Sebanyak 147 item atau buku ditemukan

Muhammad

Lelaki Penggenggam Hujan

Kasvha pergi dari Suriah, meninggalkan Khosrou sang penguasa Persia tempatnya mengabdikan hidup demi menemukan lelaki itu: Muhammad. Al-Amin yang kelahirannya akan membawa rahmat bagi semesta alam, pembela kaum papa, penguasa yang adil kepada rakyatnya. Kehidupan Kashva setelah itu berubah menjadi pelarian penuh kesakitan dan pencarian yang tiada henti terhadap sosok yang dijanjikan. Seorang Pangeran Kedamaian yang dijanjikan oleh semua kitab suci yang dia cari dari setiap ungkapan ayat-ayat Zardusht sampai puncak-puncak salju di perbatasan India, pegunungan Tibet, biara di Suriah,istana Heraklius, dan berakhir di Yatsrib sang Kota Cahaya. Hasrat dalam diri Kashva sudah tak terbendung lagi. Keinginannya untuk bisa bertemu dengan Muhammad demikian besar hingga tak ada sesuatu pun yang membuatnya jerih. Bahkan maut yang mengintai dari ujung pedang tentara Khosrou tak juga menyurutkan kerinduannya bertemu Muhammad. Kisah pencarian Kashva yang syahdu dalam novel ini akan membawa kita menelusur Jazirah Arab, India, Barrus, hingga Tibet. [Mizan, Bentang Pustaka, Novel, Inspirasi, Indonesia, Tokoh, Pahlawan]

Sang Guru membuka lagi kitab di tangannya, “Seorang Malechha; guru spiritual akan datang bersama para sahabatnya. Raja,setelah memandikan Maha Dev Arab didalam Pachgavya danSungai Gangga, menawarkan hadiah kepadanya atas pengabdiannya ...

The Road to Muhammad

?Inilah pemimpin, bermalam-malam terjaga, sedang umatnya tidur di ranjang raja-raja. Kala shalat, pelupuknya tergenang air mata. Duhai, belum pernah insan melahirkan putra semacam dia!??Dr. Muhammad Iqbalÿ Sepanjang sejarah, nyanyian kerinduan telah digemakan untuk sosok agung ini. Betapa tidak, dialah jalan menuju Allah Swt. Tak mungkin makhluk sampai pada cinta Tuhan, kecuali melalui Sang Utusan. Tak mungkin dahaga ruhani terpuaskan, bila tak menetes air mata kerinduan. Cinta Nabi Saw. adalah fitrah paling sejati. Ia adalah tonggak penopang agama Ilahi. Tetapi, kini suara nurani itu tertutupi. Berbagai cara dilakukan untuk menjauhkan orang dari cinta Nabi. Sejarah fiktif beredar. Riwayat palsu bertebaran. Kehormatan Nabi direndahkan. Tonggak penopang agama ini diruntuhkan. Bila Sang Nabi tak lagi dimuliakan, tak tersisa dari agama ini kecuali kebatilan. Inilah yang mendasari Jalaluddin Rakhmat untuk menuliskan buku ini. Disampaikan dengan bahasa yang penuh kerinduan, Kang Jalal?begitu dia biasa disapa?berusaha memahami Nabi sebagai sosok agung yang begitu dekat dengan kita: sebagai penanggung derita terhebat, guru teragung, dan kekasih termulia.ÿ Kang Jalal juga merindukan Nabi sebagai tokoh perubahan di tengah-tengah masyarakat dengan cara yang santun, lemah lembut, dan bersahabat. Kang Jalal pun tidak lupa untuk mencantumkan gambaran Nabi secara fisik dan melaporkan pergaulan sehari-harinya dengan keluarga dan sahabat-sahabatnya. Semuanya diceritakan persis seperti dilaporkan oleh keluarganya dalam hadis-hadis yang sahih tanpa menambah dan menguranginya. ?Agar kecintaanku kepadanya bertambah,? kata cucu Nabi, Al-Hasan bin Ali. Inilah buku yang akan mengantarkan kita pada indahnya sentuhan kasih Sang Nabi. Selamat merindukan Rasulullah! [Mizan, Publika, Agama Islam, Tokoh, Indonesia]

Kehormatan Nabi direndahkan. Tonggak penopang agama ini diruntuhkan. Bila Sang Nabi tak lagi dimuliakan, tak tersisa dari agama ini kecuali kebatilan. Inilah yang mendasari Jalaluddin Rakhmat untuk menuliskan buku ini.

