Sebanyak 147 item atau buku ditemukan

Nabi Muhammad Sang Penyayang

"Buku ini adalah buku ketiga dari seri Ensiklopedia Anak Muslim. Buku ini memberikan gambaran bagaimana Nabi Muhammad saw sangat menyayangi semua makhluk ciptaan Allah, termasuk binatang. Teladan bagaimana kita harus mengasihi semua ciptaan Allah sangat banyak ditemukan dalam hadis-hadis. Binatang wajib kita sayangi mencontoh dari tindakan Nabi. Dengan memberikan bimbingan bahwa kita harus menyayangi binatang lewat buku ini, diharapkan anak-anak sejak dini tahu bagaimana seharusnya melakukan para binatang tersebut."

GURU. BAGI. MANUSIA. Binatang sebagai guru? Apakah maksudnya binatang bisa menjadi guru di sekolah? Ha...ha... Lucu sekali ya jika benar ada binatang yang dapat mengajar di depan kelas. sihat bisa diikuti. terkadang Jadi berisi hewan ...

Pemikiran Pendidikan Muhammad Tholchah Hasan

Pemikiran pendidikan Muhammad Tholchah Hasan berangkat dari pendidikan sebagai pondasi peradaban, di mana pemikiran pendidikannya transformatif-humanis-teologis menjadi sarana untuk menghantarkan pendidikan yang berkualitas, dengan mengintegrasikan ilmu-ilmu keislaman dan ilmu-ilmu dari Barat. Lulusannya diarahkan agar anak didik mempunyai kompetensi multitalenta, yang meliputi jasmani, rohani dan akal. Pendidikan yang mengajarkan mulitalenta akan semakin terbuka untuk menjadi pendidikan transformatif. Ketika pendidikan semakin transformatif, maka pendidikan akan semakin berkualitas. Dinamisme pendidikan menjanjikan perubahan dengan syarat pengelolaannya menjungjung tinggi perikemanusian yang bersandar kepada Tuhan sebagai kekuatan transendental. Kiprah Muhammad Tholchah Hasan dalam pendidikan dimulai dengan kepatuhan dan konsistensi mengikuti kepada gurunya. kepatuhan dan konsistensi mengikuti kepada gurunya menjadi pondasi awal untuk mengembangkan pendidikan transformatif yang melahirkan pendidikan berkualitas. Semakin patuh dan konsisten mengikuti kepada gurunya, maka keberhasilan berkiprah di dunia pendidikan semakin berhasil.

Kita tidak dapat mengharapkan perubahan dalam dunia pendidikan terjadi melalui kinerja guru yang oleh sebagian pihak dianggap sebagai bagian dari masalah72. Andy Hargreaves sebagaimana dikutip Kusuma mengatakan bahwa, ...

Muhammad al-Fatih: Sang Penakluk Konstantinopel

Sultan Mehmet II Sang Penakluk: Epos Mengagumkan tentang Pemimpin Muslim Penakluk Konstantinopel Di mata Muslim, Mehmet II dikenal sebagai “Sang Penakluk”, sementara di Barat ia dianggap “Teror bagi Dunia”. Pemimpin yang ditakuti pada masanya ini memegang tampuk kekuasaan Kekaisaran Utsmani sejak berusia 12. Bahkan, usianya baru 21 tahun ketika pada 1453 ia menaklukkan Konstantinopel (Istanbul), ibu kota Romawi Timur di bekas koloni Yunani Byzantium. Selama 32 tahun masa kekuasaannya, pemimpin militer yang brilian ini terus memerintahkan pasukannya untuk memperluas batas kekaisaran hingga Asia Kecil dan terus menerobos ke negeri-negeri Eropa. Demi membendung ekspansi agresifnya, tiga paus pun memeranginya atas nama Kekristenan Eropa melawan imperium baru kaum Muslim. Siapakah sejatinya pemimpin militer sekaligus tokoh renaisans Islam ini? Buku ini “menghidupkan” kembali sosok Mehmet II dari kematiannya serta mengangkat sang sultan dari kubangan mitos. Dan, inilah epos menakjubkan tentang figur penguasa Timur dan Barat, yang dalam sebuah prasasti namanya terpahat sebagai “Sultan dua lautan, bayangan Tuhan di dua dunia, abdi Tuhan di antara dua ufuk, pahlawan di laut dan darat, penakluk benteng Konstantinopel”. “Setiap kali saya diminta merekomendasikan buku tentang Turki, saya menjawab, ‘Karya John Freely’. Dan, inilah contoh menakjubkan ihwal kemampuan Freely bertutur sejarah…. Mehmet Sang Penakluk tak pernah terlukiskan secara nyata seperti dalam buku ini.”—Stephen Kinzer, penulis Crescent and Star: Turkey Between Two Worlds “Untuk menggambarkan secara adil sosok Mehmet II yang warna-warni, seseorang harus menggabungkan kecakapannya sebagai pencerita ulung dan kedalaman pengetahuannya tentang Konstantinopel. Dan, pembaca buku ini beruntung karena John Freely memiliki keduanya.”—Heath W. Lowry, Profesor Kajian Ottoman dan Turki Modern “John Freely mengeksplorasi sosok yang kompleks dari Sultan Mehmet II, pangeran renaisans Muslim yang memijarkan cahaya bagi negeri Utsmani pada abad ke-15 namun dilupakan dalam sejarah Eropa.”—NYMAS Review

