Sebanyak 113 item atau buku ditemukan

Komunikasi antar budaya dan hubungan yang harmonis

studi kolerasi tentang komunikasi antar etnis China dan non China di Kelurahan Sidodadi, Kecamatan Medan Timur, Kodya Medan : laporan penelitian

Analisis cost effectiveness pelayanan sosial anak

penelitian tentang kebutuhan dan tingkat kepuasan anak sebagai penerima pelayanan sosial

Nuryoto ( 1985 ) menyebutkan bahwa anak memiliki kebutuhan dari sisi fisik , emosional , sosial dan intelektual . 1 . Kebutuhan fisik Kebutuhan fisik merupakan kebutuhan yang berhubungan dengan pertumbuhan dan kesehatan fisik , seperti ...

Upaya dan langkah pemerintah dalam penyelesaian konflik di Ambon

The reconciliation of Muslims and Christians in Ambon conducted by Indonesian government; chronology.

The reconciliation of Muslims and Christians in Ambon conducted by Indonesian government; chronology.

Hak Asasi Manusia Dalam Fikih Kontemporer

Buku ini mencoba menguraikan pandangan Fikih Kontemporer terhadap Hak Asasi Manusia yang terungkap dalam teks sakral (Al- QurÕan dan Sunnah) secara komprehensif dan itu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap individu umat. Sinergisitas pemahaman Fikih Islam dan Universal Declaration of Human Right akan menjembatani terwujudnya kehidupan yang egaliter, toleran, bermartabat, rukun, dan makmur dengan tetap mengakui adanya kekhasan setiap worldview yang terbangun. HAM akan memberikan kepada setiap manusia hak-hak prinsipiel dan melekat yang mengacu kepada al-hurriyyat (kebebasan) dan almusawat (persamaan). Kebebasan dalam kacamata agama selalu terikat dengan prinsip dasar teologis, kebebasan orang lain, moralitas, nilai dan adat yang hidup dalam masyarakat. Moderasi pemahaman ini mendorong adanya reaktualisasi pemahaman hak asasi yang sejalan dengan roh Ilahiah dan insaniyyah sesuai dengan tuntutan space and time (ruang dan waktu). *** Persembahan penerbit Kencana (Prenadamedia Group)

Buku ini mencoba menguraikan pandangan Fikih Kontemporer terhadap Hak Asasi Manusia yang terungkap dalam teks sakral (Al- QurÕan dan Sunnah) secara komprehensif dan itu tidak dapat dipisahkan dari kehidupan setiap individu umat.

EVALUASI PENDIDIKAN

Evaluasi memiliki peran yang penting dalam proses pembelajaran. Melalui evaluasi yang komprehensif akan dapat diketahui sejauh mana ketercapaian tujuan pembelajaran yang sudah ditetapkan. Untuk itu, pengetahuan tentang evaluasi pendidikan menjadi mutlak diperlukan bagi guru, calon guru, dan praktisi pendidikan. Seiring tuntutan kompetensi yang harus dikuasai siswa, diperlukan juga variasi dalam melakukan evaluasi. Buku ini selain menyajikan kajian teoretis tentang evaluasi, penilaian, pengukuran juga membahas berbagai macam bentuk penilaian yang secara aplikatif digunakan dalam proses pembelajaran. Variasi model penilaian, seperti: portofolio, penilaian proyek, penilaian sikap, penilaian unjuk kerja, dan penilaian diri disajikan tidak hanya secara teoretis tapi juga aplikatif dengan disertai contoh instrumen.

Untuk itu, pengetahuan tentang evaluasi pendidikan menjadi mutlak diperlukan bagi guru, calon guru, dan praktisi pendidikan. Seiring tuntutan kompetensi yang harus dikuasai siswa, diperlukan juga variasi dalam melakukan evaluasi.

MODEL PEMBELAJARAN KELOMPOK SISTEM PERILAKU

BEHAVIOR SYSTEM GROUP LEARNING MODEL

Sejalan dengan perkembangan paradigma dunia tentang makna pendidikan, pendidikan dihadapkan pada sejumlah tantangan yang semakin berat. Salah satu tantangannya adalah bahwa pendidikan hendaknya mampu menghasilkan sumber daya manusia (SDM) yang memiliki kompetensi yang utuh, yakni menghasilkan lulusan yang kompetitif, inovatif, kreatif, kolaboratif, serta berkarakter. Senada dengan orientasi pembelajaran abad ke-21, maka pembelajaran dalam konteks kurikulum 2013 sebagai kegiatan inti dari proses pendidikan memainkan peran penting dalam membentuk kualitas peserta didik. Oleh sebab itu, pengubahan paradigma mendasar perlu dilakukan untuk memperbaiki ekologi pembelajaran di sekolah yang selama ini terbentuk. Buku ini disusun berdasarkan berbagai prinsip pembelajaran, khususnya perilaku guru dan peserta didik selama kegiatan pembelajaran sebagai pijakan dalam upaya pengembangannya. Penulis berharap buku ini dapat memberikan manfaat bagi para pendidik, pengawas, dan calon pendidik serta mahasiswa kependidikan program Sarjana, Magister, maupun Doktoral guna pengembangan ilmu dan peningkatan SDM yang berkualitas.

