Sebanyak 204 item atau buku ditemukan

Menyingkap Khazanah Ilmu Hadis

Begitu pentingnya al-Quran dan Hadis, hingga umat Islam mengekspresikannya dengan berbagai bentuk sepanjang Quran. Kita seringkali mendengar orang mengatakan, “Mari kita kembali kepada Quran dan Hadis!”, “Mari kita kembali kepada Quran dan Sunnah!”, dan ungkapan-ungkapan lainnya. Shahih al-Bukhari, salah satu kompilasi riwayat-riwayat hadis yang dikumpulkan oleh Imam al-Bukhari, diekspresikan sangat vital oleh para ulama sehingga muncul ungkapan “Ashahhu al-kutub ba’da al-Qur’an shahih al-Bukhari” (kitab yang paling sahih setelah Quran adalah shahih Bukhari). Sebelum memahami apa makna yang terkandung di dalam hadis, kita perlu memahami apa yang disebut sebagai istilah-istilah dalam hadis, atau disebut ‘ilm mushthalah al-hadits. Isi ilmu ini adalah seluruh penamaan yang terkait dengan kondisi hadis, baik dari aspek sanad (jalur riwayat) sampai aspek matan (konten hadis). Di sinilah kita tahuistilah shahih, dha’if, mutawatir, dan istilah lainnya. Setelah tahu ilmu istilah, kita perlu belajar bagaimana memahami sebuah hadis, apakah hadis tersebut bisa diamalkan, apakah hadis tersebut memiliki hadis lain yang menguatkan, apakah hadis tersebut ternyata maknanya bertentangan dengan Quran, dan masih banyak pertanyaan lain terkait dengan pemahaman hadis. Maka, ilmu ini kemudian disebut sebagai kritik hadis atau pemahaman hadis. Kedua ilmu itulah yang berupaya dirangkum dalam buku ini.

Begitu pentingnya al-Quran dan Hadis, hingga umat Islam mengekspresikannya dengan berbagai bentuk sepanjang Quran.

PENDIDIKAN KEWARGANEGARAAN: Upaya Pembentukan Karakter dan Wawasan Kebangsaan bagi Generasi Muda

Pendidikan merupakan usaha yang dilakukan secara sadar maupun terencana dalam proses pembelajaran agar bias mengembangkan kemampuan dan potensi yang dimiliki. sedangkan kewarganegaraan merupakan segala sesuatu hal yang memiliki keterkaitan dengan warga negara, hukum serta politik. Pendidikan kewarganegaraan ialah pendidikan yang berlandaskan demokrasi politik yang kemudian diperluas dengan sumber pengetahuan lainnya. Tujuannya agar melatih kemampuan berpikir yang kritis, analitis, serta bertindak secara demokratis sesuai dengan Pancasila dan UUD 1945. Pendidikan Kewarganegaraan sangat penting untuk membentuk karakter dan memberikan wawasan kebangsaan bagi generasi muda Indonesia. Selama ini, pembelajaran Pendidikan Kewarganegaraan masih bersifat verbalistik dan berorientasi pada penguasaan materi belakang. Padahal, materi tersebut seharusnya dikaitkan dengan kehidupan nyata peserta didik agar mereka pahammanfaat dan urgensinya. Oleh karena itu, pembelajaran PendidikanKewarganegaraan perlu diorientasikan pada pengembangan keterampilan berpikir kritis, analitis, serta bertindak demokratis sesuai dengan nilai-nilai Pancasila dan UUD 1945. Dengan demikian, Pendidikan Kewarganegaraan benar-benar mampu membentuk warga negara Indonesia yang cerdas, terampil, dan berkarakter dalam menghadapi dinamika kehidupan berbangsa dan bernegara. Selain itu, memahami Pancasila sebagai ideologi dan dasar negara Indonesia menjadi hal yang fundamental. Sebagai ideologi, Pancasila mengandung nilai-nilai luhur yang menjadi pandangan hidup dan pedoman bagi bangsa Indonesia. Sebagai dasar negara, Pancasila menjadi sumber dari segala sumber hukum yang ada. Oleh karena itu, Pancasila harus benar-benar dihayati dan diamalkan dalam kehidupan sehari-hari agar Indonesia tetap eksis sebagai negara Pancasila. Pemahaman mengenai identitas nasional juga tidak kalah penting. Identitas nasional adalah ciri khas yang membedakan Indonesia dengan negara lain. Identitas nasional inilah yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang beraneka ragam. Sementara itu, konstitusi atau UUD merupakan hukum dasar tertulis yang menjadi landasan penyelenggaraan negara Indonesia. Konstitusi mengatur pembagian kekuasaan, jaminan HAM, serta prosedur perubahannya. Oleh karena itu, konstitusi harus disusun berdasarkan nilai-nilai yang hidup dalam masyarakat Indonesia agar benar-benar dapat menjadi fondasi yang kokoh bagi berdirinya negara. Pelaksanaan HAM sendiri harus berlandaskan nilai-nilai Pancasila agar tercapai keseimbangan antara hak dan kewajiban sebagai warga negara.