Kiai Istiqomah: Biografi RKH. Muhammad Syamsul Arifin

Biografi ini ditulis untuk memperingati 40 hari RKH. Muhammad Syamsul Arifin yang wafat pada 1 Juli 2021 silam. Selain menjadi pengasuh di Pesantren Pesantren Darul Ulum Banyuanyar, beliau aktif berkontribusi dalam Partai Persatuan Pembangunan. Kendati beliau konsisten mendukung Partai Persatuan Pembangunan, tetapi hal tersebut tidak membuatnya lantas meninggalkan pesantren, bahkan pesantren tetap menjadi prioritasnya. Dalam kesehariannya, Kiai Muhammad dikenal sebagai pribadi yang sederhana. Kesederhanaan pribadi Kiai Muhammad itu sungguh sangat terasa dan dirasakan banyak orang ketika ia telah menjadi seorang Kiai besar. Tidak hanya itu, sikapnya yang rendah hati dan pandai bergaul membuatnya disukai oleh orang-orang di sekelilingnya.

Biografi ini ditulis untuk memperingati 40 hari RKH.

Dan Muhammad adalah Utusan Allah

Cinta kepada Nabi bagaikan aliran darah di dalam pembuluh-pembuluh umatnya. —Muhammad Iqbal, penyair dan filsuf Dalam buku ini, Annemarie Schimmel menunjukkan betapa luasnya penghormatan Muslim kepada Nabi Muhammad Saw. sebagai sosok agung dan manusia istimewa. Di Pakistan misalnya, hari kelahiran (maulid) Nabi Muhammad Saw. dirayakan dengan sangat meriah. Kota dan desa dihiasi bendera, umbul-umbul, karangan bunga, pita-pita, dan lampu-lampu hingga tampak semarak. Ribuan orang melantunkan shalawat dan puji-pujian untuk menunjukkan rasa cinta mereka kepada Sang Nabi. Para seniman kaligrafi di Dunia Muslim menuliskan nama Nabi Muhammad Saw. dengan bermacam variasi, demi memuliakan nama beliau. Demikian juga kaum wanita melukiskan asmanya pada sulaman dan tenunan. Dengan bahasa yang ringan, Dan Muhammad adalah Utusan Allah berhasil menguatkan kecintaan Muslim pada Rasulullah, sekaligus menyuguhkan sosok Nabi yang mulia melalui kacamata seorang warga Barat. [Mizan, Noura Books, Nourabooks, Religi, Agama, Islam, Indonesia]

Karena itu, pengajaran hadis dianggap sebagai mengemban tanggung jawab besar, dan sang guru bersiap-siap secara saksama melaksanakan tujuan itu. Dia menjalankan tugas pengajaran hadis secara sungguh-sungguh dan dalam keadaan suci ...

Etika Peserta Didik Menurut Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin

Sekolah, pesantren dan perguruan tinggi adalah sarana bagi proses pengajaran etika (akhlak) dalam Islam. Proses pewarisan nilai-nilai Islam ada di lembaga ini, sehingga hendaknya insititusi pendidikan Islam melahirkan generasi muslim yang punya dedikasi dan kepedulian yang tinggi kepada umat. Bukan justru meresahkan atau merugikan umat Islam. Sarjana muslim seharusnya bisa menjadi qudwah (teladan) di tengah masyarakat. Sosok yang mampu tampil sebagai pengurai masalah, bukan justru penambah masalah di tengah problematika umat Islam saat ini, tidak usah jadi doktor kalau hanya bikin masalah saja.

