Sebanyak 74 item atau buku ditemukan

Tasawuf Dulu dan Sekarang

Tasawuf, jalan kerohanian, atau tarekat, salah satu tujuannya adalah untuk membebaskan manusia dari penjara kemajemukan menuju kodratnya yang utuh lagi suci (fitrah). Ketika manusia memegang teguh kodratnya dan menjadi diri sendiri seutuhnya, saat itu pula ia mencapai kebahagiaan hakiki di dunia ini dan di akhirat nanti. Melalui pengkajian yang cukup menyentuh dasar dan lengkap, tetapi disajikan secara sederhana, buku ini tidak hanya mengulas tujuan tasawuf. Di dalamnya, juga dibahas tentang tasawuf dan kelanggengan damba mistik, tingkatan kerohanian di dalam tasawuf, guru sufi, wahyu dan akal, Islam dan pertemuan agama-agama, dan lain sebagainya. Diharapkan, buku ini dapat menjadi kunci untuk membuka sejumlah pintu menuju gudang perbendaharaan tasawuf sejak dulu hingga sekarang. Terlebih, buku ini ditulis oleh Seyyed Hossein Nasr, salah seorang di antara ilmuwan muslim yang memiliki keahlian dalam pengkajian Islam yang cukup mendalam. Sekitar tahun tujuh puluhan, ia menjadi guru besar di tiga benua: Asia, Eropa, dan Amerika. Selamat membaca!

Terlebih, buku ini ditulis oleh Seyyed Hossein Nasr, salah seorang di antara ilmuwan muslim yang memiliki keahlian dalam pengkajian Islam yang cukup mendalam.

Tasawuf dan Perkembangannya dalam Islam

Banyak penulis buku tasawuf yang hanya menonjolkan aspek tertentu tentang tasawuf, terutama aspek positifnya terhadap pengalaman agama. Buku-buku semacam ini tidak bisa memberi pengertian yang utuh tentang tasawuf, tidak banyak manfaatnya bagi pengamat dan peneliti di bidang sufisme, apalagi yang aspek negatifnya. Inilah yang akan menyebabkan kemunduran Islam. Oleh karena itu, satu-satunya cara adalah harus dengan semboyan “pergi ke Makkah melalui London”. Yakni, menguasai dan menerapkan metode analisis ilmiah dari Barat untuk menelaah kitab-kitab kuning dan kehidupan keagamaan umat Islam. Dengan cara ini, pengertian inti cita sufisme, yaitu fana dan kasyaf, dapat diselami secara utuh.

Banyak penulis buku tasawuf yang hanya menonjolkan aspek tertentu tentang tasawuf, terutama aspek positifnya terhadap pengalaman agama.

Realitas Komunikasi Politik Indonesia Kontemporer

Komunikasi politik menyalurkan aspirasi dan kepentingan politik rakyat yang menjadi input sistem politik. Pada saat bersamaan, komunikasi politik juga menyalurkan kebijakan yang diambil atau output dari sistem politik. Dengan demikian, melalui komunikasi politik, rakyat dapat memberikan dukungan, menyampaikan aspirasi, serta melakukan pengawasan terhadap sistem dan praktik politik. Buku karya Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. ini mengulas realitas komunikasi politik Indonesia kontemporer sekaligus memberikan perspektif positif dalam membangun demokrasi melalui berbagai dialog, pertukaran pikiran, perdebatan, kompetisi, negosiasi, dan interaksi sosial-politik lainnya. Dan, karenanya, buku ini menjadi referensi penting untuk pembelajaran demokrasi politik Indonesia sebagai sarana untuk pembentukan konsensus, penentuan prioritas, dan terciptanya sistem nilai dalam masyarakat. Johnny G. Plate, Menteri Komunikasi dan Informatika RI *** Gun Gun Heryanto adalah akademisi komunikasi politik terdepan di Indonesia saat ini. Pengamatannya berbobot, jernih, dengan bahasa yang lincah dan santun, tanpa menunjukkan tendensi partisan terhadap partai politik atau tokoh politik tertentu. Buku ini menunjukkan kepakarannya yang mumpuni di jagat politik Indonesia yang pelik dan sering sulit diuraikan oleh pengamat politik medioker. Saya merekomendasikan buku ini untuk dibaca para akademisi yang meminati (komunikasi) politik Indonesia, praktisi politik yang selalu ingin maju. Prof. Deddy Mulyana, M.A., Ph.D., Guru Besar Fikom Unpad

Buku karya Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. ini mengulas realitas komunikasi politik Indonesia kontemporer sekaligus memberikan perspektif positif dalam membangun demokrasi melalui berbagai dialog, pertukaran pikiran, perdebatan, kompetisi, ...

