Sebanyak 147 item atau buku ditemukan

Kumpulan Mukjizat Nabi Muhammad SAW

Memuat 300 Mukjizat Rasullullah

Dalil kebenaran dan bukti kenabian Rasul SAW tidak terbatas pada mukjizat yang dimilikinya. Namun, para ulama memandang bahwa seluruh gerak, perbuatan, kondisi, ucapan, akhlak, perjalanan hidup, dan fisiknya, semuanya membuktikan ketulusan dan kebenarannya. Buku ini menjelaskan lebih dari 300 mukjizat Rasul SAW yang menjadi indikator benarnya kerasulan beliau. Selain mukjizat, buku ini juga membahas irhasat (peristiwa luar biasa yang terkait dengan diri Rasul SAW sebelum diangkat menjadi Nabi, atau yang berkaitan dengan waktu kelahirannya). Mukjizat Rasul SAW sangat banyak dan beragam. Hal itu karena kerasulan beliau bersifat universal dan komprehensif; mencakup seluruh alam. Karenanya, mukjizat yang menjadi saksi atas beliau tampak pada sebagian besar jenis makhluk. Di antara mukjizat yang dijelaskan di dalam buku ini adalah Informasi Rasul SAW tentang peristiwa yang akan menimpa keluarga dan umatnya setelah beliau wafat, ramalan tentang masa depan, terbelahnya bulan, isrâ dan mi’raj, serta bagaimana beliau mampu berbicara dengan benda mati, binatang, mayat, jin dan malaikat. Selain itu, dijelaskan pula mukjizat seputar hidangan gaib, tangan ajaib, doa mustajab, dan ludah mujarab milik Rasul SAW serta berbagai mukjizat lainnya. Masing-masing dijelaskan lewat sejumlah contoh yang bersumber dari hadis-hadis yang mutawatir dan sahih. Buku persembahan penerbit Risalah

Karena mereka meniti jalan yang pintu-pintunya telah dibuka oleh sang guru dan dibiarkan terbuka. Maka, mereka pun menemukan hakikat kebenaran. Seluruh karamah, pembuktian ilmiah dan ijmak mereka menjadi pilar atas kebenaran sang guru ...

Muhammad Al-Fatih

Penakluk Konstantinopel

Awalnya adalah sabda Rasulullah Shallallahu Alaihi wa sallam, " Sungguh Konstantinopel akan ditaklukan. Sebaik-baiknya pemimpin adalah penakluknya dan sebaik-baik pasukan adalah pasukannya." (HR. Ahmad) Sekitar 800 tahun lamanya, mimpi indah ini tersimpan rapi dalam lembaran-lembaran kitab hadits. Bukan tidak ada yang berminat menjadi pahlawannya. Sudah Banyak. Bahkan, sekitar 11 kali percobaan telah dilakukan oleh tokoh-tokoh besar. Termasuk yang paling bersemangat adalah Abu Ayyub Al-Anshari. Kuburannya ditemukan didekat benteng Konstantinopel menjadi bukti kuat keinginannya untuk menjadi pembuat sejarah besar dan pewujud mimpi indah itu. Tapi memang, sejarah besar hanya akan ditorehkan oleh orang-orang besar. Seperti Muhammad Al-fatih. Pada usia 25 thaun, ia mampu membuktikan dirinya sebagai pelaku hadits mulia itu. ia menjadi pahlawan kabar gembira Sang Nabi untuk menaklukan Konstantinopel, ibukota Imperium Bizantium. Sosoknya boleh jadi tidak begitu dikenal anak-anak generasi zaman kini. tapi, sejarah sangat mengenalnya sebagai orang besar yang telah membuat sejarah besar dalam perjuangan besar dibalik kesuksesannya, tentang strategi militernya yang mencengangkan dunia, tentang proyek-proyek peradaban dan ekonomi yangberhasil dihadirkan untuk dunia dan tentang cerita terbunuhnya yang penuh misteri.

