Sebanyak 615 item atau buku ditemukan

Buku Ajar Ekonomi Kreatif

Buku Ajar Ekonomi Kreatif ini disusun sebagai buku panduan komprehensif yang menjelajahi kompleksitas dan mendalamnya tentang ilmu ekonomi kreatif. Buku ini dapat digunakan oleh pendidik dalam melaksanakan kegiatan pembelajaran di bidang ekonomi kreatif dan diberbagai bidang Ilmu terkait lainnya. Selain itu, buku ini juga dapat digunakan sebagai panduan dan referensi mengajar mata kuliah ekonomi kreatif dan menyesuaikan dengan rencana pembelajaran semester tingkat perguruan tinggi masing-masing. Secara garis besar, buku ajar ini pembahasannya mulai dari pengantar ekonomi kreatif, konsep dan ruang lingkup lndustri kreatif, peran inovasi dalam ekonomi kreatif, pilar utama ekonomi kreatif, pemasaran kreatif dan digital branding. Selain itu, materi mengenai teknologi digital dan ekonomi kreatif serta materi mengenai tantangan dan peluang masa depan ekonomi kreatif juga dibahas secara mendalam. Buku ajar ini disusun secara sistematis, ditulis dengan bahasa yang jelas dan mudah dipahami, dan dapat digunakan dalam kegiatan pembelajaran.

Buku Ajar Ekonomi Kreatif ini disusun sebagai buku panduan komprehensif yang menjelajahi kompleksitas dan mendalamnya tentang ilmu ekonomi kreatif.

Ekonomi Kreatif

Buku "Ekonomi Kreatif" menyajikan pemahaman mendalam tentang konsep dan peran ekonomi kreatif dalam perekonomian modern. Dimulai dengan pengenalan mengenai esensi ekonomi kreatif, karakteristiknya, serta bagaimana sektor ini tumbuh sebagai kekuatan baru dalam menciptakan nilai tambah berbasis ide, kreativitas, dan bakat. Dalam era digital, industri kreatif mengalami percepatan luar biasa melalui pemanfaatan teknologi dan platform digital, yang membuka peluang baru bagi para pelaku usaha untuk berinovasi dan berkembang. Selanjutnya, pembahasan difokuskan pada pentingnya desain dan pengembangan produk kreatif sebagai inti dari keunggulan kompetitif. Ekonomi kreatif juga dikaitkan dengan pembangunan berkelanjutan, menunjukkan kontribusinya terhadap pertumbuhan yang inklusif dan ramah lingkungan. Kreativitas dan inovasi dijelaskan sebagai pilar utama penggerak industri kreatif. Buku ini juga mengulas bagaimana risiko dalam sektor kreatif dapat dikelola secara efektif serta menggambarkan hubungan erat antara budaya dan ekonomi kreatif, yang menjadikan warisan budaya sebagai sumber inspirasi dan potensi ekonomi. Buku ini sangat relevan bagi akademisi, pelaku industri, dan pembuat kebijakan dalam mengembangkan ekosistem ekonomi kreatif.

... creative economy is one of the world's fastest-growing sectors. Creative industries create employment and income, promote innovation and contribute to societies' well-being. Yet more data and innovative and multidisciplinary policy ...

Mengenal Lebih Dekat Demokrasi di Indonesia

Di dalam perjalanannya, demokrasi di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan. Pemilu tahun 1955 merupakan pesta demokrasi pertama di Indonesia. Banyak hal yang dapat kita pelajari dari sistem demokrasi ini. Dengan demokrasi maka pemerintah dapat menjalankan pemerintahan dengan adil dan terarah. Balai Pustaka

Di dalam perjalanannya, demokrasi di Indonesia telah mengalami beberapa kali perubahan.

