Sebanyak 1576 item atau buku ditemukan

Peace building dalam al-Qur'an

kajian terhadap pemikiran Sayyid Qutb dalam tafsir Fi Dilal al-Qur'an : laporan penelitian individu

Building peace from Islamic perspective.

Building peace from Islamic perspective.

Pesan Cinta Luqman al-Hakim

Manusia Bijak dalam Al-Qur'an

Luqman al-Hakim merupakan seorang laki-laki biasa, berkulit hitam, dan seorang penggembala domba. Dia bukan seorang nabi, tetapi namanya tercantum sebagai nama surah dalam Al-Qur'an. kisahnya yang penuh hikmah terangkum dalam ebook ini. "Berbicara benar dan berdiam diri dari hal-hal yang kurang bermanfaat" adalah prinsip Luqman al-hakim sehingga mengantarkannya menjadi pribadi yang sangat bijaksana. Nasihat-nasihatnya sangat bijak bahkan sampai diriwayatkan oleh Rasulullah saw, para sahabat, dan para tabi'in. Hikmah yang disampaikan ole Luqman al-Hakim mencakup berbagai aspek kehidupan sehingga dapat menjadi penuntun bagi setiap Muslim yang memahaminya menuju kehidupan yang lebih baik. Ebook ini berisi banyak pesan cinta Luqman al-Hakim dengan penyampaian yang ringan dan mudah dimengerti. Dapat menjadi penguat dalam situasi buruk dan menjadi pengingat dalam situasi baik. [Gema Insani]

Ebook ini berisi banyak pesan cinta Luqman al-Hakim dengan penyampaian yang ringan dan mudah dimengerti. Dapat menjadi penguat dalam situasi buruk dan menjadi pengingat dalam situasi baik. [Gema Insani]

Asbabun Nuzul

Sebab-sebab Turunnya Ayat Al-Qur'an

"Tidak mungkin dapat memahami tafsir sebuah ayat tanpa mengetahui kisahnya atau mengetahui penjelasan sebab turunnya." (Imam Al-Wahidi) "Penjelasan sebab turunnya ayat adalah cara yang sangat kuat dalam memahami makna dari Al-Qur`an." (Ibnu Daqiq Al-'Ied) "Mengetahui sebab turunnya ayat dapat membantu untuk memahami makna dari ayat tersebut, sesungguhnya mengetahui sebab akan mewarisi pengetahuan terhadap apa yang disebabkannya. Banyak dari ulama salaf terdahulu menemui kesulitan dalam memahami makna ayat, maka dengan mereka mengetahui sebab turunnya ayat, kesulitan tersebut kemudian akan hilang." (Ibnu Taimiyah) Buku ini ditulis oleh seorang ulama besar, yakni Imam Jalaluddin As-Suyuthi. Di dalam bukunya ini, beliau memaparkan tentang riwayat-riwayat sebab turunnya ayat (Asbab An-Nuzul), karena dengan Asbab An-Nuzul ini, akan membantu seorang mufassir atau mereka yang berkecimpung dalam Al-Qur'an untuk dapat mempermudah dalam berbagai hal yang berhubungan dengan Al-Qur'an serta Mengetahui hikmah yang terkandung dalam hukum yang disyariatkan oleh agama. - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Banyak dari ulama salaf terdahulu menemui kesulitan dalam memahami makna ayat, maka dengan mereka mengetahui sebab turunnya ayat, kesulitan tersebut kemudian akan hilang." (Ibnu Taimiyah) Buku ini ditulis oleh seorang ulama besar, yakni ...

