Setiap Negara pasti memiliki dasar dan ideologi Negara yang berbeda-beda. Dalam penemuan dasar dan ideologi Negara tersebut sudah tentu memiliki sejarah perjalanan yang panjang. Seperti di Indonesia, sejarah penentuan Pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara di mulai dari sejarah perjuangan kemerdekaan Negara Republik Indonesia Mulai dari dibentuknya Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) dalam bahasa Jepang disebut Dokuritsu Zumbi Coosakai sampai pada pembentukan Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) dalam bahasa jepangnya disebut Dokuritzu Zyunbi Iinkai. Sila-sila Pancasila tidak ditetapkan dengan begitu saja oleh para pendiri bangsa (The Founding Fathers) untuk menjadi dasar dan ideologi Negara Indonesia, tetapi nilai-nilai pancasila digali dalam kehidupan masyarakat Indonesia dan disusun sedemikian rupa oleh para pendiri bangsa dan utuh menjadi sila-sila pancasila yang digunakan sampai saat ini. Sehinggga dari bentuknya ideologi pancasila merupakan ideologi terbuka. Buku ini terdiri dari 4 BAB dan di dalam buku ini akan di bahas tentang sejarah munculnya Pancasila sampai pada ditetapkannya Pancasila sebagai dasar dan Ideologi Negara, sehingga didalam mempelajari pancasila sebagai dasar dan ideologi Negara bisa menjadi utuh.
Buku ini terdiri dari 4 BAB dan di dalam buku ini akan di bahas tentang sejarah munculnya Pancasila sampai pada ditetapkannya Pancasila sebagai dasar dan Ideologi Negara, sehingga didalam mempelajari pancasila sebagai dasar dan ideologi ...
Semoga buku ini tidak hanya dapat memperluas wawasan pada para pembacanya. Buku ini diharapkan juga dapat menstimulasi para pembaca untuk melakukan refleksi dan aksi yang nyata. Dengan demikian Pancasila tidak hanya berkembang dalam tataran verbal pidato para pejabat dan topik pembicaraan mata pelajaran di kelas, melainkan juga menjadi "working ideology" menjadi "living ideology" sehingga kehidupan berbangsa dan bernegara kita menjadi lebih sehat dan baik. Semoga. Prof. Dr. Hariyono, M.Pd. Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) *** Semoga buku ini bisa menambah lebih dalam lagi kesadaran kita untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik ditengah krisis karena pandemi ini. Karena alam memiliki cara tersendiri untuk mengingatkan manusia bahwa semua diri terkoneksi dengan sesuatu yang lebih besar dan lebih tinggi. Risa Santosa, B.A., M.Ed. Rektor Institut ASIA Malang
Dr. Hariyono, M.Pd. Wakil Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) *** Semoga buku ini bisa menambah lebih dalam lagi kesadaran kita untuk meningkatkan kualitas kehidupan masyarakat Indonesia yang lebih baik ditengah krisis karena ...
Buku ini hadir sebagai jembatan antara nilai-nilai Pancasila yang melangit dengan tindakan-tindakan pancasilais yang membumi. Buku ini bertumpu pada dua landasan; landasan teoritis, dan landasan praktis. Landasan teoritis membahas koherensi antara satu Sila dengan Sila lainnya yang kemudian menghasilkan sepuluh konsepsi kepancasilaan. Landasan praktis membahas tentang kesepuluh konsep tersebut jika dikorespondensi dengan realitas sosial berbangsa dan bernegara.
Buku ini buku yang berbeda dari kebanyakan yang membahas tentang Pancasila. Kita sajikan dalam khazanah spiritual supaya Pancasila bisa meresap ke dalam sum-sum kedalaman jiwa. Buku bisa dikonsumsi oleh siapa pun yang menginginkan tambahan wawasan keilmuan.
Sebagai nilai-nilai pandangan hidup bangsa, Pancasila tidak akan habis digali. Sebagai bunga rampai yang punya rentang waktu cukup jauh, antara satu buku dengan buku lainnya, penyusunan buku ini masih mempunyai kelemahan, mulai dari kebertautan gagasan-gagasannya, berulangnya satu-dua gagasan atau contoh, maupun susunan buku yang kadang terasa agak dipaksakan. Dengan tidak bermaksud mengabaikan kelemahan-kelemahan itu buku ini bagaimanupun juga memiliki sedikit sumbangan dalam khasanah buku yang membahas Pancasila. Penulis menjabarkan Pancasila secara teoritis dalam bagian pertama. Pembahasan tidak lepas dari berbagai konsep yang memang telah lama digarap sebagai upaya penjabaran Pancasila. Dalam proses penyusunan materi ini penulis berupaya untuk mengumpulkan bahan-bahan referensi, artikel, diskusi ilmiah yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan kualitasnya.
Secara khusus, buku ini hadir dihadapan pembaca karena diniati untuk memenuhi bahan bacaan pada perkuliahan Konsep Dasar PPKn SD Kelas Rendah dan Pembelajaran PPKn SD Kelas Tinggi yang penulis ampu di Universitas Dharmas Indonesia. Secara umum, buku ini disiapkan untuk kebutuhan bacaan mahasiswa yang menenuh mata kuliah Konsep Dasar PPKn SD Kelas Rendah dan Pembelajaran PPKn SD Kelas Tinggi. Mata kuliah Konsep Dasar PPKn SD Kelas Rendah termasuk mata kuliah wajib dalam kelompok mata kuliah pengembangan kepribadian. Mata kuliah ini dirancang untuk memberikan pemahaman kepada mahasiswa tentang pengetahuan dan kemampuan dasar berkenaan dengan mengonsep PPKn di SD. Capaian pembelajaran mata kuliah yang diharapkan, yaitu mahasiswa dapat menjelaskan konsep dasar PPKn SD secara mandiri maupun berkelompok serta dapat mengimplementasikannya ke dalam pengetahuan PPKn SD melalui pelaksanaan pembelajaran. Buku ini hadir diniati untuk memenuhi buku ajar mahasiswa dalam rangka mendukung tercapainya capaian pembelajaran mata kuliah Konsep Dasar PPKn SD Kelas Rendah. Buku ini terdiri atas Sembilan bab, yaitu sejarah perkembangan PPKn di Indonesia, PPKn di SD, paradigm baru PPKn dan Kewarganegaraan multidimensi, konsep dasar kurikulum PPKn di SD, kompetensi inti (KI) dan kompetensi dasar (KD) PPKn di SD/MI, pengembangan kurikulum PPKn SD, strategi pembelajaran PPKn SD, metode pembelajaran PPKn SD dan media pembelajaran PPKn SD.
Konsep Dasar Pendidikan Pancasila dan Kewarganegaraan. Jurnal PG-PAUD STKIP Pahlawan Tuanku Tambusai, 4(1), 1–23. Famahato Lase. (2015). Dasar Pengembangan Kurikulum Menjadi Pengalaman Belajar. Jurnal PG-PAUD STKIP Pahlawan Tuanku ...