Sebanyak 76 item atau buku ditemukan

KURIKULUM DAN PEMBELAJARAN

Buku Kurikulum dan Pembelajaran ini hasil revisi dari pegangan perkuliahan (diktat kuliah) Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran yang dilakukan setiap tahun akademik. Buku ini disesuaikan dengan perkembangan kurikulum yang terjadi di setiap institusi pendidikan. Namun demikian, masih terdapat kelemahan dan kekurangan bahasan dalam kajian yang disajikan.

Buku Kurikulum dan Pembelajaran ini hasil revisi dari pegangan perkuliahan (diktat kuliah) Mata Kuliah Kurikulum dan Pembelajaran yang dilakukan setiap tahun akademik.

AL-QUR’AN Sebagai Media Pembelajaran Ilmu Bayan

Al-Qur’an adalah mukjizat bagi kaum muslimin (al-Isra’: 9) dan (HR. Muslim no. 152 dari Abu Hurairah). Kemukjizatan al-Qur’an meliputi: keindahan dan ketinggian bahasa dan sasteranya, kebenaran isi kandungannya, tidak ada jin dan manusia yang mampu menandingi atau membuat satu suratpun yang serupa dengannya, mampu menjadi obat dari segala penyakit, al-qur’an mempunyai pengaruh yang kuat terhadap jiwa manusia dan jin, banyak dihafan oleh manusia, terjaga keotentikannya, benteng dari segala keburukan, memberitakan tentang keberadaan alam ghaib, dan banyak menginspirasi para ilmuwan untuk menemukan teori-teori dalam sain maupun ilmu-ilmu sosial. Salah satu sarana dari sekian banyak disiplin Ilmu yang dapat dipergunakan untuk menggapai kemukjizatan al-Qur’an adalah Ilmu bayan yang merupakan bagian dari objek kajian Ilmu Balaghah. Ilmu Balaghah merupakan Ilmu yang erat kaitannya dalam meresapi keindahan bahasa dan sastra al-Qur’an dan memahami kandungan ayat suci al-Qur’an dan hadist baginda Rasulullah Saw. Ilmu bayan adalah salah satu Objek kajian Ilmu Balaghah selain Ilmu ma’ni dan badi’ yang membahas tentang cara pengungkapan suatu makna dengan menggunakan uslub (gaya) Tasybih, Majaz, dan Kinayah. Tasybih adalah penjelasan bahwa suatu hal atau beberapa hal memiliki kesamaan sifat dengan hal lain. Penjelasan tersebut menggunakan huruf kaf atau sejenisnya, baik tersurat maupun tersirat. Sedangkan dalam tasybih ada beberapa rukun-rukunnya seperti Musyabbah’ yaitu’ sesuatu yang hendak diserupakan, Musyabbah bih’ yaitu’ sesuatu yang diserupai, Adat tasybih, yaitu’ huruf atau kata yang digunakan untuk menyatakan tasybih (Penyerupaan)’ seperti kaf, ka-anna dan sebagainya dan Wajh syibh, adalah Shifat yang ada pada kedua pihak itu (Musyabbah dan Musyabbah bih). Sifat tersebut disyaratkan harus Musyabbah bihnya lebih kuat daripada Musyabbah. Seperti firman Allah di dalam surat Al-Ankabut ayat 41 :

Al-Qur’an adalah mukjizat bagi kaum muslimin (al-Isra’: 9) dan (HR.

Perubahan Sosial-Budaya Komunitas: Agama Dam

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki pluralitas agama. Agama-agama yang ada bukan saja berupa agama global yang berasal dari luar Indonesia dan kemudian masuk serta berkembang di kawasan ini, tapi juga agama lokal yang lahir dan berkembang di kalangan suku-suku yang ada. Harus diakui bahwa keberadaan kelompok agama-agama lokal tersebut saat ini semakin berkurang bahkan sebagian sudah tidak ada lagi karena berbagai faktor seperti karena adanya kebijakan negara dan misiologi agama global. Satu di antara kelompok agama lokal tersebut adalah agama Adam yang dianut Wong Sikep. Mereka saat ini terus berjuang untuk mempertahankan keberadaannya di tengah-tengah proses perubahan yang terus terjadi. Fokus utama kajian ini adalah memerikan pola bertahan dan perubahan budaya di kalangan penganut agama Adam atau Dam di kalangan Wong Sikep. Kajian tentang agama lokal merupakan salah satu materi dalam mata kuliah Islam dan Budaya Lokal, selain bahasan yang lain seperti budaya etnik, budaya komunitas lokal, tokoh, upacara, tradisi, dan sistem nilai lokal serta perannya masing-masing dalam kehidupan masyarakat. Kajian tentang dialektika antara agama dan budaya lokal selalu melahirkan berbagai kemungkinan jenis keberpengaruhannya. Di satu sisi agama dapat memberikan warna kepada kebudayaan, sedangkan kebudayaan memberi kekayaan terhadap agama. Di sisi lain dapat terjadi budaya lokal dominan dalam mempengaruhi agama. Dari sinilah kemungkinan terjadinya berbagai bentuk hasil dialektika seperti akulturasi, asimilasi, simbiotik, adoptasi, sinkretisme, peminjaman budaya atau budaya cangkok Dalam proses dialektika antara keduanya, dapat terjadi ketegangan dan damai. Ketika budaya lokal dianggap tidak sejalan dengan (sistem doktrin) agama, maka ketegangan dapat terjadi, namun sebaliknya, ketika budaya lokal dianggap sejalan dengan agama, maka damai akan dapat tercipta.

Indonesia dikenal sebagai bangsa yang memiliki pluralitas agama.

The Challenge of Islam

Rahma must accept marriage to a Muslim or be turned from home. She refuses. “I
am a Christian, I will never marry a Muslim.” Halima has brought me her Bible.
Her brother wants to burn it. Truly the devil is mad with rage. A good sign . . . but ...

the arab contribution to islamic art: from the seventh to the fifteenth centuries

Appraises the early periods of Islamic art within its own cultural framework and according to Islamic esthetics

At his court he established a post adopted from the Iranians called wazir (vizier),
an amalgamation of minister and counselor to the caliph. Ja'far al-Barmaki, who
was of Iranian origin, was appointed to the new post and became the founder of ...