Sebanyak 343 item atau buku ditemukan

Teori Komunikasi Massa dan Perubahan Masyarakat

Perkembangan zaman yang semakin pesat menjadikan perubahan di masyarakat, bukan hanya sandang pangannya, tapi juga komunikasi dengan sesama. Baik itu individu dengan individu, individu dengan komunitas, atau komunitas dengan komunitas. Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi mengharuskan teori komunikasi mengikuti media dan teknologi yang ada, tujuannya agar bisa mewadahi dan sejalan dengan perubahan yang ada. Komunikasi massa adalah proses penyusunan sebuah pesan oleh seorang atau sekelompok orang atau organisasi yang besar lalu mengirimkannya melalui berbagai media kepada khalayak luas. Kehadiran media komunikasi modern sebagai dampak makin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi cenderung mengubah masyarakat dan mengaburkan batasan antara komunikasi antar pribadi atau komunikasi interpersonal tradisional dan komunikasi massa. Buku berjudul Teori Komunikasi Massa dan Perubahan Masyarakat ini terbagi menjadi 4 Bagian: Pengaruh Media Massa dalam Lingkup Masyarakat, Media Massa Dalam Teknologi dan Peradaban, Tingkah Laku Masyarakat dalam Bersosialisasi. Buku ini adalah kumpulan tulisan dari Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Malang Ilmu Komunikasi.

Buku berjudul Teori Komunikasi Massa dan Perubahan Masyarakat ini terbagi menjadi 4 Bagian: Pengaruh Media Massa dalam Lingkup Masyarakat, Media Massa Dalam Teknologi dan Peradaban, Tingkah Laku Masyarakat dalam Bersosialisasi.

Mastering Inner Leadership

Provides valuable insights into corporate leadership as practiced by executives who, lacking the authority of a CEO, must rely on strategies and techniques unique to middle-layer corporate culture.

Provides valuable insights into corporate leadership as practiced by executives who, lacking the authority of a CEO, must rely on strategies and techniques unique to middle-layer corporate culture.

Leadership: A Very Short Introduction

The subject of leadership raises many questions: What is it? How does it differ from management and command? Are leaders born or bred? Who are the leaders? Do we actually need leaders? Inevitably, the answers are provocative and partial; leadership is a hugely important topic of debate. There are constant calls for 'greater' or 'stronger' leadership, but what this actually means, how we can evaluate it, and why it's important are not very clear. In this Very Short Introduction Keith Grint prompts the reader to rethink their understanding of what leadership is. He examines the way leadership has evolved from its earliest manifestations in ancient societies, highlighting the beginnings of leadership writings through Plato, Sun Tzu, Machiavelli and others, to consider the role of the social, economic, and political context undermining particular modes of leadership. Exploring the idea that leaders cannot exist without followers, and recognising that we all have diverse experiences and assumptions of leadership, Grint looks at the practice of management, its history, future, and influence on all aspects of society. ABOUT THE SERIES: The Very Short Introductions series from Oxford University Press contains hundreds of titles in almost every subject area. These pocket-sized books are the perfect way to get ahead in a new subject quickly. Our expert authors combine facts, analysis, perspective, new ideas, and enthusiasm to make interesting and challenging topics highly readable.

ABOUT THE SERIES: The Very Short Introductions series from Oxford University Press contains hundreds of titles in almost every subject area. These pocket-sized books are the perfect way to get ahead in a new subject quickly.

Kamus Bahasa Arab lengkap & Akurat Bonus Percakapan

Kamus merupakan referensi yang wajib dimiliki siapa saja yang sedang belajar bahasa. Dengan menggunakan kamus, kita bisa mengetahui padanan(persamaan) kata asing dalam bahasa kita hal ini tentunya akan memudahkan kita dalam memahami bahasa tersebut. Kamus ini kami susun berdasarkan kebutuhan pelajar akan sebuah kamus yang dapat dibawa kemanapun yang memiliki pembendaharaan kata yang pas dengan kebutuhan dan lengkap dengan cara pelafalannya (transeliterasi) yang didasarkan pada intensitas penggunaan kata tersebut oleh pembelajar. Untuk membuat kamus ini menjadi kamus yang lengkap, kamus ini dilengkapi dengan cara penggunaan kamus, Idiom Bahasa Arab, Peribahasa Bahasa Arab, dan Kosakata Tematik. Dan juga Bonus percakapan bahasa arab sehari-hari yang akan mempermudah anda dalam belajar bahasa arab. Buku persembahan penerbit IlmuCemerlangGroup

Kamus merupakan referensi yang wajib dimiliki siapa saja yang sedang belajar bahasa.

