Sebanyak 53 item atau buku ditemukan

The Word of a Prince

A Life of Elizabeth I from Contemporary Documents

She gives the general reader fresh access to Elizabeth's mind and ideas, her wit, verve, eloquence, circumlocution, and formidable learning. OBSERVER

OBSERVER 'A compelling portrait...the Elizabeth whom Perry presents is not the enigma of myth, triumphant but unfathomable. Rather she is a clever but very human woman, who came to know the extent of her assets and liabilities.

Pengaruh kebudayaan India dalam Bentuk Arca di Sumatra

Pulau Sumatra telah memiliki sejarah peradaban manusia yang cukup panjang. Berbagai pengaruh budaya yang masuk ke lingkungan penghuni Sumatra cukup banyak. Di antara pengaruh budaya asing yang pernah hadir di Sumatra adalah pengaruh budaya India. Pengaruh kebudayaan India yang pernah hadir di bumi Sumatra antara lain dalam bentuk religi ajaran Hindu atau Buddha, yang diwujudkan dalam bentuk bangunan suci (candi dan stūpa), prasasti, dan arca (batu dan logam). Buku sederhana ini berisi kupasan rinci mengenai arca-arca batu dan logam yang ditemukan di Sumatra. Arca-arca tersebut kini disimpan di berbagai tempat, seperti di Museum Nasional Jakarta, museum-museum negeri di Sumatra, bahkan ada yang disimpan di Museum Leiden (Belanda). Arca-arca yang ditemukan di Sumatra dibuat dalam berbagai gaya seni, seperti gaya seni Amarawati (abad ke-6 Masehi), gaya seni Śailendra (abad ke-8-9 Masehi), gaya seni Cōla (abad ke-11-12 Masehi), gaya seni Siŋhasāri (abad ke-13 Masehi), dan gaya seni Majapahit (abad ke-15 Masehi). Gaya seni yang dituangkan dalam bentuk-bentuk arca ini mencerminkan adanya interaksi budaya di masa lampau antara wilayah Sumatra dan wilayah luar Sumatra, seperti dengan Jawa dan India.

Pengaruh kebudayaan India yang pernah hadir di bumi Sumatra antara lain dalam bentuk religi ajaran Hindu atau Buddha, yang diwujudkan dalam bentuk bangunan suci (candi dan stūpa), prasasti, dan arca (batu dan logam).

Bunga Rampai Pendidikan (Formal, Non Formal, dan Informal)

Tujuan pendidikan bangsa ini adalah menjadikan manusianya cerdas dan sehat, baik secara fisik maupun mental. Kecerdasan dan kesehatan lahir batin inilah yang akan menyelamatkan perjalanan bangsa dalam menghadapi berbagai hambatan, tantangan, dan gangguan bangsa ke depan. Tanpa pribadi yang cerdas dan sehat, mustahil bangsa ini dapat keluar dari keterbelakangan, keterpurukan, dan kesuraman dalam memposisikan diri sebagai bangsa yang merdeka dan berdaulat di antara bangsa-bangsa lain di dunia. Singkatnya, pendidikan akan menjadikan masyarakat berdaya, bertenaga, dan bersemangat dalam menghadapi persaingan global yang mau tidak mau harus kita hadapi segera. Buku ini mengupas banyak hal mengenai dunia pendidikan, baik formal maupun nonformal-informal. Diskursus input, proses, output, dan outcome pendidikan yang masih jauh dari harapan sebagaimana diamanatkan undang-undang banyak mendapat sorotan dan kajian dalam buku ini. Analisis kasus yang cukup tajam dari fakta-fakta di lapangan, disertai penyampaian ulasan menggunakan gaya bahasa yang sederhana, menjadikan buku ini mudah dipahami. Pola pendidikan dengan memfokuskan pada pendidikan keluarga dan masyarakat dapat dijadikan pertimbangan dalam memandang kekurangan aspek pendidikan formal. Karena diakui atau tidak, kesuksesan pembelajaran formal sangat dipengaruhi oleh faktor keluarga dan masyarakatnya sebagai lingkungan pendidikan yang pertama kali. Namun dalam kenyataanya, aspek pendidikan keluarga dan masyarakat masih belum mendapatkan perhatian yang seutuhnya dari kita semua, sehinga antara program pendidikan formal dengan nonformal-informal bukan saling menguatkan, melainkan saling mementahkan dan meruntuhkan. Seakan-akan kita berjalan kencang, namun kenyataannya kita hanya berjalan di tempat atau bahkan berjalan mundur, sehingga aspek kemanusiaan dalam program pendidikan tidak menunjukkan hasil sebagaimana yang diharapkan. Tujuan pendidikan memanusiakan manusia masih jauh panggang dari apinya.

