Sebanyak 74 item atau buku ditemukan

A Survey of Research on Retail Central Bank Digital Currency

This paper examines key considerations around central bank digital currency (CBDC) for use by the general public, based on a comprehensive review of recent research, central bank experiments, and ongoing discussions among stakeholders. It looks at the reasons why central banks are exploring retail CBDC issuance, policy and design considerations; legal, governance and regulatory perspectives; plus cybersecurity and other risk considerations. This paper makes a contribution to the CBDC literature by suggesting a structured framework to organize discussions on whether or not to issue CBDC, with an operational focus and a project management perspective.

“Wholesale Digital Tokens,” Committee on Payments and Market Infrastructures, Basel: Bank for International Settlements. ----. 2020. "Payment Aspects of Financial Inclusion in the Fintech Era,” Committee on Payments ...

PENGUATAN PENDIDIKAN KARAKTER BERBASIS MULTI KULTURAL DAN KEARIFAN LOKAL (PKBMKKL) SEBAGAI PEGANGAN DAN PANDUAN BAGI PARA FASILITATOR PROVINSI DAN SEKOLAH

Penanaman nilai-nilai pembentukan karakter bangsa secara masif dan efektif melalui implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental (religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas) yang akan menjadi fokus pembelajaran, pembiasaan dan pembudayaan, sehingga pendidikan karakter bangsa sungguh dapat mengubah perilaku, cara berpikir dan cara bertindak seluruh bangsa Indonesia menjadi lebih baik dan berintegritas. Buku ini disusun untuk menjadi rujukan atau pijakan bagi para fasilitator yang akan menerapkan program Penguatan Pendidikan Karakter (PPK) di sekolah dan mengimbaskannya ke sekolah sekitar. Fasilitator utama yang bisa memberikan pelatihan buku ini adalah Kepala Sekolah, Guru, Pengawas, dan Komite Sekolah. Fasilitator dapat memanfaatkan buku ini sebagai sumber pembelajaran mandiri untuk memahami program PPK sesuai dengan tugas dan kewajibannya.

Penanaman nilai-nilai pembentukan karakter bangsa secara masif dan efektif melalui implementasi nilai-nilai utama Gerakan Nasional Revolusi Mental (religius, nasionalis, mandiri, gotong-royong, dan integritas) yang akan menjadi fokus ...

Ayah Terlibat Keluarga Hebat Jurus Jitu Membangun Pendidikan Karakter Pada Anak

Keluarga adalah pendidikan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak. Keluarga sebagai wahana utama dalam memberikan pengasuhan kepada anak berperan penting untuk membangun karakter bangsa yang mulia. Keluarga dituntut mampu menciptakan lingkungan belajar yang positif. Bermula dari keluarga, anak akan membentuk karakternya. Keluarga bukan hanya wadah untuk tempat berkumpulnya ayah, ibu dan anak. Lebih dari itu, keluarga merupakan wahana awal pembentukan moral serta karakter manusia. Berhasil atau tidaknya seorang anak dalam menjalani hidup bergantung pada berhasil atau tidaknya peran keluarga dalam menanamkan ajaran moral kehidupan. Rendahnya keterlibatan ayah dalam hal pengasuhan anak di dalam keluarga erat kaitannya dengan kondisi pekerjaan ayah. Peran ayah dalam keluarga, khususnya dalam hal pengasuhan anak pada era saat ini menjadi sangat penting guna mendukung sang ibu. Pentingnya peran ayah dalan proses tumbuh kembang anak juga direkomendasikan UNICEF. Dukungan ayah sangat penting dalam membentuk karakter psikologi danprestasi anak di sekolah. Peran ayah selama ini dinilai kurang, padahal anak perlu pengawalan ayah untuk melindungi dari dinamika lingkungan.

Keluarga adalah pendidikan pertama dan utama bagi tumbuh kembang anak.

REINTERPRETASI MUSTAHIK ZAKAT DALAM PENDISTRIBUSIAN DONASI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH

REINTERPRETASI MUSTAHIK ZAKAT DALAM PENDISTRIBUSIAN DONASI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH

REINTERPRETASI MUSTAHIK ZAKAT DALAM PENDISTRIBUSIAN DONASI ZAKAT, INFAK DAN SEDEKAH

Global E-Readiness-- for What?