A Dictionary of the Bible

Volume II, Part II (I - Kinsman)

For over a century the ten-volume Dictionary of the Bible has been the definitive reference. "It is a Dictionary of the Old and New Testaments, together with the Old Testament Apocrypha, according to the Authorized and Revised English Versions, and with constant reference to the original tongues. ... Articles have been written on the names of all Persons and Places, on the Antiquities and Archaeology of the Bible, on its Ethnology, Geology, and Natural History, on Biblical Theology and Ethic, and even on the obsolete or archaic words occurring in the English Versions." James Hastings (1852-1922) was a distinguished scholar and pastor. He was founder and editor of the Expository Times and is also well known for editing the Encyclopaedia of Religion and Ethics, the Dictionary of Christ and the Gospels, and the Dictionary of the Apostolic Church.

For over a century the ten-volume Dictionary of the Bible has been the definitive reference.

Not a Chimp

The hunt to find the genes that make us human

Humans are primates, and our closest relatives are the other African apes - chimpanzees closest of all. With the mapping of the human genome, and that of the chimp, a direct comparison of the differences between the two, letter by letter along the billions of As, Gs, Cs, and Ts of the DNA code, has led to the widely vaunted claim that we differ from chimps by a mere 1.6% of our genetic code. A mere hair's breadth genetically! To a rather older tradition of anthropomorphizing chimps, trying to get them to speak, dressing them up for 'tea parties', was added the stamp of genetic confirmation. It also began an international race to find that handful of genes that make up the difference - the genes that make us uniquely human. But what does that 1.6% really mean? And should it really lead us to consider extending limited human rights to chimps, as some have suggested? Are we, after all, just chimps with a few genetic tweaks? Is our language and our technology just an extension of the grunts and ant-collecting sticks of chimps? In this book, Jeremy Taylor sketches the picture that is emerging from cutting edge research in genetics, animal behaviour, and other fields. The indications are that the so-called 1.6% is much larger and leads to profound differences between the two species. We shared a common ancestor with chimps some 6-7 million years ago, but we humans have been racing away ever since. One in ten of our genes, says Taylor, has undergone evolution in the past 40,000 years! Some of the changes that happened since we split from chimpanzees are to genes that control the way whole orchestras of other genes are switched on and off, and where. Taylor shows, using studies of certain genes now associated with speech and with brain development and activity, that the story looks to be much more complicated than we first thought. This rapidly changing and exciting field has recently discovered a host of genetic mechanisms that make us different from other apes. As Taylor points out, for too long we have let our sentimentality for chimps get in the way of our understanding. Chimps use tools, but so do crows. Certainly chimps are our closest genetic relatives. But relatively small differences in genetic code can lead to profound differences in cognition and behaviour. Our abilities give us the responsibility to protect and preserve the natural world, including endangered primates. But for the purposes of human society and human concepts such as rights, let's not pretend that chimps are humans uneducated and undressed. We've changed a lot in those 12 million years.

In this book, Jeremy Taylor sketches the picture that is emerging from cutting edge research in genetics, animal behaviour, and other fields.

