Sebanyak 77 item atau buku ditemukan

Muslim Piety as Economy

Markets, Meaning and Morality in Southeast Asia

The first volume to explore Muslim piety as a form of economy, this book examines specific forms of production, trade, regulation, consumption, entrepreneurship and science that condition – and are themselves conditioned by – Islamic values, logics and politics. With a focus on Southeast Asia as a site of significant and diverse integration of Islam and the economy – as well as the incompatibilities that can occur between the two – it reveals the production of a Muslim piety as an economy in its own right. Interdisciplinary in nature and based on in-depth empirical studies, the book considers issues such as the Qur’anic prohibition of corruption and anti-corruption reforms; the emergence of the Islamic economy under colonialism; ‘halal’ or ‘lawful’ production, trade, regulation and consumption; modesty in Islamic fashion marketing communications; and financialisation, consumerism and housing. As such, it will appeal to scholars of sociology, anthropology and religious studies with interests in Islam and Southeast Asia.

The first volume to explore Muslim piety as a form of economy, this book examines specific forms of production, trade, regulation, consumption, entrepreneurship and science that condition – and are themselves conditioned by – Islamic ...

Teori Perilaku Konsumen

Buku ini menjelaskan mengenai Konsep Perilaku Konsumen; Konsep Motivasi Konsumen; Riset Konsumen; Persepsi Konsumen; Sikap Konsumen; Komunikasi dan Perilaku Konsumen; Strategi Komunikasi Pemasaran Terpadu; Hubungan Komunikasi Pemasaran Terpadu dengan Perilaku Konsumen; Evaluasi Alternatif sebelum Pembelian; Pemasaran Langsung; Pengaruh Individu sebagai Kelompok Referensi terhadap Perilaku Konsumen; Hubungan Kelas Sosial dengan Perilaku Konsumen; Kepuasan dan Keluhan Konsumen. Diharapkan buku Teori Perilaku Konsumen ini dapat memenuhi sumber referensi bagi mahasiswa atau praktisi yang membutuhkan.

ketika konsumen akan membeli atau sebelum melakukan pembelian terhadap produk furniture, konsumen akan melihat terlebih dahulu bahannya dari apa, tingkat ketahanan jangka panjang, harga, kegunaan, bahkan termasuk juga estetika dari ...

Model Pembelajaran Pendidikan Karakter Cerdas

Menjadi ancaman dalam masyarakat jika pendidikan diselenggarakan tanpa didikan karakter cerdas (moral). Belum tentu, dan tidak semua orang yang berpendidikan itu, telah terdidik dengan nilai-nilai karakter. Buku ini merupakan hasil penelitian, mengkaji masalah pendidikan karakter cerdas yang mengemuka saat ini. Ia terdiri dari nilai-nilai karakter cerdas dalam kehidupan utuh, efektif, dan yang terkandung dalam butir-butir Pancasila, terdiri dari tiga bagian. Bagian I terdiri dari tiga bab, yakni: Bab 1 Landasan Dasar, mempresentasikan landasan pendidikan karakter cerdas sebagai fondasi utama pendidikan, memuat landasan: filosofi, historis, sosiologi, psikologi, dan teori belajar pembelajaran karakter cerdas. Bab 2 Model Pembelajaran Karakter Cerdas, menguraikan: pengertian pembelajaran afektif, komponen domain/ ranah afektif dan hirargikalnya, kedudukan skemata afeksi dalam pembelajaran, hubungan integrasi antara ranah afektif dengan kognitif dan psikomotor, aplikasi kurikulum pengembangan afektif, prinsip pembelajaran afektif, dan pengembangan instrumen penilaian afektif. Bab 3 Konsep Dasar Pendidikan Karakter Cerdas, mempresentasikan: hakikat pendidikan karakter cerdas, pengertian karakter, konsep dasar kecerdasan, tujuan pendidikan karakter cerdas, dan pokok-pokok nilai-nilai karakter cerdas. Bagian II terdiri dari Bab 4, Nilai-Nilai Karakter Cerdas dalam kehidupan yang Utuh dan Efektif, mempresentasikan sumber nilai-nilai karekter cerdas, yakni Beriman dan Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa. Bab 5, Jujur, mengurai konsep dasar karakter cerdas jujur. Bab 6, Cerdas, menguraikan: pengertian cerdas. Bab 7, Tangguh, menguraikan pengertian tangguh, yakni: 22) cermat, teliti, dan hati-hati, 23) sabar/ mengendalikan diri, 24) disiplin, 25) ulet/ tidak putus asa, 26) bekerja keras, 27) terampil, 28) produktif, 29) berorientasi nilai tambah, 30) berani berkorban, 31) tahan uji, 32) berani menanggung resiko, dan 33) menjaga K3. Bab 8, Peduli, menguraikan pengertian peduli, yakni: 34) mematuhi peraturan/ hukum yang berlaku, 35) sopan santun, 36) loyal dengan mentaati perintah, 37) demokratis, 38) sikap kekeluargaan, 39) gotong royong, 40) toleransi/ suka menolong, 41) musyawarah, 42) tertib/ menjaga ketertiban, 43) damai/ anti kekerasan, 44) pemaaf, dan 45) menjaga kerahasiaan. Bagian III terdiri dari enam bab (Bab 9-14), mengurai Nilai-nilai karakter cerdas (45 butir) yang terkandung dalam butir-butir Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara Indonesia, dan sumber jati diri. Selamat membaca!

ga komponen bekerja sama melaksanakan dengan baik, maka akan terbentuk karakter cerdas bangsa yang kuat (Kesuma, 2011: 2). Dari pembahasan di atas dapat ditegaskan bahwa pendidikan karakter cerdas merupakan upaya memanusiakan manusia ...