Filsafat Periode Socrates

Pada periode Socrates, kehidupan politik Yunani sedang tumbuh intensif, khususnya di Athena yang demokratis. Warga bebas memainkan peran apa pun, dalam hal apa pun, dan jika ingin terjun ke dalam politik, mereka mengikuti semacam pendidikan. Namun pendidikan dengan cara lama sudah tak cukup untuk memenuhi itu. Bentuk ideal aristokrat lama, entah lebih unggul dari cita-cita baru atau tidak, tak mampu memenuhi tuntutan demokrasi yang sedang berkembang. Ada sesuatu yang lebih dibutuhkan, dan kebutuhan ini dipenuhi oleh kaum Sofis. Kaum Sofis menempatkan pelatihan teoretis sebagai pengganti pelatihan praktis. Mereka adalah profesor keliling yang berjalan dari kota ke kota, mengumpulkan banyak pengetahuan dan pengalaman berharga. Mereka memberi instruksi tentang berbagai hal, termasuk tata bahasa, penafsiran penyair, filsafat mitologi, dan lain sebagainya. Namun, di atas semua itu, mereka mengaku mengajarkan seni Retorika, yang mutlak diperlukan untuk berpolitik. * Buku Seri Filsafat diterjemahkan dari karya termahsyur Frederick Charles Copleston, seorang pendeta Yesuit Inggris, yang sebelumnya diterbitkan dalam sembilan jilid antara tahun 1946 dan 1975. Sebagaimana dicatat oleh The Encyclopedia Britannica, karya ini adalah "teks dasar pengantar filsafat untuk ribuan siswa universitas, khususnya dalam edisi paperback AS-nya."

Namun, di atas semua itu, mereka mengaku mengajarkan seni Retorika, yang mutlak diperlukan untuk berpolitik. * Buku Seri Filsafat diterjemahkan dari karya termahsyur Frederick Charles Copleston, seorang pendeta Yesuit Inggris, yang ...

Metode Penulisan Karya Ilmiah

Hampir setiap fakultas, bahkan program studi menerbitkan pedoman penulisan karya ilmiah, baik skripsi, tesis, maupun disertasi. Akan tetapi, kebanyakan pedoman tersebut hanya memuat bagian-bagian dan format sebuah proposal serta bagian-bagian dan format skripsi, tesis, dan disertasi. Pedoman tersebut pada umumnya tidak memuat bagaimana suatu ide dan argumen dapat dikemas dengan kriteria karya ilmiah serta memiliki ciri sebagai karangan efektif yang mudah dipahami. Banyak pihak menganggap bahwa penulisan karya ilmiah telah diperoleh oleh mahasiswa pada matakuliah Bahasa Indonesia. Namun, kadangkala anggapan itu tidak sesuai dengan yang terjadi. Kondisi di lapangan menunjukkan bahwa (i) matakuliah Bahasa Indonesia hanya 2 sks sehingga tidak cukup waktu bagi mahasiswa untuk melakukan banyak latihan, sedangkan menulis adalah sebuah skill yang harus banyak latihan; (ii) matakuliah Bahasa Indonesia seringkali diampu oleh dosen yang tidak kompeten sehingga ada kemungkinan penyederhanaan masalah ketika terdapat persoalan ketata-bahasaan yang dihadapi mahasiswa; (iii) matakuliah Bahasa Indonesia diampu oleh dosen yang jarang berkoordinasi dengan program studi sehingga ada kemungkinan ketidaksesuaian antara materi kuliah dengan learning outcome program studi; dan (iv) matakuliah Bahasa Indonesia tidak dimulai dari need assessment terhadap mahasiswa sehingga ada kemungkinan pengulangan dengan materi di SMA atau mengabaikan kepiawaian menulis yang telah dimiliki oleh mahasiswa. Buku ini ditulis berdasarkan pengamatan terhadap pedoman-pedoman karya ilmiah perguruan tinggi, buku-buku Bahasa Indonesia di SMA dan di perguruan tinggi, serta pengalaman mengajar matakuliah Bahasa Indonesia di sejumlah perguruan tinggi. Buku ini memberi penjelasan adanya kesatuan konsep dan keterikatan makna antara satu satuan bahasa dengan satuan bahasa yang lain. Selain itu, buku ini memberi penjelasan yang komprehensif sekaligus mendalam mengenai teknik menulis karya ilmiah sehingga mudah diaplikasikan oleh mahasiswa dari program studi apa saja.

Hampir setiap fakultas, bahkan program studi menerbitkan pedoman penulisan karya ilmiah, baik skripsi, tesis, maupun disertasi.

