Sebanyak 32 item atau buku ditemukan

Manajemen Strategi

Buku Manajemen ini yang berjudul Buku Manajemen Strategi karya Prof. Dr. Mukhlis Yunus, S.E., M.S., dkk. Buku ini memapaparkan tentang manajemen strategi dan hal-hal terkait dengan manajemen strategi. Manajemen strategi adalah ilmu dan seni membuat keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuan. Ini adalah proses untuk membantu perusahaan menentukan siapa yang mereka ingin capai dan bagaimana mereka dapat mencapai hasil yang bernilai. Dibandingkan dengan zaman sebelumnya, pentingnya manajemen strategis semakin diakui. Perusahaan terus berusaha menjadi lebih kompetitif dalam ekonomi dunia yang memungkinkan produk dan layanan bergerak bebas antar negara.

Buku Manajemen ini yang berjudul Buku Manajemen Strategi karya Prof. Dr. Mukhlis Yunus, S.E., M.S., dkk. Buku ini memapaparkan tentang manajemen strategi dan hal-hal terkait dengan manajemen strategi.

Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama

Judul : Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama Penulis : Dr. Mohammad Akmal Haris, M.Pd., C.FLS. Ukuran : 15,5 x 23 Tebal : 350 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN: 978-634-235-182-6 No. E-ISBN: 978-634-235-183-3 (PDF) Terbitan : Mei 2025 SINOPSIS Di tengah keberagaman Indonesia yang kaya, tantangan terbesar adalah menjaga kedamaian dan keharmonisan antarumat beragama. Buku ini menawarkan solusi dengan pendekatan moderasi beragama dalam Pendidikan Agama Islam, yang menekankan keseimbangan, toleransi, dan keadilan. Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama mengungkapkan prinsip-prinsip moderasi seperti tawassuth (jalan tengah), tasamuh (toleransi), dan al-‘adl (keadilan), serta bagaimana nilai-nilai ini dapat diintegrasikan dalam kurikulum Pendidikan Agama Islam. Buku ini juga mengajak pendidik dan masyarakat untuk mengatasi tantangan ekstremisme dan intoleransi, baik di dunia nyata maupun dunia maya, dengan pendekatan yang inklusif dan berbasis nilai-nilai moderat. Karya ini sangat relevan bagi pendidik, orang tua, dan siapa saja yang ingin memahami bagaimana moderasi beragama dapat menciptakan generasi yang damai, berpikiran terbuka, dan mampu hidup harmonis dalam masyarakat yang plural. Sebuah panduan penting untuk mewujudkan kedamaian dan keharmonisan dalam keberagaman.

Judul : Pendidikan Agama Islam Berbasis Moderasi Beragama Penulis : Dr. Mohammad Akmal Haris, M.Pd., C.FLS.

Sejarah Sosial Hukum Islam

Dinamika Fikih Pada Abad Pertengahan

Gus Dur, Pluralisme, dan Moderasi Beragama

Judul : Gus Dur, Pluralisme, dan Moderasi Beragama Penulis : Dr. Akmal Kamil, M.A. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 332 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-199-4 No. E-ISBN : 978-623-505-200-7 (PDF) SINOPSIS Buku “Gus Dur, Pluralisme, dan Moderasi Beragama” mengungkap secara mendalam pandangan dan pemikiran KH Abdurrahman Wahid, atau yang lebih dikenal sebagai Gus Dur, tentang pluralisme dan moderasi dalam konteks keberagaman agama di Indonesia. Melalui narasi yang kaya akan kutipan-kutipan langsung dari Gus Dur, pembaca dibawa untuk memahami betapa pentingnya sikap inklusif dan toleransi dalam menjaga kerukunan antarumat beragama. Buku ini adalah hasil penelitian tentang konsepsi pluralisme Gus Dur dalam kaitannya dengan penerapan moderasi beragama di lingkungan ICC Jakarta sebuah lembaga kebudayaan Islam Iran di Indonesia. Dalam hal ini, topik moderasi beragama dalam lembaga kebudayaan Islam Iran yang dipandang dominan Syiah ditelusuri lebih mendalam. Hadirnya ICC Jakarta sebagai lembaga kebudayaan Iran di Indonesia, dengan demikian, mendapat tantangan untuk tampil dalam wajah plural. Oleh sebab itu, selain penelitian tentang pandangan moderasi beragamanya, pandangan pluralismenya pun perlu diteliti. Dengan topik seperti ini memunculkan tiga kerangka berpikir berikut: (i) Konsepsi Moderasi Beragama; (ii) Lembaga Kebudayaan Islam Iran; (iii) Pluralisme Perspektif Gus Dur. Penelitian ini memilih konsepsi pluralisme perspektif Gus Dur karena lebih pekat dengan substansi dan penerapan moderasi beragama di lapangan praksis jika dibandingkan pemikiran tokoh lain, seperti Mukti Ali, Cak Nur, Kang Jalal, Pak Kunto, atau Buya Ma’arif. Gus Dur memperjuangkan inklusi dan dialog antaragama sebagai cara untuk membangun masyarakat yang harmonis dan damai. Buku ini menjadi panduan yang berharga bagi pembaca yang ingin memahami lebih dalam tentang perjuangan dan visi Gus Dur dalam membangun Indonesia yang berdasarkan prinsip-prinsip pluralisme, toleransi, dan moderasi beragama serta sangat penting dan mendesak dalam rangka turut mengklarifikasi kekeliruan cara pandang tentang posisi ICC Jakarta sebagai sebuah lembaga kebudayaan Islam.

