Sebanyak 63 item atau buku ditemukan

Bahasa Melayu: Apa Sudah Jadi?

BAHASA cerminan fikiran, akal budi, budaya, jiwa atau roh sesuatu bangsa. Keintelektualan dan tamadun bangsa yang besar di dunia jelas merupakan bukti peranan terbesar bahasa sesuatu bangsa. Sejarah klasik dan moden membuktikan bahawa tamadun terbangun oleh bangsa yang memartabatkan bahasanya sendiri. Kejayaan bangsa Arab, China, Rusia, Jerman, Perancis, Jepun, Korea malah bangsa Inggeris, jelas daripada usaha yang bersungguh-sungguh memartabatkan bahasa sendiri sebagai bahasa ilmu khususnya dalam bidang sains dan teknologi. Bahasa asing dikuasai pada awalnya sebagai alat bagi menimba ilmu dan kemudiannya ilmu itu disebarkan kepada anak bangsa dalam bahasa sendiri. Kesedaran akan kepentingan menguasai pelbagai bahasa lain di negara itu tidak sekali-kali mengubah dasar bahasa di institusi pendidikan di negara berkenaan. Jati diri dan acuan mereka begitu teguh dan kental malah tidak tergugat oleh sebarang anasir ataupun hanyut oleh arus globalisasi. Mereka tidak pernah mengelirukan diri sendiri, antara peri pentingnya menguasai bahasa lain dengan usaha mendaulatkan bahasa sendiri. Menelusuri 'perjalanan bahasa' di Malaysia khususnya bahasa Melayu, kita bertemu dengan pelbagai kerenah dan isu sejak sebelum merdeka, menjelang kemerdekaan, pascamerdeka dan sehingga kini yang sentiasa menggugah, menguji dan mencabar kedaulatan, maruah dan martabat bahasa Melayu sebagai bahasa rasmi, bahasa kebangsaan dan bahasa ilmu walaupun telah termaktub dalam Perkara 152 Perlembagaan Persekutuan, “Bahasa kebangsaan ialah Bahasa Melayu dan hendaklah ditulis dalam apaapa tulisan sebagaimana yang diperuntukan dengan undang-undang oleh Parlimen...”(1999:221) atau dalam versi Inggerisnya, “The national language shall be the Malay language and shall be in such script as Parliament may by law...”(1986:143)

BAHASA cerminan fikiran, akal budi, budaya, jiwa atau roh sesuatu bangsa. Keintelektualan dan tamadun bangsa yang besar di dunia jelas merupakan bukti peranan terbesar bahasa sesuatu bangsa.

Analisis Organisasi dan Pola-Pola Pendidikan

Sampai saat ini belum ada buku membahas tentang analisis dan pola organisasi pendidikan, padahal dunia pendidikan kita (Indonesia) sangat membutuhkannya sebagai acuan pengembangan pelayanan pendidikan, sertamerta juga untuk membandingkannya dengan beberapa contoh pola pendidikan baik di barat maupun Negara tetangga di Asia Timur.

Sampai saat ini belum ada buku membahas tentang analisis dan pola organisasi pendidikan, padahal dunia pendidikan kita (Indonesia) sangat membutuhkannya sebagai acuan pengembangan pelayanan pendidikan, sertamerta juga untuk membandingkannya ...

Pengantar Sosiologi Kewarganegaraan

Dari Marx Sampai Agamben

Setelah sempat mati suri sebagai kajian akademik maupun isu politik, persoalan kewarganegaraan kembali merebak pasca era 1990an akibat pelbagai perkembangan kontemporer. Homogenisasi kapital oleh arus globalisasi neoliberal memunculkan persoalan mengenai hak-hak ekonomi warga. Globalisasi juga memunculkan persoalan lain terkait politik identitas dan multikulturalisme, ketika kemudahan arus imigrasi membuat komposisi etnis masyarakat suatu negara semakin beragam. Buku ini adalah buku pengantar pertama berbahasa Indonesia yang merangkum pelbagai perkembangan pemikiran mengenai kewarganegaraan. Buku persembahan penerbit MarjinKiri patjarmerah virtual

... Citizenship , Ethnos ( London : Palgrave Macmillan , 2006 ) . Faulks , Keith , Citizenship ( London : Routledge , 2000 ) . Fink , Hans , Filsafat Sosial : dari Feodalisme hingga Pasar Bebas ( Yogya- karta : Pustaka Pelajar , 2003 ) ...

Ideas, Ideologies, and Social Movements

The United States Experience Since 1800

This volume uncovers the role of ideas and ideologies in some of the most important social movements in US history. The book examines attempts to bring about or to thwart social or institutional change - from political democratization and feminism to animal rights and civil rights.

Defining evangelicalism precisely is notoriously difficult, because the movement
was always guided much more by the innovations of leaders and the shape of
personal expedience than by traditional ecclesiastical organizations, creeds, ...

Global Social Movements

Articles by Sarah Ashwin, Upendra Baxi, Jim Beckford, Cynthia Cockburn, John Forrester, Paul Havemann, Paul Lubeck, John Mattausch, Ronaldo Munck, Peter Newell, Deborah Stienstra, and Steven Yearley

Articles by Sarah Ashwin, Upendra Baxi, Jim Beckford, Cynthia Cockburn, John Forrester, Paul Havemann, Paul Lubeck, John Mattausch, Ronaldo Munck, Peter Newell, Deborah Stienstra, and Steven Yearley

Konsep Dasar Dan Aplikasi SEM Dengan Amos 22

Kemajuan teknologi informasi memungkinkan penggunaan metode statistik tingkat lanjut yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan hubungan antarvariabel yang kompleks, seperti Structural Equation Modeling (SEM), menjadi mudah dan praktis. AMOS 22 adalah program aplikasi (SEM) yang sangat user friendly sekaligus powerful, sehingga AMOS 22 saat ini adalah program terpopuler di Indonesia untuk mengolah berbagai model riset yang menggunakan metode SEM. Membahas berbagai konsep dasar SEM serta cara penggunaan program AMOS dalam membuat dan mengolah sebuah model SEM. Untuk memudahkan pemahaman, pada setiap topik disertakan contoh kasus yang relevan, bagaimana AMOS 22 mengolah data yang ada serta cara menafsir output AMOS 22. Buku ini ditujukan kepada para pemula yang baru belajar tentang SEM dan penggunaan software AMOS 22; karena itu, isi buku disusun secara sistematis sehingga pembaca dapat mengikuti alur pembahasan materi dengan mudah. *Bonus pada buku fisik (CD, voucher, pembatas buku) tidak disertakan dalam buku digital (e-book)

Kemajuan teknologi informasi memungkinkan penggunaan metode statistik tingkat lanjut yang sangat bermanfaat untuk menjelaskan hubungan antarvariabel yang kompleks, seperti Structural Equation Modeling (SEM), menjadi mudah dan praktis.

Pengembangan dan implementasi kurikulum 2013

On changes and implemention of 2013 curriculum for education in Indonesia.

On changes and implemention of 2013 curriculum for education in Indonesia.