Sebanyak 66 item atau buku ditemukan

Kajian Kurikulum Kimia Dan SMK

Bab I memberikan informasi awal mengenai deskripsi Mata KuliahKajian Kurikulum Kimia SMA/K, rencana pembelajaran, petunjukpenggunaan buku ajar, standar kompetensi, dan bentuk evaluasiperkuliahan. Bab II menjelaskan tentang konsep dasar kurikulum yangmeliputi definisi kurikulum, teori kurikulum, komponen kurikulum,kurikulum dan pendidikan, dan terminologi kurikulum. Bab IIImendeskripsikan mengenai landasan pengembangan kurikulum, prinsip-prinsip pengembangan kurikulum, langkah-langkah dalam pengembangankurikulum, model-model pengembangan kurikulum, pendekatan dalam pengembangan kurikulum, dan pengorganisasian kurikulum. Bab IVmemaparkan tentang perkembangan kurikulum pendidikan di Indonesia, dari Rencana Pelajaran 1947 hingga Kurikulum 2013 Revisi. Bab V menjelaskan tentang kurikulum untuk mata pelajaran kimia dalam pendidikan, kajian konten kimia SMA pada KTSP 2006, dan kajian konten kimia SMA pada Kurikulum 2013 Revisi. Bab VI mendeskripsikan tentang tantangan pembelajaran kimia SMK dalam Kurikulum 2013 Revisi, kajian konten mata pelajaran kimia untuk SMK kompetensi keahlian kimia industri, kimia analisis, analisis pengujian laboratorium, kimia tekstil, farmasi klinis & komunitas, dan farmasi industri dalam Kurikulum 2013 Revisi. Pada bagian terakhir, Bab VII memberikan penjelasan terkait Kurikulum Kimia Internasional untuk SMA.

Pada bagian terakhir, Bab VII memberikan penjelasan terkait Kurikulum Kimia Internasional untuk SMA. Buku Kajian Kurikulum Kimia SMA Dan SMK ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Pedoman Akademik PAUD/RA Darul Fikri Kota Tanjungbalai

Dalam sebuah manajemen dikatakan berhasil jika seluruh sistem dan stakeholder di dalamnya berproses dan bekerja pada satu tujuan. Artinya, untuk mencapai tujuan yang dimaksud maka dibutuhkan keterpaduan baik dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) sistem manajemen itu sendiri. Oleh sebab itu, kami menyadari bahwa dalam konsep pendidikan islam terpadu, keterpaduan adalah sebuah keniscayaan dalam pengelolaan pendidikan itu sendiri. Keterpaduan yang dimaksud dalam hal ini adalah penerapan proses pendidikan yang sejalan antara pihak sekolah dengan keluarga. Iklim yang dibangun sekolah harus sama dengan di rumah. Dengan demikian, proses pendidikan akan berjalan secara optimal dan wujud dari hasilnya juga akan sesuai dengan yang diharapkan. Pedoman Akademik PAUD/RA Darul Fikri Kota Tanjungbalai ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak

Pedoman Akademik PAUD/RA Darul Fikri Kota Tanjungbalai ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak

Memikirkan Kembali Problematika Perkawinan Poligami Secara Sirri

Pernikahan juga merupakan proses bersatunya dua orang pada suatu ikatan yang di dalamnya terdapat komitmen dan bertujuan untuk membina rumah tangga dan meneruskan keturunan. Perkawinan merupakan suatu persatuan. Persatuan itu diciptakan oleh cinta dan dukungan yang diberikan oleh seorang pria pada istrinya, dan wanita pada suaminya. Poligami atau menikah lebih dari seorang istri bukanlah merupakan masalah baru. Sebahagian kalangan menganggap bahwa poligami merupakan ajaran dan warisan Islam. Mereka berasumsi bahwa poligami baru dikenal setelah Islam datang dan berkembang. Poligami atau perkawinan lebih dari satu orang merupakan suatu hal yang sangat ditakuti oleh setiap kaum wanita. Pelaksanaan poligami atau kawin lebih dari satu orang tanpa dibatasi oleh peraturan yang membatasinya secara ketat, maka akan menimbulkan hal-hal yang bersifat negatif dalam menegakkan rumah tangganya. Semoga buku ini dapat dipergunakan sebagai salah satu acuan, petunjuk maupun pedoman bagi pembaca dan pengetahuan mengenai problematik perkawinan poligami secara sirri. Memikirkan Kembali Problematika Perkawinan Poligami Secara Sirri ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak

Poligami dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia terbitan Balai Pustaka
mempunyai makna “sistem perkawinan yang salah satu pihak memiliki atau
mengawini beberapa lawan jenisnya dalam waktu yang bersamaan”.43 W.J.S. ...

