Sebanyak 171 item atau buku ditemukan

Doktrin Ultimum Remedium dalam Hukum Pidana Indonesia (Implementasinya dalam Hukum Pidana Ekonomi) - Rajawali Pers

“It is an evil, a physical evil: either a pain or a loss of pleasure.” Demikian ungkapan Jeremy Bentham tentang sanksi pidana yang merupakan sanksi yang paling keras yang mendatangkan penderitaan atau nestapa. Oleh sebab itu, hukum pidana atau sanksi harus digunakan sedemikian rupa dan baru diperlukan bilamana bidang hukum atau sanksi hukum lainnya tidak dapat mengatasi persoalan yang ada dalam masyarakat. Fungsi hukum pidana sebagai upaya yang terakhir tersebut sudah menjadi ajaran dan bahkan asas dalam hukum pidana secara universal, yang dikenal dengan “ultimum remedium”, atau sering disebut juga dengan “ultimo ratio” atau “last resort”. Di pihak lain, perkembangan masyarakat telah melahirkan berbagai perbuatan yang dipandang merugikan kepentingan umum sehingga membutuhkan upaya penanggulangan melalui sarana hukum pidana. Salah satu perkembangan masyarakat terjadi dalam aktivitas perekonomian yang sudah melahirkan tindak pidana di bidang ekonomi secara masif. Walaupun demikian, perkembangan tersebut hendaknya tidak mengganti fungsi hukum pidana dari “ultimum remedium” ke “primum remedium”. Buku ini mengupas konsep “ultimum remedium” secara komprehensif, dari sejarah perkembangannya, serta penerimaannya dalam beberapa sistem hukum khususnya dalam sistem hukum pidana Indonesia. Secara khusus buku ini menganalisis secara mendalam penerapan doktrin ultimum remedium dalam hukum pidana ekonomi di Indonesia, baik dalam formulasi ataupun implementasinya, yakni dalam tahapan penyidikan, penuntutan, dan peradilan. Buku ini juga membahas berbagai putusan pengadilan yang mencerminkan penerapan doktrin ultimum remedium, yang diberikan baik oleh pengadilan di lingkungan Mahkamah Agung ataupun oleh Mahkamah Konstitusi.

... pidana . Dia mengingatkan bahwa : There is , today , too much criminal law , coupled with the lack of " any plausible normative theory [ of substantive criminal law ] -unless ' more ' counts as a normative theory . " ( Kenyataannya ...

Sejarah Islam Asia Tenggara

Agama Islam yang disampaikan oleh Allah Swt kepada manusia melalui Rasul-Nya Nabi Muhammad Saw, kini telah berusia lima belas abad yang tersebar luas dalam berbagai kawasan yaitu kawasan pengaruh kebudayaan Arab (Timur Tengah, Afrika Utara, dan Spanyol Islam), kawasan pengaruh kebudayaan Persia, kawasan pengaruh kebudayaan Turki, kawasan pengaruh kebudayaan Islam India, kawasan Afrika Selatan, Afrika Tengah, dan kawasan Asia Tenggara Kawasan Asia Tenggara terdiri dari sebelas negara dengan ibu kotanya (1) Indonesia: Jakarta; (2) Malaysia: Kuala Lumpur; (3) Thailand: Bangkok; (4) Vietnam: Hanoi; (5) Philipina: Manila; (6) Kamboja: Phomn Phen; (7) Singapura: Singapura; (8) Myanmar: Birma; (9) Laos: Vientiane; (10), Brunei Darussalam: Bandar Sri Begawan; (11) Timor Leste: Dili Hasil kajian dalam buku Sejarah Islam Asia Tenggara ini dapat diketahui bahwa perkembangan Islam di kawasan Asia Tenggara tidak merata; sebagian berpenduduk Asia Tenggara mayoritas Muslim, seperti Indonesia, Brunei Darussalam dan Malaysia, sedangkan sebagian yang lainya berpenduduk minoritas Muslim, seperti Vietnam, Laos, Kamboja, Filipina, Thailand, Singapura, dan Timor Leste Kajian lain dalam buku ini diketahui bahwa agama yang pertama kali berkembang di Asia Tenggara adalah agama Budha pada masa kerajaan Melayu Sriwijaya di Sumatra sekitar abad ke-7–11 M Pengaruh kebudayaan Budha ke dalam bahasa dan budaya masyarakat Melayu begitu banyak Kemudian agama Hindu pada masa Kerajaan Majapahit (abad ke-13 dan ke-15) yang berpusat di Jawa juga punya andil besar dalam mengembangkan agama Hindu, sehingga mampu menyatukan wilayah Nusantara dalam satu kekuasaan Abad ke-13 M, mulai muncul persentuhan antara penduduk Asia Tenggara dengan pedagang Muslim Arab, Persia dan India, lalu terjadi proses Islamisasi berjalan dengan mulus, lewat beberapa saluran, antara lain, melalui pernikahan dan perdagangan, pada akhirnya lahirlah kerajaan Islam pertama, yaitu Kerajaan Samudra Pasai di Aceh Raja pertama kerajaan ini adalah al-Malikul Saleh, sedang rajanya yang terkenal adalah Sulthan Iskandar Muda dan Sulthan Iskandar Tsani Maka Islam mulai berkembang di Asia Tenggara mulai abad ke-13 M tersebar ke sebagian wilayah Nusantara setelah tumbangnya Kerajaan Sriwijaya dan Majapahit Kemudian, Islam menjadi kekuatan politik di Nusantara sejak memasuki pada abad ke-15 M.

