Sebanyak 131 item atau buku ditemukan

Memaknai kembali Pancasila

Revitalizing Pancasila as a basis for state management in Indonesia; festschrift in honor of Notonagoro, a professor from Gadjah Mada University.

Revitalizing Pancasila as a basis for state management in Indonesia; festschrift in honor of Notonagoro, a professor from Gadjah Mada University.

MAHAKARYA RAKYAT INDONESIA Renungan Kritis Pancasila sebagai Pilar Bangsa

Penerbitan buku dilatari oleh keinginan penerbit untuk memperkenalkan perspektif baru tentang pewacanaan Pancasila sebagai salah satu dari empat pilar kebangsaan, yang akhir-akhir ini gencar disosialisasikan oleh negara melalui MPR sebagai lembaga tertinggi negara. Secara personal, pewacanaan ini dikampanyekan secara massif oleh ketua MPR RI, Taufiq Kiemas. Keempat pilar kebangsaan dimaksud adalah Pancasila, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Gayung bersambut atas keinginan tersebut di atas, Bapak Hayono Isman kemudian mengapresiasi dan memperkenalkan perspektif baru dimaksud. Menurut Hayono, tidaklah tepat memosisikan Pancasila sebagai pilar bangsa, sebab Pancasila bukanlah pilar, melainkan dasar kenegaraan. Pancasila adalah dasar negara Indonesia, yang di atasnya berdiri pilar-pilar kebangsaan, yaitu Proklamasi 17 Agustus, UUD 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika. Dalam bahasa lain, Pancasila adalah ruh dari pilar-pilar kebangsaan tersebut. Tidak hanya berhenti sampai di situ, Hayono dalam buku ini juga menyoroti masalah-masalah kebangsaan yang dilanda krisis multidimensi, mulai dari krisis ekonomi, karut- marut perpolitikan, lemahnya kepemimpinan nasional, hingga konflik antaretnis dan agama. Menurut Hayono, krisis itu bersumber dari ditinggalkannya nilai-nilai dan ajaran Pancasila dalam pemikiran dan perilaku kehidupan kita. Atas dasar keprihatinan tersebut, buku ini sengaja kami hadirkan ke tengah-tengah pembaca sebagai ikhtiar memperkaya perspektif dan wawasan kita tentang Pancasila bagi kehidupan kenegaraan dan kebangsaan kita. Selamat membaca.

Pancasila bukanlah pilar, seperti yang kita kenal selama ini, melainkan dasar bangsa.

Peran teknologi informasi dalam penyebarluasan informasi hukum di Indonesia

On the use of information technology for dissemination of information on laws and legal issues in Indonesia.

Salah satu cara yang dapat digunakan untuk meningkatkan keterampilan Sumber Daya Manusia ( SDM ) di bidang TI adalah melalui pendidikan dan pelatihan . Pendidikan dan pelatihan untuk berbagai macam produk TI banyak ditawarkan oleh ...

Bank Ramah Lingkungan

Keberlanjutan atau sustainability merupakan keniscayaan bagi bank atau lembaga keuangan nonbank. Mengapa demikian? Karena sustainable bank atau sustainable finance secara roh adalah lembaga jasa keuangan yang menempatkan keberlanjutan sebagai prioritas utama dalam bisnis mereka. Seperti yang telah diulas sebelumnya, inti dari lingkungan adalah hutan. Karenanya, manusia (disadari atau tidak) tetap membutuhkan hutan untuk kehidupan. Setali tiga uang, inti dari bisnis bank adalah manajemen risiko yang membutuhkan penguatan dari sisi analisis risiko lingkungan dan sosial mengingat bank adalah satu-satunya lembaga keuangan di dunia yang mengelola begitu banyak portfolio bisnis, mulai dari bisnis sederhana (UMKM) hingga yang kompleks dan sensitif terhadap kualitas lingkungan hidup. PENEBAR SWADAYA

Keberlanjutan atau sustainability merupakan keniscayaan bagi bank atau lembaga keuangan nonbank.

Kitab Suci Al-Quran (القران الكريم) Edisi Bahasa Arab Vol 2 Surat 039 Az-Zumar Dan Surat 114 An-Nas Hardcover Version

Kitab Suci Al-Quran (القران الكريم) Edisi Bahasa Arab Vol 2 Surat 039 Az-Zumar (Rombongan-Rombongan) Dan Surat 114 An-Nas (Umat Manusia) Edisi Hardcover.

Kitab Suci Al-Quran (القران الكريم) Edisi Bahasa Arab Vol 2 Surat 039 Az-Zumar (Rombongan-Rombongan) Dan Surat 114 An-Nas (Umat Manusia) Edisi Hardcover.

Disleksia: Deteksi, Diagnosis, Penanganan di Sekolah dan di Rumah

Dengan memahami latar belakang dan bagaimana proses munculnya masalah disleksia, diharapkan kita akan juga memahami bagaimana mengatasi masalah yang ada pada murid maupun anak-anak kita.Ê Bukan saja memberikan toleransi, dispensasi, melatih keterampilan dan kemampuan, dan memberinya alat-alat bantu agar mampu menyandang gangguannya dan berfungsi dengan baik dalam meraih prestasi di sekolah. Namun kita juga harus mampu menjaga perkembangan sosial emosionalnya, agar ia tidak mengalami demotivasi belajar dan kefrustrasian yang bisa membawanya pada kesulitan-kesulitan lain. Buku ini sangat bermanfaat bagi orangtua, guru, serta praktisi lain yang berhubungan dengan anak penyandang disleksia.Ê ------- Penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

... 2. tidak memedulikan perkembangan sosial emosional anak, 3. jangan
memberikan permainan yang tidak mempunyai arti bagi tumbuh kembang anak.
3. Prevensi untuk Kelas 1 SD Perkembangan keterampilan membaca anak-anak.