Andaikan Buku Itu Sepotong Pizza

Rangsangan Baru untuk Melejitkan "Word Smart"

Bayangkan seluruh buku, yang ada di sekeliling kita, bagaikan "makanan" yang paling kita sukai. Apa yang akan terjadi? Tentu kita akan melahap buku-buku itu dengan kenikmatan yang tiada tara. Tentu kita akan "memakan" buku-buku itu setiap hari, sebagaimana kita sarapan, makan siang, kemudian makan malam, diselingi oleh ngemil pada sore hari atau saat lain. Bagaimana menjadikan buku-buku itu bagaikan "makanan" kesukaan kita yang dapat disantap setiap hari? Secara memikat, penulis menunjukkan bahwa buku punya "rasa" dan "aroma" yang bisa membangkitkan selera. Lalu, setelah mengeksplorasi habis-habisan kaitan penting membaca dan menulis, penulis pun mengarahkan teorinya ke pelejitan "word smart" -- kemampuan menggunakan kata secara efektif yang dapat mengantarkan seseorang untuk lebih tajam mengenali diri, memperbaiki diri, dan mendapatkan "mata baru" usai mempelajari sesuatu. [Mizan, Kaifa, Motivasi, Inspirasi, Indonesia]

Bayangkan seluruh buku, yang ada di sekeliling kita, bagaikan "makanan" yang paling kita sukai.

Moderasi Beragama: Konsep, Strategi dan Implikasinya dalam Pendidikan Agama Islam

Buku ini hadir dari keprihatinan mendalam terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh umat Islam dalam menjalani kehidupan beragama di era modern serta gempuran arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat dibarengi dinamika kehidupan beragama yang kian kompleks sehingga moderasi beragama menjadi kunci untuk menjaga keseimbangan dan kerukunan di tengah keberagaman.

Buku ini hadir dari keprihatinan mendalam terhadap berbagai tantangan yang dihadapi oleh umat Islam dalam menjalani kehidupan beragama di era modern serta gempuran arus globalisasi dan perubahan sosial yang cepat dibarengi dinamika ...

Kosa Kata dan Ungkapan Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia. Bahasa tersebut dituturkan oleh suku Jawa yang mendiami sebagian besar Pulau Jawa, yaitu Provinsi Jawa Tengah, Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), dan Provinsi Jawa Timur. Oleh karena itu, tak aneh jika Bernard Comrie (via Montolalu dkk, 2007: 186), salah seorang ahli linguistik terkemuka, menyampaikan, bahasa Jawa memiliki jumlah penutur sebanyak 65 juta orang, dan termasuk ke dalam 20 bahasa ibu yang jumlah penuturnya terbanyak di seluruh dunia. Terkait itu, banyaknya jumlah penutur bahasa Jawa di Indonesia, ternyata berdampak pula pada banyaknya kosakata bahasa Indonesia dari bahasa Jawa, khususnya yang tercantum di dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia Pusat Bahasa Edisi Keempat (2008). Di dalam kamus kebanggaan bangsa Indonesia itu, tercatat 1.049 buah kosakata bahasa Jawa, yang akan diuraikan dalam bagian “Daftar Kosakata Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia A-Z”. Dengan demikian, bahasa Jawa (dan bahasa-bahasa daerah lainnya di Indonesia) sebagai pemerkaya bahasa Indonesia (Soeparno, dkk, 1997: 4). Selain kosakata, di dalam kamus terbitan Pusat Bahasa (kini Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia) itu tercatat pula 39 buah ungkapan bahasa Jawa, salah satunya ialah ing ngarsa sung tuladha, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani, artinya ‘(berada) di depan memberi contoh sehingga dapat diteladani, di tengah memberi dorongan semangat, dan mengikuti dari belakang dengan memberi kekuatan dalam usaha melaksanakan tugas’. Selengkapnya, bisa dilihat dalam bagian “Daftar Ungkapan Bahasa Jawa dalam Bahasa Indonesia”.

Bahasa Jawa merupakan salah satu bahasa daerah di Indonesia.

Ayo Belajar Bahasa Indonesia: Buku Ajar Bahasa Indonesia Bagi Penutur Asing Tingkat A1

Buku ajar ini merupakan bahan ajar alternatif bagi para pembelajar BIPA untuk belajar bahasa Indonesia yang berbasis kearifan lokal khususnya di Magelang. Ada sepuluh materi yang ada dalam bahan ajar ini yang mencakup materi Menyapa, Perkenalan, Identitas Diri, Keluarga, Aktifitas Sehari-hari, Kegemaran/Hobi, Transportasi, Petunjuk Arah, Jual Beli dan Lagu Populer. Materi-materi tersebut akan membantu pembelajar BIPA untuk menguasai empat kemampuan dalam belajar bahasa Indonesia yaitu kemampuan menyimak, berbicara, membaca, dan menulis.

Buku ajar ini merupakan bahan ajar alternatif bagi para pembelajar BIPA untuk belajar bahasa Indonesia yang berbasis kearifan lokal khususnya di Magelang.