Sebanyak 219 item atau buku ditemukan

Sejarah dan Kebudayaan Islam Periode Klasik (Abad VII-XIII M)

Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim. Islam mengalami kemajuan pesat. Hal ini ditandai dengan kekuasaan yang sangat luas serta penyatuan antarwilayah Islam. Daulah Abbasiyah di Baghdad (di belahan dunia Timur) dan Daulah Umayyah di Cordova, Andalusia/Spanyol (di belahan dunia Barat) memperlihatkan kemajuan sains, kebudayaan, dan peradaban yang sangat spektakuler. “The Golden Age of Islam” (Masa Keemasan Islam) benar-benar telah menghiasi panggung sejarah dunia pada Abad Klasik tersebut. Buku-buku ilmu pengetahuan Islam yang dihasilkan dan ditulis oleh para sarjana Muslim diterjemahkan secara besar-besaran ke dalam bahasa Barat-Latin. Intensitas persentuhan dan pergumulan Barat dengan peradaban Muslim pada gilirannya menggerakkan munculnya Era Renaissance di Barat pada abad ke-14 M. Era Renaissance pada gilirannya menggerakkan munculnya Era Reformasi dan Era Aufklarung (Pencerahan) pada abad ke-17 M yang kemudian mengantarkan bangsa-bangsa Barat menjadi bangsa yang sangat modern dan canggih di bidang sains dan teknologi. Robert Stephen Briffault, dalam buku terkenalnya yang berjudul The Making of Humanity mengapresiasi kontribusi besar para ilmuwan Muslim terhadap dunia modern. Briffault tanpa ragu mengatakan, “Ilmu pengetahuan adalah sumbangan peradaban Islam yang mahapenting kepada dunia modern. Utang ilmu pengetahuan kita kepada ilmu pengetahuan bangsa Arab tidak tergantung kepada penemuan-penemuan teori yang revolusioner: ilmu pengetahuan berutang besar sekali kepada kebudayaan Islam.”

Abad ke-7 sampai ke-13 M merupakan momentum yang sangat bersejarah dalam lintasan sejarah kebudayaan dan peradaban Arab-Muslim.

Ekonomi Islam Suatu Pengantar

Islam merupakan ajaran yang senantiasa diterapkan secara utuh oleh pemeluknya dalam kehidupan sehari-hari. Berislam tidak dimaknai hanya syahadat, salat, puasa, zakat, haji dan ibadah ritual lainnya saja. Islam juga masuk dalam beraktivitas ekonomi (muamalah). Oleh karenanya pemahaman tentang ekonomi yang sesuai dengan Islam tidak bisa dipandang sepele, karena aspek ekonomi selalu bersentuhan dengan kehidupan sehari-hari. Saat ini, ekonomi Islam makin berkembang, baik pemikiran maupun praktiknya. Meskipun perkembangannya pesat, masih banyak pandangan-pandangan negatif terhadap ekonomi Islam, diantaranya adalah tidak ada bedanya dengan ekonomi konvensional, hanya kulitnya saja yang berbeda. Pandangan tersebut lahir dari banyak dari kalangan yang belum mengenal ekonomi Islam dengan baik.

Islam merupakan ajaran yang senantiasa diterapkan secara utuh oleh pemeluknya dalam kehidupan sehari-hari.