Sebanyak 111 item atau buku ditemukan

Manajemen Profetik

Konstruksi Teoretis dalam Manajemen Pendidikan Islam

Buku ini mendeskripsikan tentang tata kelola kelembagaan pendidikan (Islam) profesional yang berlandaskan pada nilai-nilai profetik (nilai humanis, liberasi, dan transendensi). Nilai-nilai ini tidak serta merta membingkai dan melandasi pengelolaan kelembagaan pendidikan (Islam), tetapi dalam buku ini penulis menyeruak ke relung terdalam manajemen pendidikan yang memiliki nilai profetik. Karenanya, penulis menyebut usaha mengkonstruksi ini dengan konsep manajemen profetik, yaitu konsep yang melatari pengelolaan lembaga pendidikan (Islam) seperti pesantren, madrasah, atau sekolah yang berbasis Islam- bersama, melalui, atau dengan nilai humanis, liberasi, dan transendensi. Tidak berlebihan apabila buku ini diharapkan mampu menjadi rujukan walaupun tidak sampai menyatakan sebagai referensi otoritatif untuk membangun lanskap teori manajemen pendidikan (Islam) yang murni dari kerangka dasar Islam. Penulis berusaha mencoba memadukan antara teori manajemen dan manajemen pendidikan konvensional dengan nilai profetik baca Alquran dan khazanah keislaman. Buku ini bisa dijadikan rujukan untuk mahasiswa S-1, S-2, dan S-3 yang menjadikan manajemen pendidikan (Islam) sebagai salah satu konsentrasi mereka. Bahkan bisa digunakan oleh para peneliti dan pemerhati dinamika pengelolaan lembaga pendidikan Islam. Selamat membaca.

Karenanya, penulis menyebut usaha mengkonstruksi ini dengan konsep manajemen profetik, yaitu konsep yang melatari pengelolaan lembaga pendidikan (Islam) seperti pesantren, madrasah, atau sekolah yang berbasis Islam- bersama, melalui, atau ...

Psikologi Manajemen

Manajemen merupakan sebuah proses kegiatan yang terdiri dari perencanaan, pengorganisasian, penggerakan dan pengawasan yang telah ditetapkan dan ditentukan sebelumnya untuk mencapai tujuan tertentu secara efektif dan efisien. Pendidikan karakter di sekolah juga sangat terkait dengan manajemen atau pengelolaan sekolah. Pengelolaan yang dimaksud adalah bagaimana pendidikan karakter direncanakan (planning), dilaksanakan (actuating), dan dikendalikan (evaluation) dalam kegiatan-kegiatan pendidikan di sekolah secara memadai. Penerapan psikologi dalam situasi praktis berdasarkan pada pengetahuan ilmiah tentang tingkah laku. Jadi bukan dengan cara common sense, melainkan menggunakan prinsip-prinsip psikologi secara sistematis. Kehadiran buku ini merupakan bagian dari sumbangsih pemikiran penulis untuk mengkaji/membahas tentang psikologi manajemen karena psikologi merupakan ilmu tentang tingkah laku. Pada hakikatnya tingkah laku manusia itu sangat luas, semua yang dialami dan dilakukan manusia merupakan tingkah laku. Semenjak bangun tidur sampai tidur kembali manusia dipenuhi oleh berbagai tingkah laku. Dengan demikian objek ilmu psikologi sangat luas, akan tetapi di dalam buku ini fokus membahas tentang psikologi manajemen. Buku ini sangatlah penting bagi mahasiswa dan pendidik yang sedang mendalami bidang psikologi atau pendidikan karakter. Buku ini juga sangat penting bagi pendidik, tenaga pendidik, kepala sekolah, dan peserta didik untuk memahami konsep psikologi. Psikologi Manajemen ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Buku ini juga sangat penting bagi pendidik, tenaga pendidik, kepala sekolah, dan peserta didik untuk memahami konsep psikologi. Psikologi Manajemen ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

TEORI FILSAFAT MANAJEMEN PENDIDIKAN ISLAM

Latar belakang lahirnya filsafat islam adalah karena pada abad ke 16 umat Islam menjalankan ibadah hanya sebatas menggugurkan kewajiban. Tokoh-tokoh dalam filsafat Islam diantaranya: al-Kindi, al-Farabi, dan Ibn Bajjah. Pokok masalah yang dibahas dalam filsafat Islam adalah hubungan filsafat (akal) dan agama, tentang kejadian alam, dan tentang roh serta kelangsungan hidup.

