Digitalization is reshaping economic activity, shrinking the role of cash, and spurring new digital forms of money. Central banks have been pondering wheter and how to adapt. One possibility is central bank digital currency (CBDC)-- a widely accessible digital form of fiat money that could be legal tender. This discussion note proposes a conceptual framework to assess the case for CBDC adoption from the perspective of users and central banks. It discusses possible CBDC designs, and explores potential benefits and costs, with a focus on the impact on monetary policy, financial stability, and integrity. This note also surveys research and pilot studies on CBDC by central banks around the world.
37The absence of a lender of last resort has been associated with US banking panics in the pre–Federal Reserve era (Calomiris 2008; Gorton and Tallman 2016). 38For similar reasons, central banks should not impose aggregate limits on ...
Buku ini merupakan hasil penelitian yang berkaitan dengan prilaku nasabah terhadap penggunaan layanan digital banking, yang dalam hal ini adalah layanan internet banking dan mobile banking yang telah disediakan oleh Bank KB Bukopin dan telah digunakan oleh nasabah. Tulisan ini bertujuan untuk mengetahui anteseden sikap dan implikasinya pada niat nasabah untuk menggunakan kembali layanan internet dan mobile banking dengan variabel-variabel yang diteliti adalah persepsi kemudahaan menggunakan, persepsi manfaat dan kepercayaan sebagai variabel independen, dan sikap menggunakan serta niat menggunakan kembali sebagai variabel dependen. Buku ini terwujud berkat sumbangsih dari banyak pihak. Karena itu dalam kesempatan yang baik ini saya ingin mengucapkan terima kasih kepada keluarga, rekan, dan berbagai pihak yang turut berkontribusi dalam penerbitan buku ini.
Buku ini merupakan hasil penelitian yang berkaitan dengan prilaku nasabah terhadap penggunaan layanan digital banking, yang dalam hal ini adalah layanan internet banking dan mobile banking yang telah disediakan oleh Bank KB Bukopin dan ...
Penulisan buku ini bertujuan untuk memudahkan bagi pengguna dalam menggunakan model yang dihasilkan, model analisi ini dapat digunakan untuk menentukan target dalam memproyeksi perencanaan tahunan atau rencana jangka panjang perusahaan. Buku ini berisikan lima bab. Bab I berisikan informasi umum yang meliputi tujuan pembuatan dokumen, deskripsi umum sistem, dan deskripsi dokumen. Bab II Berisi kebutuhan perangkat untuk menjalankan aplikasi. Bab III Berisi user manual aplikasi. Bab IV berisi analisi hasil realisasi keuangan dan Anggaran Perusahaan . Bab V penutup berisi kesimpulan, rekomendasi dan keterbatasan serta implikasi.
Bab III Berisi user manual aplikasi. Bab IV berisi analisi hasil realisasi keuangan dan Anggaran Perusahaan . Bab V penutup berisi kesimpulan, rekomendasi dan keterbatasan serta implikasi.
Buku ini sangat menarik untuk dijadikan pedoman bagi ibu ibu rumah tangga dengan berbagai latar pendidikan dan berbudaya, bagi para pengasuh yang elah diberikan arahan dan bagi para pengdamping keluarga ataupun tenaga para medis guna memudahkan guna emberikan sosialisasi dan arahan bagi warga dengan berbagai latar belakangnya.
Buku ini sangat menarik untuk dijadikan pedoman bagi ibu ibu rumah tangga dengan berbagai latar pendidikan dan berbudaya, bagi para pengasuh yang elah diberikan arahan dan bagi para pengdamping keluarga ataupun tenaga para medis guna ...
Kajian Kepariwisataan dalam Paradigma Intergratif-Transformatif menuju Wisata Spiritual
Pariwisata merupakan industri yang terbukti mampu memacu pertumbuhan ekonomi yang cepat. Utamanya dalam hal pembukaan kesempatan kerja, peningkatan pendapatan dan taraf hidup. Pariwisata juga terbukti mampu mengaktifkan dan mendongkrak sektor lain bagi pemasukan devisa negara yang diterima dari arus masuk para wisatawan. Sebagai sektor yang kompleks, pariwisata juga mampu menghidupkan sektor lain, seperti industri kerajinan tangan, industri cinderamata, penginapan, dan transportasi. Singkatnya, pariwisata sebagai industri jasa berperan sangat penting dalam menetapkan kebijakan mengenai pembukaan kesempatan kerja pada masa yang akan datang. Karena alasan itu, sejak 1978 hingga kini, pemerintah terus mengembangkan sektor kepariwisataan yang secara legal-formal diperkuat oleh TAP MPR No IV/MPR/1978 yang menyatakan bahwa pariwisata perlu ditingkatkan dan diperluas untuk meningkatkan penerimaan devisa, memperluas lapangan kerja, dan memperkenalkan kebudayaan. Namun, pembinaan dan pengembangan pariwisata dilakukan tetap memperhatikan terpeliharanya kebudayaan dan keperibadian nasional.