Sebanyak 46 item atau buku ditemukan

MANAJEMEN KONFLIK Teori dan Praktik

Suatu organisasi memiliki berbagai macam komponen yang berbeda dan saling memiliki ketergantungan dalam proses kerja sama untuk mencapai tujuan. Perbedaan yang terjadi dalam suatu organisasi sering kali menyebabkan terjadinya ketidakcocokan yang bisa menimbulkan konflik. Konflik dapat menjadi masalah yang serius bagi suatu organisasi apabila konflik tersebut dibiarkan berlarut-larut tanpa ada upaya untuk menyelesaikannya. Konflik dalam organisasi sering kali dilihat sebagai sesuatu yang negatif, padahal tidak semua konflik selalu negatif dan merugikan jika bisa ditata dengan baik, bahkan sangat mungkin akan bisa menguntung-kan organisasi.

Suatu organisasi memiliki berbagai macam komponen yang berbeda dan saling memiliki ketergantungan dalam proses kerja sama untuk mencapai tujuan.

Hukum Administrasi Negara dan Kebijakan Pelayanan Publik

Paham negara hukum tidak dapat dipisahkan dari paham kerakyatan.Sebab pada akhirnya, hukum yang mengatur dan membatasi kekuasaan negara (pemerintahan) diartikan sebagai hukum yang dibuat atas dasar kekuasaan atau kedaulatan rakyat. Dalam kaitannya dengan negara hukum, kedaulatan rakyat merupakan unsur material negara hukum, di samping masalah kesejahteraan rakyat. Negara adalah suatu organisasi yang memiliki tujuan. Pada konteks negara Indonesia, tujuan negara tertuang dalam alinea keempat Pembukaan UUD 1945, yang mengidentifikasikan bahwa Indonesia merupakan negara hukum yang menganut konsep welfare state (negara kesejahteraan). Sebagai negara hukum yang bertujuan mewujudkan kesejahteraan umum, setiap kegiatan di samping harus diorientasikan pada tujuan yang hendak dicapai juga harus berdasarkan pada hukum yang berlaku sebagai aturan kegiatan kenegaraan, pemerintahan, dan kemasyarakatan.

... keluarga dunia " untuk saling mengenal , menjalin hubungan , dan bekerja sama serta memelihara perdamaian . Rasulullah menegaskan dalam suatu hadis , " Semua makhluk ini adalah keluarga Allah . Makhluk yang paling dicintai Allah adalah ...

ORGANIZING FOR RESULTS

Merancang Struktur Organisasi Sebuah Perusahaan untuk Hasil yang Efektif dan Efisien

Semua orang yang pernah belajar “ilmu” atau konsep dan teknik manajemen, baik sebagai salah satu mata kuliah yang harus dipelajari ataupun hanya dari hasil membaca buku-buku tentang ilmu manajemen pasti pernah mempelajari tentang kegiatan peng- organisasian. Pengorganisasian adalah salah satu dari beberapa kegiatan yang membentuk sebuah proses manajemen dan diadopsi dari istilah dalam bahasa Inggris "Organizing". George Robert Terry yang dikenal sebagai pelopor ilmu manajemen dari Amerika Serikat menegaskan dalam bukunya yang berjudul “Principles of Management" (terbit pada tahun 1950an), menegaskan bahwa manajemen adalah sebuah proses yang terdiri dari 4 (empat) buah kegiatan atau tahap yang harus dilaksanakan secara ber- urutan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan. Empat kegiatan itu adalah Planning (perencanaan), Organizing (Pengorganisasian), Actuating (penggerakan), dan Controlling (pengawasan) disingkat P.O.A.C.. (Catatan: Buku George R. Terry adalah buku pertama tentang llmu Manajemen yang penulis "baca” saat baru memulai kuliah di jurusan Administrasi Niaga UNPAD pada tahun 1960). Pada tahap organizing itu, pimpinan organisasi harus membagikan tanggung jawab pokok yaitu mencapai tujuan dan sasaran yang telah ditetapkan, kegiatan yang harus dilakukan, dan wewenang yang diperlukan, kepada anggota kelompok yang dipercayainya akan mampu dan mau mengemban tanggung jawab tersebut. Tetapi dari pengalaman dan hasil pengamatan penulis selama berkarir sebagai praktisi dan sebagai konsultan, yang justru paling mendapat perhatian sampai saat ini adalah masalah rancangan struktur organisasi yang merefleksikan posisi, lingkup tanggung jawab dan wewenang, kompetensi dan tentunya imbalan untuk tiap poisisi itu. Karenanya perlu ditegaskan bahwa fokus utama dari isi buku ini adalah kaitan antara perancangan struktur organisasi dengan visi, misi, dan tujuan strategi yang ditetapkan oleh sebuah organisasi, khususnya organisasi bisnis (korporasi). Tetapi, buku ini juga akan membahas sisi (aspek) operasional yaitu peralatan pelengkap dan juga aspek spiritual dari kegiatan pengorganisasian yaitu tentang pengembangan budaya organisasi.

Semua orang yang pernah belajar “ilmu” atau konsep dan teknik manajemen, baik sebagai salah satu mata kuliah yang harus dipelajari ataupun hanya dari hasil membaca buku-buku tentang ilmu manajemen pasti pernah mempelajari tentang ...