Buku ini merupakan sebuah analisis sistematis dan kritis atas Teori Diskursus Habermas dan model ‘demokrasi deliberatif’-nya. Setelah mengantar ke dalam Teori Diskursus dan penerapannya pada hukum dan negara hukum, penulis mengupas secara komprehensif pemikiran Habermas mengenai sirkulasi deliberasi politis dari kelompok-kelompok civil society dalam ruang publik menuju ke dalam sistem politik, termasuk problem agama dalam ruang publik dan gerakan-gerakan protes. Untuk memastikan pendiriannya, penulis menempatkan Teori Diskursus dalam konstelasi perdebatan antara liberalisme dan komunitarianisme di dalam filsafat politik kontemporer dan secara kritis memeriksa asumsi-asumsi Habermas untuk membuka diskusi lebih lanjut. Dilengkapi dengan teks hasil wawancara penulis dengan Habermas sendiri, buku ini menawarkan sebuah model menarik untuk pemahaman dan praktik negara hukum demokratis dalam masyarakat Indonesia pasca-Suharto. Sebuah bacaan wajib bagi para politikus, aktivis HAM, dosen, aktivis sosial dan hukum, mahasiswa dan masyarakat luas yang hendak memahami esensi demokrasi radikal dalam masyarakat majemuk.
Explores the core areas of philosophy including metaphysics, epistemology, ethics, and logic, providing students with a foundational understanding of philosophical inquiry.
Explores the core areas of philosophy including metaphysics, epistemology, ethics, and logic, providing students with a foundational understanding of philosophical inquiry.
A Historical Survey of the Major Muslim Political Thinkers of the Modern Era
The debates on 'Islam and Modernity' clearly include in their analysis notions of the State. Abdelillah Belkeziz here charts the development of the concept of 'the state' (al-dawlah) in Islamic discourse over the last two centuries. The result is a tour de force survey of the most influential Muslim thinkers of the modern era, which encompasses three successive waves: the modernist trends of the early and later reformers like Sayyed Jamal Eddin Al-Afghani; the dogmatism of ideologues like Hasan Al-Bana; and the rhetoric of revivalists like the Ayatollah Khomeini. Through this analysis, Belkeziz argues that modern Islamic political thought succeeded in producing ideologies, but ultimately failed to produce a unified theory of state. This work is an essential encyclopedic resource for all scholars and researchers of Political Islam and will become a standard work in the field.
Pengantar Filsafat adalah salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa, materi buku ini telah disesuaikan dengan silabi/RPS Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM). Adapun tujuan mata kuliah ini adalah agar mahasiswa dapat mengenal dan memahami perkem-bangan filsafat secara umum mulai dari filsafat klasik hingga kini, termasuk filsafat Islam. Pendekatan yang kami gunakan dalam menyiapkan buku ini adalah pendekatan historis. Karena sejarah filsafat didominasi oleh sejarah pertarungan antara akal dan hati (filsafat dan iman). Inilah yang men-dorong penulis ketika menggagas tulisan ringan dan mudah dicerna bagi mahasiswa strata satu (S1) untuk mengenalkan pola berpikir filosofis. Salah satu jalan terbaik untuk itu adalah dengan mengulas khazanah pemikiran yang pernah dan terus berkembang dalam sejarah. Buku ini berisikan beberapa pembahasan yang disajakan dalam 9 bab, yaitu: Urgensi Belajar Filsafat; Pengertian, Problem, Objek dan Ciri Berfikir Filsafat; Kedudukan dan Cabang Filsafat; Filsafat Klasik; Filsafat Abad Pertengahan; FIlsafat Modern; Aliran Filsafat Modern; Filsafat Kontemporer; dan Filsafat Islam
Pengantar Filsafat adalah salah satu mata kuliah yang wajib diambil oleh seluruh mahasiswa, materi buku ini telah disesuaikan dengan silabi/RPS Kurikulum Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM).
