Sebanyak 75 item atau buku ditemukan

Memacu Kreativitas Melalui Bermain

Setiap orang dewasa memerlukan berbagai aktivitas seperti bekerja, belajar, dan sejenisnya untuk terus meningkatkan kemampuannya. Berbeda dengan anak usia dini yang meningkatkan kemampuannya dengan cara bermain dan berkreativitas. Oleh karena itu, kreativitas anak usia dini harus ditingkatkan dengan berbagai cara. Akan tetapi, sebagian besar orangtua masih ada yang menganggap bahwa kemampuan kognitif atau hasil nilai lebih penting daripada kreativitas. Padahal, kemampuan kreativitas anak yang dimunculkan dan dirangsang sejak dini dapat menimbulkan berbagai kemampuan baru dari seorang anak. Contohnya seperti meningkatkan keuletan, kesabaran, kemampuan dalam memecahkan masalah, kemampuan untuk menghargai perbedaan, kemampuan untuk menerima perasaan diri sendiri dan orang lain, dan masih banyak hal penting lainnya. Buku Memacu Kreativitas Melalui Bermain: Pembelajaran Anak Usia Dini hadir untuk memaparkan cara pendidik dalam memunculkan dan meningkatkan kreativitas anak, memahami bagaimana cara memotivasi diri (pendidik) dan anak, serta mengondisikan lingkungan pembelajaran agar merangsang kreativitas anak.

Buku Memacu Kreativitas Melalui Bermain: Pembelajaran Anak Usia Dini hadir untuk memaparkan cara pendidik dalam memunculkan dan meningkatkan kreativitas anak, memahami bagaimana cara memotivasi diri (pendidik) dan anak, serta mengondisikan ...

Constitutional Law, Sixth Edition

2021 Case Supplement

Constitutional Law 2021 Case Supplement

Constitutional Law 2021 Case Supplement

SISTEM INFORMASI MANAJEMEN PENDIDIKAN TINGGI

Kajian Konsep, Kebijakan dan Implementasi

Masalah yang paling krusial dalam kebijakan adalah tahap implementasi, karena selalu ada kesenjangan antara isi kebijakan (policy content) dan lingkungan dimana kebijakan diimplementasikan (policy context). Faktor-faktor yang menentukan besar kecilnya tingkat kesenjangan tersebut, yaitu komunikasi, sumberdaya, disposisi, dan struktur birokrasi. Oleh kerena itu, fokus masalah penelitian ini adalah bagaimana implementasi kebijakan EMIS-PTKIS. Untuk menjelaskan masalah tersebut, digunakan kerangka berpikir analisis kebijakan publik terutama dari perspektif implementasinya (George Edward III). Dari perspektif ini, kebijakan EMIS di PTKIS, hanya akan dapat diimplementasikan, jika didukung oleh adanya komunikasi, sumberdaya, kesiapan, dan struktur birokrasi yang tepat dan memadai. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode deskriptif analitik. Unit analisis penelitian ini ditentukan secara purposive, yaitu 15 PTKIS di wilayah II Jawa Barat dan Banten, yang dianggap mewakili keseluruhan wilayah Propinsi Jawa Barat dan Banten. Data dikumpulkan melalui wawancara mendalam, studi dokumentasi dan observasi terkait masalah penelitian. Analisis dilakukan secara kualitatif. Penelitian ini menyimpulkan bahwa implementasi kebijakan EMIS kurang efektif, sehingga para pelaksana kebijakan menganggap bahwa; Peran komunikasi belum sepenuhnya tepat waktu, lengkap, relevan, dan komprehensif; Sumber daya, manusia, perangkat keras, perangkat lunak, dan informasi belun bersinergi antara satu dengan yang lainnya, dalam membantu proses manajemen; disposisi belun mendukung, struktur birokrasi, belum mampu meningkatkan kualitas pengelolaan informasi, yang faktual, memberikan timbal balik yang positif terhadap pelayanan mutu terstandarisasi, serta menjadi media komunikasi efektif. Maka penelitian ini merekomendasikan kepada; Pimpinan PTKIS, diharapkan selalu pro aktif melakukan komunikasi internal dan ekternal, Para pelaksana EMIS, sejatinya selalu meningkatkan keahlian; Pemerintah, (Dijen Pendis/Kopertais), untuk merubah paradigma, pola fikir sumber daya manusia agar lebih professional, Bagi peneliti lain, hasil penelitian ini, dapat dijadikan acuan untk penelitian selanjutnya dalam rangka perbaikan kedepan. Apabila metodologi dan temuan penelitian ini dinilai kredibel dan relevan, maka dapat dimanfaatkan sebagai referensi dalam meneliti kasus sejenis pada lembaga lainya.