Dokeianos diyakini bertindak sebagai guru Putri Helen, putri Demetrius Palaeologus, raja Morea. Saat menyerah kepada sang Penakluk pada 1460, Demetrius diberi sebidang tanah di Edirne, seperti dijelaskan sebelumnya, dan Helen masuk ke ...

Muhammad Zulqarnain Sang Pemilik Strategi Global

Tulisan yang kawan-kawan baca ini satu informasi yang sangat urgen untuk ditanggapi oleh bangsa-bangsa di dunia perihal missi Muhammad Dzul-Qarnain-2. Yaitu Al-Quran satu pilihan ILMU yang pernah diaktualisasikan Muhammad pada abad-7 masehi dan berlaku dua kurun waktu sebagai referensi untuk membangun bangsa dalam menggapai cita-cita. Muhammad Zulqarnain Sang Pemilik Strategi Global ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Jibril sebagai makhluk gaya mendimensikan diri sebagai guru yang mengajar nabi Muhammad. Dengan jawaban demikian Jibril kembali mengatakan Shadaqta (anda jujur Muhammad). Islam sebagai penataan hidup sebelum tegak, yang harus tegak ...

Muhammad Quraish Shihab: Perjalanan Sang Ahli Tafsir Kontemporer

Muhammad Quraish Shihab: Perjalanan Sang Ahli Tafsir Kontemporer

Hampir saban malam, setelah memberi ceramah di Jalan Cendana, ia menemui sang Presiden. Sejak itu, Quraish dianggap sebagai guru spiritual Soeharto—kemudian dicap Soehartois, bahkan penjilat. SAYA mengenal Pak Harto sebelum Ibu Tien ...

Bait-Bait Cinta Buat Rasulullah Muhammad SAW

Bait-Bait Cinta Buat Rasulullah Muhammad SAW Penulis : Fadlan Nasution, Nur Amalia Putri, Reni Aryani, dkk Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-309-244-9 Terbit : Desember 2020 Sinopsis : Rasa cinta pasti ada dalam diri setiap insan dan itu merupakan anugerah tak terhingga. Pun demikian dengan kita sebagai manusia biasa, juga tak luput dari rasa cinta. Cinta yang datang memberi warna baru dalam hidup dan kehidupan manusia. Tetapi cinta yang hakiki adalah pada Sang Khaliq yang memberi rasa cinta itu. Termasuk cinta sejati adalah kepada Rasulullah Muhammad SAW. Cinta merupakan bahasa yang tidak asing untuk sebuah puisi. Karena puisi sebenarnya adalah ungkapan cinta. Entah sebagai pengejawantahan rasa kepada sesama makhluk-Nya ataupun kepada Sang Pencipta sebagai sumber dari segala sumber cinta. Ataupun rasa cinta pada Rasul-Nya yang mulia. Untaian kata demi kata tidak pernah habis untuk mengartikan apa itu cinta, bahkan ketika diksi terasa sedikit dan akal mengalami kebuntuan berpikir, cinta tetap dapat menemukan cara untuk dapat diungkapkan. Dalam buku ini berbagai ungkapan cinta terangkai dalam bait-bait cinta kepada Rasulullah Muhammad SAW dengan gaya bahasa yang berbeda. Selamat menikmati sajian Bait-Bait Cinta Buat Rasulullah Muhammad SAW Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

Bait-Bait Cinta Buat Rasulullah Muhammad SAW Penulis : Fadlan Nasution, Nur Amalia Putri, Reni Aryani, dkk Ukuran : 14 x 21 cm ISBN : 978-623-309-244-9 Terbit : Desember 2020 Sinopsis : Rasa cinta pasti ada dalam diri setiap insan dan itu ...