Sejarah Lengkap Penyebaran Islam

Di antara sekian banyak buku sejarah Islam, buku karya Thomas W. Arnold, seorang Profesor Studi Arabia di University of London, ialah salah satu yang terpenting. Buku ini berhasil menyuguhkan kajian yang sangat menarik seputar penyebaran Islam, sejak awal agama Islam didakwahkan oleh Nabi Muhammad Saw. di Makkah dan Madinah hingga menyebar ke berbagai negara di dunia. Buku ini terdiri atas 13 bahasan utama. Di bahasan awal, penulis berhasil menayangkan ulasan yang mengagumkan seputar kehidupan Nabi Muhammad Saw. sebagai seorang dai. Kemudian, dilanjutkan dengan ulasan lain yang tak kalah mengagumkan dan apik, seperti penyebaran Islam di negara-negara di Asia Barat, Afrika, Eropa, Asia Tengah, India, Tiongkok, Kepulauan Melayu, dan sebagainya. Dengan bahasa yang amat gamblang dan didukung oleh data-data yang kredibel, buku ini tentu amat layak menambah koleksi bacaan Anda. Terlebih, jika Anda concern terhadap buku-buku sejarah Islam. Inilah babon yang sangat langka sehingga wajib untuk Anda baca segera. Tabik.

Di antara sekian banyak buku sejarah Islam, buku karya Thomas W. Arnold, seorang Profesor Studi Arabia di University of London, ialah salah satu yang terpenting.

Filsafat Komunikasi

Pengantar Ontologis, Epistemologis, dan Aksiologis

“Tidak mudah menjelaskan secara detail dimensi ontologi, epistemologi dan aksiologi ilmu komunikasi. Nyatanya, itu tidak berlaku bagi penulis buku ini. Uraiannya jelas, bahasanya pun lugas. Di sini kepiawaian penulis teruji baik. Selamat membaca….” —Dr. Andy Dermawan, M.Ag., Dosen Filsafat Ilmu UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta Ada sebuah “kegamangan” yang terus menghinggapi benak kita, ketika mempersoalkan kebenaran Ilmu Komunikasi sebagai suatu realitas pengetahuan yang selalu bergerak dan mengalir secara dinamis. Bahkan, keragu-raguan pun mengarah pada pertanyaan-pertanyaan mengenai ontologi, epistemologi dan aksiologi Ilmu Komunikasi itu sendiri. Pertanyaannya, mengapa masyarakat tertutup, total, serta irasional seperti sekarang ini dapat terjadi? Apa relasinya dengan filsafat ilmu dan apa guna filsafat ilmu untuk menguraikan hal ini? Lalu, apa yang sebenarnya terjadi dalam ilmu-ilmu sosial, termasuk ilmu komunikasi? Benarkah terjadi krisis dalam ilmu komunikasi? Berbagai implikasi dalam mempersoalkan ilmu sebagai satu realitas baik secara ontologi, epistemologi, dan aksiologi menjadi bagian yang signifikan untuk menjawab beragam pertanyaan di atas hal ini.

... Umum dan Metafisika Khusus Beberapa istilah lain untuk metafisika antara lain seperti disebutkan Aristoteles antara lain: Filsafat pertama (first philosophy) ... (general metaphysic) dan metafisika spesialis: Metafisika umum mengkaji “yang ...

Sosialisme

Sebuah Pengantar Singkat

Karakteristik sosialisme yang paling mendasar adalah komitmennya untuk menciptakan masyarakat yang egaliter. Saat ini, sebagian besar orang beranggapan bahwa sosialisme adalah ideologi yang usang. Dalam pengantar singkat ini, Michael Newman berupaya menempatkan gagasan sosialisme dalam konteks modern untuk para pembaca masa kini. Newman menjelaskan ide-ide sosialis dalam kerangka evolusi historisnya, dari Revolusi Prancis hingga saat ini, dan menelaah upaya-upaya praktis untuk menerapkan sosialisme. Bukan hanya sejarah ide sosialis, buku ini menyajikan pendekatan yang berbeda yang melihat praktik serta teori yang berpusat pada perbedaan antara komunisme dan sosial demokrasi. Hubungan antara sosialisme dan gagasan demokrasi, kebebasan, dan kesetaraan juga dibahas. Newman mengajukan persoalan yang sepenuhnya baru dengan mengaitkannya dengan bentuk sosialisme kontemporer. Sementara fokus buku ini adalah Eropa dan Uni Soviet, buku ini diatur dalam konteks geografis yang lebih luas. Pendekatan baru Newman terhadap persoalan tentang sosialisme memungkinkan pembaca untuk mengevaluasi kembali sosialisme.