Buku Etika Peserta Didik Menurut Syaikh Muhammad Bin Shalih Al-Utsaimin ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Sirah 60 Sahabat Nabi Muhammad saw

"Dan perang Shiffin pun pecah. 'Ammar yang menginjak usia 93 tahun maju dengan gagah berani. Langkahnya seperti layaknya pemuda 30 tahunan. Keberaniannya tidak susut oleh usia. Melihat, Ammar bin Yasir berada di tengah-tengah pasukan Ali ra., Muawwiyah yang memimpin perlawanan terlihat gentar. Kabar tentang kematian 'Ammar di tangan pemberontak kembali terngiang di kepalanya. Muawwiyah mewanti-wanti pasukannya untuk tidak melawan 'Ammar. Agar cap pemberontak tidak melekat pada dirinya dan pasukannya." Saat disebut nama Abu Bakar as Shiddiq, Umar bin Khattab, Utsman bin Affan dan Ali bin Abi Thalib (radiallahu anhum), sudah banyak yang mengenal keistimewaan mereka. Tapi ternyata dalam peradaban nabawiyah yang dibangun oleh Baginda Nabi beserta sahabat bermunculan banyak permata yang berkilau. Mereka menorehkan kisah-kisah nyata yang bukan isapan jempol. Bukan pula sekadar dongeng yang tanpa bukti. Tapi kisah nyata yang terukir dalam sejarah keemasan Islam. Kisah yang akan membawa kita pada lautan hikmah dan teguhnya sebuah keyakinan. Di sini kita akan membaca betapa mulianya enam puluh orang manusia yang semasa hidupnya sudah mendapat jaminan masuk surga oleh Rasulullah saw. Dari mereka kita bisa melihat profil calon penghuni surga. Yaitu yang bersih hatinya dari rasa iri, yang sangat teguh memegang janji setia, yang sangat dermawan dan mengejar keridhaan Allah di tengah lautan harta benda. Saudaraku, kalian akan diajak mengagumi kecerdasan Ibnu Abbas ra. Juga mengenal orang-orang yang bisa jadi penampilannya tidak menarik, rambutnya kusut penuh debu, tapi saat dia mengangkat tangan untuk berdoa, maka 'Arsy akan bergetar. Dan doa-doa mereka tak terhijab. Subhanallah.... Mari membaca, mari merindu mereka yang telah menjadi cahaya peradaban Islam. Karena mereka pernah ada. Karena mereka nyata!

Suatu hari, Salman dipanggil oleh sang guru. “Anakku...aku tidak menyuruhmu untuk datang pada siapa pun. Saat ini sudah diutus seorang Nabi yang membawarisalah Nabi Ibrahim. Dia akan hijrah ke suatu tempat yang ditumbuhi kurma dan ...

Sehari Bersama – Tokoh Agama (Kh Said Aqil Siradj, Muhammad Quraish Shihab, Ahmad Alhabsyi, Yusuf Mansur)

Rumah Ketua Umum Pengurus Besar Nahdhlatul Ulama (NU) KH Said Aqil Siradj di Jagakarsa, Jakarta Selatan, Rabu pagi lalu, terlihat sunyi. Jarum jam sudah menunjuk angka sembilan. Menurut rencana, mulai jamitulah Tempo bisa mengobrol dan mengikuti kegiatan keseharian kiai kelahiran Cirebon, 3Juli 1953, itu. Namun, rencana itu batal.

Alkisah, suatu hari seorang guru taman kanak-kanak datang menemuinya. Sang guru, seorang perempuan muda, minta didoakan agar gajinya yang Rp 150 ribu naik menjadi Rp 500 ribu. Permintaan itu ditanggapi Yusuf dengan sebuah tantangan.