Agama Islam yang disampaikan oleh Allah Swt kepada manusia melalui Rasul-Nya Nabi Muhammad Saw, kini telah berusia lima belas abad yang tersebar luas dalam berbagai kawasan yaitu kawasan pengaruh kebudayaan Arab (Timur Tengah, Afrika Utara, ...

Beyond Economics: Refleksi Ekonomi, Bisnis dan Keuangan dalam Bingkai Al-Qur’an - Rajawali Pers

GDP itu mengukur segala hal, kecuali yang membuat hidup kita berarti,” kritik John F. Kennedy, Presiden AS ke-35. Hampir semua negara berlomba-lomba meningkatkan pertumbuhan ekonomi (GDP). Daya beli mereka memang meningkat, namun ada kecenderungan makna hidup dan kebahagiaan dikorbankan. Kennedy menandaskan, GDP tidak menghitung keharmonisan pernikahan, integritas pejabat negara, keberanian atau bakti kita kepada negara. Buku ini mengupas berbagai persoalan ekonomi, bisnis, keuangan dan sosial-politik dengan pendekatan yang berbeda. Mengkritisi mainstream ekonomi dengan Al-Qur’an sebagai inspirasi mengantarkan kita kepada banyak hal yang mungkin pernah diimpikan Kennedy.

GDP itu mengukur segala hal, kecuali yang membuat hidup kita berarti,â__ kritik John F. Kennedy, Presiden AS ke-35.

Ekonomi Islam: Sejarah, Konsep, Instrumen, Negara, dan Pasar - Rajawali Pers

Perkembangan sistem perbankan dan keuangan syariah yang saat ini tengah mencapai puncak pertumbuhannya dan semakin dikenal luas oleh masyarakat, tidak terlepas dari pengamatan penulis. Penjelasan dari sisi kebijakan dan regulasi yang ada memperkuat eksistensi dari pengembangan sistem ekonomi Islam pada tataran praktisnya. Demikian pula dari sisi pengawasan terhadap ekspansi kelembagaan dan produk-produk keuangan syariah yang dikembangkan juga menjadi pembahasan dalam buku ini. Harapannya buku ini dapat memberikan panduan yang utuh dan komprehensif untuk konsistensi penerapan dan pengembangan ekonomi Islam dalam tataran sistem kontemporer yang tidak saja dituntut untuk dapat memiliki daya saing yang tinggi tetapi juga kembali pada maqashid asy syariah itu sendiri. Sebagai Direktur PTKI, saya sangat mengapresiasi terbitnya buku EKONOMI ISLAM: Sejarah, Konsep, Instrumen, Negara dan Pasar yang ditulis oleh Prof. Dr. H. Akhmad Mujahidin, M.Ag. Guru Besar Ekonomi Islam UIN Sultan Syarif Kasim Riau dan sebagai salah seorang Asesor Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) yang sering mendapat tugas mengakreditasi prodi ekonomi syariah yang ada di Indonesia. Buku ini memiliki kontribusi besar dalam membangun teori dan praksis ekonomi syariah (baca: Islam) secara komprehensif dan sangat penting untuk disimak dan dinikmati pembaca dan khususnya peminat kajian ekonomi syariah. Buku Ekonomi Islam cetakan ke-4 ini menunjukkan bahwa buku ini benar-benar telah mendapatkan tempat di kalangan akademisi maupun praktisi ekonomi Islam sehingga tidaklah berlebihan jika saya juga menganjurkan kepada Rektor dan Dekan yang mengelola Program Studi Ekonomi Syariah di lingkungan UIN, IAIN, STAIN dan PTKIS untuk dapat menggunakan buku ini sebagai rujukan dan referensi.