Saat ini, sebagian besar orang beranggapan bahwa sosialisme adalah ideologi yang usang. Dalam pengantar singkat ini, Michael Newman berupaya menempatkan gagasan sosialisme dalam konteks modern untuk para pembaca masa kini.

Media Komunikasi Politik

Buku ini didedikasikan sebagai telaah akademis terhadap fenomena media, baik di media arus utama (mainstream) maupun di media sosial dalam hubungannya dengan ragam aktivitas politik aktor perseorangan maupun lembaga. Kajian tentang hubungan media dan politik membentang panjang dalam sejarah Ilmu Komunikasi Politik. Mulai dari opini publik, propaganda, kampanye, publisitas politik, political public relations, dan lain-lain. Terdapat relasi kuasa politik yang sangat menarik ditelaah baik secara akademis maupun praktis di panggung politik media, baik yang terjadi di masa lalu, saat ini, maupun di masa mendatang. Media tidak semata menjadi saluran komunikasi politik. Di banyak peristiwa, media kerapkali tampil menjadi aktor politik yang memainkan peran signifikannya. Dalam konteks inilah, kajian tentang media komunikasi politik menjadi sangat penting. Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. Penulis “Buku ini memberikan panduan ilmiah dan pedoman praktis bagi para calon pemimpin politik ketika mengaktualisasikan gagasan dan cita-citanya menghadapi masyarakat informasi yang sedang mengalami revolusi media sosial. Buku ini juga penting dibaca masyarakat luas agar dapat memahami bagaimana para pemimpin politik mengoperasikan simbol-simbol untuk memperkuat posisi politik mereka di hadapan publik.” Dr. Ahmad Basarah, Anggota DPR RI/Ketua Badan Sosialisasi MPR RI “Dalam buku terbarunya ini, Dr. Gun Gun Heryanto menyajikan analisis komprehensif tentang komunikasi politik dan detail isu-isu penting terkait. Pemaparan, gagasan dan artikulasi pemikirannya sangat sistematis, dikonstruksi, dan dikemas dalam ekspresi bahasa yang apik, lincah, dan bernas. Dari bab ke bab berikutnya, pembaca diajak secara kreatif-reflektif untuk berwacana dan berdiskusi tentang poin-poin pemikiran dan tema-tema aktual yang secara kritis disoroti oleh Dr. Gun Gun dalam buku ini. —Prof. Dr. H. Faisal Ismail, M.A., Ph.D., Duta Besar RI untuk Negara Kuwait dan Bahrain 2002–2006 dan Guru Besar UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta “Merawat demokrasi itu soal komitmen. Pelaku utama dalam proses komunikasi politik (politisi, masyarakat dan media) harus punya iktikad baik. Gun Gun Heryanto, dengan gaya khasnya, selalu membumikan bahasa berat politik dan menempatkannya ke ruang-ruang awam. Buku ini menjadi pengingat bagi politisi, masyarakat, dan media bahwa pertarungan sekeras apa pun tidak boleh menyisakan luka sosial. Peran sentral media di dalam proses komunikasi politik diingatkan penulis, agar sekuat mungkin terhindar dari bias kepentingan.” —Yogi Arif Nugraha, Wakil Pemimpin Redaksi KompasTV “Politisi dan mereka yang ingin memanfaatkan media sebagai wahana konstruksi citra, wajib membaca buku ini. Sebagai akademisi, tulisan Gun Gun mengedepankan independensi tanpa tendensi, seperti yang ia pertontonkan di panggung-panggung talkshow. —Latief Siregar, Produser Senior RCTI “Di buku ini, Anda akan memahami cara mentransformasikan media sebagai saluran komunikasi politik. Sangat direkomendasikan bagi Anda yang ingin terjun di dunia politik atau yang berkecimpung di jagat komunikasi. Pemaparan yang bernas menjadi ciri khas Dr. Gun Gun Heryanto dalam setiap ulasannya.” —Ike Kesuma, Produser Senior iNews TV

Dr. Gun Gun Heryanto, M.Si. Penulis “Buku ini memberikan panduan ilmiah dan pedoman praktis bagi para calon pemimpin politik ketika mengaktualisasikan gagasan dan cita-citanya menghadapi masyarakat informasi yang sedang mengalami revolusi ...