Buku ini merupakan eksplorasi mendalam tentang pengaruh dan kontribusi pemikiran Islam, khususnya dalam menghasilkan landasan kuat bagi pengembangan ilmu pendidikan agama Islam. Menggali dimensi pendidikan dalam ajaran para pemikir muslim, buku ini menyoroti pentingnya dasar filosofis, epistemologis, dan aksiogis sebagai pondasi ilmu pendidikan agama Islam. Berbeda dari pemikiran Barat yang sering materialistis, pemikiran Islam menekankan pentingnya keseimbangan jasmani dan rohani, dengan tujuan utama memperhalus jiwa dan membentuk kepribadian tangguh. Dengan menggali perkembangan kebudayaan Alam Melayu secara historis, buku ini menghadirkan pendalaman wawasan mengenai perkembangan pendidikan Agama Islam sejak Zawiyah Cot Kala masa Kesultanan Peureulak, Zawiyah Blang Pria masa Kesultanan Samudra Pasai, Jamiah Baiturrahman masa Kesultanan Aceh Darussalam, hingga surau-surau di Minangkabau, dan pesantren-pesantren terpadu era kontemporer di Sumatera Utara. Buku ini menunjukkan bagaimana dinamika perkembangan pendidikan agama Islam yang terus terjadi dalam sejarah menjadi telah memberikan kontribusi besar terhadap kemajuan bangsa, termasuk terbentuknya bahasa persatuan nasional.
Buku ini merupakan eksplorasi mendalam tentang pengaruh dan kontribusi pemikiran Islam, khususnya dalam menghasilkan landasan kuat bagi pengembangan ilmu pendidikan agama Islam.
Although we live in a period of unprecedented globalization and mass migration, many contemporary western liberal democracies are asserting their sovereignty over who gets to become members of their polities with renewed ferocity. Citizenship matters more than ever. In this book, Elizabeth F. Cohen and Cyril Ghosh provide a concise and comprehensive introduction to the concept of citizenship and evaluate the idea’s continuing relevance in the 21st century. They examine multiple facets of the concept, including the classic and contemporary theories that inform the practice of citizenship, the historical development of citizenship as a practice, and citizenship as an instrument of administrative rationality as well as lived experience. They show how access to a range of rights and privileges that accrue from citizenship in countries of the global north is creating a global citizenship-based caste system. This skillful critical appraisal of citizenship in the context of phenomena such as the global refugee crisis, South-North migration, and growing demands for minority rights will be essential reading for students and scholars of citizenship, migration studies and democratic theory.
Citizenship matters more than ever. In this book, Elizabeth F. Cohen and Cyril Ghosh provide a concise and comprehensive introduction to the concept of citizenship and evaluate the idea’s continuing relevance in the 21st century.
Orang-orang idiot membakar buku dengan alasan yang sama dengan alasan para filsuf menulisnyaÑbuku itu penting dan bertenaga. Namun mengapa buku-buku filsafat politik itu penting, belum lagi ratusan artikel filsafat politik yang dipublikasikan setiap tahun? Alasannya antara lain karena buku itu menarik, tetapi juga karena buku itu berdaya pengaruh. Buku mengubah pikiran dan, pada gilirannya, mengubah dunia. Para filsuf politik menulis buku-buku mereka dengan alasan yang sama seperti alasan para penggerak revolusi politik membacanyaÑbuku-buku tersebut mengubah dunia. Dalam buku yang orisinal ini, Jonathan Floyd menjelaskan tiga hal: apa itu filsafat politik, bagaimana Anda dapat berfilsafat politik, dan mengapa Anda mungkin ingin berfilsafat politik. Ditulis dengan gaya yang mudah dicerna oleh para pendatang baru dalam filsafat politik, ini adalah buku yang harus dibaca oleh para peneliti yang risetnya bersentuhan dengan esensi, metode, dan tujuan disiplin ilmu ini. Ini adalah juga buku yang wajib-bakar di mata orang-orang yang menginginkan dunia yang bungkam dan tak tercerahkan.
... Philosophy versus History ? Contextualism and Real Politics in Contemporary Political Thought ( Cambridge ... umum ( general reflective equilibrium ) maupun , dan mungkin antara lain karena itu , sejumlah karakteristik tertentu ...