Sebagai Direktur PTKI, saya sangat mengapresiasi terbitnya buku EKONOMI ISLAM: Sejarah, Konsep, Instrumen, Negara dan Pasar yang ditulis oleh Prof.

Ekonomi Islam, Kelembagaan, dan Konteks Keindonesiaan: Dari Politik Makro Ekonomi Hingga Realisasi Mikro - Rajawali Pers

"Buku ini mengisi kekurangan referensi ekonomi Islam yang belum banyak, kekurangan referensi kelembagaan ekonomi Islam, dan terutama hubungan keduanya dengan konteks keindonesiaan. Buku ini membahas ekonomi makro Islam sebagai studi pembangunan dengan membandingkan sistem ekonomi Islam dengan kapitalisme, sosialisme, dan welfare state. Kelembagaan yang dibahasnya pun lebih komprehensif, dari mulai perbankan Islam, wakaf, ZIS (filantropi), asuransi, hingga koperasi Islam, baik secara konseptual maupun praktik. Kelebihan buku ini dalam konteks kelembagaan ekonomi Islam terletak pada penjelasan konseptual yang kaya, bukan hanya kaya akan referensi klasik Islam melainkan juga kontemporer. Bukan hanya kaya akan pandangan mazhab Syafi’í yang dinaut mayoritas umat Islam di Indonesia melainkan juga mazhab di luar mazhab Syafií. Dalam konteks kelembagaan ekonomi Islam juga, kelebihan buku ini terletak pada paparan sebagai hasil riset lapangan. Tentu saja, baik makro ekonomi maupun mikro kelembagaan terdapat pembahasan dalam konteks keindonesiaan. Dua bab buku ini membahas praktik ekonomi makro dalam sejarah Indonesia sebagai negara Muslim terbesar di Dunia dan praktik kelembagaan ekonomi Islam di Indonesia. Tidak banyak, untuk tidak menyebut nyaris tidak ada, buku yang membahas secara komprehensif sejarah ekonomi Indonesia pasca kemerdekaan hingga hari ini. Selain itu, kelebihan buku ini juga terletak pada pembahasan ekonomi Islam yang tidak bersifat monodisipliner sebagai tren terkini dalam studi ilmu di dunia. Perspektif yang dibangun dalam buku ini dalah perspektif interdisipliner, bahkan multidisipliner. Ekonomi Islam dalam buku ini didekati lewat perspektif politik, sosiologi, filsafat ekonomi, dan tentu saja fikih, sebagaimana umumnya buku. Entitas ekonomi Islam dalam buku ini tidak saja didekati secara empiris sebagai ilmu ekonomi, melainkan juga secara rasional dan iluminatif (berdasarkan wahyu), termasuk di dalamnya pendekatan teologi dan studi hadis"

"Buku ini mengisi kekurangan referensi ekonomi Islam yang belum banyak, kekurangan referensi kelembagaan ekonomi Islam, dan terutama hubungan keduanya dengan konteks keindonesiaan.

