Sebanyak 115 item atau buku ditemukan

Konsep Dasar Bahasa Indonesia

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang digunakan oleh bangsa Indonesia dalam berkomunikasi dan digunakan sebagai bahasa pengantar. Bahasa Indonesia disebut sebagai bahasa resmi Republik Indonesia sebagaimana disebutkan dalam UUD 1945 pasal 36. Bahasa Indonesia juga merupakan bahasa persatuan bangasa Indonesia sebagaimana disiratkan dalam Sumpah Pemuda pada 28 Oktober 1928. Meski demikian, hanya sebagian kecil dari penduduk Indonesia yang benar-benar menggunakannya sebagai bahasa ibu karena dalam percakapan sehari-hari yang tidak resmi, masyarakat Indonesia lebih suka menggunakan bahasa daerahnya masing-masing sebagai bahasa ibu, seperti bahasa melayu pasar, bahasa jawa, bahasa sunda, dan bahasa lainnya.

Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi yang digunakan oleh bangsa Indonesia dalam berkomunikasi dan digunakan sebagai bahasa pengantar.

Konsep dan Aplikasi Ilmu Komunikasi

Strategi berkomunikasi adalah suatu cara atau taktik penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator kepada komunikan sehingga menimbulkan efek tertentu. Pesan yang disampaikan komunikator adalah pernyataan sebagai kerangka berpikir, berperasaan tentang suatu objek, ide, informasi, serta keyakinan yang diterima otak, diterjemahkan maknanya serta dirangkum menjadi suatu kesimpulan untuk dilakukan atau ditindaklanjuti.

Strategi berkomunikasi adalah suatu cara atau taktik penyampaian suatu pesan yang dilakukan seorang komunikator kepada komunikan sehingga menimbulkan efek tertentu.

Dakwah Islam Moderat ala KH. Afifuddin Muhajir dan KH. Abdul Moqsith Ghazali

Di tengah eskalasi kelompok radikal-fundamental yang mengancam keutuhan negara dan bangsa yang damai dan toleran, belajar kepada ulama yang punya pengaruh luas, baik pemikiran maupun kiprah kebangsaannya, adalah langkah urgen yang harus dilakukan, utamanya ulama yang membawa panji-panji Islam moderat. KH. Afifuddin Muhajir dan KH. Abdul Moqsith Ghazali merupakan dua ulama yang kepakarannya dalam bidang fiqh dan ushul fiqh telah diakui oleh publik, dan dedikasi sosial serta kontribusinya dalam membangun peradaban Islam telah teruji. KH. Afifuddin Muhajir dikenal sebagai pengusung fiqh tata negara, sedangkan KH. Abdul Moqsith Ghazali mendedahkan argumen pluralisme agama. Lebih dari itu, keduanya merupakan perumus ijtihad maqashidi. Buku ini mengeksplorasi model dan strategi dakwah Islam moderat yang diperjuangkan oleh dua ulama tersebut. Tujuannya tidak lain agar menjadi inspirasi, motivasi, dan teladan bagi generasi muda dan segenap elemen bangsa agar Islam moderat tetap kokoh sebagai basis umat Islam Indonesia untuk memperkuat bangunan NKRI yang toleran, damai, dan berkeadaban. Moderatisme Islam yang digaungkan oleh kedua ulama ini didasarkan kepada basis keilmuan yang kokoh dan relevansi yang tinggi terhadap realitas kontemporer. Keduanya mampu melakukan kontekstualisasi doktrin yang terdapat dalam kitab kuning terhadap kompleksitas dunia modern.

Di tengah eskalasi kelompok radikal-fundamental yang mengancam keutuhan negara dan bangsa yang damai dan toleran, belajar kepada ulama yang punya pengaruh luas, baik pemikiran maupun kiprah kebangsaannya, adalah langkah urgen yang harus ...

