Sebanyak 29 item atau buku ditemukan

Sejarah Lengkap Dunia Abad Pertengahan 500-1400 M

Dari Pemberontakan Odoacer Hingga Runtuhnya Sintesis Thomisme

Tidak seperti versi buku abad pertengahan lain, buku ini membagi periode Abad Pertengahan antara 500-1400 M. Abad Pertengahan Awal (500-1050 M), Abad Pertengahan Tidak seperti versi buku abad pertengahan lain, buku ini membagi periode Abad Pertengahan antara 500-1400 M. Abad Pertengahan Awal (500-1050 M), Abad Pertengahan Tinggi (1050-1300 M), dan Abad Pertengahan Akhir (1300-1400 M). Kebanyakan sejarawan menghitung periode akhir Abad Pertengahan sekitar abad ke-16, yang merupakan gerbang Abad Pencerahan (Age of Enlightenment). Abad Pertengahan merupakan transisi dari zaman Antikuitas ke zaman Modern; Renaissance dan Enlightenment. Periode ini ditandai dengan jatuhnya Romawi barat oleh Odoacer, raja pertama Italia, yang menggulingkan kaisar terakhir, Romulus Augustulus. Jika di masa Renaissance kaum heretik tak lagi dikekang Gereja dan memperoleh kebebasannya mengeksploitasi kecabulan dan ilmu pengetahuan yang melabrak doktrin supranaturalisme atau metafisik yang merujuk “kuasa Tuhan”, maka tahun 1400 M dianggap akhir dari periode Abad Pertengahan. Tahun 1400 M merupakan tahun bangkitnya Renaissance di Italia dengan menguatnya Dinasti Medici di Florence serta pengaruh Kepausan di Dunia Kristen Latin yang mulai memudar. Dominasi Gereja dan Kepausan atas seluruh sendi kehidupan di Eropa Barat waktu itu menjadi acuan atas apa yang dinamakan Abad Pertengahan (Middle Age), sehingga dengan memudarnya pengaruh Kepausan atas Dunia Kristen Latin (Latin Christendom) oleh peristiwa Skisma Besar, kemunculan Kaum Reformis, klaim Paus atas urusan spiritual-sekular yang dianggap menyalahi wasiat Kristus serta adanya kaum klerus (uskup, imam) yang amoral, maka runtuhlah periode Abad Pertengahan (Middle Age).

Tidak seperti versi buku abad pertengahan lain, buku ini membagi periode Abad Pertengahan antara 500-1400 M. Abad Pertengahan Awal (500-1050 M), Abad Pertengahan Tidak seperti versi buku abad pertengahan lain, buku ini membagi periode Abad ...

Education in Human Creative Existential Planning

Education is the transmission of knowledge and skill from one generation to another, and is vitally significant for the growth and unfolding of the living individual. It manifests the quintessential ability of the logos to differentiate life in self-individualization from within, and in its spread through inter-generative networks. The present collection of papers focuses on the underpinnings of the creative workings of the human strategies of reason.

The Upanishadic precept “atmanam vriddhi” is an eternal spiritual message
propagated also by Socrates in the phrase “know thyself” and by Muhammad as
ilm/marifah in the Qur'an by the words “rabby zidny ilman, by” (O my Lord!
Increase ...

Islam dan kebudayaan

akulturasi nilai-nilai Islam dalam budaya Sasak

Acculturation of Islamic values in local culture of Sasak people in Lombok, Nusa Tenggara Barat Province.

akulturasi nilai-nilai Islam dalam budaya Sasak Ahmad Abd Syakur. Selanjutnya
, dalam bidang syari'ah varian Islam Waktu Lima mempercayai rukun Islam yang
lima , syahadat , salat , puasa , zakat , dan haji yang merupakan satu kesatuan ...

Nilai kesehatan mental Islam dalam kebatinan kawruh jiwa Suryomentaram

Revision of the author' thesis (doctoral)--UIN Sunan Kalijaga, Yogyakarta.

5 ) Moderat Ajaran Kawruh Jiwa menekankan cara hidup moderat yang realistis dan sederhana dalam menghadapi berbagai karep dan perkawis gesang ( problem kehidupan ) . Hal itu sebagaimana tergambar pada perilaku individu yang telah ...

Strategi Peningkatan Mutu Pembelajaran Pada Sekolah Unggulan : Studi Multi Situs Di MI Darul Muta'Alimin Frateran 1 Kota Kediri

Penelitian ini menemukan, sumber daya yang dimiliki di antara tiga sekolah dalam meningkatkan mutu pembelajaran, memang memiliki unsur yang sama, namun kondisinya berbeda. Pertama, sumber daya yang dimiliki: Input siswa, sarana-prasarana, iklim belajar, kompetensi guru, kurikulum, waktu dan faktor pendukungnya; Kedua, strategi pengorganisasian pembelajaran: berupa persiapan bahan ajar dan format penilaiannya; Ketiga, strategi penyampaian materi pembelajaran meliputi: penggunaan metode, media dan teknik dalam pembelajaran. Keempat, strategi pengelolaan pembelajaran meliputi: penjadwalan penggunaan strategi pembelajaran, pembuatan catatan kemajuan belajar siswa/Evaluasi, pengelolaan motivasional dan kontrol belajar. Pada keempat hal tersebut, antara sekolah yang berada di pedesaan, ditumbuhkan oleh pesantren tradisional, dengan segala ciri khasnya; dan sekolah yang berada di perkotaan, dikelola oleh Muhammadiyah secara modern dengan fasiltas yang memadai; dan sekolah yang berada di poros kota, didirikan oleh misionaris dari Belanda dengan segala kelebihannya, maka strategi yang dilaksanakan terdapat perbedaan. Perbedaan latar belakang dan kondisi justru sangat bagus untuk dimunculkan sebagai sumbangan referensi bagi kemajuan dunia pendidikan. Sekolah unggulan tidak hanya bisa dimunculkan di kota besar atau kalangan elit saja, tetapi di mana saja dan oleh siapa saja. Asalkan seluruh tenaga pendidikan memiliki kemauan dan kemampuan untuk melaksanakan strategi peningkatan mutu pembelajaran dengan semaksimal mungkin

Ismail, Strategi Pembelajaran Agama Islam berbasis PAIKEM, Pembelajaran Aktif, Inovatif, Kreatif, Efektif dan Menyenangkan, Semarang: Pustaka RaSAIL, 2008. J..Moleong, Lexy, Metode Penelitian Kualitatif, ...