Sistem Ekonomi Dunia: Ekonomi Islam, Kapitalisme, dan Sosialisme dalam Perbandingan - Rajawali Pers

Persoalan ekonomi senantiasa menarik perhatian berbagai lapisan, baik individu maupun masyarakat. Berbagai macam penelitian telah dilakukan untuk menyelesaikan masalah ekonomi. Namun usaha untuk mencari penyelesaian yang tepat dan akurat dalam mengetahui masalah ekonomi secara keseluruhan banyak menemui hambatan dan kegagalan. Sangat sedikit sekali keberhasilan yang diperoleh. Kebanyakan penelitian yang dihasilkan telah menyimpang jauh dari motivasi semula, sehingga menghasilkan tujuan yang sebenarnya. Di satu pihak ada pendapat yang menyarankan untuk mementingkan hak individu, sementara itu di pihak lain menolak keistimewaan individu. Dewasa ini ada dua kubu teori ekonomi yang saling bertentangan yaitu sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Meskipun dalam masing-masing kategori besar ini sangat variatif. Namun sebenarnya mereka memegang asumsi-asumsi yang sama tentang manusia, masyarakat dan kegiatan ekonomi. Keduanya yakin bahwa manusia mampu dan harus mengatur kehidupan ekonominya tanpa kendala-kendala moral apa pun dan ini sangat menyimpang dari Islam. Hal ini dikarenakan Islam mempunyai konsep yang berbeda dengan konsep ekonomi kapitalis dan sosialis, di mana hak individu maupun hak umum (kolektif) tidak mutlak tetapi terkait oleh ikatan-ikatan untuk merealisasikan kepentingan orang banyak dan mencegah bahaya dengan membuat hak milik menjadi tugas masyarakat berdasarkan syariat. Islam memberi pengakuan terhadap hak milik individu, memberi kebebasan mendorong mengatur dan melindunginya, namun tidak membebaskan terhadap kendali seperti dalam sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Sebaliknya, Islam juga mengakui hak milik umum berupa harta yang dikhususkan untuk kepentingan masyarakat, seperti jalan, sungai, tanah pusaka, barang tambang dan petroleum. Pemilikan umum tersebut, khususnya barang tambang dan petroleum semata-mata harus menjadi milik negara atau baitul mal dan pemanfaatannya harus sesuai dengan syariat.

Persoalan ekonomi senantiasa menarik perhatian berbagai lapisan, baik individu maupun masyarakat.

