Sebanyak 150 item atau buku ditemukan

Bahasa Arab Autodidak 1

Pengenalan Dasar-Dasar Bahasa Arab

Ini adalah buku pertama sekaligus merupakan tahapan pertama dalam seri belajar Bahasa Arab Autodidak. Ada tiga tahapan belajar bahasa Arab yang sudah terbukti sangat ampuh. Tiga tahapan ini sudah diberlakukan di pondok-pondok pesantren sejak berabad-abad lamanya. Bahkan, tiga tahapan ini merupakan pondasi bagi lahirnya beragam metode belajar bahasa Arab akhir-akhir ini. Pertama, tahap perkenalan. Sebagaimana pepatah “tak kenal maka tak sayang”, begitu pula dalam belajar bahasa Arab. Pada tahapan ini, kita hanya perlu mengenal untuk memunculkan perasaan senang dan sayang pada bahasa Arab. Kedua, tahap penguasaan jenis-jenis kata dan ketentuannya dalam bahasa Arab. Sebagaimana ragam bahasa lainnya, bahasa Arab juga terdiri atas beragam jenis kata. Pada tahapan ini, kita akan menguasai beragam jenis kata bahasa Arab secara tersendiri, dan bukan dalam susunan kalimat. Ketiga, tahap penguasaan jabatan-jabatan beragam jenis kata bahasa Arab dalam susunan kalimat. Pada tahap ini, kita akan mengetahui kaidah-kaidah atau rumus-rumus terkait dengan jenis-jenis kata saat disusun dalam sebuah kalimat. Nah, ketiga tahapan ini harus ditempuh secara berurutan. Artinya, kita tidak boleh pindah ke tahapan ketiga bila tahapan kedua belum benar-benar dikuasai. Anda sangat tepat belajar bahasa Arab sendiri di rumah bersama buku ini, bahkan dari nol sekalipun.

Ini adalah buku pertama sekaligus merupakan tahapan pertama dalam seri belajar Bahasa Arab Autodidak.

Cerdas Menulis Buku Referensi

Buku yang berjudul Cerdas Menulis Buku Referensi yang memuat kiat-kiat dalam menulis buku referensi. Buku ini akan mengulas 15 pokok pembahasan utama. Cerdas Menulis Buku Referensi ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak

Buku yang berjudul Cerdas Menulis Buku Referensi yang memuat kiat-kiat dalam menulis buku referensi.

Manajemen Pembelajaran

Pendidikan adalah hak dasar bagi setiap orang, tanpa melihat kelas sosial, ras, pilihan politik, keyakinan, maupun perbedaan fisik dan mental sebagaimana dalam Undang-Undang Dasar 1945 pasal 31 ayat (1) menyatakan bahwa “Setiap warga negara berhak untuk memperoleh kesempatan pendidikan yang sama”. Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1997 tentang Penyandang Cacat Pasal 10 Ayat (1) dinyatakan bahwa “Kesamaan kesempatan bagi penyandang cacat dalam segala aspek kehidupan dan penghidupan dilaksanakan melalui penyediaan aksesibilitas”

kelas di samping mengerjakan kegiatan-kegiatan lainnya, seperti melaksanakan administrasi sekolah, bimbingan konseling, dan melaksanakan penelitian. Berdasarkan uraian di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja adalah prestasi kerja guru ...

Kewirausahaan

Nilai-nilai dan pengetahuan tentang kewirausahaan ini bagi mahasiswa yang akan memulai usahanya atau pengusaha pemula khususnya pengusaha MIKRO. Mereka diharapkan dapat mempelajari dan memperbaiki kelemahan-kelemahan yang selama ini dihadapi. Dengan menerapkan konsep produk dan mengutamakan pelanggan diharapkan mereka dapat menemukan ide, kreativitas, dan inovasi untuk produk atau jasa yang mereka hasilkan. Karena di era globalisasi persaingan diantara sesama pengusaha sangat ketat, baik persaingan di skala lokal, regional, nasional maupun internasional. Perusahaan yang memenangi persaingan adalah yang dapat melakukan kreativitas dan inovasi dalam penciptaan produk atau jasa baru yang sesuai dengan keinginan pelanggan dan mempunyai performance lebih serta harga bersaing.

Nilai-nilai dan pengetahuan tentang kewirausahaan ini bagi mahasiswa yang akan memulai usahanya atau pengusaha pemula khususnya pengusaha MIKRO.

