Sebanyak 25022 item atau buku ditemukan

Auditing (Pemeriksaan Akuntansi I)

Standar auditing merupakan pedoman umum untuk membantu auditor dalam memenuhi tanggung jawab profesionalnya sehubungan dengan audit yang dilakukan atas laporan keuangan historis kliennya. Buku Auditing (Pemeriksaan Akuntansi I) ini membahas tentang standar audit, laporan audit, materialitas, tanggung jawab manajemen, tanggung jawab auditor, asersi manajemen, tujuan audit atas transaksi, saldo, dokumentasi audit, perencanaan audit, prosedur analitis, dan audit atas pengendalian internal. Serta dapat dijadikan referensi bagi para mahasiswa S1 maupun S2 akuntansi, khususnya yang sedang mengambil mata kuliah Auditing.

Buku Auditing (Pemeriksaan Akuntansi I) ini membahas tentang standar audit, laporan audit, materialitas, tanggung jawab manajemen, tanggung jawab auditor, asersi manajemen, tujuan audit atas transaksi, saldo, dokumentasi audit, perencanaan ...

SEJARAH KEBUDAYAAN ISLAM UNTUK MADRASAH ALIYAH KELAS 11

Buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI ini disusun berdasarkan kurikulum madrasah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 183 Tahun 2019, yang dalam implementasinya berpedoman kepada Keputusan Menteri Agama No. 184 Tahun 2019. Pengembangan dari kurikulum 2013 diharapkan akan lebih mampu mempersiapkan peserta didik yang disamping taat melaksanakan kewajiban beragama, juga mampu mengekspresikan pemahaman agamanya dalam hidup bersama yang multikultural, multietnis, multifaham keagamaan dan kompleksitas kehidupan secara bertanggung jawab, toleran dan moderat dalam kerangka berbangsa dan bernegara Indonesia. Dari segi aspek penyajian, kurikulum baru ini masih tetap berbasiskan kompetensi, dengan memberikan perhatian yang seimbang terhadap tiga aspek: afektif (sikap spiritual dan sikap sosial) kognitif dan psikomotorik, yang harus diperhatikan dalam penentuan tujuan dan penilaian pembelajaran, seperti pada kurikulum 2013 yang lalu. Buku ini terdiri atas 9 Bab. Setiap bab diawali dengan menyebutkan Kompetensi Dasar (KD), tujuan pembelajaran, indikator pembelajaran, peta konsep, mengamati dan bertanya, terutama dengan media gambar. Kemudian materi utamanya itu uraian dari judul atau pokok bahasan Bab tersebut, beserta rangkumannya, dan diakhiri dengan latihan terkait materi pelajaran itu. Termasuk dalam latihan ini adalah pemberian tugas yang perlu dilakukan peserta didik baik secara mandiri ataupun kelompok. Latihan juga diberikan pada akhir semester ganjil dan semester genap serta penilaian akhir tahun, yang sekaligus dapat dijadikan alat penilaian terhadap prestasi peserta didik pada semester yang bersangkutan. Terakhir disajikan pula glosarium dan kepustakaan. Untuk mencapai kompetensi dan tujuan pembelajaran, maka digunakan pendekatan saintifik, seperti pada kurikulum lama, namun tentu dengan metode, langkah-langkah belajar serta sistem penilaian yang disesuaikan dengan karakteristik materi pelajaran agama (PAI) itu sendiri, dan di pihak lain disesuaikan pula dengan situasi dan kondisi real di madrasah, seperti masalah keterbatasan waktu dan ketersediaan sarana serta fasilitas belajar yang dibutuhkan.

Buku pelajaran Sejarah Kebudayaan Islam untuk Madrasah Aliyah (MA) Kelas XI ini disusun berdasarkan kurikulum madrasah sebagaimana tercantum dalam Keputusan Menteri Agama RI No. 183 Tahun 2019, yang dalam implementasinya berpedoman kepada ...

