Konsep kepemimpinan selalu berkembang dari waktu ke waktu. Seiring dengan berbagai tantangan global, kepemimpinan harus dinamis dan berorientasi jauh ke depan. Suatu organisasi akan “semakin tak berdaya” jika kepemimpinan yang diterapkan tidak adaptif dan visioner. Kepemimpinan pendidikan abad 21 adalah sebuah pendekatan baru dalam memimpin dan mengelola sekolah atau lembaga pendidikan yang mengacu pada tantangan dan perubahan yang terjadi pada abad 21. Penerapan teknologi informasi dan komunikasi, pengembangan kurikulum yang berkaitan dengan kemampuan hidup, dan pemahaman yang lebih baik tentang bagaimana belajar terjadi sangat perlu untuk dikembangkan dan menjadi perhatian yang intens bagi seorang pemimpin di abad 21. Semua pemimpin harus berpikir besar dan melakukan langkah besar, namun etika kepemimpinan tetap menjadi jiwa dalam praktik kepemimpinan apalagi dalam kepemimpinan pendidikan.
Kepemimpinan pendidikan abad 21 adalah sebuah pendekatan baru dalam memimpin dan mengelola sekolah atau lembaga pendidikan yang mengacu pada tantangan dan perubahan yang terjadi pada abad 21.
Studi-studi yang menguraikan konsep teoritis dan temuan empirik struktur modal perbankan syariah memang sudah banyak. Namun relevansi teori struktur modal dan perspektif Islam belum diperhatikan. Misalnya pertanyaan tentang bagaimana prinsip syariah memengaruhi keputusan struktur modal perbankan syariah. Fakta bahwa perbankan syariah diatur dengan kuat oleh prinsip-prinsip syariah, seperti larangan transaksi berbasis riba, pentingnya mekanisme Profit and Loss Sharing (PLS), kewajiban pembayaran zakat, dan transparansi penuh yang memiliki konsekuensi serius pada struktur modal perbankan syariah. Kekosongan tersebut berusaha diisi oleh kehadiran buku ini dengan membahas struktur modal menurut perspektif ekonomi Islam dengan menyoroti perbankan syariah di Indonesia. Penulis menghubungkan struktur modal perbankan syariah dengan konsepsi Islam terkait struktur modal. Buku ini diharapkan bisa menjelaskan struktur modal pada perbankan syariah berdasarkan perspektif ekonomi Islam sesuai dengan Al-Qur’an, sunah, dan pendapat tokoh-tokoh Islam.
Alhamdulillahirabbil’alamin. Penulis bersyukur kehadirat Allah swt yang karena kasih sayangnya inspirasi dan motivasi untuk menyelesaiakan penulisan buku ini dapat terjaga hingga buku ini dapat diterbitkan. Fokus utama buku ini membahas jaminan ekonomi rakyat dalam perspektif Islam. Buku ini terbagi dalam enam bab. Bab pertama, Politik Ekonomi dalam Islam: Urgensi dan Perkembangan Wacana. Bab ini membahas politik hukum ekonomi dalam Islam, khususnya masalah jaminan ekonomi rakyat yang harus dilakukan oleh sebuah pemerintahan. Bab kedua, Jaminan Ekonomi Rakyat dalam Tradisi Hukum Barat; Sebuah Deskripsi Untuk Komparasi. Bab ini membahas varian madzhab negara kesejahteraan dan implementasi jaminan sosial (ekonomi rakyat) di berbagai negara dalam tradisi hukum Barat. Di samping itu, juga dibahas kritik terhadap negara kesejahteraan. Bab ketiga, Prinsip Islam tentang Jaminan Ekonomi Rakyat. Di dalam bab ini dibahas tentang prinsip-prinsip bagi pemimpin dan warga negara untuk perwujudan jaminan sosial. Bab keempat, Implementasi Jaminan Ekonomi Rakyat dalam Perspektif Islam. Kajian difokuskan pada bentuk-bentuk jaminan sosial dalam pemerintahan Islam serta landasan nilai bagi eksistensi model negara kesejahteraan dalam Islam.
Alhamdulillahirabbil’alamin. Penulis bersyukur kehadirat Allah swt yang karena kasih sayangnya inspirasi dan motivasi untuk menyelesaiakan penulisan buku ini dapat terjaga hingga buku ini dapat diterbitkan.
Berubahnya peta perekonomian global menempatkan kreatifitas menjadi modal utama dalam menghadapi tantangan global. Dalam konteks globalisasi, daya saing merupakan kunci utama untuk bisa sukses dan bertahan (Bahri, 2014). Daya saing ini muncul tidak hanya dalam bentuk produk dalam jumah banyak namun juga berkualitas. Kualitas produk tersebut dapat diperoleh melalui pencitraan ataupun menciptakan produk-produk inovatif yang berbeda dari wilayah lainnya, sehingga diperlukan kreativitas yang tinggi untuk dapat men- ciptakan produk-produk inovatif dan berdaya saing secara global. Berangkat dari poin inilah, ekonomi kreatif menemukan eksistensinya dan berkembang. Secara umum, ekonomi kreatif (creative economy) diartikan sebagai suatu konsep perekonomian di era ekonomi baru yang mengintensifkan informasi dan kreativitas, dengan mengedepankan ide dan berbagai pengetahuan dari sumber daya manusia itu sendiri, sebagai faktor produksi yang paling utama. Dan menurut United Nations Conference on Trade and Development (UNCTAD), ekonomi kreatif merupakan sebuah konsep ekonomi yang berkembang berdasarkan aset kreatif yang berpotensi menghasilkan pertumbuhan dan perkembangan ekonomi. Jadi, pada dasarnya, konsep ekonomi kreatif ini lebih menge- depankan kreativitas, ide, dan pengetahuan manusia sebagai aset utama dalam menggerakkan ekonomi di suatu negara dan akhirnya bisa mendunia. Titik tekan dalam dunia ekonomi kreatif adalah ide, talenta dan kreatifitas yang menjadi unsur vitalnya (Puspitosarie, 2015). Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (2008) merumuskan ekonomi kreatif sebagai upaya pembangunan ekonomi secara berkelan- jutan melalui kreativitas dengan iklim perekonomian yang berdaya saing dan memiliki cadangan sumber daya yang terbarukan. Definisi yang lebih jelas disampaikan oleh UNDP (2008) yang merumuskan bahwa ekonomi kreatif merupakan bagian integratif dari pengetahuan yang bersifat inovatif, pemanfaatan teknologi secara kreatif dan budaya.
Ada hubungan apa atau bagaimana kita akan menghubungkan antara iman yang irasional dengan ilsafat yang mengandalkan rasio? Buku ini mencoba menjawab pertanyaan itu. Tujuannya jelas, sekalipun filsafat pada dasarnya berusaha senantiasa mencari kebenaran, pencarian kebenaran itu pada akhirnya harus diarahkan pada Yesus, jawaban final atas pencarian kebenaran bagi orang Kristen. Di sini tampak bahwa filsafat berusaha dilihat dalam kacamata iman, Kristen khususnya! Dalam buku ini Anda akan diantar memasuki kancah filsafat. Dari pengertiannya, metodenya, hingga tokoh-tokohnya. Namun, yang tak ketinggalan, kaitan filsafat dengan iman Kristen. Selamat menjelajahi dunia baru!
... Helenisme ” . Pengaruh helenis ini baru terasa sesudah meninggalnya Alexander Agung . Helenisme berasal dari kata Helenis ( = hellenizein ) , artinya : berbahasa Yunani , dan juga menjadikan Yunani ; adalah roh dan kebudayaan Yunani ...