Bisnis merupakan sebuah usaha yang memiliki visi misi dan sistem manajerial dan operasional yang lebih tertata. Membangun bisnis yang dimulai dari tahap starting memang membutuhkan pemahaman secara menyeluruh dan spesifik tentang konsumen, produk, dan distribusi. Pada tahap starting, pebisnis dituntut untuk memahami secara menyeluruh tentang konsep alur distribusi market (ditinjau dari psikologi market). Goal dari tahap starting ini adalah terjadinya transaksi pada bisnis tersebut. Setelah melewati tahap starting sebuah bisnis akan memasuki tahap running, pada tahap inilah yang membedakan antara usaha dengan bisnis. Di sini pebisnis mulai lebih merencanakan bisnisnya lebih dari sekedar terjadinya suatu transaksi. Terbentuknya visi, misi dan sistem manajerial bisnis adalah goal dari tahap running. Hal utama yang menjadi kekuatan dalam terbentuk dan terlaksananya sistem manajerial adalah SDM (sumber daya manusia), sehingga pada tahap ini sebuah bisnis akan lebih fokus membentuk SDM sesuai dengan skema yang sudah direncanakan, dimana nantinya SDM yang dibentuk itulah yang akan mengoperasikan bisnis tersebut. Buku yang berjudul Membangun Bisnis dari Starting menuju Running ini membahas tahap sebuah bisnis yang memang dari posisi nol (belum ada) hingga menuju pada tahap running yang menjadikan bisnis tersebut mampu berjalan berdasarkan sistem manajerial dan operasional bisnis yang telah dibuat. Pada masing-masing tahap juga telah dibahas contoh pengaplikasiannya secara riil, sehingga pembaca akan lebih mudah memahami dan menerapkan pada usaha yang dimiliki/akan dibuat oleh pembaca.
Buku yang berjudul Membangun Bisnis dari Starting menuju Running ini membahas tahap sebuah bisnis yang memang dari posisi nol (belum ada) hingga menuju pada tahap running yang menjadikan bisnis tersebut mampu berjalan berdasarkan sistem ...
Penulisan buku ajar ini guna memenuhi kekurangan buku di UNIKA Santu Paulus Ruteng. Kebutuhan buku ajar maupun buku referensi bagi para dosen dan mahasiswa. Dengan munculnya berbagai fenomena pendidikan di abad 21, maka harus dijabarkan ke dalam konsep yang lebih sederhana dan dapat dirumuskan tingkat ketercapaiannya secara terukur. Ketercapaian tujuan pendidikan pada setiap jenjang juga harus dirumuskan dan dijabarkan secara rinci ke dalam materi ajar dengan menggunakan metodologi yang relevan agar keterkaitan antara tujuan dan cara pencapaiannya dapat tergambar jelas. Paradigma Baru Manajemen Pendidikan Abad 21 ini diterbitkan oleh Penerbit Deepublish dan tersedia juga dalam versi cetak*
Pendidikan karakter merupakan aspek yang penting bagi generasi penerus. Seorang individu tidak cukup hanya diberi bekal pembelajaran dalam hal intelektual belaka tetapi juga harus diberi hal dalam segi moral dan spiritualnya, seharusnya pendidikan karakter harus diberi seiring dengan perkembangan intelektualnya yang dalam hal ini harus dimulai sejak dini khususnya dilembaga pendidikan. Pendidikan karakter di sekolah dapat dimulai dengan memberikan contoh yang dapat dijadikan teladan bagi murid dengan diiringi pemberian pembelajaran seperti keagamaan dan kewarganegaraan sehingga dapat membentuk individu yang berjiwa sosial, berpikir kritis, memiliki dan mengembangkan cita-cita luhur, mencintai dan menghormati orang lain, serta adil dalam segala hal. Buku Pendidikan Karakter ini berisi tentang: Bab 1 Konsep Dasar Pendidikan Berkarakter Bab 2 Dimensi-Dimensi Karakter Yang Baik Bab 3 Sumber-Sumber Pendidikan Karakter Bab 4 Proses Pembentukan Karakter Bab 5 Pendidikan Karakter Sebagai Pedagogi Bab 6 Budaya Dan Karakter Bangsa Bab 7 Konsep Dasar Masyarakat Berkarakter Bab 8 Tantangan Pembentukan Karakter Bab 9 Pengembangan Sekolah Berkarakter Bab 10 Pengembangan Ruang Kelas Berkarakter Bab 11 Penilaian Otentik Dalam Konteks Penilaian Karakter
Buku ini awalnya merupakan penuangan pengalaman sebagai dosen pengajar, yang awalnya penulis hanya membuat suatu bahan ajar yang berbentuk diktat dan kemudian penulis mencoba untuk menjadikannya Buku Ajar dalam matakuliah Hukum Perlindungan Konsumen, yang penulis beri judul Pokok-pokok Hukum Perlindungan Konsumen karena bentuk keprihatinan penulis terhadap hak-hak konsumen yang semakin hari semakin adanya hak konsumen yang dilanggar oleh pelaku usaha dalam tindakan bisnis, meskipun hal tersebut juga dikarenakan tidak sedikit konsumen yang mengetahui hak-haknya sebagai konsumen, fenomena yang lebih buruk lagi ditambah adanya ketidakseimbangan antara daya tawar konsumen dengan pelaku usaha atau produsen, sehingga konsumen sepertinya tidak memiliki ruang yang cukup dan kesulita untuk menentukan membeli atau meninggalkan produk di tengah -tengah variasi barang dan jasa yang beredar di masyarakat. *** Persembahan penerbit Kencana (PrenadaMedia)
Buku ini awalnya merupakan penuangan pengalaman sebagai dosen pengajar, yang awalnya penulis hanya membuat suatu bahan ajar yang berbentuk diktat dan kemudian penulis mencoba untuk menjadikannya Buku Ajar dalam matakuliah Hukum Perlindungan ...
Buku Unboxing Perlindungan Konsumen di Indonesia ini merupakan kumpulan artikel yang penulis susun berdasarkan pengalaman berkiprah di Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) bersama beberapa sahabat penulis yang sudah lama berkecimpung di bidang PK.
Buku Unboxing Perlindungan Konsumen di Indonesia ini merupakan kumpulan artikel yang penulis susun berdasarkan pengalaman berkiprah di Badan Perlindungan Konsumen Nasional (BPKN) bersama beberapa sahabat penulis yang sudah lama berkecimpung ...
Perekonomian kapitalis dunia yang dimotori Amerika Serikat dan Negara Negara Eropa , melahirkan deregulasi ekonomi mondial , yang berdampak terhadap pembatasan kebebasan domestik dan internasional bagi manuver suatu negara bangsa .