... Philosophy 2nd Edition Harmond sworth: Penguin, 1966. Joseph A. Schumpeter, A History of Economic Analysis, (New york: Oxford University Press, 1954), Adiwarman A. Karim, Ekonomi Mikro Islami, Jakarta: PT Raja Grafindo Persada, 2007 ...

METODOLOGI STUDI ISLAM

Tujuan studi Islam adalah untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran Islam sebagai wacana ilmiah yang dapat diterima oleh berbagai kalangan. Aspek-aspek sasaran studi Islam yaitu aspek keagamaan dan aspek keilmuwan. Dari sisi pengertian studi islam secara sederhana adalah usaha mendasar dan sistematis untuk mengetahui, memahami dan membahas secara mendalam seluk beluk yang berhubungan dengan agama Islam, baik ajaran maupun praktek pelaksanaannya secara nyata dalam kehidupan sehari-hari sepanjang sejarah.

Tujuan studi Islam adalah untuk memahami dan mendalami serta membahas ajaran-ajaran Islam sebagai wacana ilmiah yang dapat diterima oleh berbagai kalangan.

Covid-19 - Bencana Kemanusiaan

(Blessing In Disguise di Wilayah Teologis, Pendidikan dan Emphatic Society serta Kehadiran Negara)

Ada blessing in disguise dari peristiwa pandemi Covid-19 beberapa bulan ini yang menjadi momok bagi dunia dan telah menguras tenaga, pikiran, anggaran bahkan memasuki wilayah agama. Dalam wilayah agama terjadi debatable, ketika ada pelarangan berkumpul karena berpotensi menjadi mata rantai penyebaran virus. Pro-kontra shalat jum'at diganti sementara dengan shalat dhuhur di rumah, shalat tarawih dikerumahkan memunculkan new jabarism. Ada yang memandang karantina (Jockdown) akan lebih menyelamatkan dan ini juga perintah nabi, memiliki landasan teologis. Tetapi juga ada yang optimis dengan pendekatan shalat dan baca Quran justru memunculkan daya imun tersendiri. Terdapat prediksi mengenai perubahan perilaku manusia selama dan pasca Covid- 19 menuju New Norma/ (Kenormalan Baru), yakni: Pertama, Stay at home style, gaya hidup baru, tinggal di rumah dengan aktivitas, working, living, playing, karena adanya social distancing, kedua, Bottom of Pjramida, mengacu pada piramida Maslow konsumen kini bergeser kebutuhannya dari "puncak piramida" yaitu aktualisasi diri dari esteem ke "dasar piramida", yaitu makan, kesehatan dan keamanan jiwa raga; ketiga, Go Virtual, dengan adanya covid 19 konsumen menghindari kontak fisik, mereka beralih menggunakan media virtual/digital; dan keempat adalah Emphatic society, banyak korban nyawa akibat covid 19 melahirkan masyarakat baru yang penuh dengan empati, welas asih dan sarat dengan solidaritas sosial. Sebuah survey di Amerika Serikat yang dilakukan oleh McLaughlin & Associates menunjukkan bahwa jutaan orang menjadi lebih religious atau memilih kembali ke jalan Tuhan di tengah pandemic covid-19. Hasilnya survey ini menunjukkan, 44% responden beranggapan krisis covid 19 yang terjadi dalam empat bulan terakhir ini adalah pertanda agar semua orang kembali kepada Tuhan dan tanda segera datangnya hari penghakiman atau hari akhir. Ini semakin menegaskan bahwa tidak ada yang sia-sia yang diciptakan Tuhan.

Ada blessing in disguise dari peristiwa pandemi Covid-19 beberapa bulan ini yang menjadi momok bagi dunia dan telah menguras tenaga, pikiran, anggaran bahkan memasuki wilayah agama.

Evaluasi Pembelajaran

Buku ini terdiri atas 14 Bab yang dibahas secara rinci dalam pembahasan, diantaranya: Konsep Evalusi Pembelajaran, Pengukuran, Penilaian, Tes, dan Evaluasi, Penilaian Kognitif, Penilaian Afektif, Penilaian Psikomotor, Penilaian Berbasis ...