Judul : Gus Dur, Pluralisme, dan Moderasi Beragama Penulis : Dr. Akmal Kamil, M.A. Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 332 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-199-4 No. E-ISBN : 978-623-505-200-7 (PDF) SINOPSIS Buku “Gus Dur, ...

Khazanah Moderasi Beragama

dalam Al-Qur'an dan Penerapannya di Indonesia

Buku ini memuat sekian persoalan mengenai Islam dan umat Islam di Indonesia yang tengah menghadapi dua tantangan. Pertama, kecenderungan sebagian kalangan umat Islam untuk bersikap ekstrem dan ketat dalam memahami teks-teks keagamaan dan mencoba memaksakan cara tersebut ke tengah masyarakat muslim, bahkan dalam beberapa hal menggunakan kekerasan. Kedua, kecenderungan lain yang juga ekstrem dengan bersikap longgar dalam beragama dan tunduk pada perilaku serta pemikiran negatif yang berasal dari budaya dan peradaban lain. Selain hal di atas, juga terdapat penerimaan dan penolakan mengenai istilah moderasi beragama, dalam konteks Indonesia. Salah satu perbedaan buku ini dengan buku moderasi beragama lainnya adalah di samping menghidangkan problematika yang telah dipaparkan di atas, juga concern pada istilah-istilah moderasi beragama dalam Al-Qur’an dengan penafsirannya. Di antaranya; Al-Wasth (الوسط), Al-Sadad (السداد), Al-Qasd (القصد), Al-Istiqamah (الإستقامة), Al-Khairiyah (الخيرية), Al-Adl (العدل), Al-Yusr (اليسر), Al-Hikmah (الحكمة). Buku ini, menjelaskan 8 langkah utama mewujudkan pemahaman moderasi beragama konteks Indonesia. Pertama, kemampuan menyinergikan antara teks, konteks, dan kontekstualisasi beragama. Kedua, kemampuan memilah kemudahan beragama dan menggampangkannya. Ketiga, kemampuan menyeimbangkan hak kebebasan dan kewajiban. Keempat, kemampuan memilih yang terpenting di antara yang penting dan tidak penting. Kelima, kemampuan membandingkan kadar kemaslahatan dan kemudaratan. Keenam, kemampuan menyinergikan ilmu dan amal. Ketujuh, kemampuan menyinergikan ijtihad pemikiran lama dan ijtihad pemikiran kontemporer. Kedelapan, kemampuan menyinergikan literasi dan emosi.

Buku ini memuat sekian persoalan mengenai Islam dan umat Islam di Indonesia yang tengah menghadapi dua tantangan.

Media Pembelajaran: Teori, Implementasi, dan Evaluasi

Buku ini ditulis dengan tujuan untuk membantu para praktisi pendidikan, baik guru, instruktur, bahkan dosen dalam memahami konsep teoretis, proses implementasi, dan cara mengevaluasi penggunaan media dalam proses belajar mengajar. Seperti yang kita ketahui bersama, media pembelajaran digunakan di kelas untuk mendukung proses belajar mengajar itu sendiri sehingga kegiatan tersebut dapat berjalan efektif.