Sejarah Kebudayaan Islam Periode Klasik

Mempelajari sejarah kebudayaan Islam bukan saja dapat membantu dalam memahami disiplin ilmu-ilmu keislaman lainnya yang sebagian besar merupakan produk sejarah, seperti kalam, yurisprudensi Islam (fiqh), tasawuf dan lainnya, tetapi yang barangkali mendesak dan penting ialah masa lalu (yang merupakan inti dari sejarah itu), dapat dijadikan sebagai cermin dan pedoman dalam mengarungi bahtera kehidupan kini dan masa mendatang. Karena ada tidak sedikit dari warisan masa lalu itu yang perlu dipelihara, dijaga dan diteruskan atau dikembangkan, karena warisan tersebut telah terbukti dan teruji manfaatnya bagi kehidupan umat Islam khususnya bahkan juga bagi umat manusia secara keseluruhan. Pengalaman pahit orang-orang terdahulu yang telah menyebabkan mereka harus menanggung derita, yang mungkin juga penderitaan itu masih kita rasakan sampai sekarang, sepatutnyalah kita kaji agar tidak terulang kembali, karenanya, tepatlah kalau Ibn Khaldun menjadikan sejarah sebagai lil Ibar. Bahkan lebih jauh, Mantan menteri Agama Republik Indonesia, Mukti Ali, mensinyalir bahwa salah satu pendekatan yang sangat penting untuk memahami ajaran Islam yaitu dengan cara mempelajari sejarah Islam itu sendiri, karena dengan cara itu kita akan memahami bagaimana Islam dipahami dan dipraktekkan oleh umat Islam dalam sejarah. Buku yang sedang anda baca ini mencoba mendeskripsikan hasil rekonstruksi masa lalu yang telah diupayakan oleh para ahli sejarah, dengan mencoba melakukan kritik terhadap peristiwa-peristiwa yang muncul dalam sejarah berdasarkan prinsip-prinsip kausaitas dan rasionalitas. Cara ini kami lakukan karena pada prinsipnya munculnya suatu peristiwa tentu tidak berdiri sendiri, tetapi banyak faktor yang mengantarkannya, meskipun terkadang faktor yang kita pandang sebagai faktor utama tidak bersifat mutlak, karena dalam menentukan suatu faktor utama tidak terlepas dari berbagai kepentingan yang mengiringinya. Ibn Khaldun dalam karyanya yang fundamental, Muqaddimah, mengemukakan bahwa distorsi terhadap historiografi (Islam) adalah banyaknya kepentingan-kepentingan politis dan fanatisme kesukuan dan golongan. Sebagai konsekuensinya, karya yang dihasilkannya sulit untuk bisa dikatakan obyektif. Terlepas dari hal itu, bila dilihat dari perspektif makna kebenaran ilmu, bersifat relatif, termasuk tentunya sejarah sebagai ilmu.

Mempelajari sejarah kebudayaan Islam bukan saja dapat membantu dalam memahami disiplin ilmu-ilmu keislaman lainnya yang sebagian besar merupakan produk sejarah, seperti kalam, yurisprudensi Islam (fiqh), tasawuf dan lainnya, tetapi yang ...

Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XIII M)

Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim. Islam mengalami kemajuan pesat. Hal ini ditandai dengan kekuasaan yang sangat luas serta penyatuan antarwilayah Islam. Daulah Abbasiyah di Baghdad (di belahan dunia Timur) dan Daulah Umayyah di Cordova, Andalusia/Spanyol (di belahan dunia Barat) memperlihatkan kemajuan sains, kebudayaan, dan peradaban yang sangat spektakuler. “The Golden Age of Islam” (Masa Keemasan Islam) benar-benar telah menghiasi panggung sejarah dunia pada Abad Klasik tersebut. Buku-buku ilmu pengetahuan Islam yang dihasilkan dan ditulis oleh para sarjana Muslim diterjemahkan secara besar-besaran ke dalam bahasa Barat-Latin. Intensitas persentuhan dan pergumulan Barat dengan peradaban Muslim pada gilirannya menggerakkan munculnya Era Renaissance di Barat pada abad ke-14 M. Era Renaissance pada gilirannya menggerakkan munculnya Era Reformasi dan Era Aufklarung (Pencerahan) pada abad ke-17 M yang kemudian mengantarkan bangsa-bangsa Barat menjadi bangsa yang sangat modern dan canggih di bidang sains dan teknologi. Robert Stephen Briffault, dalam buku terkenalnya yang berjudul The Making of Humanity mengapresiasi kontribusi besar para ilmuwan Muslim terhadap dunia modern. Briffault tanpa ragu mengatakan, “Ilmu pengetahuan adalah sumbangan peradaban Islam yang mahapenting kepada dunia modern. Utang ilmu pengetahuan kita kepada ilmu pengetahuan bangsa Arab tidak tergantung kepada penemuan-penemuan teori yang revolusioner: ilmu pengetahuan berutang besar sekali kepada kebudayaan Islam.”

Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim.

Belajar Sejarah Kebudayaan Islam Kelas X: Periode Awal Islam hingga Masa Khulafaur Rasyidin

Buku ini terbagi dalam dua bagian yang mencakup periode awal perkembangan Islam hingga masa Khulafaur Rasyidin dan Daulah Umayyah. Bagian 1 dimulai dengan pembahasan tentang kondisi masyarakat Makkah sebelum Islam, menyoroti aspek geografis, sosial, budaya, dan kepercayaan bangsa Arab pra-Islam. Selanjutnya, dikaji strategi dakwah Nabi Muhammad SAW pada periode Makkah dan Madinah, termasuk pendekatan diplomatis, spiritual, dan sosial. Semester ini ditutup dengan kajian mengenai penaklukan Kota Makkah sebagai tonggak penting penyebaran Islam secara damai dan beradab. Bagian 2 memfokuskan pada perkembangan Islam masa Khulafaur Rasyidin, mencakup kepemimpinan Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali, serta ekspansi wilayah Islam dan tantangan internal seperti kemurtadan dan konflik politik. Materi ditutup dengan peradaban Islam pada masa Daulah Umayyah di Damaskus, membahas sistem pemerintahan, penyebaran Islam, serta faktor-faktor kemunduran dinasti tersebut. Setiap bab dilengkapi dengan tujuan pembelajaran, penjelasan materi yang komprehensif, latihan soal, uji kompetensi, dan latihan penilaian tengah/akhir semester, menjadikan buku ini sebagai media pembelajaran yang tidak hanya informatif, tetapi juga mendorong pemikiran kritis, reflektif, dan aplikatif pada peserta didik.

Buku ini terbagi dalam dua bagian yang mencakup periode awal perkembangan Islam hingga masa Khulafaur Rasyidin dan Daulah Umayyah.