Masalah yang paling krusial dalam kebijakan adalah tahap implementasi, karena selalu ada kesenjangan antara isi kebijakan (policy content) dan lingkungan dimana kebijakan diimplementasikan (policy context).

Sosialisme Indonesia

perkembangan tjita2nja, ketegasannja, sosialisme utopia, sosialisme ilmijah, oleh Roeslan Abdulgani

Manajemen Hutan Sistem Redd+

Kekurangan buku referensi merupakan masalah yang belum terselesaikan dalam masyarakat kita. Kondisi ini tentunya menjadi faktor pembatas bagi upaya mencerdaskan bangsa dan negara dalam rangka mengejar ketertinggalan kualitas sumberdaya manusia nasional. Penulisan buku ini merupakan upaya yang diharapkan dapat memberikan kontribusi dalam pembangunan manusia Indonesia seutuhnya. Buku ini dapat dibaca oleh berbagai kalangan, mulai dari mahasiswa yang seharusnya memiliki budaya baca yang tinggi dan menjadikan buku menjadi kebutuhan hidupnya, hingga masyarakat umum yang senantiasa berupaya meningkatkan pengetahuannya. Penulisan buku yang berjudul “Manajemen Hutan Sistem REDD+” terinspirasi dari perkembangan pembangunan kehutanan yang dewasa ini dihadapkan pada masalah mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global. Pengetahuan tentang hutan dan pemanasan global/perubahan iklim merupakan kebutuhan kita oleh karena hal tersebut yaitu mitigasi pemanasan global dan perubahan iklim telah menjadi kebijakan global dan menjadi tanggung jawab kita, masyarakat dunia secara bersama-sama. Masyarakat Indonesia, pemilik hutan tropis terbesar kedua di dunia seharusnya menyadari dan memahami dengan baik bagaimana pentingnya peranan hutan dalam kebijakan mitigasi tersebut. Hutan kita merupakan ekosistem dan sumber daya alam yang di satu sisi dapat sebagai agen emiter dan di sisi lain dapat sebagai sequester. Oleh karena itu dibutuhkan suatu manajemen sehingga dapat optimal dalam pemanfaatannya. Buku Manajemen Hutan Sistem REDD+ tersusun atas lima bab yang dimulai dengan uraian tentang Hutan dan Perubahan Iklim dan diakhiri dengan Eknomi REDD+. Ulasan bab-bab di antara bab awal dan bab akhir berhubungan dengan Potensi dan Perkembangan Karbon Hutan, Mulit-Manfaat REDD+, dan Tingkat Emisi Rujukan. Secara keseluruhan ulasan buku tersebut akan mengantarkan pembaca kepada suatu pemahaman dan sikap tentang betapa pentingnya hutan dalam mitigasi perubahan iklim dan pemanasan global, sekaligus memberikan wawasan akan peluang baru tentang bisnis kehutanan yaitu perdagangan karbon. Ulasan tentang perkembangan perundingan di tingkat internasional tentang perubahan iklim dan pemanasan global oleh negara-negara di bawah naungan Perserikatan Bangsa- Bangsa, permasalahan teknis adaptasi manajemen hutan konvensional kedalam manajemen hutan sistem REDD+, berbagai manfaat dan peluang yang ditimbulkan oleh implementasi REDD+, serta ulasan tentang kredit karbon dan perdagangannya merupakan totalitas informasi yang terurai dengan menggunakan bahasa ilmiah populer sehingga mudah dipahami oleh pembaca ketika membacanya dalam berbagai situasi.

Sementara pendekatan dengan melihat skenario ke masa depan merupakan sebuah permodelan emisi masa depan dengan mempertimbangkan faktor-faktor yang menjadi penyebab dan kendala emisi yang terjadi pada tata guna lahan.

British Broadcasting and the Public-Private Dichotomy

Neoliberalism, Citizenship and the Public Sphere

This text offers a theoretical engagement with the ways in which private and public interests - and how those interests have been understood - have framed the changing rationale for broadcasting regulation, using the first century of UK broadcasting as a starting point. Unlike most books on broadcasting, this text adopts an explicitly Foucauldian and genealogical perspective in its account of media history and power, and unpicks how the meanings of terms such as 'public service' and 'public interest', as well as 'competition' and 'choice', have evolved over time. In considering the appropriation by broadcasting scholars of concepts such as neoliberalism, citizenship and the public sphere to a critical account of broadcasting history, the book assesses their appropriateness and efficacy by engaging with interdisciplinary debates on each concept. This work will be of particular significance to academics and students with an interest in media theory, history, policy and regulation, as well as those disposed to understanding as well as critiquing the neoliberalization of public media.

This text offers a theoretical engagement with the ways in which private and public interests - and how those interests have been understood - have framed the changing rationale for broadcasting regulation, using the first century of UK ...