Sebanyak 124 item atau buku ditemukan

Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Cerdas

Menjadi ancaman dalam masyarakat jika pendidikan diselenggarakan tanpa didikan karakter cerdas (moral). Belum tentu, dan tidak semua orang yang berpendidikan itu, telah terdidik dengan nilai-nilai karakter. Buku ini merupakan hasil penelitian, mengkaji masalah pendidikan karakter cerdas yang mengemuka saat ini. Ia terdiri dari nilai-nilai karakter cerdas dalam kehidupan utuh, efektif, dan yang terkandung dalam butir-butir Pancasila, terdiri dari tiga bagian. Bagian I terdiri dari tiga bab, yakni: Bab 1 Landasan Dasar, mempresentasikan landasan pendidikan karakter cerdas sebagai fondasi utama pendidikan, memuat landasan: filosofi, historis, sosiologi, psikologi, dan teori belajar pembelajaran karakter cerdas. Bab 2 Model Pembelajaran Karakter Cerdas, menguraikan: pengertian pembelajaran afektif, komponen domain/ ranah afektif dan hirargikalnya, kedudukan skemata afeksi dalam pembelajaran, hubungan integrasi antara ranah afektif dengan kognitif dan psikomotor, aplikasi kurikulum pengembangan afektif, prinsip pembelajaran afektif, dan pengembangan instrumen penilaian afektif. Bab 3 Konsep Dasar Pendidikan Karakter Cerdas, mempresentasikan: hakikat pendidikan karakter cerdas, pengertian karakter, konsep dasar kecerdasan, tujuan pendidikan karakter cerdas, dan pokok-pokok nilai-nilai karakter cerdas. Bagian II terdiri dari Bab 4, Nilai-Nilai Karakter Cerdas dalam kehidupan yang Utuh dan Efektif, mempresentasikan sumber nilai-nilai karekter cerdas, yakni Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bab 5, Jujur, mengurai konsep dasar karakter cerdas jujur. Bab 6, Cerdas, menguraikan: pengertian cerdas. Bab 7, Tangguh, menguraikan pengertian tangguh, yakni: 22) cermat, teliti, dan hati-hati, 23) sabar/ mengendalikan diri, 24) disiplin, 25) ulet/ tidak putus asa, 26) bekerja keras, 27) terampil, 28) produktif, 29) berorientasi nilai tambah, 30) berani berkorban, 31) tahan uji, 32) berani menanggung resiko, dan 33) menjaga K3. Bab 8, Peduli, menguraikan pengertian peduli, yakni: 34) mematuhi peraturan/ hukum yang berlaku, 35) sopan santun, 36) loyal dengan mentaati perintah, 37) demokratis, 38) sikap kekeluargaan, 39) gotong royong, 40) toleransi/ suka menolong, 41) musyawarah, 42) tertib/ menjaga ketertiban, 43) damai/ anti kekerasan, 44) pemaaf, dan 45) menjaga kerahasiaan. Bagian III terdiri dari enam bab (Bab 9-14), mengurai Nilai-nilai karakter cerdas (45 butir) yang terkandung dalam butir-butir Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia, dan sumber jati diri. Selamat membaca!

ga komponen bekerja sama melaksanakan dengan baik, maka akan terbentuk karakter cerdas bangsa yang kuat (Kesuma, 2011: 2). Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter cerdas merupakan upaya memanusiakan manusia ...

Manajemen Keuangan (Konsep dan Implementasi)

Buku ini, menyajikan pengetahuan mengenai manajemen keuangan, baik teori maupun penerapannya. Kehadiran buku ini diharapkan dapat menambah ilmu pengetahuan serta wawasan mengenai manajemen keuangan kepada para pembaca. Buku ini merupakan hasil pemikiran dari para praktisi dan akademisi yang dituangkan dalam book chapter yang terdiri atas delapan belas bab, dan diberi judul Manajemen Keuangan (Konsep dan Impementasi).

Dengan Amanah sebagai Direktur Galeri Investasi Syariah Bursa Efek Indonesia kampus (IAIN) Fattahul Muluk Papua sebagai bagian pengabdian kepada masyarakat khususnya civitas akademik (IAIN) Fattahul Muluk Papua dalam rangka pengembangan ...