RESOLUSI SENGKETA PERGURUAN TINGGI SWASTA

Profesi akuntan harus selalu memperhatikan risiko-risiko yang ada dalam perusahaan klien, tentu saja, apabila berbagai risiko tersebut dapat dikelola dengan lebih baik, justru dapat memberikan manfaat bagi akuntan maupun pemilik dan jajaran manajemen perusahaan. Seperti dipaparkan dalam buku ini, berbagai konsep auditing dan audit berbasis risiko yang secara logis dapat membantu mahasiswa dalam memahami dan mampu mengelola risiko-risiko yang terjadi.

... Tinggi Swasta Guna Mewujudkan Perguruan Tinggi Swasta Berparadigma
Good University Governance menuju Konsepsi World Class University ..................
. 291 C. Konsep Penyelesaian Komprehensif Konflik Perguruan Tinggi Swasta.

Psikologi Kaum Muda Pengguna Narkoba

PENDIDIKAN 2001 2002 2003 2004 2005 TOTAL 1. SD 246 165 949 1.300
2.542 5.202 1.040 2. SLTP 1.832 1.711 2.688 3.057 5.148 14.436 2.887 3. SLTA
2.617 3.141 4.960 6.149 14.341 31.208 6.242 4. PT 229 293 1.120 817 749
3.208 ...

Rifa’ah thahthawi : sang pembaharu pendidikan Islam

Mengelola, megatur dan memanej sebuah institusi pendidikan akan menjadi perkara yang tak bisa dianggap biasa saja, atau bisa dikerjakan dengan sambil lalu. Permasalahannya, pendidikan yang ada di tengah-tengah masyarakat pada era ini senantiasa bertumbuh-kembang tak tentu arah. Tanpa dapat memahami corak dari perubahan, pembaharuan serta perkembangan yang terjadi di dunia global, akan terasa sangat ironi. Jika kembali mengingat dalam amanat Undang-Undang Dasar 1945, pasal 31 dinyatakan, bahwa setiap warga negara berhak mendapat pendidikan, juga pemerintah mengusahakan dan menyelenggarakan satu sistem pendidikan nasional. Hal ini tentu menjadi home work bagi para pendidik, pemegang kebijakan pendidikan di tanah air, bagaimana harusnya mengelola, mengatur bahkan mengeluarkan kebijakan-kebijakan terkait. Agar manajemen dalam sebuah lembaga pendidikan, khususnya pendidikan Islam mempunyai pemahaman yang menyeluruh tentang pengelolaan dan dinamikanya. Maka dirasa sangat perlu untuk tak hanya mengaca pada pola pengelolaan yang ada di masa kini, namun juga urgen membuka lembaran sejarah panjang pendidikan Islam di era pertengahan atau abad pencerahan. Akan tetapi, sangat disayangkan kajian-kajian pemikiran pembaharuan pendidikan Islam termasuk langka dan jarang peminatnya. Hal ini dapat dilihat indikatornya dengan tak banyak refrensi atau buku-buku tentang tokoh-tokoh atau pemikiran tokoh pembaharu pendidikan Islam di abad pertengahan. Mayoritas hasil pelacakan ditemukan sitasi hanya terfokus pada sosok Rashid Rid}a dan Muhammad Abduh semata. Buku ini ditulis dengan menjelaskan secara diskriptif-naratif tentang ide-ide dan gagasan Rifa>’ah al-T{aht}a>wi tentang pembaharuan pendidikan Islam di saat Islam ketika itu sedang mengalami masa-masa kritisnya. Bagaimana juga ia bersentuhan dengan pendidikan Barat yang saat itu mulai mendominasi dan bersinggungan langsung dengan daerah-daerah imperialisnya. Selain itu, ia juga menjabarkan teori-teori pengelolaan pendidikan Islam, misalkan pendidikan yang terjadi di al-Azhar-Mesir dengan ditengarai munculnya jenjang-jenjang atau tingkatan-tingkatan dalam pendidikannya, ibtida>i (dasar), i’da>di (menengah) dan thana>wi (atas). Selain itu, pembelajaran di tingkat perguruan tinggi tak lagi ekslusif untuk kaum laki-laki semata, tapi kaum wanita juga mendapatkan ruangnya. Dengan demikian pembaca dapat lebih memahami atas beberapa asumsi-asumsi yang bertendensi negatif tentang sosoknya di dunia pembaharuan Islam.

Mengelola, megatur dan memanej sebuah institusi pendidikan akan menjadi perkara yang tak bisa dianggap biasa saja, atau bisa dikerjakan dengan sambil lalu.