MODEL PENDIDIKAN ISLAM

Teknik Mendidik Anak dengan Treatment di Era 4.0

Nusantara sedang merasakan berbagai permasalahan yang tidak kunjung berhenti. Masalah ini bagaikan pohon yang dipotong setengah dan setengahnya lagi tinggal menunggu kapan akan tumbuh. Kurangnya kajian yang matang sering kali memunculkan kebijakan dan Undang-Undang yang kurang tepat sasaran. Alih-alih mencegah, namun malah muncul masalah baru. Salah satunya Undang-Undang Perlindungan Anak yang terus disosialisasikan dua institusi negara, yakni Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) dan Komnas HAM. Berdasarkan beberapa pengamatan dua lembaga institusi ini, keduanya menyimpulkan bahwa kekerasan anak di negara ini semakin mengkhawatirkan. Dari pihak lain–terutama para pendidik–merasa terkekang dengan segala aktivitas pendidikannya. Bagaimana tidak!, memarahi anak saja dapat di meja hijaukan. Apalagi mencubit atau menampar, sudah pasti tinggal menunggu panggilan dari pihak yang berwajib. Kerap kali pendidik melakukan tindakan yang dianggap mendidik justru malah menjadi bumerang bagi dirinya sendiri. Buku ini hadir untuk mengurai problematika di atas. Penulis berusaha menjelaskan secara ilmiah keberadaan sanksi atau ta`zîr yang ada di lembaga pendidikan, terutama pondok pesantren. Kemudian merumuskannya dalam bentuk temuan berupa konsep model sanksi dalam prespektif pendidikan Islam secara lebih tepat.

Kemudian merumuskannya dalam bentuk temuan berupa konsep model sanksi dalam prespektif pendidikan Islam secara lebih tepat.

MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA; KAJIAN TEORITIS DAN PRAKTIS DALAM PENDIDIKAN

Buku ini merupakan karya kolaboratif dosen lintas perguruan tinggi. Hadirnya buku ini merupakan bentuk perhatian para akademisi mengenai pendidikan di Indonesia yang ditinjau dari sudut padang Sumber Daya Manusia (SDM). Diharapkan dengan adanya buku ini, bisa berkontribusi dalam memajukan pendidikan di negeri tercinta ini melalui pandangan-pandangan kritis dan solutif.

Buku ini merupakan karya kolaboratif dosen lintas perguruan tinggi.

Standardisasi Kompetensi Kepala Sekolah

Pendekatan Teori untuk Praktik Profesional Edisi Pertama

Dunia pendidikan saat ini terutama lembaga pendidikan formal atau persekolahan dihadapka pada suatu era persaingan yang semakin ketat. Banyak sekolah melakukan perubahan-perubahan dalam organisasinya untuk meningkatkan kinerja sekolah. Saat ini proses perubahan dalam lembaga sekolah berkembang dari perbaikan kualitas menjadi manajemen perbaikan dan perubahan. Kepala sekolah, dalam hal ini merupakan sumber daya atau aset yang sangat penting bagi sekolah dalam memenangkan persaingan terhadap sekolah kompetitor. Salah satu faktor penting dalam sistem manajemen sumber daya manusia sekolah agar dapat membangun sistem yang sesuai untuk mencapai kinerja sekolah, dibutuhkan profil kompetensi jabatan. Kemajuan sekolah akan lebih penting bila orang memberikan atensinya pada kiprah kepala sekolah karena alasan-alasan sebagai berikut. Pertama, kepala sekolah merupakan tokoh sentral pendidikan. Hal ini dikarenakan bahwa kepala sekolah sebagai fasilitator bagi pengembangan pendidikan, sebagai pelaksana suatu tugas yang syarat dengan harapan dan pembaruan. Kemasan cita-cita mulia pendidikan secara tidak langsung juga diserahkan kepada kepala sekolah. Begitu pula optimisme para orang tua yang terkondisikan pada kepercayaan menyekolahkan anak-anaknya pada sekolah tertentu, tidak lain karena menggantungkan cita-citanya pada kepala sekolah. Kedua, sekolah adalah sebagai suatu komunitas pendidikan yang membutuhkan seseorang pemimpin untuk mendayagunakan potensi yang ada dalam sekolah. Pada tingkatan ini, kepala sekolah sering dianggap identik, bahkan telah dikatakan bahwasanya wajah sekolah ada pada kepala sekolah. Peran kepala sekolah di sini bukan hanya sebagai seorang akumulator, melainkan juga sebagai konseptor manajerial yang bertanggung jawab pada kontribusi masing-masing demi efektivitas dan efisiensi kelangsungan pendidikan. Keunggulan dan kualitas suatu sekolah dipengaruhi oleh berbagai variabel, variabel kompetensi kepala sekolah memiliki posisi yang sangat penting, kualitas kompetensi kepala sekolah akan memengaruhi efektivitas sekolah, dan menciptakan lingkungan sekolah yang kondusif, yaitu lingkungan belajar yang memotivasi para anggota sekolah untuk mengembangkan potensi, kreativitas, dan inovasi. Hanya kepala sekolah yang memiliki kompetensi tinggi yang akan memiliki kinerja yang memberi teladan, menginspirasi dan memberdayakan, kondisi ini akan mendorong perubahan yang bermasyarakat, relevan, efektif biaya serta diterima oleh staf, murid, dan masyarakat. Dengan demikian, seperti apa kepala sekolah yang berkompetensi tinggi itu, maka buku ini adalah jawabannya. Di dalam buku ini Anda akan menemukan solusi untuk usaha ke arah standardisasi kompetensi bagi kepala sekolah sesuai kebutuhan dunia modern dan kearifan lokal masyarakat Indonesia.Ê *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