Readiness for E-Banking (JITD)

With the rapid diffusion of the Internet worldwide, there has been considerable interest in the e-potentials of developing countries giving rise to a 1st generation of e-Readiness studies. Moreover, e-Readiness means different things to different people, in different contexts, and for different purposes. Despite strong merits, this first generation of e-Readiness studies assumed a fixed, one-size-fits-all set of requirements, regardless of the characteristics of individual countries, the investment context, or the demands of specific applications. This feature obscures critical information for investors or policy analysts seeking to reduce uncertainties and/or make more educated decisions. But there is very little known about e-Readiness for e-Banking. In particular, based on lessons learnt to date and their implications for emerging realities of the 21st century, we designed and executed a research project with theoretical as well as practical dimensions to answer the question of e-Readiness for What, focusing specifically on e-Banking, based on the very assumption that one size can seldom, if ever, fit all. We propose and develop a conceptual framework for the "next generation" ereadiness - focusing on different e-Business applications in different economic contexts with potentially different pathways - as well as a data model - to explore e-Readiness for e-Banking in ten countries. Keywords: e-readiness assessment, value-creation opportunities, e-Banking, banking, pathways, profiles, leapfrogging.

This feature obscures critical information for investors or policy analysts seeking to reduce uncertainties and/or make more educated decisions. But there is very little known about e-Readiness for e-Banking.

Pengembangan Karaketer Toleran dalam Pembelajaran IPS Berbasis Kearifan Lokal

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model pengembangan karakter toleran efektif dapat meningkatkan kesadaran bertoleransi siswa. Para guru pada umumnya memiliki kompetensi untuk bisa menyampaikan pembelajaran IPS menggunakan model pengembangan karakter toleran ini. Hal ini dibuktikan oleh kenaikan prestasi hasil belajar siswa dan suasana kelas yang kondusif menyenangkan bagi siswa selama pembelajaran berlangsung. Suasana kelas yang kondusif mencerminkan bahwa perangkat pembelajaran dapat diterapkan oleh guru dengan baik dan pembelajaran menggunakan model yang dikembangkan ini menjadi lebih menarik. Keunggulan model ini adalah pada tujuan pembelajaran, di mana aspek afektif menjadi target utama, aspek kognitif dan aspek psikomotor menjadi faktor pendukung

Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa Model pengembangan karakter toleran efektif dapat meningkatkan kesadaran bertoleransi siswa.

Melakukan Analisis Kelayakan dan Menyusun Rencana Bisnis yang Unggul: Design The Business Plan for Start-Up Entrepreneur

Bagi kebanyakan wirausahawan, mendapatkan ide untuk membuka suatu bisnis tidaklah sulit. Akan tetapi, keberhasilan usaha membutuhkan lebih dari sekadar gagasan bisnis yang bagus. Suatu ide bisnis haruslah diikuti dengan melakukan analisis kelayakan untuk menentukan apakah ide tersebut dapat diubah menjadi suatu usaha yang realistis dan berkelanjutan. Analisis kelayakan (feasibility analysis) adalah proses menentukan apakah suatu ide bisnis yang baru dapat bertahan menjadi sebuah usaha yang sukses. Tujuannya adalah untuk menentukan apakah ide bisnis tersebut layak diwujudkan atau tidak. Jika ide bisnis tersebut tergolong layak, maka langkah berikutnya adalah menyusun rencana bisnis yang solid (unggul) untuk mengeksploitasi ide tersebut.

Laporan keuangan yang dimaksud adalah laporan laba rugi, neraca (laporan posisi keuangan) dan laporan arus kas. Perkiraan yang dibuat harus mencakup ...

Sejarah masuknya Islam ke bandar Barus, Sumatera Utara

Lobu Tuo, Fansur Barus lebih dahulu dari Sriwijaya, Lemuri, Perlak, Pasai dan Majapahit

Bahwa penyiaran Islam di Indonesia itu dilakukan dengan cara damai . 6. Bahwa
kedatangan Islam ke Indonesia itu membawa kecerdasan dan peradaban yang
tinggi dalam membentuk kepribadian bangsa Indonesia . 7. Bahwa sebuah ...