Sang guru utama inilah yang merobek-robek perintah Sultan jika perintah itu melanggar Syariat. ia tidak pernah menunduk kepada Sultan dan berbicara langsung kepadanya dengan menyebut namanya. Beliau juga tidak pernah menjabat atau ...

Karya lengkap Abdullah bin Muhammad al-Misri

Bayan al-asmaʼ, Hikayat Mareskalek, ʻArsy al-muluk, Cerita Siam, Hikayat tanah Bali

Literary criticism on the works of Abdullah bin Muhammad al-Misri, a prominent Indonesian writer of classical Malay literature.

Saka , Sang Aji HTB 10 , 11. Mungkin maksudnya Dang Hyang Nirartha yang datang ke Bali tahun 1510 waktu kekuasaan Majapahit sedang merosot . Dia beragama Buddha . Raja Dalem Batur Enggong mengangkatnya sebagai guru dan pemimpin agama ...

Ayo Ikut Nabi Muhammad

Nabi Muhammad, nabi terakhir umat Islam, adalah insan mulia. Hanya pernah sekali berbuat dosa seumur hidupnya, sungguh beliau adalah idola utama kita. Kawan-kawan tentu ingin mencontoh perilaku beliau, bukan? Bukan untuk siapa, semua untuk kawan-kawan sendiri, kok. Jangan salah memilih idola, ya! Yuk baca buku ini sampai habis.

Tethy Ezokanzo. Rasulullah sang D ig ita l p u b lis h in Guru g /K G - 3 /G C Teman-teman, kalian bersekolah di mana?Sekolah itu memang penting agar kita. Rasulullah Sang Guru.

Muhammad 4

Dalam perjalanannya mencari jejak Elyas, Vakhshur mendapati dirinya terjebak di tengah-tengah kemelut kekhalifahan kaum Muslimin. Sejak 'Umar wafat, umat Islam seakan terbelah menjadi dua, pendukung 'Utsman bin Affan dan pendukung Ali bin Abi Thalib. 'Utsman, sebagai khalifah terpilih, menyadari bibit-bibit perpecahan mulai tumbuh. Dan, demi mencegah kobaran api konflik, 'Utsman dan Ali berusaha untuk menyatukan dan mendamaikan kembali hati umat Islam. Sementara itu, perjalanan Vakhshur berlanjut kendati yang dia temukan lagi-lagi hanya jalan buntu. "Jejak Tuan Elyas telah lenyap ...." kata Vakhshur putus asa. Namun, di sebuah desa pinggir sungai Nil, Vakhshur akhirnya mendapati kembali jalan menuju Elyas lewat seorang biarawati bernama Maria. Dari sang biarawati pula, Vakhshur mengetahui fakta mengejutkan perihal Elyas dan Kashva, sekaligus menguak tabir tentang apa yang tengah dicari keduanya. "Maria, jadi maksudmu ... Tuan Elyas kemungkinan sedang belajar Islam?" "Itu jawaban yang aku cari selama belasan tahun ini." Islam, agama yang dibawa oleh seorang nabi bernama Muhammad. Itulah keping petunjuk terakhir bagi Vakhshur untuk menemukan Elyas. Lalu, bagaimana akhir pencarian Kashva dan Elyas? Di saat tunas-tunas fitnah tengah bersemi di tubuh Islam, adakah hujan karunia yang menunggu di ujung jawaban? Inilah babak akhir dari perjalanan Kashva mencari kebenaran agama sang Nabi yang terus digemakan oleh para pengikutnya. [Mizan, Bentang Pustaka, Novel, Tasaro, Muhammad, Biografi, Indonesia]

Hari itu, setelah habis masa tiga hari yang dijanjikan oleh sang Khalifah, dan belum ada satu pun kesanggupan 'Utsman mewujud dalam kenyataan, Ibnu Abbas menemui sepupu yang juga sang Guru, di rumahnya yang bersahaja.