MANAJEMEN PEMASARAN PARIWISATA DAN INDIKATOR PENGUKURAN

Buku Manajemen Pemasaran Pariwisata dan Indikator Pengukuran ini memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam pengelolaan dan manajemen pemasaran pada sektor pariwisata. Pemaparan yang terdapat dalam buku ini berguna untuk merumuskan kebijakan yang tepat dan berpihak kepada pelaku industri pariwisata terkait dengan strategi untuk pemulihan di era kebiasaan baru. Strategi yang dapat dilakukan adalah dengan menggiatkan wisata “berisiko rendah” pada era kebiasaan baru. Diperlukan kedisiplinan sebagai upaya untuk menyiapkan dan menerapkan protokol kesehatan pariwisata seperti yang ada di Bali, Toba, Bintan, Belitung, Labuan Bajo, Banyuwangi, dan lainnya. Pemberian insentif sektor wisata (pemberian keringanan PPh 21 dan PPh 25, restrukturisasi pinjaman, subsidi listrik, BLT untuk karyawan sektor pariwisata).

Buku Manajemen Pemasaran Pariwisata dan Indikator Pengukuran ini memberikan wawasan dan ilmu pengetahuan dalam pengelolaan dan manajemen pemasaran pada sektor pariwisata.

Al-Quran on Oneness of The Being

All the prophets and Awliya (saints) that emerges from time to time in this world were those sent by Allah (the God) to rid of a mental disorder mankind has afflicted with, preventing the attainment of peace and tranquility. The cause of this mental disorder is the feeling that Allah and the creation are separate from each other. Unless this thought (Shirk-equating) is removed from the hearts and minds, there is no way to achieve the union with God. Al-Quran on Oneness of The Being written by Sheihul Mufliheen M.S.M Abdullah (Rah) Distinctly understand the truth about the fundamental principles of Islam that there is nothing but God which is based on Quran, Hadith and Reasoning.

Al-Quran on Oneness of The Being written by Sheihul Mufliheen M.S.M Abdullah (Rah) Distinctly understand the truth about the fundamental principles of Islam that there is nothing but God which is based on Quran, Hadith and Reasoning.

PENERAPAN Metode Manhaji pada Pembelajaran Bahasa Arab

Bahasa adalah alat komunikasi yang digunakan oleh setiap kelompok masyarakat. Setiap bahasa biasanya digunakan untuk berkomunikasi dengan lingkungannya yang sejenis (Makruf 2009, hlm. 1), sedangkan menurut Fathul Mujib (2010) Bahasa adalah kunci utama pengetahuan. Memegang kunci utama bahasa berarti memegang kunci jendela dunia. Sebab, sejuta pengetahuan, seribu peradapan yang tercipta semuanya ada dan terbahasakan, bahkan sejarah tidak akan berwujud sejarah jika tidak ada bahasa. Bahasa adalah satu-satunya kunci jalan pencerahan bagi masa depan manusia.

Contoh-contohnya diambilkan dari ayat-ayat al-qur'an juz I (Q.S al-Fatihah dan Q.S. al-Baqarah: 1101) Cara mengajarkan rumus-rumus kaidah ini dengan nasyid atau ... Objek kajiannya adalah juz 3 dan juga diajarkan membaca kitab kuning.

Manajemen Risiko Bisnis Era Digital

Kegiatan bisnis tidak terlepas dari potensi risikonya, baik kerugian hingga kegagalan usaha. Sebagaimana di era digital saat ini, di mana pengelolaan bisnis dan transaksinya kepada pelanggan (customer) kini mulai beralih menggunakan berbagai piranti elektronik yang tentunya membawa potensi risiko sistem bisnis digital bagi kedua belah pihak. Menjawab hal di atas, maka buku yang saat ini ada di tangan Anda hadir untuk membantu para pembacanya yang ingin memahami konseptual dasar manajemen risiko bisnis era digital dengan pembahasan yang lugas dan mudah dipahami. Adapun isi pembahasan dalam buku ini terdiri dari 12 bab yang saling terhubung, yaitu: Konsep Dasar dan Jenis Risiko; Model Manajemen Risiko Bisnis; Identifikasi Risiko Bisnis; Daftar Kerugian Potensial; Pengukuran Risiko; Pengendalian Risiko Bisnis; Asuransi Sebagai Alih Risiko; Premi dan Polis Asuransi; Risiko Bisnis Pada Aplikasi Media Sosial; Risiko Pemasaran Digital; Risiko Pembayaran Uang Digital; Tren Bisnis Startup dan Potensi Risikonya.

Menjawab hal di atas, maka buku yang saat ini ada di tangan Anda hadir untuk membantu para pembacanya yang ingin memahami konseptual dasar manajemen risiko bisnis era digital dengan pembahasan yang lugas dan mudah dipahami.