PERKEMBANGAN BAHASA ANAK

Banyak orang tua yang serta-merta menyalahkan anak ketika anak mengucapkan kata-kata kasar. Tanpa bertanya, mereka memaki dan memarahi anak. Mundur ke masa bayi, orang tua juga gusar ketika anak menangis. Orang tua cuek saja ketika anak mulai berceloteh. Tidak sedikit pula orang tua yang benar-benar tahu usia berapa anak mampu mengucapkan satu kata. Bahkan, beberapa orang tua terlambat menyadari ketika mungkin anaknya mengalami speech delay. Semua problem bahasa tersebut muncul karena kurangnya pengetahuan orang tua tentang perkembangan bahasa anak. Padahal, bahasa merupakan modal awal anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perkembangan bahasa anak tidak hanya sebatas anak mampu berbicara dan menjawab pertanyaan, tetapi lebih dari itu. Perkembangan bahasa anaka juga berkaitan dengan kemampuan anak untuk mengucapkan kata yang tepat pada kondisi yang tepat; menggunakan bahasa untuk mengungkapkan pikiran dan ide-idenya; menggunakan bahasa untuk berkomunikasi dengan teman yang memuat cara bernegosiasi, cara memberikan kritik, cara mempertahankan ide, dan lain-lain. Semua hal tersebut ikut andil dalam menentukan navigasi perkembangan anak di masa depan yang harus menjadi perhatian bahkan sejak anak dalam kandungan. Lalu, bagaimana agar orang tua bisa mengembangkan kemampuan bahasa anak sejak dini?

Padahal, bahasa merupakan modal awal anak untuk berinteraksi dengan lingkungan sekitar. Perkembangan bahasa anak tidak hanya sebatas anak mampu berbicara dan menjawab pertanyaan, tetapi lebih dari itu.

Mengenal Gaya Bahasa dan Peribahasa

ARNI SUSANTI OKTAVIA, lahir di Cangadi Soppeng, 02 Oktober 1984. Anak sulung dari pasangan H. Suardi, S.Pd., M.Pd. dan Hj. Nurhayati, S.Pd., M.Si. Sejak tahun 2009 penulis bekerja sebagai Guru Bahasa Indonesia SMK Negeri 1 Pitumpanua, Kabupaten Wajo, Sulawesi Selatan sampai sekarang. Selain itu penulis aktif sebagai Narasumber Nasional Pengembangan Keprofesian Berkelanjutan Bahasa Indonesia SMA/SMK tahun 2017. Penulis bergabung menjadi anggota Ikatan Guru Indonesia sejak Oktober 2016, aktif dalam kegiatan Workshop IGI, Training of Coach IGI, dan Diklat Literasi Produktif IGI. Buku ini lahir sebagai buku perdana hasil diklat SAGUSAKU IGMP Bahasa Indonesia Ikatan Guru Indonesia (IGI).

ARNI SUSANTI OKTAVIA, lahir di Cangadi Soppeng, 02 Oktober 1984.

Transformasi sosial menuju masyarakat industri

Pemikiran rasional didasarkan kepada efficiency , kepada perhitungan untung rugi , sedangkan pertimbangan emosional didasarkan kepada getaran jiwa . Hidup kejiwaan didasarkan kepada keagungan , keluhuran , yang mungkin sekali tidak akan ...

Persepsi sosial budaya masyarakat mengenai ekosistem, kajian mengenai penanganan limbah di Desa Trimurti, Kecamatan Srandakan, Kabupaten Bantul

laporan penelitian

Bagi orang Lopati , dengan dasar totalitas kebudayaan Jawa , upaya - upaya individual itu adalah dengan menciptakan keseimbangan emosional pada dirinya . Karena dalam prinsip rukun penekanan nilainya pada terwujudnya dan terpeliharanya ...

Pintu Tasawuf

Eksplorasi Singkat Terhadap Terminal-terminal Sufi (Maqam Sufi)

“Today sufism is a name without a reality. It was once a reality without a name” (Imam Abû al-Hasan Ali bin Ahmad al-Busyanji w. 348 H/959 M) Banyak yang berpendapat, bahwa para sufi adalah orang yang menggarap tingkat ketiga atau tertinggi dalam hadits Jibril, yaitu Ihsân. Dalam hadits tersebut, Malaikat Jibril bertanya ten-tang Islam, Iman dan Ihsan (tiga komponen terpenting dalam beragama). Mengenai ranah “Islâm”, para ulama memberikan perhatian yang cukup besar karena berhubungan dengan ibadah sehari-hari seperti shalat, zakat, puasa dan lain sebagainya, yang kemudian menjadi ilmu fiqih. Begitu pula dengan “Imân”, banyak para ulama yang menggalinya lebih mendalam, sehingga melahirkan ilmu tauhid dan ilmu kalam. Akan tetapi, “Ihsân” tidak mendapat perhatian yang cukup tinggi, cenderung diabaikan, hanya para sufi lah yang berusaha menyelami Ihsân lebih jauh. Mereka beribadah dengan upaya untuk “an ta’buda Allah ka’annaka tarâhu, fa in lam takun tarâhu fa innahu yarâka” (menyembah Allah seakan-akan kau melihatNya, jika pun kau tidak melihatNya, sesungguhnya Allah melihatmu). Dari sini lah pijakan esoterisme Islam bermula, yang pada perkembangannya menjadi beraneka warna dan ragam dalam bentuk tashawwuf. Akan tetapi, dalam perkembangannya sufism mengalami tarik-ulur yang terkadang—konon—berlebihan di satu waktu, dan biasa-biasa saja di waktu lainnya, sehingga Imam Ali bin Ahmad al-Busyanji, lebih dari seribu tahun silam mengatakan bahwa, “tasawwuf (sufism) sekarang ini adalah nama tanpa realitas, tetapi dahulu ia adalah realitas tanpa nama.” Di era modern ini, selain semakin menemukan ruangnya, tasawwuf juga—dalam arti penganutnya—mengalami kemunduran pemahaman praktik yang signifikan, yaitu lebih cenderung pada seremonial-ritual belaka dan tidak berusaha melakukan penjernihan dan pemurnian jiwa sebagaimana yang dilakukan oleh para sufi terdahulu. Buku ini, hanya mengulas seputar maqâm-maqâm sufi (terminal-terminal sufi) secara ringkas dari berbagai sumber, dengan tujuan memperluas praktik tasawuf pada jalur yang memiliki kemungkinan manfaat jauh lebih besar. Namun, adakah orang yang lebih mengetahui kemungkinan tentang kemanfaatan selain-Nya? Selamat membaca....

