Sebanyak 23 item atau buku ditemukan

LexIslamica Series – Book 2 – The Original Meaning of _anaf_ U__l al-Fiqh

of eight kinds: • Pure Worship. The first of these is belief in Allah or īmān. The second is prayer. The third is zakāh. The fourth is fasting (ṣawm). The fifth is ḥajj. The sixthisjihād. Thereareotheractsofworshipasso- ciated with the ...

Model Pendekatan Bermain Pada Peningkatan Kesegaran Jasmani Sekolah Dasar

Dewasa ini model pembelajaran yang berorientasi pada prestasi itu sudah mulai digantikan dengan model pembelajaran yang berorientasi pada kesegaran jasmani melalui permainan. Proses pertumbuhan dan perkembangan anak, tidak hanya merupakan tugas orang tua saja, tetapi juga merupakan tugas atau tanggung jawab bersama yaitu orang tua, guru dan masyarakat. Di sekolah guru pendidikan jasmani mempunyai peranan yang sangat penting untuk membantu tercapainya kesegaran jasmani merupakan salah satu komponen untuk membantu tercapainya tujuan pendidikan nasional. Pendekatan model pembelajaran bermain adalah suatu proses pembelajaran dimana dalam mengajarkan teknik cabang olahraga melalui bentuk permainan kecil tanpa mengabaikan materi inti pelajaran. Karena bermain merupakan salah satu kebutuhan dasar manusia dewasa maupun anak-anak. Kesempatan bermain dan rekreasi akan memberikan kegembiraan serta kepuasan emosional tersendiri, karena bermain merupakan kegiatan spontan dan kreatif, yang dengannya seseorang dapat menemukan ekspresi diri secara sepenuhnya. Bermain merupakan jiwa anak yang tidak bisa dipisahkan dimana sesuai dengan karakteristik murid SD usia 6 –12 tahun kebanyakan dari mereka cenderung masih suka bermain. Bermain mempunyai peranan penting bagi anak. Sebagian waktunya dihabiskan adalah untuk bermain, aktivitas bermain selalu berhubungan dengan kesenangan yang mempunyai potensi untuk membantu meningkatkan kualitas jasmani bagi pelakunya. Model Pendekatan Bermain Pada Peningkatan Kesegaran Jasmani Sekolah Dasar ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak.

Menurut Hans Daeng dalam (Ismail, 2009), permainan adalah bagian mutlak dari kehidupan anak dan permainan merupakan ... aktivitas yang membantu anak mencapai perkembangan yang utuh, baik fisik, intelektual, sosial, moral, dan emosional.

Penyelenggaraan pendidikan anak usia dini

studi internalisasi nilai-nilai agama pada pendidikan anak usia dini (PAUD)

On religious values in early childhood education in Indonesia; collection of articles.

On early childhood education in Indonesia; collection of articles.

Akselerasi Berpikir Ekstraordinari Merdeka Belajar Pendidikan Jasmani dan Olahraga Era Pandemi Covid-19

Pengalaman empiris para penulis sebagai guru atau dosen bidang keolahragaan di era Pandemi Covid-19, bersamaan dengan kemajuan teknologi digital dan program Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Nadiem Makarim tentang merdeka belajar dan guru penggerak perubahan, memperkaya penulis untuk mengungkap pengalaman empirik yang unik karena kondisinya saat ini diluar dari kebiasaan. Pengalaman empirik tersebut dijabarkan dalam berbagai topik yang menarik dan enak dibaca dalam rangka membangun Sumber Daya Manusia (SDM) unggul, dan berdaya saing tinggi menuju Indonesia emas 2045. Pandemi Covid-19 secara sadar mengubah pikiran manusia untuk selalu care menjaga kesehatan pribadinya. Penyebaran virus corona yang demikian dahsyat sangat mungkin setiap orang tertular terutama yang imunnya rendah yang disebabkan karena beberapa faktor antara lain; usia lanjut, sakit penyakit bawaan, hubungan antar manusia yang kurang peduli dengan protap kesehatan, lingkungan yang kurang sehat, tubuh yang tidak sehat dan bugar dan lain-lain. Kondisi tubuh sehat dan bugar tentu menjadi dambaan setiap insan manusia tanpa terkecuali, dan kondisi ini sesuai dengan capaian target belajar pendidikan olahraga.