... Pembelajaran IPA di jenjang MI/SD tidak dapat terpisahkan oleh media pembelajaran karena banyak materi IPA sulit dipahami jika hanya dijelaskan dengan buku. Adanya media yang tepat dalam pelajaran IPA diharapkan dapat meningkatkan minat ...

MODERASI BERAGAMA DI KALANGAN NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH

Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama bisa jadi bukan pilihan, melainkan keharusan. Moderasi beragama harus dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif). Keseimbangan atau jalan tengah dalam praktik beragama ini niscaya akan menghindarkan kita dari sikap ekstrem berlebihan, fanatik dan sikap revolusioner dalam beragama. Moderasi beragama merupakan solusi atas hadirnya dua kutub ekstrem dalam beragama, kutub ultra­konservatif atau ekstrem kanan di satu sisi, dan liberal atau ekstrem kiri di sisi lain. Moderasi beragama sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah­tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama, tentu perlu adanya ukuran, batasan, dan indikator untuk menentukan apakah sebuah cara pandang, sikap, dan perilaku beragama tertentu itu tergolong moderat atau ekstrem. Ukuran tersebut dapat dibuat dengan berlandaskan pada sumber­sumber terpercaya, seperti teks­teks agama, konstitusi negara, kearifan lokal, serta konsensus dan kesepakatan bersama. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendialogkan faham dan cara beragama yang moderat di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kedua ormas ini, dinilai sebagai salah satu dari beberapa ormas yang berpandangan moderat dan mengedepankan pendekatan humanis sebagai bagian dari strategi moderasi beragama, di samping keduanya memiliki modal jaringan organisasi yang kuat dan luas yang dapat mencapai akar rumput sehingga strategis dalam upaya mengonter radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama bisa jadi bukan pilihan, melainkan keharusan.

Problematika Teori dan Praktik Komunikasi

"Komunikasi adalah proses dimana individu mengirimkan rangsangan, biasanya dalam bentuk verbal, untuk mengubah perilaku orang lain," menurut Forsdale. Untuk memastikan bahwa pesan verbal dan nonverbal diinterpretasikan dengan benar, jaminan harus diberikan karena semakin besar perbedaan budaya, semakin banyak peluang untuk komunikasi antar budaya yang hilang. Karena ketika kita berbicara dengan seseorang dari budaya lain, ada juga perbedaan, tingkat pengetahuan, kesulitan meramal, ambiguitas, kebingungan, dan suasana misteri yang tak terduga. Kasar atau bahkan tidak membantu. Oleh karena itu, sesuai dengan judulnya "Problematika Teori dan Praktik Komunikasi" buku ini sebagai sarana untuk menciptakan keberhasilan komunikasi dengan orang lain yang merupakan inti dari komunikasi.

Kasar atau bahkan tidak membantu. Oleh karena itu, sesuai dengan judulnya "Problematika Teori dan Praktik Komunikasi" buku ini sebagai sarana untuk menciptakan keberhasilan komunikasi dengan orang lain yang merupakan inti dari komunikasi.

Aksi Komunikasi Dalam Teori dan Praktik

Bidang ilmu komunikasi semakin dianggap signifikan. dari berbagai bidang, termasuk sastra, ekonomi, psikologi, dan bahkan teknik dan kedokteran, serta mereka yang memiliki latar belakang komunikasi, mempelajari ilmu komunikasi. Diyakini bahwa ilmu komunikasi dapat menghubungkan proses penciptaan pengetahuan seorang guru dengan interaksi siswanya dengan orang lain di masyarakat. Buku ini dibuat dengan harapan bisa berkontribusi sebagai kajian yang ditujukan untuk memahami komunikasi manusia. Ilmu Komunikasi telah berkembang menjadi bidang studi multidisiplin dalam artian merupakan ilmu interdisipliner.

Bidang ilmu komunikasi semakin dianggap signifikan. dari berbagai bidang, termasuk sastra, ekonomi, psikologi, dan bahkan teknik dan kedokteran, serta mereka yang memiliki latar belakang komunikasi, mempelajari ilmu komunikasi.