Sebanyak 43453 item atau buku ditemukan

METODOLOGI PENELITIAN Kualitatif, Kuantitatif, Mix Method (Mengelola Penelitian Dengan Mendeley dan Nvivo)

Ilmu yang nyata dan khas adalah kegiatan manusia, yaitu perbuatan melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia. Sains bukan hanya suatu kegiatan tunggal, melainkan rangkaian kegiatan sehingga merupakan suatu proses. Rangkaian kegiatan tersebut bersifat rasional, kognitif, dan teleologis. Ilmu pengetahuan awalnya merupakan sebuah sistem yang dikembangkan untuk mengetahui keadaan lingkungan sekitar. Tujuannya, untuk dapat membantu kehidupan manusia menjadi lebih baik. Begitu pula dengan penulisan sejarah. Karenanya, untuk mengatakan sejarah sebagai sebuah ilmu pengetahuan tentunya dibutuhkan beberapa kriteria yang mendasarinya.

Ilmu yang nyata dan khas adalah kegiatan manusia, yaitu perbuatan melakukan sesuatu yang dilakukan oleh manusia.

Bahan Ajar Metodologi Penelitian

Buku Metodologi Penelitian ini mengarahkan peneliti untuk membuat karya ilmiah yang benar dan sesuai dengan kaidah ilmiah. Bab-bab dalam buku ini disusun secara praktis sehingga mudah diikuti oleh pembaca. Bab satu sampai dengan bab lima dalam buku ini memberi landasan dasar dalam menyusun sebuah karya ilmiah, bab lima sampai tujuh menjelaskan pilihan pendekatan yang bisa dilakukan oleh peneliti dalam penelitian dan bab delapan dan sembilan menjelaskan cara tepat dalam membuat kajian pustaka sesuai dengan ketentuan karya ilmiah.

Buku Metodologi Penelitian ini mengarahkan peneliti untuk membuat karya ilmiah yang benar dan sesuai dengan kaidah ilmiah.

The Asset and Liabilities Gap Management of Conventional and Islamic Banks

An Empirical Study of Pakistan, UAE, Malaysia, and Bahrain

The purpose of this study is to determine the Gap between the assets and the liabilities of Islamic and conventional banks. It also finds the impact of liquidity risk, capital adequacy, management efficiency, operating cost, and transaction size on net interest margin for Conventional Banks (CBs) and net profit margin for Islamic Banks (IBs) in Pakistan, Malaysia, Bahrain, and UAE. Short-term and long-term assets and liabilities gap is further emphasized in this study. Data were extracted from the financial statements of both types of banks for the period of 2008-2014. This study finds that there is a negative short-term gap for both types of banks while the long-term gap for both types of banks is positive. Results show that the operating cost is an important factor which affects the profit margins and progress quality of the management of banks. Finally, the overall results show that the CBs have better assets and liabilities structure of profitable assets at low cost liabilities.

The purpose of this study is to determine the Gap between the assets and the liabilities of Islamic and conventional banks.

Asset Liability Management

Comparative Study Between the Conventional and Islamic Banks in Malaysia

This research evaluates the asset liability management of both conventional banks and Islamic banks in Malaysia, pre and post global financial crisis 2007/2008. This research is motivated by the fact that conventional banking system and Islamic banking system are operating on different frameworks and fundamentals. The purpose of this research study is to examine whether there are any significant differences between the Islamic banks in Malaysia and its conventional counterparts in terms of asset liability management. It is investigated from three aspects, which are interest (profit) rate risk management, credit risk management and liquidity risk management, before and after the global crisis. This research applies a descriptive method of data analysis as well as parametric and non-parametric tests, i.e. independent samples t-test and Mann Whitney U-test. The findings of this research suggest that there does not seem to be any significant differences between the conventional banks and the Islamic banks in terms of interest (profit) rate risk management (Net Interest Margin, Net Interest Income), credit risk management (Equity to Total Assets, Equity to Net Loans) and liquidity risk management (Liquidity Ratio, Net Loans to Total Assets Ratio). Limitation of this research is that the research focused on Malaysian data and to what extend Islamic banking systems is shariah compliant or not is not examined. The outcome of this research may highlight the risk that needs more significant attention in order to reduce the likelihood of exposures to the Islamic banks. Besides that, it may also highlight the need to implement new policy of asset liability composition in Islamic banks by the regulators. Further research on the area of Islamic banking system's asset liability management from the qualitative aspect is highly recommended, as there is limited literature on this area.