Islam, Friend Or Foe?

In this study, Emilio Platti dares to enquire directly into the compatibility between Islam and Christianity, as well as between Islam and modernity. He insists that the best way to answer such questions is to return to the origins of the Islamic tradition. What precisely does the Qur'an have to say about Christians? How can we explain the resentment towards the 'West' that seems to characterize some Muslims? Does the so-called clash of civilizations have its roots in Islamic theology? How did the negative portrait of Muslims that was characteristic of the Latin Middle Ages come about? Is it possible to speak in a 'monolithic' fashion about Islam? Is it really the case that Muslims must set about developing a new identity? What is the relationship between Islamic law and modern theories of human rights? What does it mean to be a 'believer' and might this not be the real heart of the tensions and controversies that mark so much of the contemporary encounter between Islam and the West? Platti's study engages both classical and contemporary readings of the Islamic tradition and offers a nuanced and challenging view not only of its past, but of its present and of the directions it might take in the years ahead.

The Qur'ānic use of the divine attribute Rahma is thus anchored in a broad
biblical context. We should be careful not to forget in this regard that mercifulness
, Rahma, is an eminently feminine attribute, also according to a number of Qur'ân
 ...

Intellectual Studies on Islam

Essays Written in Honor of Martin B. Dickson

Rahma himself was hired by the prominent Nayman amir and one of the great
patrons of the latter part of the century , " Abd al - Karim Bi the son of Khusraw Bi ,
when Abd alKarim became governor of Samarqand . But the latter was ...

Ide ide filsafat dan agama dulu dan sekarang

Ide kunci politiknya adalah " kehendak umum " daripada " kontrak sosial . ” la me
lihat masyarakat melibatkan ketaatan setiap individu terhadap " kehendak umum
. " " Kehendak umum ” merupakan satu - satunya sumber kekuasaan resmi dan ...

Sosiologi untuk Kesehatan

Berdasarkan pemikiran tersebut, maka PLH di setiap satuan pendidikan dasar-menengah, diharapkan dapat menjadi bagian dari proses peningkatan kesadaran lingkungan masyarakat (pendidikan) atau generasi muda terhadap pentingnya peningkatan ...

Globalization and Social Movements

Islamism, Feminism, and the Global Justice Movement

This clear and concise book examines social movements and transnational networks in the context of globalization in all its forms economic, political, cultural, and technological alike. Deftly combining nuanced theory with rich empirical examples, leading scholar Valentine M. Moghadam focuses especially on three transnational social movements Islamism, feminism, and global justice. Now updated to explore the European anti-austerity protests, the Arab Spring, and Occupy Wall Street, the book considers the ways in which these socio-political protests were affected especially by the role of young people and social networking media. The book also includes a new chapter on the democratic nature of social movements, or the ways in which social movements contribute to democratization at both national and global levels. Defining globalization as a complex process in which the movement of capital, peoples, organizations, movements, and ideas takes on an increasingly international form, the author shows how growing physical and electronic mobility has helped to create dynamic global social movements. Exploring the historical roots of Islamism, feminism, and global justice, the book also shows how these movements have been stimulated by relatively recent globalization processes. Moghadam examines similarities and differences among the three movements, along with internal differentiation within each. Her argument is informed by feminist, world-systems, world polity, and social movement theories in a seamlessly integrated framework that will be essential reading for all students of globalization."

The book also includes a new chapter on the democratic nature of social movements, or the ways in which social movements contribute to democratization at both national and global levels.