Sejalan dengan perkembangan paradigma dunia tentang makna pendidikan, pendidikan dihadapkan pada sejumlah tantangan yang semakin berat.

Konsep Ideal Labschool

Di Indonesia, problem Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan (LPTK) tidak hanya pada bahan ajar, penelitian, dan juga sistemnya, namun juga adanya Labschool yang kurang ideal. Labschool yang dikelola LPTK, selama ini masih sekadar menyesuaikan selera pasar dan belum sepenuhnya menjawabbasic need (kebutuhan dasar) serta pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM) kita. Apalagi saat ini kita dihadapkan dengan tantangan disruption yang terjadi pada ketercerabutan dalam berbagai hal. Ada tiga elemen yang akan dibangun jika Labschool yang dikelola di LPTK berjalan ideal. Pertama, dosen dan pengelola atau guru di Labschool itu sendiri. Dosen di LPTK yang menaungi Labschooltersebut bisa melakukan sebuah penelitian, ekperimen, dan bersinergi untuk mendesain sebuah program untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan uji coba program dalam Labschool itu sendiri. Selama ini yang dimaksud Labschool hanya peran gurunya, padahal kelebihan Labschool itu bisa diteliti dosen atau peneliti dari dalam LPTK maupun dari luar yang berkepentingan. Kedua, bagi mahasiswa di LPTK yang mengelola Labschool bisa melakukan penelitian dalam menunjang kegiatan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Tidak hanya saat Praktik Pengalaman Lapangan (PPL), Kuliah Kerja Nyata (KKN), namun peneitian itu bisa dilakukan dalam menunjang perkuliahan metode penelitian pendidikan, penelitian kolaborasi dengan dosen, dan peneliti, atau melakukan penelitian pengembangan di Labschool yang terdiri atas banyak variabel. Bisa model, metode, media pembelajaran di Labschool atau berkaitan dengan kurikulum yang dikembangkan di sana. Ketiga, bagi orang tua dan pihak berkepentingan. Selain dosen dan guru Labschool serta mahasiswa di LPTK yang mengelola Labschool itu, juga bisa dimanfaatkan semua pihak yang berkepentingan termasuk orang tua peserta didik di Labschool itu sendiri. Banyak sekali proyek-proyek penelitian yang dibutuhkan masyarakat saat ini. Sebab, semua harus berbasis riset dan tidak bisa sekadar deskripsi tanpa pembuktikan dan pendekatan ilmiah. Bisa dari unsur Dinas Pendidikan, LPTK lain, organisasi PGRI, IGI, HIMPAUDI, atau dari USAID Prioritas, dan lainnya. Semua itu harus disinergikan dalam rangka bisa mendongkrak Labschool yang dikelola LPTK untuk selalu menggenjot akselerasi dan inovasi. Buku ini merupakan hasil penelitian, dan gagasan ilmiah dari beberapa buku dan jurnal serta hasil penelitian lain yang terdiri atas beberapa bab. Pada BAB I menjelaskan “Konsep Labschool dalam Pendidikan Indonesia”. Kemudian pada BAB II mengkaji tentang “Labschool sebagai Fondasi LPTK Berkualitas”. Bab III mengkaji tentang “Konsep Ideal Labschool” yang di dalamnya ada desain ideal Labschool, inovasi Labschool menjawab tantangan zaman, integrasi E-learning di Labschool, penguatan Literasi diLabschool, dan program akselerasi Labschool. Terbitnya buku ini menjadi sejarah perkembangan Labschool dengan hasil sebuah gagasan dan tawaran konsep pengelolaan, manajemen, dan juga kurikulum, metode, model, dan strategi pembelajaran Labschool yang selalu update dalam menyesuaikan zaman. Labschool memang bukan segalanya, namun penguatan kualitas LPTK sebagai pencetak guru profesional berawal dari sana. (*)

Ada beberapa dasar Kemendikbud mengimplementasikan K13. Pertama, UUD 1945, UU Sisdiknas (20/2003), ... Pertama, peningkatan akses dan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD), pendidikan nonformal dan pendidikan informal.

Dari good governance ke perubahan sistem pemilu

... dan informasi yang tersedia harus memadai agar dapat dimengerti dan
dipantau oleh masyarakat. Sedang akuntabilitas dimaksudkan sebagai
kejelasan posisi pejabat publik baik eksekutif maupun legislatif sebagai
penerima mandat dari ...