Sebanyak 33 item atau buku ditemukan

Pendidikan Kewarganegaraan : Civic Education

Pendidikan kewarganegaraan sebenarnya dikembangkan diseluruh dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah dan nama. Mata kuliah tersebut sering disebut sebagai civic education, citizenship education dan bahkan ada yang menyebut sebagai democracy education. Mata kuliah ini memiliki peranan yang strategis dalam mempersiapkan warganegara yang cerdas, bertanggung jawab dan berkeadaban. Berdasarkan rumusan “Civic Internation” pada tahun 1995, disepakati bahwa pendidikan demokrasi penting untuk pertumbuhan civic culture, Untuk keberhasilan pengembangan dan pemeliharaan pemerintah demokrasi Semangat perjuangan bangsa yang telah ditunjukkan pada kemerdekaan 17 Agustus 1945 tersebut dilandasi oleh keimanan serta ketakwaan kepada Tuhan Yang Maha Esa dan keikhlasan untuk berkorban. Landasan perjuangan tersebut merupakan nilai-nilai perjuangan Bangsa Indonesia. Semangat inilah yang harus dimiliki oleh setiap warga negara Republik Indonesia dalam mengisi kemerdekaan. Selain itu nilai-nilai perjuangan bangsa Indonesia masih relevan dalam memecahkan setiap permasalahan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara serta terbukti keandalannya. Tetapi nilai–nilai perjuangan itu kini telah mengalami pasang surut sesuai dengan dinamika kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Pendidikan kewarganegaraan sebenarnya dikembangkan diseluruh dunia, meskipun dengan berbagai macam istilah dan nama.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN BERBASIS NILAI PANCASILA DAN AHLUSSUNNAH WAL JAMA’AH

Upaya mempersiapkan generasi bangsa yang cerdas, unggul, bertanggung jawab, serta berdaya saing kuat, maka perlu diberikan pembelajaran tentang pendidikan karakter. Salah satunya melalui Pendidikan Kewarganegaraan. Pendidikan kewarganegaraan diajarkan sejak sekolah dasar hingga perguruan tinggi. Tujuan akhirnya adalah mampu mengimplementasikan nilai kehidupan yang terkandung dalam materi Pendidikan Kewarganegaraan berdasarkan nilai Pancasila pada kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara. Merujuk pada sila pertama “Ketuhanan yang Maha Esa” tentu erat kaitannya dengan agama, Ahlussunnah Wa Jama’ah sendiri merupakan aliran dalam agama Islam. Nilai kehidupan Ahlussunnah Wal Jama’ah dalam bermasyarakat, berbangsa bahkan bernegara sangat relevan dengan nilai Pancasila mengingat pendirian bangsa Indonesia atas rahmat Tuhan, dan Pancasila sendiri merupakan filsafat, ideologi, juga paradigma kehidupan bangsa Indonesia. Perpaduan nilai Pancasila dengan nilai Ahlussunnah Wal Jama’ah akan menciptakan generasi yang berkarakter, berjiwa religius serta mampu meningkatkan rasa cinta tanah air. Tentunya hal tersebut sangat selaras dengan konsep bela negara pada sistem pertahanan negara yang diajarkan dalam Pendidikan Kewarganegaraan.

Upaya mempersiapkan generasi bangsa yang cerdas, unggul, bertanggung jawab, serta berdaya saing kuat, maka perlu diberikan pembelajaran tentang pendidikan karakter.

Reformasi pendidikan

kritik kurikulum dan manajemen berbasis sekolah

Educational reform in regards to curriculum and school management in Indonesia.

saja dari waktu ke waktu terasa semakin out to date ( kuno ) dan untuk mengejar
yang lebih baru dan canggih ... akademikanya bagi kegiatan - kegiatan
keagamaan seperti ceramah dan dialog keagamaan , khataman al - Qur ' an (
bagi yang ...

Sumber konflik masyarakat Muslim Muhammadiyah-NU

perspektif keberterimaan tahlil

Controversy between Muhammadiyah and N.U. organizations on perspective of Muslim prayers for the deceased in Indonesia.

Buku - buku yang ditulis kelompok modernis yang berisi misi , pandangan
keagamaan , dan interpretasi hukum Islam di antaranya adalah Muhammadiyah
Sebagai Gerakan Islam ( 1976 ) , yang ditulis Mustafa Kamal , Chusnan Yusuf ,
dan ...

Radikalisme keagamaan dan perubahan sosial

Growth of radical Islamic movements in a changing society in Indonesia.