Biografi Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafii

Daftar Isi A. Nasab B. Perjalanan Hidup 1. Mekkah 2. Yaman 3. Baghdad 4. Kembali Ke Mekkah 5. Kembali Ke Baghdad 6. Mesir C. Guru

  • Judul : Biografi Imam Muhammad bin Idris Asy-Syafii
  • Pengarang : Galih Maulana,   Lc,  
  • Kategori : Religion
  • Penerbit : Lentera Islam
  • Bahasa : id
  • Halaman : 40
  • Google Book : https://play.google.com/store/books/details?id=hQixDwAAQBAJ&source=gbs_api
  • Ketersediaan :
  • Daftar Isi A. Nasab B. Perjalanan Hidup 1. Mekkah 2. Yaman 3. Baghdad 4. Kembali Ke Mekkah 5. Kembali Ke Baghdad 6. Mesir C. Guru <p

    Muhammad #2

    Sang Pengeja Hujan

    "Paman, tolong aku! Tolong aku, Paman!" Suara Xerxes selalu mengiang di telingan Kashva setiap terbangun dari tidurnya. Anak dari perempuan pujaan yang dititipkan kpadanya ketika terjadi penyerangan oleh pasukan Raja Khosrou itu, kini terpisah darinya. Minggu demi minggu dilalui Kashva di Tibet dengan mendaki 13 gunung suci bersama Biksu Tashidelek. Ia pun tenggelam dalam lautan peziarah di tempat berkumpulnya segala doa itu, demi satu tujuan. Menemukan kembali Xerxes! Peristiwa hilangnya Xerxes membuat pikiran Kashva hanya tertuju untuk menemukan cara agar mereka dapat bertemu kembali. Kashva bahkan hampir lupa dengan tujuan utama dari pelariannya kali ini. Sebuah perjalanan panjang untuk mencari Astvat-ereta, Sang Al-Amin, guna menyucikan ajaran Zardust, sebelum akhirnya Tashidelek memberinya sutra-sutra Budha. Kehilangan yang hampir membuat rasa putus asa juga dirasakan oleh 'Umar bin Khattab. Ia harus menggantikan Abu Bakar yang telah meninggal untuk berangkat ke medan jihad di Irak dan Syam. Rasa ragu dan takut sempat menghampirinya. 'Umar merasa tidak mampu menjadi pemimpin bagi banyak umat, sebab Nabi Muhammad dan Abu Bakar tidak bisa dijumpainya lagi untuk meminta bimbingan. Perjalanan pencarian Kashva dan perjuangan para mujahid pada zaman pasca kenabian akan membawa kita kembali ke Jazirah Arab ribuan tahun lalu untuk merasakan hidup bersama Muhammad, Sang Manusia Pilihan. Akankah suasana khusyuk di Tibet yang membuat Kashva belajar banyak makna kehidupan dapat memberikan jawaban mengenai Al-Amin yang sedang dicarinya? [Mizan, Bentang Pustaka, Novel, Biografi, Muhammad, Islam, Tasaro GK, Indonesia]

    Sudah siapkah Abu Bakar menerima kabar yang paling menyedihkan setelah wafatnya sang Nabi? ... Paling lama enam bulan lalu, kehilangan besar hampir membuatnya limbung, ketika sang Nabi, sang guru tercinta, kembali ke Penciptanya.

    MUHAMMAD AL-FATIH

    Inilah lelaki yang dinubuwatkan Rasulullah saw. dalam satu hadisnya. Dia adalah sebaik-baik pemimpin dengan sebaik-baik pasukan. Kisah Muhammad Al-Fatih selalu identik dengan penaklukan Konstantinopel. Namun,buku ini memberikan gambaran lain dari sosok yang kerap disebut-sebut penuh paradoks ini. Buku ini membahas lebih jauh keberhasilan-keberhasilan sultan muda ini dalam memberikan cahaya cemerlang pada Istanbul. Tulisan di buku ini juga menjawab beberapa pertanyaan negatif tentang sepak terjang al-Fatih. Selain itu, yang tidak kalah penting, sisi manusiawi yang tak tertangkap dalam buku-buku lainnya hadir laksana air jernih di dalam karya ini.

    Tetapi, sang guru menolak tawaran itu dengan berkata seperti berikut. “Posisi itu tak sesuai untukku. Tak cocok untukku. Jika posisi wazir diisi orang-orang yang tidak memiliki kemampuan, hal itu hanya akan menginjak-injak hati dan tak ...