Sekolah Kapitalisme yang Licik

Awal 1997, dunia pendidikan, terutama praktis pendidikan pembebasan telah kehilangan seorang pendekarnya. Paulo Freire, tokoh pendidikan pembebasan asal Brazil telah berpulang ke hadirat penciptanya. Ia pergi meninggalkan setumpuk karya, segudang jasa dan segugus gagasan di bidang pendidikan. Di Indonesia, nama Freire sangat terkenal di kalangan LSM. Model pendidikan partisipatif yang digunakan oleh LSM dalam aktivitas pengembangan masyarakat mengambil inspirasi dari praksis pendidikan pembebasan yang digagas Freire. Meskipun gagasan dan praksis pendidikannya banyak digandrungi oleh praktisi pendidikan di Dunia Ketiga, tapi banyak yang menganggap teori dan praksis Freire itu gagal. Anggapan ini erat kaitannya dengan posisi Freire sendiri yang tidak bisa didefinisikan dengan pasti. Sebagai intelektual, ia tidak bisa dikelompokkan sebagai intelektual organis atau intelektual institusional. Memang ia mengklaim sebagai orang radikal, tapi penekanannya pada kebebasan dan demokrasi menempatkan dirinya pada posisi intelektual liberal yang tentu saja berharap-harap dengan kelompok revolusioner. Teori pendidikannya pun tidak bisa ditempatkan dalam genre teori tradisional, modernis, maupun posmodernis. Karena begitu rumitnya posisi Freire, teori dan praksisnya bisa saja dianggap gagal oleh satu pihak, tapi dianggap sukses oleh pihak yang lain. Rumitnya posisi Freire ini akan semakin jelas terasakan dalam perbedaannya dengan para akademisi Universitas Nasional Meksiko (UNAM) mengenai pendidikan tinggi.

Awal 1997, dunia pendidikan, terutama praktis pendidikan pembebasan telah kehilangan seorang pendekarnya.

Kapitalisme

Sebuah Pengantar Singkat

Apa itu kapitalisme? Apakah kapitalisme di mana-mana sama saja? Apakah terdapat alternatif terhadap sistem kapitalisme? Kata “kapitalisme” adalah salah satu yang sering kali kita dengar dan pergunakan, namun apakah sebenarnya kapitalisme itu dan apa artinya? Pengantar singkat ini menjawab pertanyaan, seperti “apa itu modal?” dengan sebelumnya mendiskusikan sejarah dan perkembangan kapitalisme melalui beberapa studi kasus yang detail, mulai dari demam tulipomania pada abad ke-17 di Belanda, Depresi Besar pada dekade 1930-an, dan bagaimana dampak krisis keuangan global yang dimulai pada tahun 2007–2008. James Fulcher melihat bentuk-bentuk berbeda dari kapitalisme yang ada di Inggris, Jepang, Swedia, dan Amerika Serikat, dan mengeksplorasi apakah kapitalisme telah melepaskan diri dari cengkeraman negara-bangsa dengan beranjak mengglobal. Buku ini diakhiri dengan mempertanyakan apakah terdapat sebuah alternatif terhadap sistem kapitalisme, mendiskusikan sistem sosialisme, eksperimen-eksperimen yang kooperatif dan komunal, dan alternatif yang diajukan oleh para ahli lingkungan hidup.

Apa itu kapitalisme? Apakah kapitalisme di mana-mana sama saja? Apakah terdapat alternatif terhadap sistem kapitalisme?

Studi Islam Kontemporer Perspektif Insider Outsider

Metodologi studi Islam tampaknya mengalami pergeseran yang cukup signifikan, khususnya pada sekitar paruh abad ke-20. Penyebabnya ialah fakta bahwa Islam dikaji oleh muslim (insider) atau nonmuslim (outsider), khususnya orientalis, yang sedikit banyak dipengaruhi secara sosiologis oleh cara pandang, dan pengalaman manusia Barat, serta secara saintifik oleh perkembangan metodologi penelitian dalam ilmu-ilmu sosial di Barat. Metodologi orientalis tersebut secara perlahan memengaruhi metodologi studi Islam. Hal ini karena timbulnya kecenderungan di kalangan cendekiawan muslim untuk belajar kepada orientalis di Barat, atau membanjirnya buku-buku orientalis sebagai alternatif bacaan cendekiawan muslim. Dalam situasi seperti ini, studi Islam dengan pendekatan tradisional sudah tercampur, bahkan tersaingi oleh pendekatan orientalis. Untuk mengatasi persoalan tersebut maka buku ini hadir. Kajian dalam buku ini mencoba melakukan “pemetaan” terhadap studi Islam yang dilakukan oleh muslim (insider) atau nonmuslim (outsider). Sehingga, pembaca dapat melihat secara jernih, atau setidaknya mampu memilah dari kajian keduanya yang kiranya paling objektif dalam pengkajian Islam. Selamat membaca!

... Islam Rahmatan lil 'Alamin, Menjawab Pertanyaan dan Kebutuhan Manusia (Jakarta: Republika, 2011), hlm. xiii. 12 Ibid., hlm. xiv. 13 Ibid., hlm. xiv. 14 Nevval Sevindi, Contemporary Islamic Conversation, hlm. 18. 18 Ibid., hlm. xv. 22 ...