... citizen " . Artinya , “ citizenship education " atau " education for citizenship " merupakan istilah generik yang mencakup pengalaman belajar di sekolah dan di luar sekolah , seperti yang terjadi di lingkungan keluarga , dalam ...

Filsafat dan Teori Pendidikan : Pembelajaran Matematika untuk Berfkir Kritis dan Kreatif

Judul : Filsafat dan Teori Pendidikan : Pembelajaran Matematika untuk Berfkir Kritis dan Kreatif Penulis : Rani Darmayanti, Tobroni, dan Joko Widodo Ukuran : 15,5 x 23 cm Tebal : 180 Halaman Cover : Soft Cover No. ISBN : 978-623-505-211-3 No. E-ISBN : 978-623-505-212-0 (PDF) SINOPSIS Buku ini membahas dasar-dasar teori filsafat dalam konteks pendidikan matematika, memberikan perspektif mendalam tentang bagaimana filosofi dapat memengaruhi pemahaman dan pengajaran kita tentang matematika. Pembaca dikenalkan dengan konsep penting seperti instrumentalisme, konstruktivisme, dan realisme matematika setelah penulis menjelaskan landasan filosofis yang mendasari pendekatan pendidikan matematika. Pembaca diajak untuk melihat matematika sebagai disiplin yang diperkaya oleh berbagai perspektif filosofis daripada hanya kumpulan rumus dan teknik. Buku ini juga membahas bagaimana teori filsafat dapat diterapkan dalam pembelajaran dan pengajaran matematika. Penulis meneliti berbagai cara di mana pendekatan konstruktivis dan sosio-konstruktivis dapat diterapkan dalam desain kurikulum, metode pengajaran, dan evaluasi hasil belajar. Dibahas juga peran guru sebagai fasilitator dalam pembelajaran matematika dengan menggunakan filosofi. Buku ini tidak hanya membahas teori filsafat secara konseptual, tetapi juga memberikan studi kasus dan contoh praktis untuk membantu pembaca memahaminya dengan lebih baik. Oleh karena itu, buku ini akan menjadi sumber daya yang bermanfaat bagi pendidik matematika yang ingin memperkuat praktik pengajaran mereka dengan basis filosofis yang teguh.

... Philosophy and Mathematics: Toward a General Theory of Reality. A Course of Philosophy and Mathematics: Toward a General Theory of Reality, 1–492. Lari, T. (2024). What counts as relevant criticism? Longino's critical contextual ...

Filsafat Pendidikan Islam (Landasan Filosofis Keilmuan dan Dimensi Spiritual)

Buku ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan khususnya, para pendidik, para pemerhati pendidikan Islam dan pembaca sekalian, semoga dapat menjadi pedoman teoretis dan praktis dalam melaksanakan pendidikan.Buku ini berisikan berbagai ulasan yang berkenaan dengan hal-hal :Landasan filosofis keilmuan Filsafat Pendidikan Islam; landasan ontologi mempertanyakan hakekat dari Filsafat Pendidikan Islam, pasal ini membahas pengertian dan ruang lingkup Filsafat Penddikan Islam. Landasan Epistemologi membahas bagaimana bangunan teori Filsafat Pendidikan Islam, pasal ini membahas sumber, pendekatan dan metode dalam studi Filsafat Pendidikan Islam. Landasan aksiologi mempertanyakan kegunaan Filsafat Pendidikan Islam, pasal ini membahas urgensi dan fungsi Filsafat Pendidikan Islam dan perbandingan antara Filsafat Pendidikan Islam dengan Filsafat Pendidikan Barat

Buku ini dipersembahkan kepada para mahasiswa Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan khususnya, para pendidik, para pemerhati pendidikan Islam dan pembaca sekalian, semoga dapat menjadi pedoman teoretis dan praktis dalam melaksanakan ...