Muhammad Al-Musthafa (Catatan Rindu Pada Sosok Mulia, MUHAMMAD SAW)

Sepanjang lintasan sejarah kehidupan Islam dan Kaum Muslimin, sosok Nabiyullah Muhammad saw. selalu hadir menyertainya. Bukan sekedar inspirator semata tetapi lebih daripada itu, keberadaan Muhammad saw menjadi panutan nyata, dikenal dengan baik, dicintai dan menduduki tempat istimewa di setiap hati orang beriman bahkan semua makhluk ciptaan-Nya merasakan kerinduan yang luar biasa terhadapnya Dan sungguh, tiada nama lain dalam kehidupan seorang muslim yang begitu melekat selain nama Muhammad saw. Tiada sosok lain yang cintanya begitu dalam terpatri di setiap hati kaum beriman selain Muhammad saw. Tiada pribadi lain yang kemuliaannya dan keteladanannya menjadi kebanggaan dan sumber panutan terbaik selain Muhammad saw. Karena beliaulah, iman menjadi jelas, syariat menjadi mudah, dan kehidupan menjadi indah. Mukammad Al-Musthafa merupakan karya Ust Heri Nurdi. Dalam buku ini, beliau mengungkap sosok pribadi Sang Rasul melalui jejak sirahnya, pengalaman indah sahabat saat bersamanya dan pujian serta gelar yang diberikan Allah dalam Al-Qur’an kepadanya. Inilah kisah Sang Rasul Muhammad saw. yang ditulis dengan pendekatan cinta, luapan kekaguman dan air mata kerinduan yang sangat mendalam. Semoga dengan membacanya, kita akan semakin mengenal Nabi kita tercinta, mengikuti jejak sunnahnya dan menebarkan kerahmatan bagi segenap alam.

Setiap sang guru menawarkan sesuatu, dengan halus Imam Ahmad menolaknya dengan jawaban, “Saya masih dalam kebaikan.” Hal ini dilakukannya dengan tujuan agar tak menyisakan peluang bagi fitnah yang bisa saja menghadang.

Muhammad Sang Guru: Menyibak Rahasia Cara Mengajar Rasulullah

Terlahir sebagai seorang yang ummiy (buta aksara), bukanlah sebuah cela. Justru, kondisi itu menjadi kelebihan Rasulullah yang tak terbantahkan dan tak tertandingi. Di dalam buku Muhammad Sang Guru: Menyibak Rahasia Cara Mengajar Rasulullah, Rasulullah digambarkan tidak lagi melihat segala sesuatu dengan mata wadak (bashar), melainkan dengan mata hati (bashirah). Sang pengarang, Abdul Fattah Abu Ghuddah, menyebutkan keunggulan pribadi Muhammad terekam jelas dari kesuksesannya membimbing dan mendidik umat. Buku terjemahan yang diterbitkan Armasta, Yogyakarta, pada Januari tahun ini menceritakan Rasulullah membawa umatnya yang semula bergelimang lumpur kebodohan (Jahiliah), berganti menjadi umat yang memiliki peradaban adiluhung (Madani). Buku yang berjudul asli ar-Rasul al-Mu’allim wa Asalibuhu fi at-Ta’lim ini secara garis besar terbagi ke dalam dua bagian. Bagian Pertama, memuat deskripsi kepribadian dan sifat-sifatnya yang mulia, terutama dalam kaitannya sebagai pendidik. Sementara bagian kedua, membahas rahasia dan metode-metode Rasulullah dalam mengajar, bimbingan, serta arahan-arahan beliau seputar dunia pendidikan. Setidaknya ada 40 metode mengajar Rasulullah yang diulas dalam buku setebal 361 halaman ini. Membaca metode-metode itu, kita akan mendapati bahwa Rasulullah adalah seorang guru atau pendidik ulung, di samping luar biasa cerdik. Bahkan, kita akan merasa bahwa di antara metode-metode itu terasa begitu asing dan menggugah rasa penasaran kita. buku ini selayaknya menjadi pedoman dan referensi utama bagi para guru, da’i, ustadz, dan lain-lain dalam menekuni dunia pendidikan dan pengajaran. Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI, Anies Baswedan, menyatakan, “...Nabi adalah guru sejati, yang tak hanya mengajar tapi juga menjadi teladan terbaik. Sungguh pantas bila buku ini menjadi rujukan kita dalam mendidik dan mengajar untuk menghasilkan generasi terbaik.” Lebih dari itu, mempelajari buku ini adalah bentuk peneladaan terhadap pribadi Rasulullah sebagai seorang guru

Di dalam buku Muhammad Sang Guru: Menyibak Rahasia Cara Mengajar Rasulullah, Rasulullah digambarkan tidak lagi melihat segala sesuatu dengan mata wadak (bashar), melainkan dengan mata hati (bashirah).