MANAJEMEN PESERTA DIDIK PERSPEKTIF ISLAM

Buku ini menguraikan secara komprehensif tentang perencanaan peserta didik dalam konteks pendidikan Islam. Melalui berbagai bab yang disusun secara sistematis, penulis mengajak pembaca untuk memahami pentingnya perencanaan yang matang dan terarah dalam membentuk peserta didik yang unggul secara intelektual dan spiritual. Dalam bab-bab awal, buku ini membahas landasan teoritis dan filosofis perencanaan peserta didik, yang mencakup prinsip-prinsip pendidikan Islam dan peraturan pemerintah yang berlaku. Penulis menekankan bahwa pendidikan Islam tidak hanya mengedepankan aspek intelektual, tetapi juga pembentukan karakter dan akhlak mulia. Oleh karena itu, perencanaan peserta didik harus dilakukan dengan mempertimbangkan keseimbangan antara aspek kognitif, afektif, dan psikomotorik. Selanjutnya, buku ini membahas secara rinci tentang proses penerimaan peserta didik baru, yang mencakup seleksi dan orientasi. Penulis menekankan bahwa proses ini harus dilakukan dengan cermat dan adil, untuk memastikan bahwa setiap peserta didik mendapatkan kesempatan yang sama untuk berkembang. Orientasi yang baik akan membantu peserta didik untuk beradaptasi dengan lingkungan sekolah dan memulai proses belajar dengan motivasi yang tinggi. Bab-bab berikutnya menjelaskan tentang pengelompokan peserta didik berdasarkan berbagai kriteria, seperti kemampuan akademik, minat, dan bakat. Pengelompokan yang efektif akan membantu pendidik untuk memberikan perhatian yang lebih personal dan sesuai dengan kebutuhan setiap peserta didik. Selain itu, penulis juga membahas tentang pentingnya program pembinaan dan pengembangan peserta didik yang berkelanjutan, agar mereka dapat mencapai potensi maksimalnya. Buku ini juga menggarisbawahi pentingnya disiplin dan pengelolaan kelas yang baik dalam mendukung proses perencanaan peserta didik. Disiplin yang diterapkan dengan bijak akan menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, sementara pengelolaan kelas yang efektif akan memastikan bahwa setiap peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan maksimal. Pada bagian akhir, penulis mengajak pembaca untuk merefleksikan kembali seluruh proses perencanaan peserta didik yang telah dibahas, dan memberikan berbagai rekomendasi praktis untuk implementasinya. Penulis juga menekankan bahwa pendidikan adalah proses yang dinamis dan terus berkembang, sehingga perencanaan peserta didik harus selalu dievaluasi dan disesuaikan dengan perkembangan zaman dan kebutuhan peserta didik. Dengan memahami dan menerapkan prinsip-prinsip yang disampaikan dalam buku ini, diharapkan pendidik dan manajer sekolah dapat mengoptimalkan potensi setiap peserta didik, sehingga mereka dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan fitrahnya, menemukan bakatnya, dan menjadi insan yang unggul secara intelektual dan spiritual. Kritik dan saran dari berbagai pihak sangat diharapkan untuk penyempurnaan buku ini di masa mendatang. Semoga buku ini bermanfaat bagi seluruh pembaca dan senantiasa diberkahi oleh Allah SWT dalam setiap langkah kita menuntut ilmu. Dengan demikian, buku ini tidak hanya menjadi panduan praktis bagi para pendidik, tetapi juga memberikan wawasan mendalam tentang pentingnya perencanaan dalam menciptakan sistem pendidikan yang holistik dan berkelanjutan. Semoga buku ini dapat menjadi kontribusi yang berarti dalam upaya menciptakan generasi yang cerdas, berkarakter, dan berakhlak mulia.

... Peserta Didik di SMAN 5 Kota Cirebon ( Management of Student Planning at SMAN 5 Cirebon City ) ' , Vol . 6 No. 1 , Journal of Islamic Education Management , h . 79 . the visualization and formulation of proposed activities, belive ...

Ekonomi Islam: Teori dan Aplikasinya pada Aktivitas Ekonomi - Rajawali Pers

Buku Ekonomi Islam ini merupakan buku teks yang ditujukan untuk memberikan panduan ajar Ekonomi Islam di perguruan tinggi. Seluruh tema dibahas secara beruntun mulai dari ekonomi mikro sampai pada kebijakan ekonomi yang dilakukan oleh pemegang otoritas moneter. Disajikan dalam perspektif ekonomi Islam meliputi: Ø Overview Ekonomi Islam Ø Prinsip-Prinsip Ekonomi Islam Ø Sejarah Pemikiran Ekonomi Islam Ø Teori Perilaku Konsumsi Islami Ø Teori Produksi Islami Ø Distribusi Pendapatan dalam Ekonomi Islam Ø Mekanisme Pasar Islami Ø Teori Permintaan dan Penawaran Ø Al-Hisbah: Pengawasan Pasar Ø Kebijakan Fiskal dalam Ekonomi Islam Ø Zakat Sebagai Instrumen Finansial Islam Ø Wakaf Uang Sebagai Instrumen Finansial Islam Ø Fungsi Uang dalam Ekonomi Islam Ø Inflasi dalam Perspektif Ekonomi Islam Seluruh pembahasan ini disajikan secara komprehensif dengan mengemukakan alasan secara naqli dari Al-Qur’an dan hadis Teori-teori ekonomi yang dilahirkan ahli-ahli ekonomi Islam klasik seperti Abu Yusuf, al-Ghazali, Ibn Taimiyah, dan Ibn Khaldun. Didukung dengan teori kontemporer yang sudah ada.

Buku Ekonomi Islam ini merupakan buku teks yang ditujukan untuk memberikan panduan ajar Ekonomi Islam di perguruan tinggi.