Evaluasi Penanggulangan Bencana : Pembelajaran Peran Pusat Studi Bencana IPB dalam Penanggulangan Bencana

Buku ini menguraikan evaluasi penanggulangan bencana dari sudut pandang perguruan tinggi sebagai salah satu stakeholder penanggulangan bencana, yang diharapkan dapat menguatkan sistem nasional penanggulangan bencana melalui penguatan komponen IPTEKs-nya. Dengan demikian, buku ini menguraikan evaluasi penanggulangan bencana sesuai tingkat partisipasi, keterlibatan, dan pengalaman yang diperoleh Pusat Studi Bencana selama ini dalam penanggulangan bencana. Sesuai dengan tridarma yang diemban perguruan tinggi maka buku ini juga meliputi empat bab yang menguraikan tridarma, yaitu pendidikan, pengabdian, dan penelitian. Adapun substansi yang diangkat dalam setiap darma tersebut sesuai dengan keterlibatan Pusat Studi Bencana IPB dalam penanggulangan bencana sampai buku ini ditulis.

Buku ini menguraikan evaluasi penanggulangan bencana dari sudut pandang perguruan tinggi sebagai salah satu stakeholder penanggulangan bencana, yang diharapkan dapat menguatkan sistem nasional penanggulangan bencana melalui penguatan ...

Self-directed learning research: An imperative for transforming the educational landscape

This book will benefit specialists in the field of the education sciences. It represents significant progress in knowledge production. Self-directed learning has become increasingly important, not only for education in South Africa but also for education sciences in the international arena. This is a result of the changing education landscape, caused by the demands of the 21st century as well as the rapid change in knowledge production. Learners should be equipped with skills to take responsibility for their own learning. New innovative strategies should be incorporated into teaching and learning in order to meet the changing demands in education. Traditional teacher-centred practices are still the norm in most South African schools and higher-education institutions and do not adequately prepare students for lifelong learning in the 21st century. The content focuses on the theory behind self-directed learning, explores strategies such as cooperative learning, problembased learning, case-based teaching and large-group teaching that enhance self-directed learning and the use of blended learning in a self-directed learning environment. The book demonstrates how self-directed learning can be enhanced in mathematics, computer-science and life-science education and through the use of student tutors for geography. Digital technology could, for example, also be used in innovative ways for education in isiZulu folk poetry. The findings are based on original empirical research and a sound theoretical-conceptual framework. In an environment of rapidly changing knowledge production, this book responds to the challenge of how to equip learners with the necessary skills to take responsibility for their own learning. The book presents innovative teaching and learning strategies for meeting the changing demands in education. Group activities, the responsibilities of learners and the obstacles that hinder their learning are analysed, and the way in which educators can support them is discussed. Educational values such as mutual trust are discussed, and self-directed assessment is explored. This is a timely collective work authored by experts who subscribe to the approach of self-directed learning. Educators should discover new teaching and learning strategies and value the integration of self-directed learning in the classroom.

Jan Botha, Professor in the Centre for Research on Evaluation, Science and Technology (CREST), University of ... The Publisher (AOSIS) and the Domain Editorial Board certify that the manuscript was subjected to a rigorous peer review ...

Manajemen Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran

Book chapter ini disusun oleh sejumlah akademisi dan praktisi sesuai dengan kepakarannya masing-masing. Buku ini diharapkan dapat hadir memberi kontribusi positif dalam ilmu pengetahuan khususnya terkait dengan Manajemen Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran. Sistematika buku Manajemen Pendidikan dan Teknologi Pembelajaran ini mengacu pada pendekatan konsep teoritis dan contoh penerapan. Oleh karena itu diharapkan book chapter ini dapat menjawab tantangan dan persoalan dalam sistem pengajaran baik di perguruan tinggi dan sejenis lainnya.

tercapainya tujuan yang diharapkan, manajemen pendidikan perlu diarahkan pada pengembangan seluruh sistem, kelembagaan dan sumber daya pendidikan (capacity building), (d) mengacu pada visi dan misi pendidikan yang melekat, ...

Teaching for Active Citizenship

Moral Values and Personal Epistemology in Early Years Classrooms

There is strong social and political interest in active citizenship and values in education internationally. Active citizenship requires children to experience and internalize moral values for human rights, developing their own opinions and moral responsibility. While investment in young children is recognised as an important factor in the development of citizenship for a cohesive society, less is known about how early years teachers can encourage this in the classroom. This book will present new directions on how teachers can promote children's learning of moral values for citizenship in classrooms. The research provided offers important insights into teaching for active citizenship by: ¿ providing an analysis of educational contexts for moral values for active citizenship ¿ highlighting teachers¿ beliefs about knowing and knowledge (personal epistemologies) and how these relate to children¿s learning and understanding about social and moral values ¿ discussing the impact of teachers¿ beliefs on teaching practices. Evidence suggests that investment in the early years is vital for all learning, and specifically for developing an understanding of active citizenship for tolerant and cohesive societies. This book will be essential reading for the professional education of early years teachers interested in teaching for active citizenship.

This book will present new directions on how teachers can promote children's learning of moral values for citizenship in classrooms.