalah menyerap dan membersihkan, menyerap tanpa mengotori lingkungannya.Sifat lautan juga dalam keluasannya, mampu menampung segala keragaman jenis dan ukuran (Latief, 2011). Pancasila sangat dikagumi oleh tokoh-tokoh di luar negeri. Yaman ketika baru saja lepas dari bentuk monarki, para pemimpin muda Yaman menjadikan Pancasila dan Undang-Undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 sebagai pembanding sebelum menentukan dasar negara mereka. Begitu pula Dr. Izzat Mufti, seorang intelektual dan pejabat tinggi Arab Saudi sangat memuji Pancasila.Ia menyatakan, “Pancasila telah menjadi bingkai persatuan bangsa Indonesia. Berbeda dengan bangsa Arab, meskipun mempunyai kesamaan budaya dan bahasa tetapi terkotak-kotak lebih dari 20 negara” (Ali, 2009: xi-xii). Mufti Syria, Syekh Ahmad Kaftaru sangat mengagumi Pancasila. Dalam ceramahnya di Damaskus pada pertengahan 1987, ia menyatakan kagum terhadap Indonesia. Ia juga menyatakan bahwa penduduk Indonesia berperilaku sangat santun dan bersahaja, murah senyum, memberi hormat kepada orang yang baru dikenal dengan membungkukkan badan, terkenal toleran dan terpancar kesabaran serta tutur bicara yang halus. Ia merasa malu dengan dunia Arab yang tercerai berai dan saling bermusuhan. Seharusnya orang Arab memberi contoh kepada orang ajam (non-Arab), karena telah lebih dahulu mengenal budaya Islam.Namun sayang, di era reformasi, Pancasila yang saya kagumi dipersoalkan oleh sejumlah anak bangsa. Saat terjadi krisis yang mengakibatkan keterpurukan di hampir semua kehidupan, Pancasila dijadikan kambing hitam (Ali, 2009: xiv). Buku ini menguraikan sejak awal Perumusan Pancasila sebagai Dasar Negara, Pancasila di awal kemerdekaan, Pancasila di era Soekarno, Pancasila di era Soeharto, Pancasila di era Reformasi, dan disempurnakan dengan makna Pancasila bagi bangsa dan negara Indonesia. Buku persembahan penerbit PrenadaMediaGroup

Begitu pula Dr. Izzat Mufti, seorang intelektual dan pejabat tinggi Arab Saudi sangat memuji Pancasila.Ia menyatakan, “Pancasila telah menjadi bingkai persatuan bangsa Indonesia.

Filsafat Periode Socrates

Pada periode Socrates, kehidupan politik Yunani sedang tumbuh intensif, khususnya di Athena yang demokratis. Warga bebas memainkan peran apa pun, dalam hal apa pun, dan jika ingin terjun ke dalam politik, mereka mengikuti semacam pendidikan. Namun pendidikan dengan cara lama sudah tak cukup untuk memenuhi itu. Bentuk ideal aristokrat lama, entah lebih unggul dari cita-cita baru atau tidak, tak mampu memenuhi tuntutan demokrasi yang sedang berkembang. Ada sesuatu yang lebih dibutuhkan, dan kebutuhan ini dipenuhi oleh kaum Sofis. Kaum Sofis menempatkan pelatihan teoretis sebagai pengganti pelatihan praktis. Mereka adalah profesor keliling yang berjalan dari kota ke kota, mengumpulkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Mereka memberi instruksi tentang berbagai hal, termasuk tata bahasa, penafsiran penyair, filsafat mitologi, dan lain sebagainya. Namun, di atas semua itu, mereka mengaku mengajarkan seni Retorika, yang mutlak diperlukan untuk berpolitik. * Buku Seri Filsafat diterjemahkan dari karya termahsyur Frederick Charles Copleston, seorang pendeta Yesuit Inggris, yang sebelumnya diterbitkan dalam sembilan jilid antara tahun 1946 dan 1975. Sebagaimana dicatat oleh The Encyclopedia Britannica, karya ini adalah "teks dasar pengantar filsafat untuk ribuan siswa universitas, khususnya dalam edisi paperback AS-nya."

Namun, di atas semua itu, mereka mengaku mengajarkan seni Retorika, yang mutlak diperlukan untuk berpolitik. * Buku Seri Filsafat diterjemahkan dari karya termahsyur Frederick Charles Copleston, seorang pendeta Yesuit Inggris, yang ...