Transvaluasi Nabi Muhammad SAW dalam Pendidikan

Paradigma transvaluasi pertama kali dipakai oleh Friedrich Nietzsche (1844-1900) Seorang fi lsuf Jerman yang yakin bahwa nilai-nilai tradisional masyarakat pada masanya telah mencabut akar-akar sejati agama dan fi lsafat—dan bahkan perikemanusiaan itu sendiri. Sebagai tanggapan terhadap bencana mendatang yang ia lihat kentara pada cakrawala, ia menuntut “transvaluasi nilai” secara menyeluruh—yakni suatu pemikiran ulang yang lengkap terhadap keseluruhan tradisi fi losofi s dan religius yang menghasilkan nilai-nilai tradisional itu

Maka posisi sang guru harus berada di tengah atau bersikap moderat. Posisi menjadi guru memang rumit tetapi ini dibutuhkan agar menghasilkan anak yang beguna untuk masyarakat yang akan mampu mengendalikan negara yang didiaminya.

Merindukanmu, Duhai Muhammad!

Buatlah Nabimu Begitu Spesial di Hatimu

Esok harinya mereka menghadap sang guru dan memberikan batu seperti yang diperintahkan. Ternyata, kedua murid itu membawa batu yang berbeda. Salah satunya membawa kerikil yang banyak karena dia berasal dari daerah yang memang sangat ...

Muhammad Adnan Arsal - Panglima Damai Poso

Konflik berdarah yang terjadi di Poso sejak 1998 tak menyisakan apa-apa selain duka dan sesal yang tak berkesudahan. Bahkan hingga kini, puluhan tahun setelah konflik mencekik, Poso masih kerap dilekati stigma sebagai kawasan berbahaya. Padahal nyatanya tidak, bumi sintuwu maroso itu adalah wilayah asri yang sangat menarik untuk dikunjungi—atau bahkan ditinggali. Salah satu tokoh sentral penjaga perdamaian di Poso adalah Haji Adnan Arsal, Panglima umat muslim Poso ini mengawal perdamaian di wilayahnya dengan melakukan kontekstualisasi jihad; dari yang semula mengangkat senjata menjadi jihad dengan mengangkat pena (pendidikan). Dia—dan sebaiknya kita semua—percaya bahwa kekerasan, sekalipun yang diatasnamakan agama, hanya akan kita sengsara. Haji Adnan adalah tokoh kunci umat muslim di Poso yang ketika konflik terjadi berada di garis depan melindungi umat muslim. Bagi banyak orang, sosoknya lebih dari sekadar guru agama atau kiai; ia adalah pelindung umat, khususnya muslim, baik di saat konflik maupun saat kondisi sudah membaik. —Jenderal Polisi (Purn.) Prof. Drs. H. Muhammad Tito Karnavian, M.A., Ph.D. Komandan Operasi Anti-Teror Polri di Poso, 2005-2007 Bagi saya, Haji Adnan hanya melakukan yang seharusnya ia lakukan, yakni melindungi umat. Dan saya kagum dengan itu. Justru saya curiga dan tidak senang dengan orang-orang yang tidak jelas posisinya waktu itu. —Pendeta Rinaldy Damanik Koordinator Crisis Center GKST, 'Jenderal Pasukan Merah' Lebih dari sekadar tokoh masyarakat dan agama, Haji Muhammad Adnan Arsal adalah orang tua untuk masyarakat Poso. Perjuangan dan ketekunannya mendampingi masyarakat telah menjadikan Poso tertib dan indah seperti sekarang. Saya tak bisa menemukan kata yang tepat untuk menggambarkan betapa kami semua berutang banyak kepada beliau. Buku ini merangkum secara apik sejarah perjalanan hidup beliau, mulai dari masa perjuangan selama konflik, hingga ide-ide besarnya untuk perdamaian yang tak hanya aplikatif untuk Poso, tetapi juga Indonesia, dan bahkan dunia internasional. Selamat membaca! —Arfan PJS. Bupati Poso 2020

Murid-murid Haji Adnan bahkan berdatangan ke rumahnya, sebagian besar menginap, mereka masih menyimpan harap agar sang guru kesayangan tak jadi pergi ke luar kota, tetapi di sini, menemani mereka belajar di desa.