Pengalaman empiris para penulis sebagai guru atau dosen bidang keolahragaan di era Pandemi Covid-19, bersamaan dengan kemajuan teknologi digital dan program Pemerintah Indonesia melalui Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Bapak Nadiem ...

Pengawasan Hakim dan Penegakan Kode Etik di Komisi Yudisial

Proses penegakan etik di Komisi Yudisial bersifat unik. Hal ini dikarenakan tugas dan kewenangan yang dimilikinya mendudukkan Komisi Yudisial bertugas sebagai “polisi”, bertindak sebagai “jaksa”, dan atau berfungsi sebagai “hakim” dalam penegakan etik. Persidangan etik secara formil tidak menggunakan sistem pembuktian sebagaimana lazimnya di dalam hukum acara pidana ataupun perdata. Namun demikian, tetap berupaya melakukan pembuktian mendekati ketentuan-ketentuan pembuktian dalam persidangan hukum. Buku ini menggambarkan secara lugas sebuah tugas dan wewenang Komisi Yudisial dalam menjaga harkat dan martabat hakim melalui pengawasan perilaku, sekaligus proses atau rangkaian penanganan laporan masyarakat terhadap dugaan pelanggaran etik oleh hakim. Tergambar dengan jelas bahwa proses pembuktian yang digunakan untuk menyelesaikan pelanggaran kode etik berbeda dengan pembuktian hukum. Buku ini penting sebagai panduan bagi para pencari keadilan, advokat, atau kelompok masyarakat dalam proses pendampingan advokasi hukum di Pengadilan. Penting pula bagi akademisi, mahasiswa atau peminat hukum lain untuk membaca buku ini untuk memahami Komisi Yudisial secara lebih dekat dan praktis.

(Guru Besar Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Padjadjaran); 2. Amicus curiae Dr. Herlambang P. Wiratraman, SH., MA. (Direktur Pusat Studi Hukum dan HAM (HRLS) dan Dosen Hukum Tata Negara Fakultas Hukum Universitas Airlangga ...

Are We Living the Life of a Muslim?

... reported that the Messenger of Allah said in the Farewell Pilgrimage : And I
have left among you a thing which if you adhere to , you will never be misguided
after this — the Book of Allah and what you get from me by question ( Hadis ) .

The Reconciliation of the Fundamentals of Islamic Law

Al-Muwafaqat Fi Usul Al-Shari'a

First published in 1884 in Tunis, The Reconciliation of the Fundamentals of Islamic Law (or al-Muwafaqat fi Usul Al-Sharai'a), written by Ibrahim ibn Musa Abu Ishaq al-Shatibi, was an innovation in Islamic jurisprudence. It was the first book to address the objectives of the shari'a. The difficulty that some may find in comprehending some of its parts may be attributed to the fact that it was the first time that the codification of the maqasid or objectives of the shari'a was undertaken. The book has been a source of inspiration, moderation, and renewal in fiqh. However, it deals with much more than the maqasid, and substantial research is needed to unravel its full contribution. The author described the contents of his book as follows: When the concealed secrets began to be revealed...I started collecting their unique meanings...I did this to the extent of my ability and strength, while elaborating the purposes of the Book (Qur'an) and the Sunna...organizing these precious gems and gathering these benefits into meanings that have re-course to the principles helping in their comprehension and attachment, and I merged them with the interpretation of principles of fiqh and organized them on a shining and radiant string. The resulting book is divided into in five parts: the fundamental concepts of the discipline; the ahkam (rules) and what is related to them; the legal purposes of the shari'a and the ahkam related to them; the comprehensive treatment of the adilla (evidences); and the rules of ijtihad and taqlid. This current Volume I - now available in paperback - covers the first two parts described above by the author. The translation of the third part, dealing with the purposes of the shari'a, will be presented in the forthcoming Volume II. (Series: The Great Books of Islamic Civilization)

Subsequent abrogation (naskh) does not remove this meaning due to the
existence of all of them up until now having been confirmed by Islam, like qirad (
mudaraba partnership), the rule for the eunuch with respect to inheritance and so
on.