“Today sufism is a name without a reality.

Pemimpin Wanita dan Manajemen Risiko

Seorang pemimpin harus mampu mengelola organisasi atau perusahaan yang ia pimpin. Hal ini bermaksud untuk mencapai tujuan organisasi tersebut. Kini, perbedaan jenis kelamin tak lagi jadi masalah, termasuk menjadi seorang pemimpin. Perempuan juga memiliki kemampuan untuk menjadi seorang pemimpin. Namun, ia harus memiliki kecakapan dan kelebihan dalam mempengaruhi orang lain dalam mencapai tujuan. Saat ini, sudah banyak wanita yang memimpin sebuah organisasi. Mereka menjadi pemimpin hebat. Tak hanya memimpin organisasi, mereka juga menjadi direktur perusahaan, hingga memimpin suatu negara. Dalam sebuah organisasi, seorang pemimpin harus mampu memanajemen risiko. Yang mana karakteristik risiko ini melekat pada setiap proses bisnis, mendorong seorang pemimpin untuk menjalankan kepemimpinan manajemen risiko secara efektif. Dengan demikian, seorang pemimpin risiko wajib berpedoman pada aturan sekaligus kebijakan sesuai dengan panduan pengelolaan risiko yang ada dalam organisasi tersebut.

Seorang pemimpin harus mampu mengelola organisasi atau perusahaan yang ia pimpin.

MODEL EDUTAINMENT DALAM PEMBELAJARAN PAUD

Teori dan Praktik dalam Pembelajaran PAUD

Dalam dunia pendidikan, siapapun harus menciptakan suasana belajar mengajar yang menyenangkan. Makna kesenangan yakni bagaimana dalam kegiatan pendidikan tidak terjadi tekanan mental dan fisik baik pada diri pendidik maupun peserta didik. Proses kegiatan pembelajaran seyogiyanya dalam kondisi menyenangkan, pikiran jernih, tidak menimbulkan suasana tegang dan terciptanya suasana yang mendorong tumbuh kembangnya aspek fisik, mental serta berbagai kecerdasan peserta didik. Strategi pembelajaran yang membantu anak melakukan kegiatan, pada akhirnya akan dapat mengkontruksi pengetahuan yang mereka pelajari dengan baik serta merangsang perkembangan nilai moral agama, motorik, kognitif, bahasa, sosial emosional, dan seni. Edutaintment merupakan salah satu strategi pembelajaran dalam pendidikan anak usia dini yang mengedepankan aspek kesenangan dan keceriaan sehingga yang timbul adalah suasana hiburan yang menyenangkan. Strategi edutainment bukan lagi menjadi sesuatu yang menakutkan bagi anak, namun menjadi sesuatu yang menarik dan menjadi pusat perhatian bagi peserta didik. Unsur kebahagiaan dalam proses pembelajaran menjadi hal yang sangat penting agar anak antusias dan menambah motivasi dalam diri anak. Tentunya pembelajaran akan berlangsung dengan efektif serta kreativitas anak pun pada akhirnya dapat muncul dengan baik.

“Metode Pembelajaran yang Digunakan PAUD (Pendidikan Anak Usia Dini) Permata Bunda”. Jurnal Thufula, 4(1), 44–62. Sumanto. (2005). ... Desain Pengembangan Pembelajaran Tematik Bagi Anak Usia Dini. Jakarta: Kencana. Uno, H. B. (2008).