Gerakan Keagamaan Islam Transnasional

Diskursus dan Kontestasi Wacana Islam Politik di Indonesia

Diskursus mengenai gerakan Salafisme sebagai sebuah terminologi yang pada saat ini dikaji oleh para sarjana, baik yang berasal dari non-Muslim atau Barat maupun dari kelompok sarjana Muslim memiliki hubungan yang erat dengan Wahhabisme. Kemunculan Salafisme pada era kontemporer saat ini tidak bisa dipisahkan dari persentuhan antara ideologi Islam politik, terutama Ikhwanul Muslimin dengan ideologi Wahhabi. Persentuhan antara ideologi Ikhwanul Muslimin dengan Wahhabisme mengalami puncak keharmonisan sejak era Raja Faisal memimpin kerajaan Arab Saudi. Raja Faisal pada saat itu sangat berjasa bagi kelompok Ikhwanul Muslimin karena telah memberikan tempat bagi mereka ketika dikejar oleh rezim Gamal Abdul Nasser di Mesir.

Diskursus mengenai gerakan Salafisme sebagai sebuah terminologi yang pada saat ini dikaji oleh para sarjana, baik yang berasal dari non-Muslim atau Barat maupun dari kelompok sarjana Muslim memiliki hubungan yang erat dengan Wahhabisme.

Kewirausahaan (E-bisnis dan E-commerce)

Buku yang berjudul Kewirausahaan (E-bisnis dan E-commerce) menyajikan pengetahuan mendalam mengenai kewirausahaan terutama aspek-aspek E-bisnis dan E-commerce). Buku ini terdiri atas dua puluh bab.

Buku yang berjudul Kewirausahaan (E-bisnis dan E-commerce) menyajikan pengetahuan mendalam mengenai kewirausahaan terutama aspek-aspek E-bisnis dan E-commerce). Buku ini terdiri atas dua puluh bab.

PENGEMBANGAN MODEL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

PENGEMBANGAN MODEL MEDIA PEMBELAJARAN BERBASIS MULTIMEDIA

Teknologi yang semakin berkembang, menghadirkan berbagai kemudahan. Dalam konteks pendidikan, teknologi sangat membantu sebagai penunjang proses pembelajaran. Secara umum, sekolah memiliki fasilitas pembelajaran berbasis teknologi. Namun, tidak semua guru dapat mengoptimalkan teknologi yang ada, khususnya dalam pembelajaran tematik. Hal tersebut, tentu belum sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 32 tahun 2013 yang menyebutkan bahwa proses pembelajaran pada suatu pendidikan diselenggarakan secara interaktif, insipratif, menyenangkan, menantang, memotivasi siswa untuk berpartisipasi aktif, serta memberikan ruang yang cukup, baik prakarsa, kreativitas, kemandirian, bakat, minat, perkembangan fisik dan psikisnya. Berangkat dari hal tersebut, hasil riset yang disajikan dalam buku ini memberikan penjelasan tentang bagaimana merancang dan menerapkan pengembangan media pembelajaran berbasis multimedia, melalui tema pengalamanku di sekolah dasar kelas awal.

Teknologi yang semakin berkembang, menghadirkan berbagai kemudahan.

OPTIMALISASI KECERDASAN KINESTETIK ANAK USIA DINI

Melalui Strategi Pembelajaran Gerak Dan Lagu

Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) adalah upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai dengan usia enam tahun yang dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Pendidikan anak usia dini harus dipersiapkan secara terencana dan bersifat holistik agar di masa emas perkembangan anak mendapatkan stimulasi yang utuh, sehingga mengembangkan berbagai potensi yang dimiliki oleh anak. Pembelajaran yang berlangsung di taman kanak-kanak selama ini memiliki beberapa kendala seperti pembelajaran kurang menstimulasi tingkat pencapaian kecerdasan kinestetik atau kebutuhan fisik yang optimal dan kurang mendorong anak untuk bergerak karena terbatasnya waktu dan ketersediaan fasilitas di sekolah. Kecerdasan kinestetik perlu ditingkatkan karena kecerdasan tersebut berkaitan dengan kemampuan menggunakan gerak seluruh tubuh untuk mengekspresikan ide/gagasan dan emosi melalui gerakan, termasuk di dalamnya kemampuan mengefektifkan gerakannya dalam melakukan atau membuat sesuatu. Kecerdasan ini meliputi kemampuan fisik yang spesifik, seperti koordinasi, keseimbangan, keterampilan, kekuatan, kelenturan, kecepatan, dan keakuratan menerima rangsang, sentuhan, dan tekstur. Buku ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran gerak dan lagu ditinjau dari perencanaan dan prosesnya sebagai upaya optimalisasi kecerdasan kinestetik anak usia dini.

Buku ini bertujuan untuk mengetahui bagaimana strategi pembelajaran gerak dan lagu ditinjau dari perencanaan dan prosesnya sebagai upaya optimalisasi kecerdasan kinestetik anak usia dini.