Politik Identitas

Dalam Perspektif Al-Qur'an dan Teori Modern

Kajian terhadap politik di tanah air belakangan ditandai dengan maraknya kajian di sekitar identitas dengan sasaran kajian yang lebih ditujukan kepada Muslim sebagai entitas terbesar. Beberapa kajian membingkai politik identitas sebagai perilaku politik kolektif yang menganggu proses demokratisasi. Kajian Eman Sulaeman menggunakan perspektif yang tidak dilazim digunakan oleh kajian sebelumnya yang kemudian melahirkan hasil kajian yang berbeda. Dalam kajian ini, Eman Sulaeman coba mengeksplorasi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan politik identitas. Dengan cara yang demikian, kajian ini—setidaknya menurut perspektif penulisnya-memperkuat keterkaitan Al-Qur’an dengan isu-isu politik kontemporer. Tidak berhenti di situ, kajian ini juga coba mengeksplorasi Al-Qur’an sebagai basis dan rujukan etis dalam merespon persoalan politik kontemporer. Kajian dalam buku ini patut diapresiasi dan pada gilirannya akan mengundang kajian kritis. (Syamsul Arifin, Guru Besar Sosiologi Agama dan Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Pengembangan al-Islam-Kemuhammadiyahan (AIK) Universitas Muhammadiyah Malang) Politik Aliran sesungguhnya adalah istilah yang netral. Menggambarkan secara sosiologis afiliasi politik pada satu kelompok berdasarkan pada kesamaan latar belakang; agama, ras, ataupun idiologi. Namun dalam wacana politik mutakhir, terutama pasca Pilkada DKI 2017 mendapat makna peyoratif. Framing dan mendiskreditkan umat Islam. Kalau umat Islam memilih pemimpin berdasarkan latar belakang agama: Politik Aliran. Bila bukan Islam: itu bukan Politik Aliran. Sesimpel itu. (Hersubeno Arif, Pengamat Politik) - Pustaka Al-Kautsar Publisher - Dilarang keras mem-PDF-kan, mendownload, dan memfotokopi buku-buku Pustaka Al-Kautsar. Pustaka Al-Kautsar tidak pernah memberikan file buku kami secara gratis selain dari yang sudah tersedia di Google Play Book. Segala macam tindakan pembajakan dan mendownload PDF tersebut ada ilegal dan haram.

Dalam kajian ini, Eman Sulaeman coba mengeksplorasi ayat-ayat Al-Qur’an yang berkaitan dengan politik identitas.

Terapi Penyembuhan Diri

dari Khazanah al-Qur’an dan Sunnah Rasulullah Saw

“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka terdapat nikmat yang besar dari sisi Allah.” (QS. Al-Ahzab 47) “Siapa yang bersedih, Akulah yang melepaskan kesedihannya. Siapa yang bertobat, Akulah yang menerima tobatnya. Siapa yang takut, Akulah yang menghilangkan ketakutannya. Dan siapa yang kelaparan, Akulah yang memberinya rasa kenyang. Apabila hambaKu berlaku taat kepadaKu dan membuat Aku ridha, maka Aku mudahkan urusannya, Aku teguhkan dirinya, dan Aku lapangkan dadanya.” (Hadis Qudsi) Mengapa aku begitu mudah sobek hatinya, perasaannya, dan pikirannya hingga koyak-moyak pulalah ketenangan hidupnya di hadapan pelbagai dinamika hidup sehari-hari? Padahal, begitu ruah lagi limpah di dalam al-Qur’an, juga sunnah Nabi Muhammad Saw, keterangan-keterangan jelas perihal diteguhkanNya hati seorang mukmin dan muslim—“la khaufun ‘alaihim wala hum yahzanun, tiada rasa takut dan sedih dalam hidupnya”? Ada apa denganku (hatinya, pikirannya, perilakunya), bagaimana seyogianya aku menyembuhkan diriku agar aku bisa kembali kepada fitrah jiwa yang teguh sang mukmin dan muslim? Buku ini menyajikan kajian ilmu dengan luas dan mendalam terhadap khazanah al-Qur’an dan sunnah Nabi Muhammad Saw perihal problem umum mental (batin, rohani) manusia mutakhir yang gampang dikoyak kecewa, duka, dan murka. Kegelisahan-kegelisahan pun meruahkan bandang ketakbahagiaan, ditambah dera panjang angan-angan yang berlesatan tak keruan, pelan demi pelan semakin mengempaskan hidup ke liang nirmakna. Hidup terasa begitu kosong dan murung, bahkan acap merajalela di antara deret material dan intelektual yang gemilang. Jika Anda bertakdir berjumpa buku tebal ini, mohon bersabar dan bertekun membacanya secara berurutan, tidak lompat-lompat, insya Allah akan terdulang utuh khazanah ilmu yang mantap secara naqli (sumber spiritual) dan ‘aqli (analisis rasional dan kontekstualisasinya), yang menggali dengan detail ajaran-ajaran spiritual dan amaliah al-Qur’an dan sunnah Nabi Saw bagi usaha meraih hidup yang seyogianya menenangkan dan menyenangkan. BismiLlah, bisa.

“Dan berikanlah kabar gembira kepada orang-orang mukmin bahwa sesungguhnya bagi mereka terdapat nikmat yang besar dari sisi Allah.” (QS.