Growth of radical Islamic movements in a changing society in Indonesia.

KEPEMIMPINAN PELAYAN : Dimensi Baru Dalam Kepemimpinan

DR. H. Zainuddin Mustapa, Drs., S. Psi, M. Si, M. H., sebelumnya adalah dosen Kopertis Wilayah VII Surabaya Jawa Timur dan Kalimantan Timur dengan NIP.132 048 997 kemudian beralih tugas ke Kopertis Wilayah IX Sulawesi. melanjutkan pendidikan di Fisipol Unhas Program Studi Ilmu Politik/Pemerintahan tahun 1991. Fakultas Tarbiyah IAIN Alauddin Makassar Proram Studi Pendidikan Agama Islam tahun 1987-1989. Program Pascasarjana Unhas Program Studi Administrasi Pembangunan tahun 2000. Fakultas Psikologi Program Studi Psikologi (Kekhususan Psikologi Klinis) Universitas Indonesia Timur tahun 2005. Program Pascasarjana Unhas Program Doktor (S3) Ilmu Sosial tahun 2001-2004. Dr. Maryadi, S.E., M.M. adalah dosen Yayasan STIE-Nobel Indonesia Makassar. melanjutkan pendidikan S3 di Universitas Negeri Makassar. Pernah Bekerja Pada PT. Bosowa Utama Corp Tahun 1994, PT. Bumi Sawindo Permai, Crude Palm Oil & Plantation Di Muara Enim Palembang Sumatra Selatan Tahun 2002, PT. Bulungan Lestari Mandiri, Cold Stored Di Bulungan Kalimantan Timur Tahun 2008 dan Dosen Tetap Pascasarjana Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi Nobel Indonesia 2009-Sekarang.

DR. H. Zainuddin Mustapa, Drs.

Sosiologi Politik

Makna Kekuasaan Dan Transformasi Politik

Buku sosiologi politik ini merupakan rangkaian kajian kritis tentang isu-isu penting yang berkaitan dengan kekuasaan atau power, relasi 'state' dan 'civil society', demokrasi dan formasi masyarakat klasik maupun kontemporer, elite dan kajian klas, serta kajian stabilitas dan instabilitas sosial. Kajian isu-isu penting tersebut dilakukan dengan mengacu pada banyak perspektif pemikiran, mulai dari Hobbes, Montesquieu, Durkheim, Max Weber, Karl Marx, Althusser, Horkheimer, Gramsci, Alexis de Tocqueville, Vilfredo Pareto, Gaetano Mosca, S.M. Lipset, H. Crough, F.W. Riggs, Schmitter, Nordhaus hingga C. Wright Mills, Liddle, Hefner, Fukuyama dan sejumlah pemikir lainnya. Dalam konteks ini didialogkan juga konstruks elite, masyarakat Jawa, dan pemikir Islam tentang kekuasaan mengacu pada pemikiran Anderson, Ibn Khaldun, Ali Abd. Raziq, di samping juga pemikiran Maududi. Buku ini mengkaji relasi elite dan masyarakat atau civil society. Ia diletakkan dalam konteks pengelolaan kekuasaan. Elite cenderung determinative terhadap civil society. Kata Kenneth Minogue (1994) Profesor Emeritus dalam Ilmu Politik di London School of Economics. an elite party, or vanguard, takes over all power and proceeds to tutor the population in how to think and to act. Dalam praktik bahkan cenderung menggunakan kekerasan. Oleh karena itu buku ini mengajak pembaca memahami kecenderungan elite menggunakan kekerasan, terutama oleh elite yang telah kehilangan kepekaan moral seperti yang muncul dalam kajian C. Wright Mills. Transformasi dan perubahan politik menuju kepolitikan modern dikaji melalui Pemilu yang dalam hal ini ditempatkan sebagai langkah konsolidasi menuju kekuasaan dan demokrasi. Di samping juga dikaji melalui prasyarat budaya yang diperlukan untuk mengkonsolidasikan sistem politik yang demokratis. Pengalaman empirik sangat diperlukan, dalam hal ini diambilkan dari pengalaman bangsa Indonesia, bangsa yang dikenal penduduknya memiliki basis religio politik keagamaan yang kuat.

Buku sosiologi politik ini merupakan rangkaian kajian kritis tentang isu-isu penting yang berkaitan dengan kekuasaan atau power, relasi 'state' dan 'civil society', demokrasi dan formasi masyarakat klasik maupun kontemporer, elite dan ...