Sebanyak 98 item atau buku ditemukan

Membayar Zakat Fitrah dengan Uang Bolehkah?

Di masa Rasulullah SAW zakat fitri dibayarkan pada akhir bulan Ramadhan berupa makanan dengan maksud memberi makan orang-orang miskin agar mereka tidak disibukkan mencari makanan/nafkah di hari raya. Dengan demikian, orang miskin diharapkan bisa bergembira bersama-sama orang yang tidak miskin karena kebutuhan makanannya sudah diamankan menjelang datangnya hari raya. Namun, dalam perkembangan selanjutnya, muncul ide untuk membayar zakat fitri dengan uang karena uang dianggap lebih bermanfaat bagi orang miskin, mengingat kebutuhan orang miskin pada hari raya tidak hanya makanan tetapi juga pakaian, bahkan mungkin juga di zaman sekarang menjangkau kebutuhan membayar listrik, kontrak rumah, sekolah anak, dan lain-lain. Para ulama memberikan fatwa yang berbeda-beda. Ada yang membolehkan membayar zakat fitri dengan uang, ada pula yang melarangnya. Setiap datang Ramadhan, masalah ini selalu berulang. Pertanyaan seputar keabsahan membayar dengan uang selalu ada. Kendati dijelaskan berulang kali, tetap saja selalu muncul pertanyaan itu tiap tahun. Ada yang sudah paham bahwa masalah ini adalah persoalan khilafiyyah, sehingga lebih bisa bersikap bijak dan tidak terlalu membesar-besarkannya. Ada pula yang tidak paham sehingga berakibat menuduh secara semena-mena pendapat yang berbeda. Buku ini berusaha menyajikan masalah tersebut dalam perspektif perbandingan fikih dengan harapan kaum muslimin lebih bisa memahami masalahnya, selanjutnya bisa memberikan sikap yang proporsional terhadap khilafiyyah tersebut.

Di masa Rasulullah SAW zakat fitri dibayarkan pada akhir bulan Ramadhan berupa makanan dengan maksud memberi makan orang-orang miskin agar mereka tidak disibukkan mencari makanan/nafkah di hari raya.

Fatwa Imam Besar Masjid Istiqlal

On Islamic rulings of imam besar Masjid Istiqlal; questions and answers.

Dewan Syariah Nasional ( DSN ) Majelis Ulama Indonesia ( MUI ) pada 8 Sya'ban 1424 H / 4 Oktober 2003 telah mengeluarkan fatwa tentang Pasar Modal dan Pedoman Umum Penerapan Prinsip Syariah di bidang pasar modal .

Lying, Cheating, and Stealing

A Moral Theory of White-collar Crime

Where should the line between serious criminal fraud and lawful 'puffing' be drawn? What constitutes tax evasion beyond mere 'tax avoidance'? What separates obstruction of justice from 'zealous advocacy', or insider trading from 'savvy investing'? Can we meaningfully distinguish bribery from 'campaign contributions', or perjury from 'wiliness' on the witness stand? A look at some of the most high profile white collar crime cases in recent history will quickly reveal that there can sometimes be a fine line between serious fraudulent conduct and behaviour which, though it might be shrewd, crafty, or even devious, is not ultimately criminal. According to the traditional conception of the criminal law, penal sanctions should be used as a 'last resort', applicable only to conduct that is truly and unambiguously blameworthy. White-collar crime poses a serious challenge to this traditional view. This is the first book to use the tools of moral and legal theory as a meansto examine a range of specific white-collar offenses, aiming to develop and apply a methodology that will allow us to make meaningful distinctions between genuine white collar criminality and merely aggressive business behavior. Particular attention is paid to the concept of moral wrongfulness, which is described in terms of violations of a range of familiar, but nevertheless powerful, moral norms that inform and shape the leading white-collar criminal offenses - norms against not only lying, cheating, and stealing, but also coercion, exploitation, disloyalty, promise-breaking, and defiance of law. It is through such analysis that the whole moral fabric of white-collar crime is brought into sharp relief.

"In the first in-depth study of its kind, Stuart Green exposes the ambiguities and uncertainties that pervade the white-collar crimes, and offers an approach to their solution.

Sejarah: SMA kelas XII

Introduction to Indonesian and world studies; high school text book.

TERNATIO ONAL * FUND Sumber : www.netdialogue.org Dalam masa krisis , IMF mendikte Indonesia untuk tetap melepaskan nilai tukar dan arus modal ke pasar . IMF mengusulkan agar monopoli Bulog dihapuskan , audit atas TNI , audit atas ...

Imagining Childhood

The images of children that abound in Western art do not simply mirror reality; they are imaginative constructs, representing childhood as a special stage of human life, or emblematic of the human condition itself. In a compelling book ranging widely across time, national boundaries, and genres from ancient Egyptian amulets to Picasso's Guernica, Erika Langmuir demonstrates that no historic period has a monopoly on the 'discovery of childhood'. Famous pictures by great artists, as well as barely known anonymous artefacts, illustrate not only Western society's perennially ambivalent attitudes to children, but also the many and varied functions that works of art have played throughout its history.

In a compelling book ranging widely across time, national boundaries, and genres from ancient Egyptian amulets to Picasso's Guernica, Erika Langmuir demonstrates that no historic period has a monopoly on the 'discovery of childhood'.

Ekonomi islam Umar bin Khattab

Buku kategori Agama Islam yang berjudul Ekonomi islam Umar bin Khattab merupakan buku karya dari M. Sulaeman Jajuli. Buku ini merupakan pemikiran penulis tentang Ekonomi Islam Umar bin Khattab. Judul awalnya adalah Kebijakan Fiskal Umar bin Khattab yang dicetak untuk pribadi tahun 2011, namun ada perubahan edisi dan revisi sehingga berubah namanya menjadi Ekonomi Islam Umar bin Khattab r.a. Pada buku ini ada beberapa perbaikan kalimat yang dianggap perlu, dilakukan penambahan satu bab yang memfokuskan kepada pemikiran ekonomi Islam modern hasil dari rekam jejak pemikiran ekonomi Umar bin Khattab.

Buku kategori Agama Islam yang berjudul Ekonomi islam Umar bin Khattab merupakan buku karya dari M. Sulaeman Jajuli. Buku ini merupakan pemikiran penulis tentang Ekonomi Islam Umar bin Khattab.

Media dan Politik

Sikap Pers terhadap Pemerintahan Koalisi di Indonesia

On relations between press and coalition government established after the 2009 election in Indonesia.