Etika bisnis dalam praktek mal bisnis Muhammad

laporan penelitian individual

On business ethics from Islamic teaching viewpoint.

On business ethics from Islamic teaching viewpoint.

ISLAMIC PARENTING IN DISRUPTION ERA Konsep Pendidikan Anak Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW. Di Era Disrupsi

Judul : ISLAMIC PARENTING IN DISRUPTION ERA Konsep Pendidikan Anak Sesuai Tuntunan Nabi Muhammad SAW. Di Era Disrupsi Penulis : Nuri Firdausiatul Jannah Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 85 Halaman ISBN : 978-623-68729-8-7 Didalam buku ini dijelaskan secara terperinci apa itu pendidikan, apa itu era disrupsi, konsep-konsep pendidikan, metode pendidikan, globalisasi dan era disrupsi serta bagaimana pendidikan yang ada dimasa Nabi Muhammad SAW dan para Sahabatnya. Buku ini ditujukan khusus kepada pendidik dan orang tua yang mana pendidik dan orang tua harus lebih kreatif, inovativ, serta terampil dalam mendidik anak sesuai zamannya. Disini dipaparkan beberapa cara-cara mudah dalam mendidik anak misalnya menggunakan gadget yang sudah tidak asing lagi kita saksikan pada era disrupsi saat ini, serta beberapa media pembelajarang yang dikemas berbentuk mainan yang dapat memudahkan pendidikan diera disrupsi. Tujuan dari pendidikan bukan hanya sekedar mencapai angka ataupun nilai, akan tetapi yang terpenting adalah mencapai kebahagiaan dan membasmi kedunguan. Untuk itu proses belajar mengajar haruslah dikemas semenarik mungkin dan menyenangkan. Disinilah peran guru dan orang tua untuk memainkan peran yang strategis . Karena itu, setiap pendidik ataupun orang tua mempersiapkan cara bagaimana cara untuk membuat pendidikan yang diberikan menjadi menarik dan mudah dicerna oleh para peserta didik.

Di Era Disrupsi Penulis : Nuri Firdausiatul Jannah Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 85 Halaman ISBN : 978-623-68729-8-7 Didalam buku ini dijelaskan secara terperinci apa itu pendidikan, apa itu era disrupsi, konsep-konsep pendidikan, metode ...

RESOLUSI KONFLIK KEAGAMAAN Model GP Anshor NU-Pemuda Muhammadiyah Paciran Lamongan

Buku yang ada di tangan pembaca ini sesungguhnya berasal dari hasil penelitian penulis yang dibiayai dari DPRPM Kemeristekdikti pada tahun 2014. Secara keseluruhan buku ini merupakan hasil dari penelitian lapangan (kualitatif) terhadap fenomena kekerasan atas nama agama yang marak di Indonesia. fenomena tersebut juga sering terjadi di daerah Panturan Lamongan. Ketertarikan penulis mengamati fenomena kekerasan agama secara pemikiran, telah dimulai sejak 2005. Fenomena aksi kekerasan atas nama agama terjadi diseluruh tingkat sturktur masyarakat, mulai di tingkat pusat hingga desa. Berdasarkan realitas tersebut penulis tertantang untuk mengeksplorasi fenomena aksi kekerasan atas nama agama, tapi fokus pada model pencegahan konflik yang dilakukan oleh Pemuda Muhammadiyah dan GP Anshor NU Paciran Lamongan

Buku yang ada di tangan pembaca ini sesungguhnya berasal dari hasil penelitian penulis yang dibiayai dari DPRPM Kemeristekdikti pada tahun 2014.