Sebanyak 3769 item atau buku ditemukan

Menuju budaya menulis

suatu bunga rampai

Di awal tahun 1980-an terbesit berita bahwa bahasa Indonesia di media massa
menyimpang dari kaidah bahasa Indonesia baku. Roni Wahyono (1995)
menemukan kemubaziran bahasa wartawan di Semarang dan Yogyakarta pada
aspek ...

Penyusunan salasilah bahasa di Malaysia

kumpulan karya

26 Keputusan untuk memperkenalkan lambang baru begitu bukan saja di .
benarkan tapi wajib juga seandainya lambang kita ditanggapi semata - mata
sebagai petanda separa abstrak bagi kelas - kelas kesepadanan fonemis .
Tetapi sudah ...

Narasi Dalam Nalar Demokrasi + Tips Menulis Artikel di Media Massa

Narasi Dalam Nalar Demokrasi + Tips Menulis Artikel di Media Massa PENULIS: Toba Sastrawan Manik ISBN: 978-602-443-674-2 Penerbit : Guepedia Publisher Ukuran : 14 x 21 cm Tebal : 148 halaman Sinopsis: Buku ini merupakan antologi (kumpulan) tulisan-tulisan yang sudah pernah dimuat di beberapa media massa khususnya di Medan Sumatera Utara. Buku ini merefleksikan segala macam isu-isu yang berkembang di Indonesia serta memberikan pendapat, kritisi dan saran atas permasalahan tersebut. Semua itu dilakukan sebagai sebuah manifestasi kesadaran akan pentingnya partisipasi segenap warga negara khususnya mahasiswa dalam menanggapi permasalahan yang ada. Akhirnya, narasi-narasi kritis dalam bingkai demokrasi dibutuhkan oleh demokrasi itu sendiri. Diakhir Bab sengaja penulis tambahka tips atau langkah-langkah dalam menulis dan mengirimkan tulisan opini ke media massa. Hal ini bertujuan agar semakin banyak narasi-narasi sehat dan penuh nalar menghiasi media massa kita sebagai upaya membangun dan menyehatkan demokrasi itu sendiri. Email : guepedia@gmail•com WA di 081287602508 Happy shopping & reading Enjoy your day, guys

Narasi Dalam Nalar Demokrasi + Tips Menulis Artikel di Media Massa PENULIS: Toba Sastrawan Manik ISBN: 978-602-443-674-2 Penerbit : Guepedia Publisher Ukuran : 14 x 21 cm Tebal : 148 halaman Sinopsis: Buku ini merupakan antologi (kumpulan) ...

Curahkan Gairah Menulis Penghasilan dan Pengetahuan Meningkat

Menulis artikel dan buku mempunyai beberapa tujuan yakni: a) Assigment purpose ( tujuan penugasan) Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali. Penulis menulis sesuatu karena ditugaskan, bukan atas kemauan sendiri (misal para siswa yang diberi tugas merangkumkan buku, sekretaris yang ditugaskan membuat laporan, notulen rapat); b) Altruistic purpose (tujuan altruistik) Penulis bertujuan untuk menyenangkan para pembaca, menghindarkan kedukaan para pembaca, ingin menolong para pembaca memahami, menghargai perasaan dan penalarannya, ingin membuat hidup pembaca lebih mudah dan lebih menyenangkan dengan karyanya itu. Seseorang tidak akan menulis secara tepat guna kalau dia percaya baik sadar maupun tidak sadar bahwa pembaca atau penikmat karya nya itu adalah "lawan" atau "musuh". Tujuan altruistik adalah kunci keterbacaan sesuatu tulisan; c) Persuasive purpose (tujuan persuasif); Tulisan yang bertujuan meyakinkan para pembaca akan kebenaran gagasan yang diutarakan; d) Informational purpose (tujuan informasi, tujuan penerangan) Tulisan yang bertujuan memberi informasi atau keterangan/penerangan kepada para pembaca; e) Self-expressive purpose (tujuan pernyataan diri) Tulisan yang bertujuan memperkenalkan atau menyatakan diri sang pengarang kepada para pembaca. f) Creative purpose (tujuan kreatif) Tujuan ini erat berhubungan dengan tujuan pernyataan diri. Akan tetapi, "keinginan kreatif" di sini melebihi pernyataan diri, dan melibatkan dirinya dengan keinginan mencapai norma artistik atau seni yang ideal, seni idaman. Tulisan yang bertujuan mencapai nilai-nilai artistik, nilai-nilai kesenian. g) Problem-solving purpose (tujuan pemecahan masalah) Dalam tulisan seperti ini sang penulis ingin memecahkan masalah yang dihadapi. Sang penulis ingin menjelaskan, menjernihkan serta menjelajahi serta meneliti secara cermat pikiran-pikiran dan gagasan-gagasannya sendiri agar dapat dimengerti dan diterima oleh para pembaca. Dengan kita membaca tujuan menulis tidak akan menjamin seseorang menjadi penulis . Walaupun dengan membaca berbagai macam teori tentang kepenulisan tidak akan adaartinya kalau tidak praktik menulis dan terus menulis. Teruslah tetap menulis. Teori hanya sebagai acuan dengan menulis kita akan menguasai teori.

