Sebanyak 109 item atau buku ditemukan

Sosialisme

Sebuah Pengantar Singkat

Karakteristik sosialisme yang paling mendasar adalah komitmennya untuk menciptakan masyarakat yang egaliter. Saat ini, sebagian besar orang beranggapan bahwa sosialisme adalah ideologi yang usang. Dalam pengantar singkat ini, Michael Newman berupaya menempatkan gagasan sosialisme dalam konteks modern untuk para pembaca masa kini. Newman menjelaskan ide-ide sosialis dalam kerangka evolusi historisnya, dari Revolusi Prancis hingga saat ini, dan menelaah upaya-upaya praktis untuk menerapkan sosialisme. Bukan hanya sejarah ide sosialis, buku ini menyajikan pendekatan yang berbeda yang melihat praktik serta teori yang berpusat pada perbedaan antara komunisme dan sosial demokrasi. Hubungan antara sosialisme dan gagasan demokrasi, kebebasan, dan kesetaraan juga dibahas. Newman mengajukan persoalan yang sepenuhnya baru dengan mengaitkannya dengan bentuk sosialisme kontemporer. Sementara fokus buku ini adalah Eropa dan Uni Soviet, buku ini diatur dalam konteks geografis yang lebih luas. Pendekatan baru Newman terhadap persoalan tentang sosialisme memungkinkan pembaca untuk mengevaluasi kembali sosialisme.

Saat ini, sebagian besar orang beranggapan bahwa sosialisme adalah ideologi yang usang. Dalam pengantar singkat ini, Michael Newman berupaya menempatkan gagasan sosialisme dalam konteks modern untuk para pembaca masa kini.

Perubahan Struktur Ekonomi Lokal

Diskursus tentang transformasi ekonomi desa pegunungan tidaklah berbeda dengan proses transformasi di pedesaan pada umumnya dimana perubahan tidak dapat dilepaskan dari sejarah dinamika sosial ekonomi di kawasan setempat. Yang berbeda hanyalah ciri geografis wilayah yang tidak rata serta jenis-jenis tanaman yang dibudidayakan sekaligus corak masyarakat pegunungan yang relatif “sukar” diorganisir sebagaimana masyarakat desa dataran rendah pada umumnya. Untuk itu kajian historis sangat berguna untuk menjelaskan lebih mendalam gejala-gejala perubhan struktur sistem pertanian dan kultur yang berkembang pada komunitas lokal. Diawali dari masa penjajahan, kolonialisme telah memperkenalkan cara produksi “modern” yang datang seiring dengan implementasi sistem produksi pertanian ala perkebunan yang kapitalistik oleh pemerintah penjajah Belanda. Penetrasi kapital dilakukan oleh penjajah secara ekspansif melalui pembukaan perkebunan pada sistem ekonomi lokal yang telah mapan sebelumnya.

Perubahan Moda Produksi Lokal: Dominasi Kapitalis Industri Tak satupun Negara di Asia Tenggara dapat menghindari krisis ekonomi yang datang dipenghujung abad 20. Banyak analisis memprediksi Asia Tenggara berpotensi dapat menjadi pesaing ...

Pemikiran Politik Dakwah Kontemporer

Buku ini menggambarkan dakwah dalam perspektif yang berbeda dari tema-tema dakwah yang ada. Up to Date, realistis dan kritis serta tidak terjebak pada pembahasan yang normatif, sehingga suasana kritis dan analisa yang hidup akan kita dapatkan ketika membaca buku saudara Mastori ini. Judul per BAB yang diangkat dalam pembahasan buku ini pun sangat kental nuansa pergerakannya. Tema-tema seperti orientalisme, terorisme, dialog antar agama, demokrasi dan sejenisnya dibahas dengan analisa kritis dan tajam. Atas pertimbangan itu, tidak berlebihan jika sekiranya buku ini dapat dijadikan pegangan wajib bagi para mahasiswa, akademisi, aktivis dakwah dan masyarakat umum.

Buku Pemikiran politik dakwah kontemporer ini diterbitkan oleh penerbit deepublish dan tersedia juga versi cetaknya.

Ni Nyoman Padmadewi

Pepatah mengatakan “Tidak kenal maka tidak sayang”. Hal yang demikian juga berlaku pada sebuah produk, baik barang maupun jasa. Produk barang dan atau produk jasa yang untuk pertama kalinya diluncurkan untuk dipasarkan dan dijual ke suatu arena pasar terlebih dahulu harus diperkenalkan kepada masyarakat, yang perlu diperkenalkan adalah nama produk, manfaatnya, untuk kelompok mana diperuntukan, berapa harganya, di mana produk tersebut dapat diperoleh, dan sebagainya. Apabila suatu produk tidak diperkenalkan, maka masyarakat pada umumnya dan calon konsumen khususnya tidak akan mengetahui tentang adanya produk tersebut. Masyarakat juga tidak tahu apa manfaatnya, tidak tahu bagi kelompok mana produk tersebut bisa dikonsumsi, dan apa faedahnya. Masyarakat juga tidak tahu berapa harganya dan di mana produk tersebut dapat diperoleh.

disebut dengan konsumen institusi, konsumen organisasi atau konsumen kelompok. Di dalam konsumen kelompok, terdapat konsumen individu, karena pada dasarnya konsumen kelompok merupakan kumpulan konsumen individu.