Di dalam buku ini Anda akan menemukan solusi untuk usaha ke arah standardisasi kompetensi bagi kepala sekolah sesuai kebutuhan dunia modern dan kearifan lokal masyarakat Indonesia. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)

ISLAM MAJEMUK; Pengejawantahan Pendidikan, Interpretasi dan Model Islam Keindonesiaan

Buku ini layak untuk dibaca oleh mahasiswa maupun steakholders pengelola pendidikan dan masyarakat umumnya. Dalam buku ini dijelaskan tentang problematika yang dihadapi oleh dunia pendidikan (Islam), dan interpretasi dari doktrin-doktrin ajaran Islam kemudian tampilan wajah Islam yang berbeda yang jika tidak bisa kita sikapi secara bijak akan memunculkan konflik dan persoalan baru. Sebagaimana kita mafhumi bersama bahwa dalam realitas sejarah, Islam memiliki banyak wajah, banyak ruang, ada Islam 'luas, ada Islam sempit di bidang agidah, mistisisme, maupun figh. Sebagai konsekuensinya memunculkan banyak mazhab, sekte dan aliran. Bahkan ada Islam tekstualis dan kontekstualis serta dari sisi typology dan pendekatan ada yang bercorak purivikasi dan ada yang pendekatan kultural dengan mengakomodasi budaya lokal daerah setempat. Lalu pada tataran implementatif keagamaan banyak bermunculan organisasi kemasyarakatan (keagamaan) yang bermuatan pesan-pesan pemahaman dari doktrin dan ajaran agama yang berbeda. Hal ini bisa difahami dari asbab al-ikhtilaf pemahaman keagamaan yang kelihatannya berbeda, paling tidak disebabkan oleh adanya beda dalil, beda pemahaman dalil, beda metode dan beda konsep masalah. Tetapi dengan berhujjah pada 'Ihtilaf al-Imam Rahmat al-Ummah, maka kita dapat mengatakan sepakat dalam perbedaan dengan bersikap tasamuh, toleran dengan pandangan orang/ kelompok/ aliran/ paham lain—apalagi ada adagium yang mengatakan, sepanjang mereka memiliki dalil, maka memiliki potensi benar—dengan meyakini bahwa yang memiliki kemutlakan kebenaran hanyalah Tuhan. Sehingga dengan meminjam bahasa Nurcholish Madjid, jangan memutlakkan pandangan, interpretasi kita, karena jika demikian kita sudah terjebak pada kemusyrikan—sudah mensejajarkan diri dengan Tuhan—memutlakkan pendapat dan pandangannya. Sehingga, untuk mencapai idealitas Islam yang rahmatan li al-alamin yang memiliki ruang kemanusiaan untuk berbeda pandangan, diperlukan upaya pendidikan yang komprehensif. Pendidikan yang mampu membimbing dan mengarahkan manusia, sehingga menjadi manusia yang paripurna—walaupun kita melihat banyak problem yang dihadapi pendidikan (Islam)—untuk mencapai idealitas Islam itu sendiri. Adalah tugas kita bersama untuk memberikan pencerahan kepada masyarakat (Islam), sehingga perbedaan menjadi modal dasar dalam memajukan ummat (Islam) dan bangsa Indonesia.

... of learning or science is used in its application to the affairs of other or ini the practice of an art founded upon it‖, pada Syafruddin Nurdin, Guru Profesional dan Implementasi Kurikulum, (Jakarta: Quantum Teaching, 2005), h.