Sebanyak 37 item atau buku ditemukan

Ekonomi Islam

Judul : Ekonomi Islam Penulis : Dr. Abdul Aziz, M. Ag Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 152 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-665-3 SINOPSIS Sistem ekonomi Islam merupakan system ekonomi yang bebas, tetapi kebebasannya ditunjukkan lebih banyak dalam bentuk kerjasama daripada dalam bentuk kompetisi (persaingan). Karena kerjasama meupakan tema umum dalam organisasi sosial Islam. Individualisme dan kepedulian sosial begitu erat terjalin sehingga bekerja demi kesejahteraan orang lain merupakan cara yang paling memberikan harapan bagi pengembangan daya guna seseorang dan dalam rangka mendapatkan ridha Allah SWT. Ajaran ini bisa ditemukan di semua bagian Al-Quran dan ditunjukkan secara nyata dalam kehidupan Nabi Muhammad SAW sendiri. Kerukunan hidup dengan tetangga sangat sering ditekankan baik dalam Al-Quran maupun Sunnah; di sini kita jugamelihat penampilan kepedulian sosial lain yang ditanamkan oleh Islam. Dan akhirnya, kesadaran, kepedulian dan kesiapan untuk melayani dan berkorban disaat diperlukan demi kebaikan masyarakat keseluruhan amat sangat ditekankan. Ajaran-ajaran Islam pada umumnya dan terutama ayat-ayat Al-Quran berulang-ulang menekankan nilai kerjasama dan kerja kolektif. Kerjasama dengan tujuan beramal saleh merupakan perintah Allah yang dinyatakan dalam Al-Quran. Baik dalam masalah spiritual, urusan ekonomi atau kegiatan sosial, Nabi SAW menekankan kerjasama diantara umat Muslim sebagai landasan masyarakat Islam dan merupakan inti penampilannya. Selamat membaca!

Judul : Ekonomi Islam Penulis : Dr. Abdul Aziz, M. Ag Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 152 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-162-665-3 SINOPSIS Sistem ekonomi Islam merupakan system ekonomi yang bebas, tetapi kebebasannya ...

Manajemen Pembiayaan Syariah

Teori dan Aplikasi Terkini

Pembiayaan syariah memiliki peran penting dalam sistem ekonomi Islam karena bertujuan untuk menciptakan keadilan, keseimbangan, dan keberlanjutan dalam aktivitas ekonomi. Dalam Islam, pembiayaan tidak hanya berfokus pada aspek finansial, tetapi juga mempertimbangkan prinsip-prinsip moral dan etika yang terkandung dalam syariat. Berbeda dengan sistem konvensional, pembiayaan syariah menghindari riba (bunga), gharar (ketidakpastian), dan maisir (spekulasi). Buku ini mengupas berbagai aspek manajemen pembiayaan syariah yang terdiri atas 12 bab, yaitu: Prinsip Dasar Ekonomi Syariah, Landasan Hukum Pembiayaan Syariah, Struktur dan Proses Pembiayaan Syariah, Analisis Kelayakan Pembiayaan Syariah, Strategi Pemasaran Pembiayaan Syariah, Skema Pembiayaan Musyarakah, Skema Pembiayaan Istishna dan Salam, Skema Pembiayaan Rahn, Skema Pembiayaan Mutsaqah, Muzaraah, dan Mukharabah, Pembiayaan Hijau dan Berkelanjutan, Etika dan Profesionalisme dalam Pembiayaan Syariah, Kebijakan dan Penyelesaian Pembiayaan Bermasalah.

... Mikro , Kecil dan Menengah ( UMKM ) di Jepara . Jurnal Ekonomi Syariah Pelita Bangsa , 9 ( 2 ) , 255-268 . https ... Sharia Gold Financing At Modern Islamic Financial Institutions ( Case Study in Bank BRI Syariah Branch of ...

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN UNTUK PERGURUAN TINGGI

Kewarganegaraan adalah anggota dalam sebuah komunitas politik (negara), dan dengannnya membawa Hak untuk berpartisipasi dalam politik.Seseorang dengan keanggotaan tersebut disebut warga negara. Aristoteles mengartikan warganegara adalah orang yang secara aktif ikut ambil bagian dalam kegiatan hidup bernegara, yaitu orang yang bias berperan sebagai yang diperintah dan orang yang bias berperan sebagai yang memerintah. Rousseau, menganggap warga negara adalah peserta aktif yang senantiasa menguapayakan kesatuan komunal.Kewarganegaraan memiliki pengertian lebih luas tidak sebatas keanggotaan seseorang dari organisasi Negara tapi meluas kepada hal-hal yang terkait dengan warga Negara dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Mata kuliah Pendidikan Kewarganegaraan disampaikan di Perguruan Tinggi.

... Kewarganegaraan ( PKn ) dalam pencerdasan kehidupan bangsa . Ada dua hal yang perlu diklarifikasikan lebih ... citizenship dan citizenship education . Lalu apa hubungan dari ketiga istilah tersebut ? Perhatikan pernyataan yang ...

MODERASI BERAGAMA DI KALANGAN NAHDLATUL ULAMA DAN MUHAMMADIYAH

Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama bisa jadi bukan pilihan, melainkan keharusan. Moderasi beragama harus dipahami sebagai sikap beragama yang seimbang antara pengamalan agama sendiri (eksklusif) dan penghormatan kepada praktik beragama orang lain yang berbeda keyakinan (inklusif). Keseimbangan atau jalan tengah dalam praktik beragama ini niscaya akan menghindarkan kita dari sikap ekstrem berlebihan, fanatik dan sikap revolusioner dalam beragama. Moderasi beragama merupakan solusi atas hadirnya dua kutub ekstrem dalam beragama, kutub ultra­konservatif atau ekstrem kanan di satu sisi, dan liberal atau ekstrem kiri di sisi lain. Moderasi beragama sebagai cara pandang, sikap, dan perilaku selalu mengambil posisi di tengah­tengah, selalu bertindak adil, dan tidak ekstrem dalam beragama, tentu perlu adanya ukuran, batasan, dan indikator untuk menentukan apakah sebuah cara pandang, sikap, dan perilaku beragama tertentu itu tergolong moderat atau ekstrem. Ukuran tersebut dapat dibuat dengan berlandaskan pada sumber­sumber terpercaya, seperti teks­teks agama, konstitusi negara, kearifan lokal, serta konsensus dan kesepakatan bersama. Nahdlatul Ulama dan Muhammadiyah sebagai organisasi Islam terbesar di Indonesia memiliki peran strategis dalam mendialogkan faham dan cara beragama yang moderat di tengah masyarakat Indonesia yang majemuk. Kedua ormas ini, dinilai sebagai salah satu dari beberapa ormas yang berpandangan moderat dan mengedepankan pendekatan humanis sebagai bagian dari strategi moderasi beragama, di samping keduanya memiliki modal jaringan organisasi yang kuat dan luas yang dapat mencapai akar rumput sehingga strategis dalam upaya mengonter radikalisme, ekstremisme, dan terorisme.

Dalam masyarakat multikultural seperti Indonesia, moderasi beragama bisa jadi bukan pilihan, melainkan keharusan.