Filsafat Umum Zaman Now

Filsafat sebagai induk dari semua ilmu atau the mother of sciences menjadi diktum urgensi yang mendasari untuk melakukan penguatan pemahaman, pendalaman, dan penelitian objektif secara kontinu tentang studi filsafat. Filsafat umum sebagai salah satu kajian keilmuwan yang dijadikan nomenklatur mata kuliah tidak sekadar berisi ilmu, teori, konsep (tasawwur), bahkan kredo yang bertele-tele. Lebih dari itu, filsafat merupakan induk dari semua ilmu yang membuka cakrawala berpikir dari konseptual hingga implementatif. Tidak ada landasan pengembangan ilmu yang lepas dari filsafat. Semua perguruan tinggi, dari yang ekstrem kanan, moderat dan kiri, semua butuh filsafat. Untuk itu, penulis ingin fokus mengembangkan kajian filsafat umum sebagai salah satu bahan untuk meneliti, mengembangkan dan membongkar hal-hal baru, khususnya di era Revolusi Industri 4.0 ini yang memang sarat akan ketercerabutan (disruptive, disruption). Perubahan besar, sangat ditentukan dari perubahan cara berpikir. Pola dan cara berpikir benar, baik, dan indah, maka akan menentukan perkataan dan perbuatan, bahkan putusan benar, baik dan indah, begitu sebaliknya. Urgensi filsafat sebagai the mother all of sciences menjadi landasan bagi perkembangan pikiran manusia. Lewat sumber daya berkualitas, maka akan mampu menjawab tantangan era Revolusi Industri 4.0 ini. Apalagi, keharusan kita di abad 21 ini tidak sekadar dituntut memiliki “kompetensi, karakter dan literasi” yang hanya pada literasi lama. Mulai dari membaca, menulis, dan berhitung. Revolusi Industri 4.0 mengharuskan kita memiliki bekal literasi baru, yaitu literasi data, teknologi, dan sumber daya manusia (humanisme). Di situlah tampak jelas, filsafat selalu relevan dalam kehidupan manusia. Filsafat umum mencakup kajian tentang persoalan kesatuan, keseragaman, serta hubugan di antara segenap ilmu. Kajian ini terkait dengan masalah hubungan antara ilmu dengan kenyataan, kesatuan perjenjangan, susunan kenyataan, dan sebagainya. Filsafat ilmu khusus, yaitu kajian filsafat ilmu yang membicarakan kategori-kategori serta metode-metode yang digunakan dalam ilmu-ilmu tertentu atau dalam kelompok-kelompok ilmu tertentu, seperti dalam kelompok ilmu pendidikan. Seiring berkembangnya roda kehidupan yang sekarang sudah sampai abad 21 yang dikenal sebagai era milenial yang dari beberapa definisi, “generasi milenial” didominasi mereka “Generasi Y” (generasi yang lahir di atas tahun 1980-an - 1997). “Generasi Y“ ini merupakan eranya mereka yang hidup setelah “Generasi X”. Generasi milenial, juga sudah selesai karena sekarang eranya sudah “Generasi Pascamilenial” yang dikenal dengan “Generasi Z” (generasi yang lahir dalam rentang tahun kelahiran 1995 sampai 2014). Setelah “Generasi Z”, sekarang sudah mulai datang “Generasi Alfa” (generasi yang lahir setelah tahun 2010 dengan usia paling tua adalah anak-anak usia 5 tahun). Satu akar kata dengan kata “alfa” adalah “Alfatihah”, “Alfabet”, “Alfanumerik” dan kata atau idiom “Alfun”. Alfatihah merupakan ummul kitab, surat pembuka dalam Alquran. Sementara alfa merupakan nama huruf pertama abjad Yunani, bisa berarti yang pertama, permulaan. Sedangkan alfabet adalah abjad. Makna dari alfanumerik sendiri berarti rangkaian aksara yang dapat terdiri atas huruf, angka, tanda baca, atau lambang Matematika. Dari definisi dan analisis generasi ke generasi secara rumus konvensional-digital di atas, bisa dipetakan bahwa generasi milenial (Generasi Y), kemudian generasi Pascamilenial (Generasi Z), dan Generasi Alfa, adalah mereka yang hidup dan duduk di bangku SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA bahkan mahasiswa. Mereka merupakan generasi yang hidup dalam “benua maya” dan dalam lingkungan internet. Untuk Generasi Alfa sendiri dalam konteks ini, bisa dikatakan sebagai generasi wahid, pertama, awal, lalu pembaharu, pemula, pelopor, generasi pertama setelah generasi yang ada sebelumnya, dan mendominasi kehidupan, terutama di dunia pendidikan. Buku ini merupakan bahan ajar kuliah yang dalam penyusunannya, penulis menggunakan riset perpustakaan atau kajian pustaka, serta kajian empirik lapangan, khusunya di dunia pendidikan. Bab pertama, mendekonstruksi ilmu, filsafat, dan agama. Bab kedua, mengkaji ruang lingkup filsafat. Bab ketiga, membedah filsafat manusia. Bab keempat, menguliti konsep diri (self concept) dalam perspektif filsafat. Bab kelima, membedah akal-badan, dan relasi keduanya. Bab keenam, mengkaji manfaat, implikasi filsafat, dan hubungannya dengan bidang ilmu pendidikan. Bab ketujuh, membedah metodologi dan klasifikasi filsafat ilmu dari para filsuf. Bab kedelapan, membahas perkembangan ilmu. Bab kesembilan, membahas hubungan antara ilmu dengan value (nilai). Bab kesepuluh, membahas relevansi nilai-nilai Islam bagi pengembangan ilmu. (*)

Filsafat sebagai induk dari semua ilmu atau the mother of sciences menjadi diktum urgensi yang mendasari untuk melakukan penguatan pemahaman, pendalaman, dan penelitian objektif secara kontinu tentang studi filsafat.

Gifted Education

Current Perspectives and Issues

This volume addresses the most current perspectives and issues related to giftedness and is written by leaders in the field. An excellent resource for special educators, administrators, mental health clinicians, school counselors, and psychologists, this volume addresses the different educational issues that impact this population.

This volume addresses the most current perspectives and issues related to giftedness and is written by leaders in the field.

Sejarah filsafat nusantara

alam pikiran Indonesia

Blue print yang dibuat AS untuk Indonesia pada masa rezim Orde Baru , baik di bidang politik , ekonomi , sosial dan militer , pada tataran tertentu , telah ...