This research evaluates the asset liability management of both conventional banks and Islamic banks in Malaysia, pre and post global financial crisis 2007/2008.

Penerapan Etika Bisnis Islam di Pasar Digital

Di era digital yang semakin berkembang, bisnis berbasis teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern. Pasar digital menawarkan berbagai kemudahan dan peluang besar bagi pelaku usaha, tetapi di sisi lain juga menghadirkan tantangan etika, seperti praktik persaingan tidak sehat, eksploitasi data konsumen, hingga ketidakjelasan akad dalam transaksi. Bagaimana Islam mengatur bisnis digital agar tetap berlandaskan prinsip keadilan, kejujuran, dan keberkahan? Buku ini mengupas secara mendalam penerapan etika bisnis Islam dalam ekosistem digital, mulai dari prinsip akad yang sah, mekanisme pembentukan harga yang adil, hingga strategi pemasaran yang sesuai dengan nilai-nilai syariah. Dengan bahasa yang lugas dan sistematis, buku ini memberikan panduan praktis bagi para pelaku bisnis, akademisi, dan siapa saja yang ingin menjalankan bisnis digital yang etis, transparan, dan berorientasi pada keberkahan. Dengan memahami dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam bisnis digital, kita tidak hanya memperoleh keuntungan duniawi, tetapi juga meraih keberkahan dan ridha Allah SWT.

Di era digital yang semakin berkembang, bisnis berbasis teknologi menjadi bagian tak terpisahkan dari kehidupan modern.

Marketing Syariah

Strategi Pemasaran yang Etis dan Religius

Dinamika dunia bisnis dan pemasaran senantiasa bergerak cepat, menuntut inovasi dan adaptasi. Namun, di tengah gemuruh persaingan yang serba materialistik, muncul kesadaran mendalam akan pentingnya etika, moral, dan spiritualitas dalam setiap aspek kehidupan, termasuk kegiatan ekonomi. Marketing Syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan ini sebuah pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada keberkahan (barokah), keadilan (‘adl), transparansi (shiddiq), dan tanggung jawab sosial (falah). Buku ini disusun sebagai panduan komprehensif yang menjembatani prinsip-prinsip syariah dengan praktik-praktik pemasaran modern. Kami berusaha mengupas tuntas bahwa pemasaran yang berlandaskan nilai-nilai Islam bukanlah sekadar label atau formalitas, melainkan sebuah strategi holistik yang menjamin hubungan yang jujur, adil, dan saling menguntungkan antara pelaku usaha dan konsumen. Disajikan dalam 16 (enam belas) bab mulai dari: (1) Pendahuluan Marketing Syariah: Beyond Halal Label; (2) Sumber Hukum dan Prinsip Dasar Marketing Syariah; (3) Etika Bisnis Rasulullah Saw: Teladan dalam Berdagang; (4) Strategi Harga (Price) yang Adil dan Anti Eksploitasi; (5) Saluran Distribusi (Place) yang Efisien dan Halal; (6) Komunikasi Pemasaran (Promotion) yang Jujur dan Bertanggung Jawab; (7) Segmentasi, Targeting, dan Positioning (STP) Berbasis Nilai Islam; (8) Personal Selling dan Sales Force Management yang Islami; (9) Servqual Syariah: Layanan Pelanggan yang Memuaskan dan Berkah; (10) Building Brand Equity yang Berlandaskan Syariah; (11) Digital Marketing dan Etika Media Sosial Dalam Perspektif Islam; (12) Riset Pasar untuk Produk dan Jasa Halal: Strategi Pemasaran yang Etis dan Religius; (13) Marketing untuk Industri Keuangan Syariah; (14) Marketing Pariwisata Halal (Halal Tourism); (15) Marketing Makanan, Minuman, dan Kosmetik Halal; (16) Social Marketing dan Community Development dalam Perspektif Syariah.

Marketing Syariah hadir sebagai jawaban atas kebutuhan ini sebuah pendekatan yang tidak hanya berorientasi pada profit, tetapi juga pada keberkahan (barokah), keadilan (‘adl), transparansi (shiddiq), dan tanggung jawab sosial (falah).