Sejarah Islam Asia Tenggara

Agama Islam yang disampaikan oleh Allah Swt kepada manusia melalui Rasul-Nya Nabi Muhammad Saw, kini telah berusia lima belas abad yang tersebar luas dalam berbagai kawasan yaitu kawasan pengaruh kebudayaan Arab (Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol Islam), kawasan pengaruh kebudayaan Persia, kawasan pengaruh kebudayaan Turki, kawasan pengaruh kebudayaan Islam India, kawasan Afrika Selatan, Afrika Tengah, dan kawasan Asia Tenggara Kawasan Asia Tenggara terdiri dari sebelas negara dengan ibu kotanya (1) Indonesia: Jakarta; (2) Malaysia: Kuala Lumpur; (3) Thailand: Bangkok; (4) Vietnam: Hanoi; (5) Philipina: Manila; (6) Kamboja: Phomn Phen; (7) Singapura: Singapura; (8) Myanmar: Birma; (9) Laos: Vientiane; (10), Brunei Darussalam: Bandar Sri Begawan; (11) Timor Leste: Dili Hasil kajian dalam buku Sejarah Islam Asia Tenggara ini dapat diketahui bahwa perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara tidak merata; sebagian berpenduduk Asia Tenggara mayoritas Muslim, seperti Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia, sedangkan sebagian yang lainya berpenduduk minoritas Muslim, seperti Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Thailand, Singapura, dan Timor Leste Kajian lain dalam buku ini diketahui bahwa agama yang pertama kali berkembang di Asia Tenggara adalah agama Budha pada masa kerajaan Melayu Sriwijaya di Sumatra sekitar abad ke-7–11 M Pengaruh kebudayaan Budha ke dalam bahasa dan budaya masyarakat Melayu begitu banyak Kemudian agama Hindu pada masa Kerajaan Majapahit (abad ke-13 dan ke-15) yang berpusat di Jawa juga punya andil besar dalam mengembangkan agama Hindu, sehingga mampu menyatukan wilayah Nusantara dalam satu kekuasaan Abad ke-13 M, mulai muncul persentuhan antara penduduk Asia Tenggara dengan pedagang Muslim Arab, Persia dan India, lalu terjadi proses Islamisasi berjalan dengan mulus, lewat beberapa saluran, antara lain, melalui pernikahan dan perdagangan, pada akhirnya lahirlah kerajaan Islam pertama, yaitu Kerajaan Samudra Pasai di Aceh Raja pertama kerajaan ini adalah al-Malikul Saleh, sedang rajanya yang terkenal adalah Sulthan Iskandar Muda dan Sulthan Iskandar Tsani Maka Islam mulai berkembang di Asia Tenggara mulai abad ke-13 M tersebar ke sebagian wilayah Nusantara setelah tumbangnya Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit Kemudian, Islam menjadi kekuatan politik di Nusantara sejak memasuki pada abad ke-15 M.

Agama Islam yang disampaikan oleh Allah Swt kepada manusia melalui Rasul-Nya Nabi Muhammad Saw, kini telah berusia lima belas abad yang tersebar luas dalam berbagai kawasan yaitu kawasan pengaruh kebudayaan Arab (Timur Tengah, Afrika Utara, ...

Sejarah Peradaban Islam

Agama yang disampaikan oleh Allah Swt. kepada manusia melalui Rasul-Nya Nabi Muhammad Saw., kini telah berusia lima belas abad yang tersebar luas dalam berbagai kawasan yaitu kawasan pengaruh kebudayaan Arab (Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol Islam), kawasan pengaruh kebudayaan Persia (Islam dan Negara-negara Islam di Asia Tenggara), kawasan pengaruh kebudayaan Turki, kawasan pengaruh kebudayaan India Islam, kawasan Asia Tenggara dan kawasan Afrika Selatan dan Afrika Tengah. Tentu saja menjadi suatu keharusan bagi umat Islam, khususnya mahasiswa UIN, IAIN, dan STAIN untuk mengetahui Sejarah Peradaban Islam di berbagai kawasan tersebut di atas. Dalam buku ini, agar pembahasannya lebih terfokus akan dibatasi pada kawasan Arab, meliputi Timur Tengah, Afrika Utara dan Spanyol Islam dengan pendekatan periodisasi yaitu pada masa periode klasik dan periode pertengahan sedangkan dalam periode modern membutuhkan buku tersendiri. Maka kajian dalam buku ini dimulai membahas tentang sejarah peradaban bangsa Arab pra-Islam yang pada awalnya masih rendah kemudian Rasulullah berhasil mengangkat mereka menjadi masyarakat yang berperadaban tinggi berakhlak mulia dalam rentang waktu yang relatif singkat dilanjutkan dengan usaha khulafa’ al-Rasyidin memperluas wilayah Islam ke fron utara, barat dan timur teristimewa keberhasilan Umar ibn Khattab menghancurkan kerajaan adikuasa Persia di Timur digantikan dengan negara Islam menjadi salah satu negara adikuasa di masa itu bersama dengan kerajaan Romawi di Barat.