Menulis artikel dan buku mempunyai beberapa tujuan yakni: a) Assigment purpose ( tujuan penugasan) Tujuan penugasan ini sebenarnya tidak mempunyai tujuan sama sekali.

Manajemen Kinerja dan Budaya Organisasi: Suatu Tinjauan Teoritis

Kinerja merupakan faktor penting dari fungsi manajemen dalam suatu perguruan tinggi. Menilai kinerja dosen merupakan proses untuk menentukan tingkat keberhasilan dalam melaksanakan tri dharma perguruan tinggi. Dalam manajemen kinerja, tentunya sangat memerlukan suatu budaya organisasi yang sehat dan berkeadilan, sehingga akan mampu menciptakan organisasi perguruan tinggi yang berkualitas. Pengembangan dan peningkatan sumber daya manusia berkualitas akan mampu berperan dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi. Begitu juga peran pimpinan terhadap yang dipimpin, akan menjadi daya dorong untuk menciptakan kinerja yang profesional. Perilaku pimpinan yang baik dan ikut memperhatikan kinerja akan berakibat pada organisasi perguruan tinggi itu sendiri. Permasalahan yang terjadi selama ini pada setiap organisasi manapun kurang perhatian dari aspek peningkatan mutu kinerja sehingga berdampak pada budaya organisasi yang belum disiplin. Informasi yang dikumpulkan besumber hasil kajian pustaka, diskusi dan wawancara dan bahkan dari berbagai hasil-hasil penelitian terdahulu. Buku ini terdiri dari 10 (sepuluh) bab, yaitu: Bab 1. Kinerja Organisasi Perguruan Tinggi Bab 2. Faktor yang Mempengaruhi Loyalitas Organisasi Bab 3. Performance dalam Organisasi Bab 4. Penilaian Kinerja Organisasi Bab 5. Wewenang dan Tanggung Jawab dalam Organisasi Bab 6. Kriteria Budaya dalam Organisasi Bab 7. Perilaku Kepemimpinan Bab 8. Motivasi Berprestasi Bab 9. Kepuasan Kinerja Organisasi Bab 10. Profesionalitas Kinerja sebagai Partner Strategic

Kinerja merupakan faktor penting dari fungsi manajemen dalam suatu perguruan tinggi.

Dasar-Dasar Kewirausahaan: Untuk Perguruan Tinggi dan Dunia Bisnis

Di era ekonomi digital saat ini, kewirausahaan adalah salah satu kata yang sering kita dengar. Secara sederhana kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menciptakan visi, inovasi dan melihat suatu peluang di masa datang.

Di era ekonomi digital saat ini, kewirausahaan adalah salah satu kata yang sering kita dengar. Secara sederhana kewirausahaan dapat didefinisikan sebagai kemampuan untuk menciptakan visi, inovasi dan melihat suatu peluang di masa datang.