Filsafat Ilmu

Filsafat ilmu yang ditulis dalam buku ini untuk membahas apa (ontologi), bagaimana (epistemologi), dan untuk apa (aksiologi) sebagai wujud kegiatan keilmuan. Selanjutnya juga dikaji hakekat sarana berfikir ilmiah yang patut dikuasai seperti bahasa, logika, matematika dan statistika. Teknologi sebagai bentuk kongkrit penerapan pengetahuan ilmiah dalam memecahkan masalah mempunyai implikasi-implikasi moral dan sosial dalam pelaksanaannya. Materi filsafat ilmu yang terkandung dalam buku ini ada enam bab. Bab pertama tentang pendekatan dan beberapa pengertian filsafat. Bab kedua mengenai pengertian, manfaat dan ruang lingkup filsafat ilmu. Bab ketiga tentang metode, sistem berfikir ilmiah dalam perkembangan ilmu. Bab keempat tentang bangunan teori dalam filsafat ilmu dan pengetahuan. Bab kelima menjelaskan tentang sarana berfikir ilmiah dan prilaku ilmiah sedangkan Bab keenam tentang rangkuman : pengetahuan, metode ilmiah, struktur pengetahuan ilmiah dan ilmu dalam perspektif moral dan politik. Dengan demikian titik berat pembahasan diletakkan pada kesamaan yang terdapat dalam berbagai aliran dan bukan pada pembahasannya. Untuk pembahasan filsafat ilmu ini, maka pendekatan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Keutamaan kajian Filsafat Ilmu dalam buku ini bukanlah pendalaman yang bersifat teknis, melainkan pengkajian secara menyeluruh. Salah satu tujuan yang ingin dicapai dalam kajian buku ini untuk senang belajar Filsafat Ilmu, Sehingga pengkajian filsafat ilmu (das sein) tidak pernah bisa dilepaskan dari moral (das sollen). Sebab, ilmu tanpa moral seperti kapal tanpa kompas. Kaitan antara kebenaran (berkonotasi ilmiah) dan keadilan (berkonotasi moral), yang merupakan asas dalam menegakkan hukum Filsafat Ilmu ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak

Untuk pembahasan filsafat ilmu ini, maka pendekatan ilmiah dapat dipertanggungjawabkan. Keutamaan kajian Filsafat Ilmu dalam buku ini bukanlah pendalaman yang bersifat teknis, melainkan pengkajian secara menyeluruh.

Sejarah Peradaban Islam

Buku kategori Sejarah Islam berjudul Sejarah Peradaban Islam karya Akhmad Saufi dan Hasmi Fadillah. Nabi Muhammad saw. Lahir (571 M) di kota Mekah. Kota adalah sebuah kota yang sangat terkenal diantara kota-kota Arab baik karena tradisi maupun letak geografisnya. Kota Mekah dilalui oleh jalur perdagangan yang ramai dan makmur dimana agama dam masyarakat Arab ketSika itu mencerminkan realita kesukuan masyarakat Jazirah Arab (Badri Yatim 2004: 9). Kondisi masyarakat Arab pada saat itu sangat jauh dari ajaran Islam yang diistilahkan dengan masa Jahiliyah. Mekah merupakan kota suci yang telah dibangun sejak kedatangan Nabi Ibrahim bersama isteri dan anaknya (Ismail) dalam membentuk tatanan masyarakat yang beradab atau suku Quraisy. Dibangun di atas fondasi iman dan takwa kepada Allah swt. (agama tauhid) sebagai agama yang hanif. Perjalanan waktu lambat laun menyebabkan generasi sesudahnya kurang memperhatikan dan mengamalkan ajaran yang pernah dibawah oleh Nabi Ibrahim dan Ismail yang berdampak pada terkikisnya akidah dan moral bahkan lenyap dari diri mereka atau mayoritas anggota masyarakat.

Buku kategori Sejarah Islam berjudul Sejarah Peradaban Islam karya Akhmad Saufi dan Hasmi Fadillah.

Philosophies of Islamic Education

Historical Perspectives and Emerging Discourses

The study of Islamic education has hitherto remained a tangential inquiry in the broader focus of Islamic Studies. In the wake of this neglect, a renaissance of sorts has occurred in recent years, reconfiguring the importance of Islam’s attitudes to knowledge, learning and education as paramount in the study and appreciation of Islamic civilization. Philosophies of Islamic Education, stands in tandem to this call and takes a pioneering step in establishing the importance of its study for the educationalist, academic and student alike. Broken into four sections, it deals with theological, pedagogic, institutional and contemporary issues reflecting the diverse and often competing notions and practices of Islamic education. As a unique international collaboration bringing into conversation theologians, historians, philosophers, teachers and sociologists of education Philosophies of Islamic Education intends to provide fresh means for conversing with contemporary debates in ethics, secularization theory, child psychology, multiculturalism, interfaith dialogue and moral education. In doing so, it hopes to offer an important and timely contribution to educational studies as well as give new insight for academia in terms of conceiving learning and education.

Philosophies of Islamic Education, stands in tandem to this call and takes a pioneering step in establishing the importance of its study for the educationalist, academic and student alike.