Tentu saja menjadi suatu keharusan bagi umat Islam, khususnya mahasiswa UIN, IAIN, dan STAIN untuk mengetahui Sejarah Peradaban Islam di berbagai kawasan tersebut di atas.

SEJARAH PERADABAN ISLAM

Buku Sejarah Peradaban Islam membahas perjalanan Islam sebagai agama sekaligus peradaban besar dunia. Sejak diutusnya Nabi Muhammad SAW pada abad ke-7 M, Islam hadir bukan hanya sebagai ajaran spiritual, tetapi juga sebagai sistem nilai yang mengatur politik, hukum, ekonomi, sosial, dan budaya. Masa Rasulullah SAW dan Khulafaur Rasyidin meletakkan fondasi peradaban melalui Piagam Madinah yang menjunjung keadilan, musyawarah, dan toleransi. Dinasti Umayyah memperluas wilayah hingga tiga benua, sedangkan Dinasti Abbasiyah mencapai zaman keemasan dengan pusat ilmu pengetahuan di Baghdad. Ilmuwan Muslim seperti Al-Khawarizmi, Ibnu Sina, dan Al-Farabi memberi kontribusi besar bagi sains dan filsafat dunia, bahkan memengaruhi Renaisans Eropa. Di Andalusia, Islam melahirkan perpustakaan besar, seni, dan arsitektur monumental seperti Alhambra. Meski peradaban Islam mengalami kemunduran akibat invasi Mongol, konflik internal, dan kolonialisme, hukum Islam tetap bertahan melalui ijtihad dan mazhab fiqh. Di Nusantara, Islam menyatu dengan budaya lokal, membentuk corak peradaban yang khas. Buku ini juga menekankan relevansi hukum Islam di era globalisasi. Melalui prinsip maqāṣid al-syarī‘ah— keadilan, kemaslahatan, dan perlindungan hak asasi— Islam diharapkan terus memberi kontribusi pada tata dunia yang adil, inklusif, dan berkeadaban.

Buku Sejarah Peradaban Islam membahas perjalanan Islam sebagai agama sekaligus peradaban besar dunia.

Sejarah dan Kebudayaan Islam

Buku Sejarah dan Kebudayaan Islam merupakan panduan ilmiah yang menggambarkan dinamika perkembangan Islam sejak masa pra kenabian hingga era kontemporer. Disusun secara sistematis, buku ini menyajikan pembahasan mengenai kondisi sosial, budaya, dan politik masyarakat Arab sebelum Islam, diikuti dengan fase dakwah Nabi Muhammad SAW., masa Khulafaur Rasyidin, Dinasti Umayyah, hingga Dinasti Abbasiyah. Selain itu, ditampilkan pula kejayaan Islam di Andalusia dan Afrika Utara, serta kontribusi besar peradaban Islam dalam ilmu pengetahuan, filsafat, dan kesenian. Tidak hanya berfokus pada wilayah Timur Tengah, buku ini juga menyoroti perkembangan Islam di Indonesia, termasuk peran kerajaan-kerajaan Islam Nusantara dalam penyebaran dan pelestarian budaya Islam. Buku ini ditutup dengan refleksi atas kemunduran peradaban Islam dan tantangan yang dihadapi umat Islam di zaman modern. Dengan pendekatan historis dan tematik yang mudah dipahami, buku ini sangat tepat dijadikan rujukan dalam studi sejarah Islam, baik di lingkungan akademik maupun masyarakat umum.

Buku Sejarah dan Kebudayaan Islam merupakan panduan ilmiah yang menggambarkan dinamika perkembangan Islam sejak masa pra kenabian hingga era kontemporer.